Cerita ini mengisahkan tentang seorang gadis bersahabat bernama Khanza dan Rhea sama-sama berusia 17 tahun. Dimana Rhea membutuhkan kasih sayang ibu dan sahabatnya Khanza yang memberikan perhatian tulus membuatnya kadang memanggilnya mama.
Khanza yang terusir dari kontrakan membuatnya tinggal bersama Rhea dan Antonio dalam satu rumah. Membuat Antonio merasa memiliki istri kembali. Dimana Laura istrinya tidak pernah mengurusnya dan Rhea malah sibuk dengan karirnya sendiri.
Bagaimana cerita selanjutnya? Apakah Khanza akan menerima permintaan sahabatnya Rhea. Yang memintanya menjadi mama dan istri untuk Antonio daddy nya atau hanya menganggap sahabatnya bercanda saja. Tapi suatu insiden terjadi dengan Khanza, yang akhirnya membuatnya benar-benar menjadi seorang mama untuk Rhea dan istri untuk Antonio.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon antiloversn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Epiaode 32
Antonio berada dirumah sakit untuk melihat keaadaan putrinya. Rhea tidak lagi berada diruang icu, melainkan sudah dipindah diruang vip. Antonio memegang tangan Rhea dan sesekali mengelus kepala putrinya yang ditutupi perban.
"Putri kesayangan daddy, cepat bangun dong. Dadd kangen sama Rhea yang manja," Antonio berguman pelan.
Tangan Rhea sebelah kiri yang terpasang infus bergerak-gerak. Orangnya pun mengerjap-ngerjakap mata, lalu mata itu sayup-sayup terbuka.
"D-dad," ucap Rhea bersuara lirih hampir tidak terdengar.
Seketika itu Antonio mendongak menatap mata putrinya. Didalam hati Antonio mengucap syukur alhamdulillah karna putrinya sudah siuman.
"Iya sayang ini daddy."
"Sebentar dadd panggil dokter, untuk periksa kamu."
Antonio hanya memencet tombol yang berada tepat di atas kepala Rhea, yaitu didinding. Tombol khusus memudahkan memanggil dokter atau perawat tak lagi harus keluar dari kamar.
Dokter dan perawat sudah berada di ruang rawat. Mereka langsung melakukan pemeriksaan kepada Rhea.
"Gimana dok keadaan anak saya?" tanya Antonio.
"Syukurlah anak bapak sekarang keadaan sudah membaik," jelas dokter tersebut.
"Jadi kapan aku bisa pulang dok?" bukan Antonio lagi yang bertanya melainkan Rhea yang mengajukan pertanyaan tersebut.
"Kemungkinan dua atau sampai tiga hari, karna kita masih harus memastikan keadaan nona benar-benar sudah membaik dulu," penjelasan dokter membuat bibir Rhea cemberut. Karna dia sudah tidak betah berada dirumah sakit ini.
"Ada lagi yang ingin ditanyakan," kata dokter membuat kedua orang menggelang bahwa tidak ada lagi yang harus ditanyakan. Karna sudah jelas."Kalau begitu saya permisi keluar dulu. Kalau ada apa-apa panggil saja saya." lanjut dokter tersebut keluar dari dalam ruang rawat.
Setelah kepergian dokter, tidak sengaja mata Antonio melihat sesuatu di atas nakas seperti amplop. Segera dia mengambil amplop tersebu dan membukanya.
"Apa itu dad?" tanya Rhea.
"Bentar, dadd mau buka dulu." Antonio membuka amplop tersebut dan mengeluarkan sebuah surat. Lalu membacanya.
Haii kalian kesayanganku...
Saat kalian membaca surat ini mungkin aku sudah pergi sangat jauh ke negara lain.
Aku hanya ingin meminta maaf kepada kalian berdua yang tersakiti dengan kebohongan besar yang kututup rapat selama ini.
Maafkan aku dadd Rhea, sungguh aku sangat menyesal dengan perbuatan ku ini. Sekarang aku akan menenangkan pikiran ku terlebih dulu.
Untuk Rhea maafkan mommy yang harus meninggalkan kamu lagi. Mommy memang bukan ibu yang baik untuk kamu. Tapi ketahuilah mommy sangat-sangat menyayangi mu. Mommy juga memohon terimalah Bagas sebagai papa mu. Dia bukanlah orang jahat nak, selama ini dia selalu mengawasi kamu dan mendesak ingin bertemu dengan mu. Bagas juga sangat menyayangimu, terimalah dia sebagai papa mu.
Jika ada kesempatan lagi kita akan bertemu kembali...
Laura Cassandra❤
"Mommy," lirih Rhea wajahnya sudah di banjiri air mata.
Antonio memeluk Rhea."Sayang udah ya nangisnya." ucapnya.
Sedang diluar Bagas yang melihat pemandangan didalam ruang rawat dibuat iri dengan pelukkan keduannya. Rasanya dia pun sangat ingin menggantikan Antonio memberikan pelukkan itu.
Tidak ingin semakin sakit Bagas pun menjauh dari ruang rawat tersebut. Keluar dari rumah sakit menuju parkiran mobil, untuk pulang sebentar. Nanti baru kembali lagi kesini.
Bagas melajukan mobil dengan kecepatan tinggi, sungguh hati benar-benar sakit melihat itu semua. Dia hanya ingin Rhea memanggilnya papa, tapi Bagas harus bersabar untuk itu.
Didalam kamar Antonio dan Rhea menonton televisi. Sebuah berita muncul yang mengabarkan kecelakan pesawat dengan tujuan kota A. Nama-nama korban dan foto di tayangkan. Seketika saat foto dan nama Laura muncul, membuat Antonio dan Rhea menahan nafas sebentar.
"D-dad, itu bohongkan," seru Rhea sedikit berteriak.
Antonio menggeleng, entahlah diapun tidak tahu berita itu benar atau tidaknya. Antonio segera menghubungi Satya untuk mencari tahu kebenaran berita tersebut.
"Sabar sayang, dadd sudah menyuruh Satya untuk mencari tahu kebenarannya," jelas Antonio.
"Dadd! Mommy hiks... Walaupun Rhea marah sama mommy yang telah membohongi kita. Tapi Rhea tetaplah menyayangi mommy, karna mommy ibu yang telah melahirkan Rhea," lirih Rhea menangis didada bidang Antonio. Sambil sesekali sesegukan, Antonio hanya bisa mengelus kepala Rhea dengan sayang. Sampai tanpa sadar gadis itu terlelap.
***
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