Aku Laila, santriwati hafizah yang dianggap calon ustadzah. Malam itu, tangan yang biasa memegang tasbih merobek kerudungku di ruang khusus pondok. Aku lapor, aku malah diusir dan dibilang fitnah kyai.
Aku kabur ke Seruyan, melepas hijabku, dan menyamar jadi cewek nakal demi satu tujuan: membongkar topeng Kyai Rahman, sugar daddy berkedok agama yang sudah menghancurkan banyak santriwati.
"Tuhan, izinkan aku berdosa sekali saja, untuk membuka dosa orang suci."
Dengan HP jadul dan nyali yang tersisa, ia masuk ke dalam lingkarannya. Ia merekam, mengumpulkan bukti transfer, chat mesum berkedok dalil, dan daftar korban lain yang jumlahnya belasan.
Tujuannya cuma satu: naik ke panggung pengajian akbar yang dihadiri ribuan orang, dan memutar semua kebusukan itu di depan mata sang kyai.
Mampukah seorang santriwati yang sudah dilepas hijabnya mengalahkan seorang kyai yang dianggap wali?
Atau justru Laila yang akan hancur untuk kedua kalinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ulva k, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 33
Jam 4.45 pagi hari.
Alarm handphone ku bunyi. Bukan alarm biasa, tapi alarm adzan Subuh yang aku download dari Playstore. Suaranya pelan, tapi karena kamar 2 kos ini dindingnya triplek tipis, kedengaran sampai kamar 1.
Aku bangun. Kasur lipat tipis ini bikin punggungku sakit. Semalam aku peluk Al-Quran kecilku sampai ketiduran, Al-Qurannya masih ada di dada.
Aku buka jendela kecil kamar . Gelap. Hujan sudah benar-benar reda. Di luar hanya ada suara jangkrik dan suara motor sayur lewat. Air selokan depan ruko Bekasi yang semalam 15 cm, sekarang tinggal 5 cm. Surut.
Aku ambil air wudhu di kamar mandi luar. Airnya dingin sekali, dinginnya air Bekasi pagi-pagi. Aku sholat Subuh pakai mukena putih baru yang masih wangi toko itu. Sejadahnya tipis.
Habis salam, aku dengar dari kamar 1, Arpan juga lagi sholat. Suara dia pelan baca doa.
Jam 5.05, aku ketuk dinding triplek pelan. Bukan ketuk pintu.
"Kak, Laila sudah siap," kataku.
Arpan jawab dari balik dinding, "Saya juga sudah siap Laila. Saya keluar dulu, tunggu di warung depan. Kamu keluar setelah saya jauh 10 langkah.
Aku dengar pintu kamar 1 dibuka. Langkah kaki Arpan menjauh. Sepatu ketsnya bunyi di tanah yang masih becek.
Hitung 10 langkah, baru aku keluar kamar 2. Aku kunci kamar 2. Kuncinya aku kembalikan ke ibu di warung.
Bu Siti penunggu warung depan yang ditugaskan oleh atasan jaga kosan itu. sudah bangun, lagi goreng tempe lagi.
"Nak Laila, semalam aman?" tanya Bu siti sambil senyum. Senyumnya seperti ibu-ibu.
"Aman Bu, terima kasih," jawabku. Aku tunduk. Malu.
Di warung, Arpan sudah menunggu. Kemeja putihnya masih agak basah di ujung bawah, karena semalam tidak kering sempurna. Tapi dia sudah rapi lagi. Rambutnya sudah disisir.
"Laila, Kita naik motor ke Jakarta sekarang ya jam 6.15," kata Arpan.
Kami naik motor berdua dengan arpan. Bedanya, kemarin pagi aku berangkat sendiri karena arpan tidak jemput. Hari ini aku berangkat berdua lagi dengan Arpan.
Di motor, aku duduk bonceng di belakang Arpan ,aku melihat lihat kedepan dengan santai , Tapi Arpan diam diam memperhatikan ku lewat kaca spion motor nya dengan senyum tipisnya,entah apa yang ada dipikirannya
Tapi perhatian itu juga membuatku diam diam baper dengan nya.tapi aku pura pura gak tau.
jam 6 pagi. Pulang dari Bekasi. Kami tidur beda kamar, kunci masing-masing. Tidak ada dosa semalam. Tuhan lihat. Alhamdulillah janji halal masih utuh. Hari ini Senin, hari resmi aku pindah Bekasi gaji 5 juta. Ya Allah kuatkan lah aku.
Jam 7.30 pagi sampai Jakarta. Tidak macet karena masih pagi.
Aku langsung ke ruko HIJAB BAROKAH lama. Pintu belum buka. Mbak Sari belum datang. Tumben aku lagi yang pertama.
Aku buka gembok ruko. Aku buka buku stok halaman depan. Aku cek stok mukena putih 100 pcs lagi. Tidak ada selisih. Seperti biasa. Aku sapu lantai ruko. Aku pel.
Jam 7.55 Mbak Sari datang. Sama seperti kemarin, kerudung merah, wajah datar. Tapi hari ini beda, dia bawa plastik hitam besar.
"Laila," katanya. Tidak ada senyum. "Selamat ya, hari ini kamu resmi pindah Bekasi. Jadi kepala admin gaji 5 juta."
Aku angguk. "Terima kasih Mbak Sari."
Mbak Sari taruh plastik hitam besar di meja lipat. Dibuka. Isinya mukena putih dan hijab segi empat 20 pcs yang lipatannya berantakan.
