Merasakan jatuh cinta diusianya yang menginjak 17 tahun, adalah sesuatu yang wajar. Namun yang tidak wajar adalah jika lelaki yang ia cintai adalah ayah sahabatnya sendiri.
Akankah persahabatan antara Alena dan Angel hancur karena Alena mencintai ayah sahabatnya sendiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon requeen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Papih gue
Sabtu pagi Alena masih bergelung dibawah selimut tebalnya ketika ada seseorang yang menarik-narik selimutnya. Dengan mata masih terpejam gadis itu berusaha mempertahankan agar kain tebal itu tetap melekat ditubuhnya.
"ALENA BANGUN !! " suara melengking yang sudah tidak asing lagi membuat Alena menutup telinganya dengan kedua tangannya.
"Masih ngantuk Angel " Alena masih enggan membuka matanya "lagian ngapain sih pagi-pagi kesini? "
"Gue kangen sama lu dan bunda.. ayok cepetan bangun! " Angel menarik paksa tangan Alena agar gadis itu bangun.
Alena terpaksa bangun namun matanya masih terpejam. Angel membuka paksa mata Alena dengan jarinya. Alena menepiskan tangan Angel "iya gue bangun "
"Tadi si papih mau ngajakin lu joging, tapi karena lu susah bangun, jadi papih pergi sendiri "
"Trus.. ngapain lu disini, bukannya nemenin papih lu joging? " tanya Alena ketika melihat Angel sudah berpakaian olah raga
"Ga kuat gue ngikutin si papih, yang ada gue ditinggal mulu " jawab Angel terkekeh " kalau sama lu kan gue ada temen "
"Angel, Alena turun kita sarapan! " Panggil bunda dari lantai bawah.
"Gue turun duluan yah " Angel langsung bangkit dan keluar dari kamar Alena.
"dasar tuh anak " gerutu Alena. Ia pun turun dari ranjangnya dan masuk ke kamar mandi. Tak lama Alena pun turun menyusul Angel ke ruang makan.
Alena duduk disebelah Angel yang sedang menikmati sepiring nasi goreng tuna pedas.
"Pasti lu yang minta dibikinin nasi goreng tuna pedas kan? " tuduh Alena pada Angel. Ini adalah menu pavoritnya Angel jika datang ke rumah Alena.
"hehe.. lu tau aza! "
"Kapan datang dari jogja njel? " tanya bunda
"Kemarin malam bun, pengennya langsung kesini. Tapi dimarahin papih "
"Dimarahin kenapa? " tanya bunda Alena
"Takut nya ganggu, padahal aku kangen banget sama bunda "
"Kangen sama bunda apa kangen sama nasi goreng buatan bunda? " cibir Alena
"dua-duanya " jawab Angel.
Selesai sarapan Alena merapikan kembali meja makan, Angel membawa piring kotor ke belakang untuk dicuci sama bibik. Sementara bunda Alena menyiram bunga anggrek kesayangannya dihalaman belakang.
Hari libur ini Angel ingin menghabiskan waktu seharian di rumah Alena, Ia menolak ikut pulang ketika Doni menjemputnya selesai joging.
"Ya sudah papih pulang, jangan ngerepotin bunda " ucap Doni, disusul anggukan Angel
Doni akhirnya pamit pulang meninggalkan Angel yang masih betah di rumah Alena.
"Rangga ga ikut pulang? " tanya Alena
"Ikut, tapi hari ini dia ke Bekasi ada sodaranya yang nikah " jawab Angel
Setelah seharian menghabiskan waktu bersama dirumah Alena, sorenya mereka pergi ke butik. Angel membeli beberapa baju untuk kuliah.
"Discoun ya! " ucap Angel ketika Dewi menyebutkan nominal yang harus dibayar
"Enak aza! " Alena menoyor kepala Angel
"Yaelaah sama anak sendiri pelit " Angel mengerucutkan bibirnya
"Siapa yang mau punya anak kayak lu " cibir Alena
"Aleeen... gue bilangin papih loh " ancam Angel.
"Ja.. jangaaan! " pekik Alena. " Udah ga usah bayar, biar nanti urusannya sama papih "
"Nah gitu dong.... makasih mamilih " Angel kembali memasukan uangnya kedalam dompetnya.
