Sebuah tragedi membuat sang CEO kehilangan ingatannya sehingga dia harus kehilangan cintanya yang diambil rekan bisnisnya dari Amerika.
Kembalinya ingatan sang CEO membuatnya ingin merebut kembali sang pujaan hati yang sudah berbadan dua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon el Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
David Reno Pramana bangun dari koma
Puas berjalan jalan,akhirnya aku memutuskan untuk pulang,
"Capek juga,muter muter"gumanku sambil meletakan barang belanjaan
Aku merebahkan tubuhku ku di sofa,sekejab saja aku berpindah ke dunia mimpi.
Dalam mimpiku aku melihat mas David Reno pratama,aku terus memanggilnya namun dia hanya diam,
"Mas David.............."teriakku dan aku pun terbangun.
"Ah..cuma mimpi,namun kenapa seperti nyata"
gumamku.
Aku melangkahkan kaki kedapur untuk mengisi perut,setelah itu aku bersiap ke rumah David Bryan untuk menyiapkan keperluannya.
"Sudah jam tujuh malam kenapa dia masih belum pulang?biasanya jam lima sudah di standby di rumah,"gumamku.
Aku yang bosan akhirnya rebahan di ranjangnya,lagi lagi aku pun tertidur memang dasarnya aku doyan tidur,
"Guling dirumah David sungguh nyaman,hangat dan juga wangi,tunggu tunggu wanginya seperti aku kenal,"batinku antara sadar dan tidak.
Aku pun meraba raba guling tersebut aku merasakan ada mata,hidung,mulut dan juga bulu bulu kecil di sekitarnya.
"Kenapa guling gak halus ya??kok seperti lekukan wajah"batinku masih dengan mata terpejam.
Aku pun membuka mataku dan...
"Aaaaaaaa........sejak kapan kau disini,"teriakku dengan sangat kencang.
"Lagian asisten macam apa kau ini,tuannya pulang bukan disambut malah enak enakan tidur,untung aku cuma ikut tidur disampingmu,coba kalau aku khilaf"ucap David dengan senyum licik
"Oh...maaf tuan Amerika,tadi aku sangat bosan menunggumu,akhirnya aku rebahan namun keblabasan,"kataku membela diri.
"Baiklah baiklah kesalahanmu termaafkan,namun lain kali jangan salahkan aku jika aku langsung memakanmu"kata David dengan tersenyum licik.
"Iya..iya,lagian memangnya aku makanan,enak aja main makan,,gerutuku lagi dan lagi dengan mode memonyongkan bibir.
Cup....David pun langsung menciumku,semakin lama semakin panas,tak hanya di bibir dia pun berani turun ke leher,
"Ah....David sudah"kataku.
Walaupun mulutku bilang sudah namun tubuhku bilang lain,aku semakin menenggelamkan kepala boz Amerika ke dalam leherku.
Aku yang sudah sadar pun langsung mendorong tubuh David,
"Sudah tuan,jangan di teruskan"ucapku sambil membereskan rambutku yang sedikit acak acakan.
David pun menundukan kepala,ada rasa malu dan kesal di wajahnya apalagi sekarang hasratnya sudah muncul
"Shit,kenapa bisa hilang kendali,ah...kalau sudah bangun begini gimana,"umpat David dalam hati.
David melangkahkan kakinya ke kamar mandi,untuk membersihkan diri dan menuntaskan hasratnya dengan bersolo karir.
"Untung aku langsung sadar,coba kalau gak, mungkin sekarang aku sudah tidak perawan ting ting lagi,"gumamku.
Setelah menyiapkan baju dan lain lain aku pun bergegas turun,sebelum hal yang tak diinginkan terjadi.
Aku duduk di balkon sambil menikamati indahnya langit,
Kling..bunyi pesan masuk,aku pun membukanya,ternyata dari Raka,
"Bisa bertemu"kata Raka dalam pesannya.
"Bisa,ada apa mas,kok tiba tiba ngajak bertemu???sekarang aku di rumahnya boz Amerika,"membalas pesan Raka.
"Baiklah aku kesana,sekalian mengantar berkas,"kata Raka dalam pesannya.
Aku sudah tidak membalas pesannya lagi,
"Ada apa ya!kok tiba tiba mas Raka ngajak bertemu,"batinku
Sejam kemudian aku melihat mobil mas Raka tiba di halaman rumah,aku pun langsung turun dan menemuinya.
"Selamat malam Put"basa basi mas Raka.
"Malam mas,"sahutku
"Pak David dimana?"tanya Raka kepalanya clingukan mencari seseorang.
"Dia mandi,tak tau kok lama sekali"jawabku sambil menaikan kedua bahuku.
Aku dan Raka beranjak menuju sebuah bangku di taman lingkup rumah David.
"Ada apa mas" tanyaku membuka pembicaraan.
"David sudah sadar Put"jawab David dengan wajah senang dan juga sedih.
"Bagaimana keadaannya mas??"tanyaku lagi dengan wajah penasaran
"Sesuai pemerikasaan di Korea dulu kalau dia hilang ingatan dan juga lumpuh,namun menurut informasi yang aku dapat,kelumpuhan David hanya sementara jadi dengan terapi akan cepat sembuh"jawab Raka dengan wajah sedih.
"Jadi dia tak mengingatku ya!"kataku dengan air mata yang membasahi pipi.
"Iya Put dia tak ingat kita semua bahkan namanya pun tak ingat"ucap Raka yang semakin membuat ku pilu.
Aku masih dalam tangisku,begitu sakit rasanya namun aku sendiri juga tidak bisa berbuat apa apa,semua sudah takdir Tuhan,mungkin memang dia bukan jodohku.
"Raka...."panggil David yang mengagetkan kami berdua
"Ngapain kalian disana??"kata David agak berteriak karena memang jarak lumayan jauh.
"Ayo mas kita masuk,gak enak sama boz Amerika"ajakku sambil berdiri dan tak sadar menggandeng tangan mas Raka.
"Put,tangannya di lepas dong,tak enak sama si boz"ucap Raka yang membuat aku tersadar dan melepas tangannya.
Dengan sedikit malu aku berkata"maaf mas,tak sengaja"
Masih menunduk,aku dan mas Raka melangkahkan kaki menuju tempat David berada
David duduk di bangku teras rumah
"Ini pak berkas berkasnya"Raka menyerahkan berkas yang di bawanya.
"Kalian ngapain duduk disana seperti orang lagi pacaran"kata David yang membuat Raka tersenyum.
"Kami cuma ngobrol biasa,gak usah kepo deh,,gerutuku
"Ada bau bau orang cemburu ni"ledek Raka.
"Bulan ini terima gaji 50%,"ancam David.
"Gak David 1 gak David 2, semena mena terhadap bawahan,,kalian berbeda namun memiliki banyak persamaan,"ledek Raka.
David hanya mengerutkan alis,
"Ya sudah nyonya dan tuan David saya pamit dulu,"ledek Raka sambil tertawa
"Asisten macam ini lebih baik dipecat"ancam David yang membuat Raka terdiam.
"Hahahahaha,sukurin"aku tertawa terbahak bahak melihat mas Raka.
"Lucu??"ucap Raka dengan sinis.
Tahu mas Raka kesal aku pun mengangkat kedua jariku ke atas sambil bilang
"Peace mas"kataku.
Melihatku seperti ini membuat kesalnya hilang,lalu dia pamit undur diri.
"Saya pamit dulu,selamat malam tuan dan nyonya,"ucapnya sambil melangkah menuju mobilnya.