Aura Clarissa adalah seorang penulis yang hidup dalam ketenangan. Namun, tanpa sadar dia juga menyukai kemewahan dan dunia malam yang gelap. Bahkan lebih parahnya menjadi wanita simpanan Daffa Gorge yang sudah beristri.
Konflik makin memanas ketika Darrel Gorge, adik kandung Daffa, hadir menuntut pertanggungjawaban atas malam yang tak pernah Aura ingat.
Di tengah intrik perselingkuhan, ancaman sang istri sah, dan daya tarik Darrel yang kian sulit ditolak, sanggupkah Aura bertahan saat kebenaran tentang dirinya membakar seluruh kehidupannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senjani jingga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33. Tragedi Ditengah Dendam
"Clara... hampir seminggu kamu tidak pernah ke sini lagi, kenapa sih?" omel Rose seraya mengekori langkah Clara dari belakang.
"Tidak tahu, pusing sekali. Aku cuma mau membalas dendam pada seseorang," sahut Clara dingin seraya menghempaskan tubuhnya di atas sofa empuk area VIP kelab malam tersebut.
"Tiba-tiba sekali punya musuh setelah absen dari kelab seminggu?" cerca Rose heran.
Clara tidak menjawab. Ia menuangkan wine ke dalam gelas tingginya, lalu menenggaknya hingga tak bersisa.
"Sebentar... tangan kamu kenapa itu?" tanya Rose cemas saat matanya menangkap bekas kemerahan dan sisa darah kering di punggung tangan Clara.
Tuk!
Clara meletakkan gelasnya di atas meja dengan cukup keras. "Ini tidak penting. Yang penting sekarang, aku mau cari orang yang bisa bantu aku menghancurkan Sofie."
Mata Rose membulat sempurna. "Sofie? Sofie yang kamu maksud... istrinya Bos Daffa?"
Clara mengangguk pelan seraya kembali mengisi gelasnya. "Perempuan biadab itu sudah menghancurkan harga diriku. Aku paling tidak suka ada orang yang merendahkan, apalagi menginjak-injakku seperti sampah!" tegas Clara dengan intonasi penuh penekanan.
Rose bangkit berdiri, terdiam sejenak seolah tengah merangkai pikiran sebelum akhirnya memutar tubuh menatap Clara yang tengah diliputi amarah. "Aku punya kenalan. Dia pinter banget kalau suruh cari kelemahan seseorang. Tapi masalah bayarannya—"
Duk!
Clara membanting gelasnya ke meja. Matanya seketika berbinar mendengar ucapan Rose.
"Masalah uang gampang! Suruh dia temui aku di VIP room sekarang!"
Di tempat lain, Darrel mengusap kasar rambutnya yang berantakan. Ia benar-benar kehilangan jejak Aura.
.
.
Seusai kakeknya siuman dari masa kritis, Darrel langsung bergegas kembali ke rumah sakit umum tempat Aura dirawat. Namun bukannya bertemu dengan Aura, ia justru mendapati kamar rawat tersebut telah kosong melompong.
Ponsel Aura tidak aktif. Editornya pun tak bisa dihubungi. Dan tepat di saat ia hampir putus asa, mata Darrel menangkap sosok Dokter El yang melintas hendak menuju kamar sebelah.
"Dokter!" panggil Darrel setengah berteriak.
Dokter El menoleh, lalu bergegas mendekati Darrel. "Kebetulan sekali kamu ada di sini. Tolong bawa Aura kembali ke sini segera!"
"Di mana dia sekarang, Dok?"
"Saya tidak tahu. Dia kabur tadi siang. Saya sedang menangani banyak pasien... semoga Aura cepat ketemu dan segera ditangani medis!" ujar Dokter El terburu-buru sebelum berlalu pergi.
Darrel kembali merogoh saku celananya, meraih ponsel. Berkali-kali ia men-dial nomor Aura, namun jawaban yang diterima tetap sama: nomor tidak aktif.
Darrel berbalik cepat menuju lift. Tujuannya kali ini adalah meluncur ke apartemen Aura. Lift terbuka, pria berbadan atletis itu langsung melangkah lebar menuju mobilnya. Beberapa menit dalam perjalanan, ponsel di dasbor mobilnya kembali bergetar nyaring. Darrel bergegas meraihnya.
Naas, saat hendak menggeser layar, ponsel itu terlepas dan jatuh ke sela-sela bawah jok. Darrel mendengus kesal. Dengan satu tangan tetap memegang kemudi dan mata mencoba fokus ke jalanan, ia menunduk sedikit untuk menggapai ponselnya.
Namun hanya dalam hitungan detik, kemudi mobilnya oleng dan hilang kendali!
Semua terjadi begitu cepat tanpa sempat dihindari. Mobil SUV hitam milik Darrel terpental jauh, dihantam keras oleh truk besar dari arah berlawanan. Suara benturan keras menggelegar, disusul kepulan asap tebal yang membumbung tinggi dari rangka mobil yang ringsek.
Keadaan Darrel di dalam mobil sudah tak sadarkan diri.
"Aura..." gumam Darrel sangat lirih. Lelehan darah segar menetes membasahi pelipisnya, sebelum akhirnya kegelapan mengambil alih seluruh kesadarannya. Suara sirine ambulance terdengar membelah jalanan beberapa menit kemudian.
.
.
"Tenang saja, masalah uang bisa aku siapkan," ujar Clara manja seraya bersandar di bahu pria muda yang baru saja datang mendatangi meja VIP-nya.
Pria muda itu mengamati paras Clara lekat-lekat. "Wajahmu rasanya tidak asing. Aku seperti pernah melihatmu di suatu tempat..."
Clara menyunggingkan senyum percaya diri. "Tentu saja. Aku kan terkenal di kelab ini, tidak ada yang tidak—"
"Aura Clarissa... calon menantu Robert Gorge, pengusaha kaya raya itu, kan?" potong pria muda itu cepat.
Clara tersentak. Ia menarik tubuhnya dari bahu pria itu dan bergeser ke samping. "Jadi bagaimana? Berapa pun tarifmu akan kubayar. Tugasmu gampang: cari semua kelemahan dan rahasia kelam Sofie."
"Sofie istrinya Daffa? Mantan model terkenal itu?"
"Bagus kalau kamu sudah tahu."
"Sebentar... ponselku terus bergetar dari tadi. Aku curiga ada berita breaking news yang panas malam ini," ujar pria muda itu seraya merogoh saku jaketnya.
Pria itu mengeluarkan ponselnya. Cahaya layar yang terang benderang memantul di wajahnya yang mendadak pucat dan terkejut. Ia spontan menoleh menatap Clara dengan tatapan tak percaya.
Clara menaikkan satu alisnya santai, sibuk memperhatikan kuteks di jari-jemarinya.
Pria muda itu tanpa sepatah kata langsung membalikkan layar ponselnya tepat ke hadapan Clara.
Saat Clara mengangkat wajah dan membaca tajuk berita di layar tersebut, detik itu juga seluruh persendiannya terasa lolos. Lututnya lemas, jantungnya berdegup kencang berhamburan.
Seolah seluruh tenaganya mendadak diuji hingga habis, lelehan air mata menetes dari pelupuk mata Clara—sosok wanita liar yang selama ini dikenal tak pernah menangis.
'DARREL GORGE, CUCU KONGLOMERAT ROBERT GORGE MENGALAMI KECELAKAAN LALU LINTAS, MOBIL TERBALIK DAN TERBAKAR'