Anugrah adalah anak laki-laki yang miskin dengan kehidupan yang pas pasan dari ayah yang kenah PHK dan akhirnya menjadi pengemudi becak Mesin sedangkan ibunya sudah lama meninggalkannya sejak dia Sekolah Dasar. Kehidupan serba susah membuat dirinya terus di ejek dan di bully oleh kawan-kawan sekolahnya apalagi ketika dapat beasiswa bersekolah di sekolah elit di kotanya hingga caci maki bahkan bully terus dia terima dan dia terima dengan kuat dengan pembuktian dia tidak gampang menyerah hingga suatu hari semuanya berubah ketika dia tanpa sadar di bawa ke alam astral yang mempertemukan dengan arwah ibunya yang membuka takbir siapa dirinya sesungguhnya yang memiliki kemampuan luar biasa sebagai penguasa langit yang di takuti semua orang namun kehidupan belum berhenti ketika dia harus membuktikan jatih dirinya dan mengangkat martabat keluarganya dengan segala pembuktian kemampuannya, sanggupkah Anugrah membuktikan dirinya? Sanggup kah Anugrah mengangkat Martabat keluarganya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DANA SUPRIYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32 Beri Pelajaran
Anugrah memandang mereka sambil tersenyum melihat kedatangan mereka dan memberi pelajaran buat mereka sambil mempermainkan mereka dan teringat kata-kata ibunya ketika dia minta pendapat tentang orang-orang yang menjebaknya ini hingga akhirnya dia bisa bertemu ibunya di alam astral ini
"Bu bagaimana dengan orang-orang yang menjebak saya ini bu?, apakah saya bisa membalaskan sakit hati saya ini pada mereka bu?"
"Balas sakit hati pada mereka?, untu apa nak?, apakah dengan seperti itu kamu merasa puas?, apa seharusnya justru kamu harus berterimakasih pada mereka karena dengan jalan inilah kamu bisa jumpa dengan ibu kembali bahkan kamu menguasai semua kemampuan yang tidak akan pernah di miliki orang lain di dunia nyata jadi karena melalui mereka Tuhan mempertemukan kita nak. Sekarang mau ibu tanya padamu nak apakah kamu menyesal bertemu ibu melalui cara mereka?"
Anugrah bingung mau jawab apa karena cara berpikir seperti ini adalah sesuatu yang belum pernah dia pernah pikirkan sebelumnya apalagi untuk hilangkan rasa dendam di hatinya
"Jadi bu?"
"Ibu tahu maksudmu nak, kalau sekedar ingin menyadarkan mereka dengan memberi pelajaran berharga buat mereka agar mereka sadar terhadap semua kesalahan mereka agar tidak lakukan pada orang lain, hal itu adalah tugas terbaik buat kita untuk lakukan itu tapi bukan niat untuk membalaskan sakit hati mu nak"
"Baik bu, Anugrah akan laksanakan bu"
Anugrah kembali mengingat pesan ibunya ketika lama dia mengutarakan semua uneg-unegnya kepada ibunya selama setahun berada di alam astral hingga akhirnya dia punya tugas untuk menyadarkan mereka yang sudah berbuat kejahatan pada orang lain seperti Mirza dan kawan-kawannya saat ini yang sedang menghadangnya
"Apa mau kalian?"
Anugrah pura-pura ketakutan agar Mirza dan kawan-kawan semangat untuk membully dirinya dan hal ini jadi alasan buat dirinya untuk memberi pelajaran buat mereka
"Kami mau tanya kau kenapa kau bisa keluar dari ruangan itu?"
"Ruangan apa?, kapan?, kenapa aku tidak tahu?"
Anugrah pura-pura tidak tahu hingga dia terkejut dengan pertanyaan dari Mirza yang membuat Mirza dan kawan-kawannya saling pandang hingga Fikri bicara dengan nada keras
"Kau jangan main-main sama kami Nugrah!"
"Main-main apa?, kenapa aku jadi bingung dengan pertanyaan kalian"
Anugrah garuk-garuk kepala pura-pura bingung hingga abangan kelas yang menjumpainya untuk rapat OSIS setelah pulang sekolah di ruang OSIS mendekati Anugrah
"Apakah kau tidak ingat Nugrah kalau semalam aku menjumpai untuk ikut kami dalam rapat OSIS?"
Abangan kelas ini menatap Anugrah yang kondisinya Anugrah dalam situasi ketakutan hingga Anugrah bicara kepada abangan kelas ini
"Kalau itu aku ingat tetapi aku tidak jadi datang karena aku sudah janji sama orang tua ku untuk pulang lebih cepat"
"Maksudku yang ikut bersama diri kami semalam itu bukan kamu"
"Ya aku tidak tahu kalau siapa orang yang ikut sama abang berdua semalam atau bisa jadi hantu yang menyamar seperti saya"
Anugrah tambah ketakutan sendiri yang membuat kedua abangan kelas ini merinding tubuhnya
"Apa iya ya?, karena tidak mungkin dia bisa lolos padahal dia di kunci di dalam ruangan"
Abangan kelas ini berbicara pelan seperti berbisik kepada Mirza dan Fikri yang mulai terpengaruh
"Iya juga tapi sudah kepalang tanggung bagaimana kalau kita beri pelajaran dia dan kebetulan tempat ini sepi"
"Betul juga Mir, aku setuju"
Abangan kelas ini mengangguk setuju.hingga akhirnya mereka mengepung Anugrah yang masih pura-pura ketakutan sambil bicara
"Apa mau kalian semua?, jangan kalian macam-macam sama aku"
Mirza dan ketiga kawannya ini tertawa hingga Mirza mulai bicara
"Mau kami untuk memberi pelajaran pada mu Nugrah yang mulai bertingkah di hadapan kami ini dan kami ini hanya satu macam padamu jadi tidak banyak macam"
Mirza dan kawan-kawannya tertawa ketika Mirza bicara mempermainkan Anugrah yang melihat kanan kiri
"Jangan Mirza sebaiknya kamu tobat dan tidak berbuat seperti ini lagi karena kamu terima Azab dari Tuhan"
Mirza yang merasa di nasehati Anugrah jadi emosi hingga dia mengepalkan tangannya mau memukul Anugrah sedangkan Anugrah mengetahui hal ini hingga dia tersenyum melihat Mirza yang tangannya di arahkan keatas
"Ini makan buat mu"
"Swut"
Anugrah pura-pura ketakutan namun tanpa diketahui orang lain kalau Anugrah dengan kemampuan ditingkat Kuasa ini maka gerakannya super cepat yang tidak dapat di deteksi mata biasa karena 10 kali lebih cepat hingga dia memindahkan Mirza ke arah abangan kelas yang di buat menghadap Mirza hingga Anugrah kembali ke tempat semula dan apa yang terjadi
"Adu!, apanya Kau Mirza?, kenapa kau pukul aku?"
"Apa?"
Mirza terkejut ketika sadar kalau yang di pukulnya bukan Anugrah
"Hei kenapa bisa begini?"
👍👍👍