Di semesta tanpa akhir, tempat miliaran ras tak berujung hidup berdampingan, berdiri banyak kekuatan tertinggi yang menguasai aliran reinkarnasi, berbicara langsung dengan Dao Agung, dan menekan seluruh era tanpa batas. Di antara semua kekuatan itu, hanya beberapa yang benar-benar mengguncang seluruh multisemesta.
Rumah Ilahi Ungu, sebuah kekuatan misterius dengan aura tak terbandingkan, hanya dengan sedikit gerakan saja mampu membuat tak terhitung banyaknya semesta bergetar ketakutan.
Keluarga Gu, keluarga kuno yang menyimpan rahasia tabu paling menakutkan. Mereka mengendalikan rahasia yang menekan seluruh era, dari masa lalu hingga masa depan.
Sekte Pedang Wuji, penguasa Dao Pedang tertinggi. Sekali pedang mereka terhunus, surga dan neraka tak terhitung jumlahnya gemetar dan bertekuk lutut.
dan anak muda bernama lu feng memiliki peradaban yang mengguncang seluruh multisemesta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wusan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
calon menantu tak berguna
Di Sekte Pedang Wuji yang berada di Benua Timur, sebuah qi pedang dahsyat tiba-tiba menanjak sejauh seratus mil, membelah kekosongan dan menekan daratan hingga ribuan mil. Di atas bukit, seorang gadis yang sangat cantik berdiri dengan anggun. Penampilannya luar biasa, tubuhnya indah, gaun putih selutut yang bersih seperti salju berkibar lembut, sementara kedua kakinya yang seputih giok dibalut sarung tipis yang memperjelas keelokannya.
Dia memegang gagang pedang dan mengayunkannya perlahan. Banyak murid sekte, baik dari bagian dalam maupun luar, tertegun melihatnya.
“Sungguh luar biasa… Peri Jian sudah menembus Alam Raja Agung termuda, bahkan niat pedangnya mencapai tingkat lima di usia enam belas tahun.”
“Seperti yang diharapkan dari gadis suci. Masih tujuh belas tahun, dan konon kata para tetua, dia membangkitkan tubuh pedang misterius.”
“Tapi sayang sekali dia bertunangan dengan Lu Feng yang tak berguna itu.”
“Heh, sungguh bunga jatuh ke kotoran sapi.”
Banyak orang berdiskusi dengan nada menyesal.
Sekte Pedang Wuji adalah salah satu kekuatan besar di Timur, bahkan di seluruh benua. Mereka memiliki setidaknya seorang Kaisar Agung yang menjaga sekte. Para murid kembali membicarakan gadis itu.
“Hehe, gadis Xiao Xue ini menembus niat pedangnya ke tingkat lima. Kini bahkan jika seseorang dari Alam Hidup dan Mati melawannya, dia bisa menandingi atau bahkan menekan mereka.”
Seorang tetua di pelataran dalam mendengus pelan.
“Sayang sekali dia mau bertunangan dengan Lu Feng bocah itu.”
Tiba-tiba sebuah suara mengerikan terdengar dari kehampaan.
“Hmmph, terus kenapa? Bahkan kalau dia tak berguna, dengan sekte Pedang Wuji kita, anjing pun bisa menjadi ahli kuat.”
Tetua dalam itu berkata dengan lantang.
“Lagi pula, kita harus berterima kasih. Karena anak itu, hati Dao Pedang Xiao Xue jadi stabil dan mantap.”
Suara mengerikan di kehampaan mendadak terdiam.
“Guru pertama memanggil kita.”
“Oh, baiklah.”
Tetua itu mengangguk dan menghilang dari tempatnya.
Di sebuah gubuk sekte bagian dalam, pemandangannya indah dan cemerlang. Kabut qi spiritual yang sangat padat membuat tempat ini menjadi lokasi paling diinginkan para murid. Di dalam gubuk itu, seorang anak lelaki berusia enam belas tahun sedang duduk bersila dan berkultivasi.
Anak lelaki itu tampan dan gagah dengan jubah hitam sederhana. Setelah beberapa saat, dia membuka matanya dan mendesah pelan.
“Sudah enam belas tahun…”
Dia memandang langit-langit kayu gubuk itu.
Dialah Lu Feng, seorang transmigrasi.
Awalnya dia adalah manusia dari Bumi. Saat itu, umat manusia menghadapi krisis besar: matahari dalam waktu dekat akan berubah menjadi bintang merah. Lu Feng, sebagai ilmuwan terbaik, membuat rencana pelarian melalui pesawat ciptaannya menuju sistem tata surya terdekat. Namun ketika semuanya hampir selesai, matahari tiba-tiba meledak dan menghanguskan seluruh tata surya. Ledakan gamma-nya menyebar sejauh ribuan tahun cahaya.
Lu Feng hanya selamat karena terobosan teknologinya. Dengan komputer kuantum, fusi nuklir, dan dorongan termodinamika, dia berhasil melarikan diri menggunakan armadanya. Meski begitu, hanya dia seorang yang tersisa.
Dia sedih dan marah, menyadari betapa mengerikannya alam semesta.
Dengan kecerdasan dan teknologi yang terus berkembang, dia mulai menciptakan robot dan kecerdasan buatan. Komputer kuantum yang dia kembangkan memiliki kecepatan komputasi miliaran kali lebih cepat. Dia membangun armada besar, pesawat tempur, hingga akhirnya menciptakan Dyson Sphere yang mampu menyerap energi matahari dan inti bintang menjadi sumber energi untuk peradabannya.
