anggun adalah seorang ketua mafia yang terkenal sangat kejam namun karna dikhianati ia meninggal dan tak disangka rohnya berenkarnasi di zaman kuno
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayam receh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rongsokan [ REVISI II ]
Ting! otak xhi Wen mendapat solusi.
" yang mulia jika ada barang bekas yang bisa membuat media tanam sesaat, tolong perlihat kan kepada hamba salah satunya.”
pengawal yang sudah penasaran akan itu, dia segera mencari barang bekas yang di maksud Tampa ada titahan dari sang kaisar atau Kasim. melihat tingkah pengawal tersebut membuat kaisar ingin tertawa karena itu sangat konyol baginya.
" ini nona saya sudah membawakannya." ucap pengawal tersebut.
terlihat barang rongsokan seperti sebuah kaleng namun berbeda desain dan bahan pembentukannya.
xhi Wen langsung mengecek nya.
" alat ini tidak bisa di gunakan karena tidak ada lobang yang membuat air dapat keluar. Tapi tentu saja bisa di akali, apakah ada contoh lain?"
mendengar itu pengawal kembali memberi rongsokan yang seperti apa yang di katakan oleh xhi Wen.
" ini dapat berguna bisa menampung tanah dan ada lobang-lobang kecil yang bisa mengeluarkan air sehingga saat menyiram tanaman di dalamnya tidak akan tergenang air."
" yang mulia kita dapat mengumpulkan rongsokan yang seperti ini atau barang barang bekas yang tidak dipakai untuk menanam bibit pohon nantinya."
" dan juga minta setiap warga untuk menanam banyak pohon di samping rumahnya, dan tanam bibit pohon itu di sekitar tempat terjadinya longsor, tetapi jangan di sampai berdekatan, berikan berjarak kurang lebih 10 meter disetiap jarak untuk ditanami" lanjutnya.
mereka semua nampak kebingungan dengan penjelasan xhi Wen.
jangankan mereka autor aja kebingungan xixixi.
"baiklah aku akan mengatur secara langsung masalah ini" ucapnya lagi.
" baiklah nona, semuanya mulai dari 3 hari dari hari besok, kalian bisa pergi bersama nona Xhi Wen ke tempat desa yujing". ucap kaisar senang.
Jika ini berhasil itu akan sangat membantu kedamaian dan keselamatan kekaisarannya.
" baik yang mulia " ucap mereka semua.
" dan panglima Shi Rui, pergi ke wilayah bagian barat bersama Kasim Chan . Saya mendengar Disana sudah ada bandit yang mulai meraja Lela . selesaikan itu, hanya berita baik saja yang ingin aku dapatkan." perintah sang kaisar Jian.
" sesuai perintah anda yang mulia" balas panglima shi Rui dan langsung pergi bergegas di hari itu juga.
***
Di dalam kediaman permaisuri Su Oh.
" istri ku kenpa kau belum bangun juga? Apakah benar tidak apa-apa. Coba kamu periksa lagi." Dengan hati yang meringis, kaisar Jian Po memegang tangan permaisyurinya.
" tenang lah yang mulia, permaisyuri hanya memulihkan kondisi tubuh nya, besok seharusnya sudah pulih sempurna."
" aku hanya sedih melihat kondisinya"
Tok! Tok!
"salam yang mulia. tabib istana ingin masuk untuk mengecek kondisi yang mulia permaisuri" ucap satu pengawal yang menjaga paviliun.
"bagaimana nona ?" tanya Jian Po.
" tak apa dia hanya pura-pura menjadi tabib dia tidak tau bagaimana kondisi permaisuri Jian oh, dengan melihat keadaan permaisuri dia hanya bisa berpikir bahwa permaisuri dalam kondisi lebih parah dari sebelumnya, karena sebelumnya permaisuri masih bisa sadar meskipun lemah." balas xhi Wen, mendengar itu kaisar mengangguk.
" baiklah persilahkan dia masuk" titah kaisar kepada pengawal tadi.
" salam hormat hamba yang mulia kaisar" ucap tabib itu kepada Jian Po.
"hemmm", balas Jian Po.
"maksud kedatangan saya kemari untuk memeriksa kondisi yang mulia permaisuri " ucapnya lagi.
"lakukan lah!"
Dengan percaya diri, tabib tersebut melangkah mendekati ranjang permaisyuri.
Melihat tidak ada tanda tanda pergerakan permaisyuri, ia pun tergelak dalam hati.
'hahahha dia pingsan, sepertinya usahaku tidak sia sia. Meskipun ini lebih cepat dari perkiraanku' ucap batinnya dan tersenyum sinis sangat tipis sampai tidak ada yang bisa melihatnya selain Xhi Wen pastinya sesuatu hal yang tipis saja sangat jelas terlihat dimatanya.
'siapa gadis ini dia bahkan menyadari aku tersenyum , dan membalaskan senyuman sinis ku dengan senyuman tajamnya yang sangat tipis.’ dengan wajah terkejut tabib tersebut melihat Xhi Wen.
‘tunggu apakah dia yang di kabarkan seorang gadis kecil yang mengatakan dirinya alchemist?' batinnya lagi.
yah memang kabar berita Xhi Wen yang menawarkan dirinya untuk mengobati permaisuri Su Oh sudah tersebar dari sebelum dia sampai di istana.