NovelToon NovelToon
Legenda Kaisar Raja Dewa

Legenda Kaisar Raja Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Epik Petualangan / Mengubah Takdir / Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Reinkarnasi
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sh1-Han

Nanggong Li adalah orang dari dunia modern yang memiliki kekasih cantik. Namun, karena ia tidak terlalu tampan dan tidak punya latar belakang, ia malah dikhianati dan akhirnya menghilang. Setelah itu, ia bereinkarnasi menjadi seseorang yang dianggap sampah di dunia kultivasi, dengan mewarisi ilmu dari dunia lamanya serta bantuan roh primordialnya.

Di sana, ia memiliki kekasih yang kuat dan disebut sebagai wanita tercantik di wilayah timur. Seorang yang dianggap sampah ternyata bisa memiliki wanita yang bahkan seseorang yang sudah dianggap kuat pun tidak bisa mendambakannya. Apakah Dongfang Ling bisa mengubah takdirnya sebagai seorang “sampah” dari keluarga terkemuka?

Judul lain : From Mortal to Divine Emperor: Transcending All Worlds

Genre : Komedi,Romance,Adventure,Action,Fantasi timur

*****#### KARYA SEDANG DALAM REVISI *****####

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sh1-Han, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter-29 Reuni Teman Lama

Petir menyambar tepat ke tubuhnya, membuat Ling Xuan terlempar dan memuntahkan darah . Namun, alih-alih melakukan jurus pemulihan, ia tetap bertahan dalam kondisi terbuka, melepaskan semua kekesalannya dengan berteriak keras.

"GHAAAA!!!"

Lalu, ia tertawa lepas di atas gundukan pasir itu, seolah-olah sambaran petir itu hanyalah siraman air biasa. Melihat Bosnya yang bertingkah seperti orang gila, Xiao Hei merasa iba dan menangis.

"Bos! Tak kusangka putus cinta membuatmu jadi gila!" Xiao Hei dengan panik mengambil sebuah dupa dan meletakkannya di depan Ling Xuan yang sedang bersila. "Bos! Semoga Anda tenang selalu di sana... Xiao Hei suatu saat akan membalaskan dendam Bos! Pasti! Bos tenang saja, tidak perlu khawatir Xiao Hei akan makan apa atau tinggal di mana."

Ia menyeka air matanya dengan dramatis. "Xiao Hei tidak keberatan mengambil semua harta Bos dan Mutiara Surgawi milik Bos. Tenang saja, hartamu akan selalu Xiao Hei gunakan dengan baik!"

Mata Ling Xuan menyipit tajam mendengar celotehan itu. "Sialan! Kau pikir aku sudah mati sampai kau melakukan bela sungkawa seperti itu?! Kemari kau, sialan!" Ling Xuan langsung berdiri dan mengejar Xiao Hei yang terbang tunggang langgang.

"B-Bos! Aku hanya bercanda!" teriak Xiao Hei ketakutan.

Ling Xuan berhasil menangkap Xiao Hei dengan gesit. Ia merogoh sakunya, mengambil sebuah pil hitam gosong, dan memasukkannya ke mulut Xiao Hei dengan paksa.

"Aaa!! Jangan Bos! Aku menyerah! Beneran deh, aku menyerah Bosss!!"

*Hup!*

"Huek! Huek! Pahit! Pil apa ini, sialan?! Pahit banget!" gerutu Xiao Hei sambil menjulurkan lidahnya.

"Pil Kebangkitan yang baru saja kuambil dari Gerbang Dao tadi," jawab Ling Xuan santai.

Xiao Hei terkejut, lalu matanya berbinar senang. "Pil Kebangkitan? Horeee!!" Ia pun langsung duduk diam dan mulai bermeditasi untuk menyerap khasiat pil tersebut.

Sementara itu, Ling Xuan kembali menatap langit. Petaka petir itu bukannya mereda, justru semakin mengganas, mengeluarkan aura petir yang sanggup menghancurkan sebuah kota dalam sekejap.

Ia menyeka darah yang mengucur dari sudut mulutnya, berdiri tegak dengan percaya diri "Baiklah, kemarilah petaka petir sialan!

Petaka petir menyambar secara membabi buta, menghujani seluruh tempat itu dengan kekuatan destruktif yang dahsyat.

*Zhesss!!*

Seketika semuanya menjadi hening.Di tengah kawah yang terbentuk akibat sambaran kilat, Ling Xuan duduk dengan tenang. Alih-alih hancur, ia justru mulai memadatkan energi petir merah yang liar itu di telapak tangannya.

