Ferdi Nichol Aditya Atmaja, seorang pria tampan berusia 27 tahun. Sangat suka meledek temanya Nova, yang kecanduan membaca novel online.
Bagi Ferdi cerita novel online yang dibaca oleh Nova sangatlah basi. Berbicara seputar perempuan miskin yang dinikahi oleh CEO dengan jalur di lecehkan terlebih dahulu.
Ferdi menilai itu semua adalah sebagai bentuk merendahkan kaum wanita. Ia mengkritik hampir semua novel online yang Nova baca. SAMPAI KEMUDIAN HIDUP FERDI BERUBAH SEPERTI CERITA NOVEL ONLINE.
Ya, ia diminta oleh ayahnya untuk menyelamatkan perusahan keluarga mereka. Dengan menikahi seorang janda kaya beranak tiga. Tentu saja Ferdi menolak, namun keadaan semakin hari semakin menghimpit.
Hingga akhirnya memaksa Ferdi untuk menempuh jalan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pratiwi Devyara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pinjam
"Frans."
Ferdi menghampiri Frans yang baru saja hendak turun dari tangga.
"Widih, ganteng bener lo. Kayak mau ke kelurahan."
Frans meledek Ferdi yang telah rapi di minggu pagi. Padahal Ferdi biasanya mandi ketika matahari sudah condong ke barat alias jam dua siang.
Karena hari minggu adalah jadwal mereka berdua menonton kartun dan anime dari pagi sampai bosan. Meski keduanya sudah sama-sama dewasa, namun hobi mereka di hari libur selalu sama.
"Pinjem jas lo dong, yang beli di Paris waktu itu." ucap Ferdi kemudian.
Frans menatap adiknya itu.
"Mau kemana lo?" tanya nya curiga.
"Mau...., ke tempat teman." jawab Ferdi.
"Teman apa teman?" Frans makin curiga.
"Iya, teman yang nikahan." ujar Ferdi lagi.
"Siapa coba namanya?"
Frans melirik Ferdi sambil coba tersenyum, sebab tak ada satu orang pun teman Ferdi yang Frans tak tau. Jika tak kenal minimal ia tahu namanya.
Ferdi sangat suka bercerita perihal teman-temannya kepada Frans dan Frans tau jika teman Ferdi itu sedikit, karena ia sangat selektif dalam memilih circle pertemanan.
"Mau ngedate sama cewek kan lo?" Frans seakan tau isi kepala adiknya itu.
"Beneran, gue mau kondangan."
"Sama cewek kan tapi.?" ucap Frans sambil tertawa, sementara Ferdi seperti takut mengakuinya.
"Gue nggak akan bilang ke papa koq." ujar Frans lagi.
"Janji lo, jangan ember." ujar Ferdi.
"Ntar papa ngira gue nggak serius mau bantuin dia."
Frans mengangguk.
"Ini cewek yang lo suka?." lagi-lagi kakak dari Ferdi itu bertanya.
"Nggak, cuma temen doang koq." jawab Ferdi.
"Suka juga nggak apa-apa, Fer. Sebagai individu yang merdeka, lo berhak untuk itu. Kepentingan lo untuk nolong papa, itu adalah hal yang berbeda. Cinta bukan berarti harus menikah dan menikah belum tentu kita cinta. Kadang hidup itu emang cuma kepepet keadaan doang." lanjut Frans lagi.
Ferdi diam, Frans kemudian menuju ke kamar dan mengambil jas yang diminta oleh Ferdi. Tak lama ia kembali dan memberikan jas tersebut.
"Per/jam dua juta." canda Frans pada Ferdi.
"Mahal amat, mau bangun kontrakan lo?" tanya Ferdi.
Frans pun tertawa ngakak, Ferdi lalu memakai jas tersebut dan bersiap untuk pergi. Ketika ia berada di halaman dan hendak masuk ke mobil dinas kantor, Frans tiba-tiba datang dan menghampiri.
"Lo pake mobil ini?" tanya Frans pada Ferdi.
"Iya, emang kenapa?" Ferdi balik bertanya.
"Lo kondangan dimana?" tanya Frans lagi.
Ferdi menyebutkan alamat tempat dimana diadakannya perhelatan tersebut. Frans kaget, karena biasanya yang menyewa tempat itu adalah para crazy rich.
"Jangan pake mobil ini, pake mobil gue." ujar Frans lalu kembali ke dalam. Ia kemudian muncul lagi dengan membawa kunci mobil mewah miliknya.
"Nih, kuncinya." ujar Frans seraya menyerahkan.
Ferdi diam.
"Yakin lo?. Gue nggak enak tau." ucapnya kemudian.
"Lo harus pake ini, kalau nggak gue kasih tau papa lo pergi sama cewek."
Ferdi pun akhirnya menerima kunci mobil tersebut, ia pergi dengan mengendarai mobil Frans. Tak lama setelah kepergian Ferdi, Jeffri pun bangun.
"Suara apaan tadi?" tanya Jeffri pada Frans.
"Ferdi pergi, pa. Ke rumah temennya mau ada acara." ucap Frans.
"Jam segini?" tanya Jeffri lagi.
"Ya mungkin janjian dulu kali, sama temennya." ucap Frans.
Ia pun lalu berlalu menuju meja makan. Melihat ada apa yang sudah di persiapkan oleh asisten rumah tangga disana."