Perjalanan panjang memperlihatkan banyak peradaban lain di semesta. Lu Feng bertarung melawan semuanya seorang diri untuk mempertahankan keberadaan manusia. Dalam beberapa tahun, ia membuat teknologi manipulasi gen yang memungkinkan manusia hidup ribuan hingga jutaan tahun. Dia mengubah struktur sel karbon hingga manusia dapat hidup dan bernapas di ruang hampa.
Dalam ribuan tahun berikutnya, ia menciptakan teknologi yang semakin luar biasa: space warp, teknologi kelengkungan ruang, teknologi lubang hitam tingkat lanjut yang menyatu dengan Dyson Sphere sehingga dapat menyerap energi berbagai bintang, hyperscape untuk membangun semesta kecil, komunikasi tycon yang jauh lebih maju dari komunikasi kuantum, hingga teknologi dimensi yang dapat menggerakkan objek tiga dimensi. Bahkan jika suatu benda memiliki ukuran tak terhitung di dimensi tiga, mesin penggerak lima dimensi miliknya mampu menggerakkannya dengan mudah.
Di bawah tekanan pertempuran tanpa akhir, Lu Feng akhirnya menjadikan peradaban manusia ciptaannya sebagai peradaban terkuat di seluruh semestanya.
Berbagai jenis senjata pun diciptakan Lu Feng: laser plasma, laser antimateri, laser pemecah ruang, bahkan laser subatom. Masing-masing laser ini, dengan bantuan teknologi space warp, dapat muncul di mana saja di setiap sudut alam semesta, seakan tidak ada jarak yang mampu membatasinya.
Selama jutaan tahun, Lu Feng terus melakukan terobosan demi terobosan. Hingga akhirnya ia berhasil membangun Dyson Sphere tingkat semesta, sebuah struktur yang menyerap energi alam semesta itu sendiri dan mengumpulkannya menjadi miliknya. Di bawah perubahan besar ini, Lu Feng melangkah masuk ke peradaban di luar alam semestanya, lalu meng-upgrade seluruh teknologi yang ia miliki.
Komputasinya menembus batas perhitungan dimensi. Struktur luar alam semesta ternyata sangat rumit, dipenuhi formasi-formasi aneh yang tak bisa dipahami makhluk tiga dimensi. Baginya, alam semesta tiga dimensi tampak seperti gambar datar yang sederhana.
Informasi Tycon pun meningkat menjadi komunikasi Tycon Hyperspace, membuat setiap informasi yang dikirim tiba melalui lompatan dimensi tinggi. Ia juga menembus teori energi vakum dan menemukan cara menyerap energi dari ruang hampa itu sendiri.
Tidak hanya itu, Lu Feng menyadari bahwa makhluk di luar alam semesta jauh lebih kejam. Mereka dapat menghapus segala sesuatu hanya dengan pikiran, terutama para dewa dan iblis mengerikan yang berkeliaran di luar batas realitas.
Di bawah kendali penuh Lu Feng, pertempuran besar pun terjadi. Ia bertarung ke segala arah, terus meningkatkan kekuatan armadanya, memperkuat struktur dimensi mereka, dan mengurai mekanisme ruang untuk memperluas wilayah tempurnya.
Namun pertempuran antara Lu Feng dan para dewa serta iblis itu tidak menghasilkan pemenang. Para dewa dan iblis justru ketakutan; mereka mundur, tapi tidak bisa dibasmi. Selama beberapa tahun dalam hyperspace yang tak terbatas, Lu Feng tetap tidak bisa menghabisi mereka, karena para makhluk itu memiliki sesuatu seperti Dyson Sphere yang menyerap energi tanpa henti dan mengeluarkannya dalam output yang tak terbatas.
Lu Feng akhirnya berhasil menembus teknologi Dyson Sphere tingkat itu. Baginya, cukup sederhana: cukup menghubungkannya ke dimensi 0, asal mula energi yang tak terukur, dan Dyson Sphere akan menghasilkan output tanpa batas. Namun bedanya, peradaban dewa dan iblis itu memanfaatkan dimensi tak terbatas, sebuah bentuk yang tidak bisa ia kendalikan.
Di bawah pertarungan habis-habisan, seorang petinggi dewa dan iblis menekan Lu Feng dengan kekuatan pikiran mereka. Karena Lu Feng masih dianggap manusia biasa, tubuhnya akhirnya hancur dalam sekali serangan gelombang pikiran itu. Namun saat ia mati, kecerdasan buatannya justru mengamuk, bertempur membabi buta, dan memaksa para dewa serta iblis itu mundur ketakutan.
Kecerdasan buatan itu kemudian menembus komputasi yang tak terukur dan memiliki pemikiran sendiri. Ia tetap setia pada Lu Feng, selalu melayani tuannya tanpa ragu.
Tak lama setelah itu, Lu Feng terbangun dan mendapati dirinya berada di sebuah benua yang sangat asing. Sejak bayi, ia digendong oleh seorang ahli Sekte Pedang Wuji dan dibawa ke sekte tersebut untuk dijadikan murid. Namun pada saat kebangkitan bakat, ia hanya memiliki bakat manusia biasa sehingga menjadi bahan tertawaan seluruh sekte.