Perlahan tapi pasti, ia memaksakan energi ganas tersebut menjadi butiran spiritual yang murni, lalu dengan satu tarikan napas panjang, ia menyerap semuanya ke dalam titik Meridiannya.

**BOOM!**

Ling Xuan menerobos!

**Ranah Deity Transformation!**

**Tubuh Dewa Vermillion tingkat 3**

Aura emas melonjak dari tubuhnya, menyapu bersih sisa-sisa awan petaka di langit hingga benar-benar menghilang. Tanpa membuang waktu, ia menggerakkan lengannya dengan kecepatan yang sulit diikuti mata telanjang, membentuk segel tangan yang rumit.

"Penyerapan Kekosongan!"

Seketika, sisa-sisa energi kehidupan di padang pasir yang tadinya berdarah itu tersedot habis ke dalam tubuhnya. Ling Xuan tenggelam dalam meditasi yang dalam. Detik berganti menit, hari berganti minggu, hingga berbulan-bulan telah berlalu tanpa ia bergerak sedikit pun.

Saat ia akhirnya membuka mata, aura emas yang mengelilingi tubuhnya telah menjadi semakin kuat

"Baiklah, Xiao Hei. Waktunya kita pergi!" seru Ling Xuan sambil meregangkan otot-ototnya yang kaku.

Xiao Hei terbang menghampiri Ling Xuan dengan wajah yang memerah, tampak sedikit sempoyongan sambil memegang sebuah botol kecil.

Ling Xuan menyipitkan mata, merasa ada yang tidak beres. "H-hei! Arak itu... dari mana asalnya?!"

Xiao Hei bersendawa pelan dan tersenyum tanpa dosa. "Bos! Ini dari kantung hartamu. Kucium wanginya sangat enak, jadi kuminum saja. Sayangnya, sekarang hanya tinggal beberapa tetes terakhir, hehehe."

Wajah Ling Xuan seketika memucat. Dengan gerakan panik, ia merebut botol itu dari tangan kecil Xiao Hei. Ia mengocok-ngocok botol itu di dekat telinganya.

*Hening.*

Tidak ada suara air yang tersisa. Kosong melompong.

Arak Immortal yang sangat berharga, yang ia simpan dengan penuh kasih sayang, kini telah berpindah ke perut kelelawar kecil di depannya. Urat-urat di dahi Ling Xuan mulai menonjol, dan senyum tulusnya tadi perlahan berubah menjadi seringai jahat yang sangat mengerikan.

Ia melangkah maju perlahan, memberikan tekanan intimidasi yang membuat udara di sekitar mereka terasa berat.

Xiao Hei yang mulai sadar dirinya dalam bahaya besar, langsung terbang mundur dengan sayap gemetar. "B-Boss... ada apa? Kenapa mukamu jadi seram begitu? Bos, kita bicarakan baik-baik! Jangan pakai kekerasan, Bos!"

"Xiao... Hei..." gumam Ling Xuan dengan nada rendah yang bergetar. "Kau tahu betapa berharga nya arak itu, hah?"

Langkah Ling Xuan semakin cepat, tangannya sudah bersiap untuk menjewer telinga kelelawar mabuk itu.

Xiao Hei dengan panik langsung melesat secepat kilat, sayap kecilnya mengepak liar hingga menciptakan angin puyuh kecil. "AAA!! Boss! Aku mengaku salah, Boss! Ampun!"

"Salah? Kau pikir dengan minta maaf arak itu bisa kembali lagi, hah?!" teriak Ling Xuan geram. Namun, ia akhirnya mendengus dan berhenti mengejar. Ia menarik kembali kantung Qiankun miliknya dengan kasar, lalu menyampirkan tas harta itu di pinggangnya. "Sudahlah, membuang waktu saja."

Ling Xuan menatap ke arah barat. "Ayo Xiao Hei! Kali ini tujuan kita adalah Wilayah Barat."

"Wilayah Iblis, Bos?" Xiao Hei langsung mengerti. Tubuh kecilnya mulai bersinar ungu, lalu dalam sekejap ia bertransformasi, membesar hingga menjadi monster kelelawar raksasa yang gagah. Ling Xuan melompat ke punggungnya, duduk dengan bersila dan mulai terbang menyisir langit malam yang lembut.

1
Efendi Riyadi
alur ceritanya acak²an thor
Han: Di bawah 23 emang acak acakan 🙏
total 1 replies
Crimson
Kwkwkwk ku kira keras ternyata kertas, belajar lagi dek. dek🤣🤣
Crimson
Cewek yang seperti inilah yang harus di kasih paham /Panic/
Han: Yoi mirip jule
total 1 replies
Skyrenzz'
komen pertama👍
Han: mantap
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!