Sebuah kecelakaan telah merenggut nyawa kekasihnya. Kesedihan yang mendalam Felisha rasakan.. bukan saja karena kehilangan namun juga karena bayi dalam kandungannya akan terlahir tanpa ayah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon requeen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyenangkan anak-anak
Hari ke lima Bagas membawa istri dan ketiga buah hatinya mengunjungi beberapa destinasi wisata yang ada di Bali.
"Dad..aku ingin ke Jogja " Nakula tiba-tiba ingin ke Jogja.
"Jogja? " tanya Bagas
"Kita kan sudah mengunjungi banyak tempat wisata disini dad " jawab Bagas
"Iya dad..kita ke Jogja saja " Sadewa mendukung keinginan saudara kembarnya.
"Luna mau ikut sama kakak ke Jogja "
"Gimana mom ?" tanya Bagas
"Cuti aku masih sisa dua hari lagi sepertinya cukup dua hari kita di Jogja " jawab Felisha.
"Ya sudah malam ini kalian packing,besok kita ke Jogja " ujar Bagas
"Terimakasih dad " ucap si kembar senang.
Seumur hidup belum pernah Daddy nya begitu menurut apa keinginan mereka.Biasanya Nakula dan Sadewa lebih banyak menghabiskan waktu dengan om nya dibanding Daddy nya yang selalu sibuk dengan pekerjaan.Namun sejak ditinggal mommy nya dan Luna, Daddy nya benar-benar berubah.
Setelah membantu Nakula dan Sadewa packing, Felisha kembali ke kamarnya untuk packing bajunya,Bagas dan Luna.
"Mas..katanya disini ada kerjaan juga ?" tanya Felisha setelah selesai memasukan baju-baju mereka kedalam koper.
"Tidak jadi..waktu saya kali ini hanya untuk anak-anak..dan mommy nya " jawab Bagas sambil mengusap punggung Luna menidurkan bocah kecil yang semakin hari semakin lengket saja padanya.
Tidak butuh waktu lama Luna pun tertidur, Bagas ikut tertidur sambil mendekap tubuh mungil Luna. Felisha menyelimuti Bagas dan Luna sebelum ia merebahkan tubuhnya disebalah Luna.
Felisha memiringkan tubuhnya menghadap ke arah Luna dan Bagas. Perlahan jemari Felisha terulur menyusuri wajah mungil Luna. D
Luna sama sekali tidak terganggu dengan apa yang mommy nya lakukan.Berbeda dengan Bagas,ia langsung membuka matanya begitu jemari Felisha menyentuh wajahnya.
"Kenapa belum tidur ?" tanya Bagas lembut
"Ini mau tidur " jawab Felisha
"Sekarang tidur..besok kita akan ke Jogja.Nanti kamu sakit kalau kurang istirahat " Bagas merengkuh tubuh Felisha.Ia kembali tidur dengan mendekap tubuh dua wanita disampingnya.
Keesokannya mereka terbang ke Jogja mengikuti keinginan si kembar. Malam pertama di Jogja Bagas membawa Felisha dan anak-anak menyusuri sepanjang jalan Malioboro.Mereka membeli banyak oleh-oleh untuk dibawa pulang ke Jakarta sambil menikmati kuliner khas Jogja.
Keesokannya Bagas membawa Felisha dan anak-anak mengunjungi candi Borobudur sesuai keinginan si kembar.
Bagas tampak terengah-engah begitu sampai di puncak candi, karena ia harus menggendong Luna yang kelelahan menaiki tiap undakan yang lumayan panjang.
"Minum dulu mas " Felisha memberikan satu botol air mineral kepada Bagas.Bagas pun langsung menenggak air dalam botol itu hingga habis.
"Berat ya gendong Luna " Felisha menyusut keringat yang membasahi wajah Bagas.Bagas hanya mengangguk.
"Daddy pulangnya aku tidak usah digendong lagi..Luna sudah kuat " Luna memeluk leher Bagas yang bermandikan keringat.Ia merasa kasihan melihat Daddy nya kelelahan karena menggendongnya.
"Iya sayang.." jawab Bagas sambil tertawa.