"Jangan panggil mamih, geli gue " Alena cemberut
"Iya deh.. MAMIH " Angel malah meledek Alena. Membuat Alena semakin melotot dan menyarangkan cubitannya dipinggang Angel
"Awww.. sakit dodol. Dasar ibu tiri kejam " sungut Angel sambil mengusap pinggangnya yang terasa panas.
Dewi yang sedang memasukan belanjaan gratisan Angel pada papperbag hanya geleng-geleng kepala melihat interaksi anak dan calon ibu sambungnya itu.
Setelah merampok butik Alena, mereka pun memutuskan untuk pulang ke rumah Angel dengan menumpang taksi.
Doni yang sedang nonton TV sambil menikmati secangkir kopi menyambut kedatangan kedua gadis itu.
"Abis belanja banyak? " tanya Doni ketika melihat Angel membawa beberapa papperbag ditangannya.
"Abis ngejarah butik pih " Alena mengadu. Doni mengernyitkan alisnya tidak mengerti.
Sementara Angel langsung kabur ke kamarnya dilantai atas. Doni merangkul pinggang Alena agar duduk disampingnya
"Apa maksudnya papih tidak mengerti? " tanya Doni
"Belanjanya banyak, minta discount pula.. ya udah Alena gratisin. Kan Alena pegang kartu punya papih! " jawab Alena terkekeh. Doni pun ikut tertawa baru mengerti.
"Dasar kamu! " Doni menjawil hidung mancung Alena.
"Ooh.. pantesan belanjaan gue lu gratisin. ternyata lu pegang kartu papih, curang luh! " Angel yang sempat mendengar obrolan Alena dengan papihnya langsung menyerang Alena dengan menggelitik pinggangnya. Alena menggelepar-gelepar kegelian mencari perlindungan pada Doni.
"Dasar ibu tiri pelit lu! " Angel semakin merangseg menggelitik pinggang Alena.
"Ampuun Njel tar gue ngompol, Papih.. tolongin dong" Alena minta pertolongan Doni.
Doni menangkap tubuh kedua gadis yang sedang bergumul itu dan memisahkannya. Kedua tangan Doni menahan pinggang kedua gadis itu disisi kiri dan sisi kanannya.
Setelah keduanya tenang, barulah Doni melepaskan tangannya dari pinggang Angel dan Alena. Namun itu tidak berlangsung lama, Angel mendorong Alena yang memeluk pinggang Doni, Alena membalas menarik kuncir Angel ketika gadis itu menggelendot manja dibahu Doni. Adu mulut keduanya pun terjadi seperti dua bocah yang sedang berebut mainan
"Papih gue! "
"Papih gue! "
Doni akhirnya memilih bangun dan membiarkan keduanya saling cubit dan saling jambak. Doni duduk di teras dengan membawa cangkir kopinya.
Setelah sekian lama menikmati kopinya, Doni kembali ke ruang TV, keduanya tidak ada disana. Rupanya pertempuran telah usai. Doni pun naik kelantai atas. Ia tertegun ketika melihat Angel sudah terkapar di kasurnya, tidur! Sementara Alena sedang bersiap dengan tas slempang menggantung dibahu kanannya.
"Nginap saja! " bisik Doni ditelinga Alena.Gadis itu menggeleng kemudian mengusap rahang Doni lembut
"Mau bunda mencabut SIM nya? " tanya Alena
"SIM? " tanya Doni tidak mengerti
"Surat ijin menikahi " jawab Alena. Doni menggeleng kuat. Ia pun mengerti, sekarang bunda Alena tak akan lagi mengijinkan Alena menginap di rumahnya seperti biasanya.
"Tunggu, papih ambil kunci mobil dulu " Doni masuk ke kamarnya, tak lama kemudian ia keluar dengan kunci mobil di tangannya.
Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam, mobil Doni pun memasuki halaman rumah Alena.Doni menahan tubuh Alena ketika gadis itu hendak membuka pintu mobil.
Alena memutar badannya menghadap kepada Doni. Doni menyarangkan kecupan lembut dibibir gadis itu, Alena pun menyambutnya dengan memejamkan matanya.Tak ingin semakin larut merekapun saling melepaskan diri dan keluar dari mobil. Bunda menyambut kedatangan keduanya. Setelah ngobrol sebentar, Doni pun pamit pulang.
Jika suka ditunggu vote, komen ataupun jempolnya ya readers tersayang, biar author tambah semangat nulisnya
Happy reading😘😘😘