***
"Tiiin."
Ferdi membunyikan klakson di muka rumah Clara, tepatnya di luar pagar. Tak lama Clara pun bersiap. Seperti telah diketahui sebelumnya, Ferdi menyetujui ketika Clara memintanya untuk menemani kondangan. Maka inilah yang terjadi hari ini.
"Anak-anak, mama pergi dulu ya." ucap Clara pada ketiga anaknya yang tengah bermain game online di ruang tengah.
"Iya, ma." jawab mereka bertiga serentak, sambil terus memperhatikan layar handphone.
"Jangan nakal." ujarnya lagi.
"Iya ma." lagi-lagi mereka bertiga menjawab. lalu si bungsu melihat ke arah Clara.
"Mama mau kemana sih?" tanya nya kemudian.
"Mau ke acara pernikahan teman mama." jawab Clara.
"Kan mama udah bilang semalam." lanjutnya lagi.
"Lupa, hehe."
"Ya udah mama jalan dulu."
"Iya ma."
Clara meninggalkan anak-anaknya tersebut lalu melangkah keluar. Seorang sekuriti membukakan pintu pagar, dan saat itu Ferdi tengah melihat ke arah lain di dalam mobil. Namun tak lama kemudian ia menoleh dan menatap ke arah Clara.
Waktu seakan terhenti, Ferdi terpaku untuk waktu yang cukup lama. Sebab Clara yang cantik hari itu tampak jauh lebih cantik dari sebelum-sebelumnya. Tubuh Ferdi sampai gemetar dan panas dingin melihatnya.
"Mmm, hai." sapa Ferdi.
"Hai."
Clara berujar sambil tersenyum, Ferdi yang masih terpaku kini tersadar dan buru-buru membuka kan pintu mobil. Tak lama Clara pun masuk, Ferdi lalu kembali ke sisi kemudi dan menghidupkan mesin. Selang beberapa saat mobil itu pun kembali melaju.
***
Di acara pernikahan.
Benar dugaan Valerie, bahwa Nando ada disana. Sebab investor yang menikah tersebut juga telah mengenal Nando sejak lama. Maka ia pun mendapatkan undangan untuk hadir.
Nando datang dengan istri barunya yang sangat ia sanjung tersebut. Dengan bangganya ia mengandeng perempuan yang begitu cantik dimatanya sendiri itu.
Ia tersenyum kepada orang-orang yang ia kenal, sedang si perempuan bersikap sok elegan. Ia mendapat perhatian sejenak, sampai kemudian dari arah pintu masuk Clara melangkah dengan dress mahalnya di dampingi oleh Ferdi.
Sontak semua mata kini tertuju pada Clara. Pasalnya perempuan itu terlihat sangat cantik, dan laki-laki muda yang mendampinginya itu jauh lebih tampan dari si mantan suami.
"Waw, Clara cantik banget."
Banyak yang berseru seperti itu di dekat telinga Nando. Entah benar-benar memuji atau sekedar hanya ingin membuat Nando terbakar hatinya, yang jelas kini ubun-ubun Nando seperti berasap. Sama halnya dengan si istri baru, ia begitu iri pada Clara yang mengenakan gaun lebih indah serta terlihat lebih cantik dari dirinya.
"Hai, Clara."
Seseorang mendekat dan menjabat tangan Clara, kemudian menjabat tangan Ferdi. Clara memperkenalkan orang itu pada Ferdi dan sebaliknya. Mereka tampak mengobrol, dan tak lama mendekat pula lah orang yang lainnya lagi.
Intinya banyak yang menaruh perhatian kepada Clara pagi itu. Clara sendiri bertemu muka dengan Nando, ia menatap pria itu dengan tatapan yang biasa saja seolah tak kenal sama sekali. Sedang Nando ketar-ketir dan terlihat sekali jika ia sejatinya masih menyimpan perasan untuk mantan istrinya itu.
"Percuma cantik, kalau di cerai."
Sebuah insta story' tulisan dengan latar belakang warna hitam, terlihat di Instagram istri baru dari Nando. Dulu itu adalah Instagram milik Nando yang berteman dengan Clara.
Namun ketika si perempuan kedua itu menikah dengan Nando, ia menggantinya menjadi nama mereka berdua. Seakan hendak memvalidasi bahwa mereka adalah pasangan yang bahagia.
Otomatis akun tersebut masih berteman dengan Clara da Clara pun tak ada niat memblokir. Sebab ia akan terlihat kalah jika melakukan hal tersebut.
Notifikasi postingan baru si istri kedua masuk ke handphone Clara, tanpa sengaja Clara memencet dan membaca unggahan itu. Namun tak lama kemudian ia pun membalas.
"Dinikahi bukan berarti lebih istimewa, bisa aja laki-lakinya kepepet karena sy@hwat. Karena si burung butuh segera bersarang gratis. Kan kurang duit kalau bayar mulu, ups!"
Istri Nando melihat postingan tersebut dan kini ia menatap Clara penuh dendam. Sedangkan Clara tersenyum tipis, sambil mengangkat kepalanya tanda menang.
s2 gak kau thor...
s2 yaaaaa🙏🙏🤣🤣🤣🤣
s2 gak kau thor...
s2 yaaaaa🙏🙏🤣🤣🤣🤣
😍😍😍😍😍😍