Follow IG : renitaria7796
Aran Odelia Courtney seorang raja berkuasa yang menyukai gadis bernama Sara Helowit. Raja menginginkan Sara menjadi selir keempat puluh satu. Namun sayangnya Sara sudah memiliki seorang kekasih.
Bagaimana Aran akan menaklukkan Sara? Lalu mampukah sang kekasih menyelamatkan Sara dari belenggu Aran?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon renita april, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekaguman Kerajaan Lain
"Kamu menginginkan ratu Sara yang menjadi pendampingmu?" tanya Jessica.
Sungguh tidak dapat dipercaya. Seharusnya ratu pertama yang pergi menyambut tamu kerajaan. Namun Aran, malah menginginkan Sara yang menjadi pendamping.
"Iya, dia punya kemampuan untuk itu. Sara sudah banyak belajar dan aku ingin memperkenalkan dirinya kepada para utusan kerajaan," jawab Aran.
Aran melanggar satu peraturan lagi. Menurut aturan kerajaan, memang ratu pertama yang seharusnya menjadi perwakilan kerajaan. Secara tidak langsung, Aran memang menginginkan Sara menjadi ratu utama.
Seorang raja bisa menyayangi ratu lain, tetapi untuk masalah kerajaan harus ratu utama yang menangani. Ayah Jessica punya selir kesayangan, bahkan ibunya tidak pernah lagi ditiduri, tetapi sang ayah tetap mengandalkan istri sahnya dalam mengurus keluarga Duke.
"Termasuk dalam kompetisi berburu?"
Aran tersenyum, "Sara jagonya untuk masalah itu. Kamu ingat saat aku mengatakan tertarik padanya? Aku melihat Sara memikul hasil buruannya."
Jessica berusaha untuk menenangkan hatinya. Cemburu? Jelas ia sangat cemburu. Posisinya telah tergeser oleh seorang ratu baru.
"Hamba undur diri, Yang Mulia."
"Jessica, aku masih ingin bersamamu," cegah Aran.
"Benarkah?" Jessica berdecih. "Jangan mencari alasan untuk menyenangkanku, Aran. Kamu tidak perlu diriku. Datangilah ratu barumu."
Jessica memberi hormat kemudian keluar dari ruangan sang raja. Aran berjalan menuju balkon kamar. Ia memejamkan mata, membiarkan semilir angin melintas di wajahnya.
"Apa yang terjadi? Aku benar-benar jatuh dalam pelukan Sara. Ya, dia memang wanita menakjubkan. Sara, ratuku yang paling cantik," gumam Aran.
Hari yang ditunggu-tunggu, akhirnya, datang juga. Para utusan kerajaan tetangga berdatangan ke kerajaan Whiteland. Istana menyambutnya dengan sangat meriah sebagai pertunjukkan jika kerajaan di pimpin oleh Aran sangat besar.
"Selamat datang para sahabatku. Aku, Raja dari kerajaan Whiteland, Aran Odelia Courtney, memberi salam."
"Salam, Yang Mulia. Saya Henry, duta dari kerajaan barat, dan ini pasangan saya, Monica.
"Yang Mulia," sapa seorang pria.
"Bagaimana aku tidak mengenalmu, Yang Mulia Frederick dan Ratu Aleca dari kerajaan Elskar," kata Aran.
"Kalau diriku?" tanya seorang pria yang datang bersama seorang pria juga.
"Leonard dan Mc Kenny dari kerajaan Timur. Dua kakak beradik yang selalu akur," kata Aran.
"Saya Thunder, duta dari kerajaan Dorgem.
"Yang Mulia, saya putra mahkota dari kerajaan Felipe. Alexander Felipe."
"Selamat datang semua. Aku perkenalkan Ratu baru dari kerajaan Whiteland, Sara Odelia Courtney."
"Salam, Yang Mulia," ucap utusan yang hadir.
Sara merendah diri sebagai bentuk penghormatan. "Selamat datang Raja, duta, dan putra mahkota. Semoga kalian senang berada di kerajaan Whiteland.
Bak tersihir, semua memandang takjub ke arah Sara. Suara yang lembut sangat enak untuk di dengar. Wajahnya yang cantik tentu memanjakan mata yang memandang.
Dari utusan itu, ada dua kerajaan yang membawa pasangan wanitanya, yaitu Henry dari kerajaan barat dan juga Frederick dari kerajaan Elskar. Sedangkan yang lain hanya membawa pendamping mereka.
Raja dan ratu mempersilakan utusan untuk memasuki istana. Mereka dibawa ke ruang perjamuan untuk makan bersama terlebih dulu.
"Apa ini makanan dari kerajaan kami?" tanya Henry.
"Betul, Lord Henry," jawab Sara. "Aku menyiapkan semua makanan dari kerajaan kalian dan juga makanan khas dari kerajaan kami. Semoga kalian mau mencicipinya."