"Ini kerjaan kamu kemarin sebelum ke Bekasi? Lipatan miring semua. Saya yang 2 tahun kerja disini harus beresin kerjaan anak baru 19 hari yang mau jadi kepala admin?" Suaranya tinggi. Padahal lipatan itu bukan lipatanku, itu lipatan karyawan shift sore yang kemarin.
Aku tau. Ini pelampiasan. Karena semalam di grup RUKO HIJAB BAROKAH dia chat Laila sama Pak Manager belum balik dari Bekasi sampai jam 7 malam dan tidak ada yang balas. Dia iri.
Aku tarik napas. Aku ingat pesan bapak Jangan dekat dekat laki-laki. Ingat pesan bapak. Aku juga ingat syarat halalku.
"Mbak Sari, maaf ya Mbak kalau lipatannya berantakan. Biar Laila lipat ulang sekarang 20 pcs ini. Mbak Sari duduk saja," jawabku pelan. Tidak melawan.
Mbak Sari diam. Dia tidak nyangka aku tidak melawan.
Jam 8.10 Arpan datang. setelah antar aku dia pulang sebentar mau ganti baju, Pakai kemeja putih baru, celana hitam baru, helm di tangan. Sudah ganti, tidak pakai kemeja basah semalam. Dia parkir motor hitam.
Dia masuk ruko. Lihat aku lagi lipat mukena 20 pcs yang berantakan. Lihat Mbak Sari yang duduk dengan wajah datar.
"Pagi Mbak Sari, pagi Laila," sapa Arpan rapi.
Mbak Sari langsung berdiri. "Pak Arpan, saya mau ngomong."
"Ngomong apa Mbak Sari?" tanya Arpan.
"Kenapa yang pindah Bekasi Laila terus? Saya 2 tahun kerja, saya lebih tau stok. Kenapa bukan saya yang gaji 5 juta jadi kepala admin? Apa karena Laila cantik, baik, sederhana, apa adanya seperti yang Bapak bilang di warteg? Saya kan juga cantik!" Mbak Sari meledak. Akhirnya keluar semua iri 2 tahun.
Ruko hening. Aku berhenti lipat mukena. Tangan ku gemetar.
Arpan tidak marah. Dia taruh helm pelan.
"Mbak Sari, duduk dulu," kata Arpan. "Saya jelaskan. Bukan saya yang pilih. Atasan yang pilih. Atasan pilih Laila bukan karena cantik. Karena Laila teliti. Buku stok tidak pernah selisih. Karena Laila jujur.
Dan Mbak Sari, atasan sudah putuskan, Mbak Sari jadi ketua admin di ruko lama ini. Gaji Mbak Sari naik jadi 4 juta. Tidak ada yang ditinggal. Semua naik."
Mbak Sari kaget dengar gaji naik 4 juta ya walau berselisih satu juta dengan gaji ku . Dia diam.
Aku lanjut lipat mukena dan hijab Lipatan segi tiga rapi.
Jam 8.30 Pak Atasan datang pakai kemeja hitam, peci bersih tidak dipakai hari ini. Dia bawa map coklat.
"Laila, Arpan, Mbak Sari, kumpul," kata Pak Atasan.
Kami kumpul di tengah ruko, di antara karung mukena.
"Resmi ya, mulai hari ini Senin. Laila dan Arpan pindah ke Bekasi sebagai kepala admin. Mbak Sari jadi ketua admin Jakarta. Ini surat tugasnya," kata Pak Atasan sambil kasih map coklat.
Aku buka map coklat. Ada namaku LAILA - KEPALA ADMIN BEKASI - GAJI 5 JUTA. Ada tanda tangan atasan. Resmi. Tidak ada tulisan sengketa.
Aku nangis lagi. Ketiga kalinya dalam 3 hari. Tapi kali ini nangis di depan Mbak Sari, Arpan, dan Pak Atasan.
Mbak Sari lihat aku nangis, dia pelan-pelan dekat. Dia pegang tanganku yang lagi pegang map coklat.
"Laila, maaf ya tadi pagi Mbak galak. Mbak iri. Mbak minta maaf," bisik Mbak Sari. Suaranya pelan, tidak tinggi lagi.
Aku angguk. Air mata jatuh ke map coklat.
Jam 9.00 aku dan Arpan berangkat ke Bekasi naik motornya lagi.
Di tengah perjalanan Arpan ngomong langsung.
Laila, minggu depan hari Jumat, kita izin dulu kerjanya. Aku mau ajak kamu pulang ke kampung kamu buat ketemu bapak kamu? Aku sudah izin cuti 2 hari ke atasan. Aku mau kenalkan diri ke Bapak kamu.
Gimana Laila kamu sudah siap kan?
Aku dengar perkataan itu. Jantung ku deg-degan model keempat. Beda lagi.
Boleh Kak. Tapi rumah Laila kecil, bukan seperti rumah kamu yang udah bagus.
Tidak apa-apa Laila. Yang penting ada orang tuanya. Saya bawa niat halal, bukan bawa map denah Bekasi.
Aku senyum di belakang arpan. Arpan lihat aku dikaca spion senyum-senyum sendiri.
Ditengah perjalanan Jakarta macet lagi. Tapi hatiku tidak macet.
Tuhan, apakah ini dosa? Aku suka sama managerku,dia baik, dia selalu ingin menjagaku bukan ingin merusakku. Kini dia mau ajak aku pulang ketemu bapak ku untuk mintak restu,untuk menghalalkan ku.
Kalau ini dosa, izinkan aku berdosa sekali ini saja.
Karena hari ini, aku resmi jadi kepala admin Bekasi gaji 5 juta. Dan minggu depan, laki-laki itu mau datang ke rumah untuk memintak restu kepada bapak ku di kampung.