Sorenya mereka kembali ke hotel setelah mampir dulu ke sebuah pusat penjualan batik. Felisha membelikan beberapa batik untuk bunda dan Kinanti.
Malamnya setelah menidurkan Luna,Bagas menemani si kembar dikamar mereka.Selama ini Bagas termasuk jarang memperhatikan si kembar karena kesibukannya. Namun sekarang ia berusaha meluangkan waktu untuk kedua putranya seperti yang selama ini Felisha lakukan.Malam itu Bagas tertidur dikamar si kembar. Felisha sengaja tidak membangunkan Bagas yang tertidur sambil memeluk kedua putranya.
Di Jogja mereka menginap selama tiga hari.mulur satu hari dari jatah sisa cuti Felisha.
Untungnya Ezra mengijinkan.
Setelah berlibur selama tiga hari di Jogja keesokannya mereka pun pulang ke Jakarta. Bagas dan Felisha kembali beraktifitas di kantor masing-masing.
"Fe mana oleh-oleh gue ?" Dina langsung menagih oleh-oleh kepada Felisha
"Nih..khusus buat Lo beda sama yang lain " Felisha menyerahkan paper bag berisi oleh-oleh kepada Dina.
"Makasih " Dina tampak senang.
"Lo sebenarnya ke Jogja apa ke Bali sih Fe ?" tanya Dina ketika ia menemukan makanan khas Jogja didalam paperbag miliknya.
"Gue lima hari di Bali,terus ke Jogja karena anak-anak ingin kesana " jawab Felisha
"Tumben laki Lo ada waktu "
"Laki gue sekarang sudah jinak karena tiap malam gue kasih goyangan " jawab Felisha
"Gila Lo " Dina melempar gulungan kertas kearah Felisha.
"Becanda " ujar Felisha sambil tergelak
"Tapi liat muka Lo ga kayak becanda " selidik Dina
"Memang " jawab Felisha kembali tergelak.Satu bola kertas pun kembali melayang kearahnya.
Jam empat sore, Felisha pulang ke rumah. Setelah membersihkan diri Felisha pun bergabung dengan anak-anak yang sedang nonton tv diruang keluarga.Tak lama kemudian Bagas pun pulang.
Luna yang sedang nonton tv langsung menghambur kepelukan Bagas.
"Daddy..aku ngantuk " rengeknya
Bagas menyerahkan tas kerjanya kepada Felisha,tanpa sempat berganti baju Bagas pun menngendong Luna dan menidurkan dalam pelukannya.Setelah berhasil menidurkan Luna dikamarnya,barulah Bagas membersihkan diri dikamar mandi.
Tak lama kemudian Bagas keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang segar. Setelah memakai piyama yang Felisha siapkan,Bagas pun naik ke ranjang mereka dan merebahkan tubuhnya disebelah Felisha.
"Makin hari Luna semakin lengket saja sama kamu mas " ucap Felisha sambil merebahkan kepalanya didada Bagas.
"Sepertinya bukan cuma Luna..tapi mommy nya juga " ujar Bagas sambil tersenyum.
"Coba kalau dari dulu kamu begini,sudah pasti aku jatuh cinta sama kamu dari dulu " ujar Felisha
"Tidak masalah jika dulu kamu tidak suka saya..yang penting sekarang dan seterusnya kamu cinta sama saya " jawab Bagas
Felisha tidak menjawab, ia semakin menenggelamkan wajahnya didada Bagas.
"Mau saya kelonin ?" tanya Bagas
Felisha mengangkat kepalanya dan menatap kearah Bagas.ia pun mengangguk.
"Sekarang pejamkan mata kamu biar cepat tidur " titah Bagas.
Felisha memejamkan matanya mengikuti perintah Bagas.
"Kalau dikeloninnya begini bukannya tidur mas..yang ada begadang " Felisha protes ketika tangan Bagas menyusup kedalam baju tidurnya dan menari-nari disana.
"Saya temani kamu begadang sampai pagi " bisik Bagas dengan suara parau. Felisha pun mengangguk.
Felisha tuh adik iparnya Kinanti
Kinanti adik iparnya Ajeng
Nah Ajeng mantan adik iparnya Bagas, suami Feli kyk yg muter gitu loh panggilan ‘mbak/kak’ nya