"Tentu, Ratu. Aku sedikit cerewet dalam hal makanan. Lidahku hanya ingin makanan dari negara Elskar saja. Karena Ratu sudah menyiapkan ini semua, aku akan bersedia mencicipi makanan dari kerajaan Whiteland," ucap Frederick.
"Silakan semua untuk mencicipi," kata Sara.
Utusan kerajaan merasa masakan yang disajikan ratu sangatlah enak. Tidak sia-sia perjuangan Sara selama beberapa hari. Ia juga yang mengawasi para pelayan di dapur untuk menyiapkan hidangan untuk utusan yang hadir.
"Ini benar-benar enak, Ratu," ucap Monica, pasangan dari Henry.
"Makanannya sangat enak," sahut Aleca, Ratu dari Elskar.
"Terima kasih, Yang Mulia," ucap Sara sembari tersenyum.
Selesai makan bersama, utusan disuruh untuk beristirahat di kamar masing-masing. Lagi-lagi mereka takjub akan kamar yang dihias sesuai dengan ciri khas kerajaan masing-masing. Tidak lupa Sara mensisipkan warna khas dari kerajaan Whiteland. Itu menunjukkan kepada para utusan bahwa mereka tengah berada di kerajaan Whiteland.
"Benar-benar ratu yang luar biasa," ucap Leonard.
"Sayangnya, ratu itu milik sang raja Aran," sahut Mc Kenny.
"Bukannya Aran punya dua ratu?"
"Ya, itu ratu baru yang diambil dari rakyat biasa. Begitu yang kudengar," kata Mc Kenny.
"Luar biasa! Sepertinya aku harus mencari ratu seperti itu," ucap Leonard.
"Kamu sudah dijodohkan. Lebih baik aku kembali ke kamarku sendiri."
Leonard garuk-garuk kepala. Ia lupa jika dirinya telah dijodohkan dengan putri bangsawan, dan dalam waktu dekat mereka akan menikah.
...****************...
"Ratu, aku sangat senang hari ini," kata Aran.
"Apa yang membuat Yang Mulia senang?" tanya Sara.
"Kamu." Aran mendekat, menepikan rambut panjang Sara agar ia bisa mengecup bahu dan leher dari istrinya. "Kamu membuat mereka terkesan, tetapi tidak melupakan kerajaan kita."
Sara memutar tubuh agar bisa memandang Aran seutuhnya. "Aku ingin mereka merasakan di rumah sendiri, tetapi dalam kerajaan Whiteland.
"Kamu berhasil, Sayang."
"Terima kasih sudah mempercayaiku," ucap Sara.
Keduanya menjatuhkan diri di tempat tidur. Aran dan Sara saling memandang penuh perasaan. Aran mendekat, melepas gaun dari sang ratu, dan mulai melaksanakan tugasnya.
...****************...
"Posisimu sudah tergeser rupanya. Aku dengar ratu Sara dipuji-puji oleh utusan yang datang," kata Izzy.
Selalu ada mata-mata yang mengatakan kondisi istana saat ini. Izzy merasa kesal karena Sara yang menjadi pendamping dari Aran untuk menyambut tamu kerajaan.
Pada waktu sebelum Sara tiba, Jessica yang selalu hadir mendampingi. Ia sama sekali tidak pernah ada kesempatan untuk bersama raja. Izzy memang ratu, tetapi nasibnya sama saja seperti seorang selir. Diabaikan dan terbuang.
"Aran sudah mengatakannya kepadaku kalau ia bersama Sara yang akan menjadi pendamping," jawan Jessica.
"Kamu seorang Ratu utama dan posisimu sudah tergantikan."
Mendengar Sara dipuji dan Dielu-elukan negara tetangga, memang membuat Jessica cemburu. Dalam waktu sekejap, Sara bisa berbaur dengan para bangsawan itu.
"Kamu juga menyedihkan, Izzy! Beruntung Aran tidak menghukummu karena melukai Sara. Jika kamu ingin bertindak, maka gunakan cara halus," kata Jessica.
"Aku menyesal untuk tidak menghabisinya saja waktu itu."
Jika pengawal tidak datang cepat, mungkin Sara memang akan tiada karena dipukul oleh Izzy. Sayangnya, pengawal istana berhasil melerai mereka dan membuat Izzy dimarah oleh Aran.
"Aku pamit undur diri. Malam nanti kita ikut dalam perjamuan, kan?" tanya Izzy.
Aran mengundang para ratu untuk hadir di perjamuan malam nanti. Makan malam yang kembali dihadiri oleh utusan kerajaan tetangga.
"Ya, kamu bersiap-siaplah," kata Jessica.
Bersambung
Krn istana bukan cuma rumah utk suami, istri dan anak, tp ada bnyk kehidupan didalamnya yg saling menjatuhkan utk bertahan hidup
Jessica juga yg jadi penyebab kematian ibunya sara