NovelToon NovelToon
Goblin Emperor

Goblin Emperor

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Isekai / Sistem
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: PrinceArslan

Di dunia fantasi yang kejam, di mana hierarki ditentukan oleh kekuatan dan kemurnian garis keturunan, terlahir sebagai seekor Goblin adalah sebuah kutukan. Mereka adalah ras terendah-lemah, kotor, diburu sebagai ajang latihan para petualang amatir, dan dibantai tanpa ampun oleh umat manusia.

Namun, dari kedalaman keputusasaan ras yang nyaris punah di Hutan Misti, lahirlah sebuah anomali.

Bukan dengan kulit hijau menjijikkan atau tubuh bungkuk yang menyedihkan, melainkan dengan paras rupawan bagai seorang High Elf yang agung. Berambut pirang keemasan, bertelinga runcing yang elegan, dan dianugerahi ingatan serta kecerdasan dari dunia modern, ia adalah Altair-Sang Goblin Emperor pertama.

menyadari ras nya di ambang kepunahan altair pun bertekad membangkitkan kembali ras goblin yang hina, menjadi penguasa dunia dengan bantuan sistem manipulasi genetik dan kekuatan reproduksi nya sebagai sang kaisar goblin. bisakah dia menghadapi segala rintangan di depan nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PrinceArslan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30: Proyek Penempa

Di dalam sebuah ruangan tertutup yang diterangi oleh obor-obor kristal mana, Altair membentangkan sebuah perkamen kulit kasar di atas meja batu. Di sekelilingnya, Zyrus, Valdor, dan Anrus berdiri dengan sikap hormat yang absolut.

Peta itu adalah gambaran kasar wilayah Qirwood dan perbatasan peradaban di luarnya, hasil dari ingatan Khaelar yang sempat Altair baca secara sekilas melalui jejak pergerakan pasukan manusia tempo hari, ditambah pengetahuan Anrus tentang geografi benua.

Altair menunjuk ke arah beberapa titik di luar Hutan Misti. Matanya menyapu ketiga komandan kepercayaannya.

"Evolusi kita terhenti di depan tungku-tungku purba itu," ucap Altair, suaranya tenang namun memotong keheningan ruangan dengan tajam. "Kita memiliki senjata rahasia yang mampu meruntuhkan langit, tetapi tangan kita tidak tercipta untuk menggenggamnya. Oleh karena itu, kita tidak akan memaksa para Hobgoblin untuk belajar. Kita akan melahirkan ras pekerja baru yang darahnya memang diciptakan untuk memukul paron."

Zyrus menatap peta tersebut, pikiran analitisnya langsung bekerja. "Anda bermaksud mencari wanita dari suku Dwarf, Ayahanda? Menjadikannya indukan baru untuk menyerap afinitas tempa mereka ke dalam garis keturunan kita?"

"Tepat sekali," jawab Altair, menyeringai tipis melihat kecerdasan putra sulungnya. "Kemampuanku memungkinkan benih kekaisaran ini untuk beradaptasi, mengambil atribut terkuat dari sang ibu, dan menggabungkannya dengan loyalitas serta kebuasan ras goblin. Jika aku membuahi seorang wanita Dwarf, anak yang lahir tidak hanya akan menguasai rahasia logam, tetapi mereka akan tumbuh dengan kecepatan ekstrem yang kita miliki."

Altair mencondongkan tubuhnya ke depan, menekan jarinya ke atas meja batu hingga sedikit retak.

"Namun, aku tidak menginginkan ras Dwarf biasa dari desa pinggiran," tegas sang Kaisar. "Genetik yang lemah hanya akan membuang waktuku dan menghasilkan pekerja paruh waktu. Yang kita butuhkan adalah mahakarya."

Valdor, yang berdiri menjulang dengan tubuh berotot baja setara manusia dewasa, menggeram pelan. Matanya yang kuning menyala oleh antisipasi perburuan. "Apa kriteria mangsanya, Ayahanda? Beritahu Valdor, dan Valdor akan menyeretnya ke hadapan Anda."

"Kita membutuhkan wanita Dwarf dengan darah murni, keturunan langsung dari klan penempa utama, atau..." Altair menatap tajam ke arah perbatasan wilayah manusia. "Seorang petualang wanita Dwarf tingkat tinggi. Rank A atau lebih. Seorang petualang tingkat itu memiliki struktur mana dan stat fisik yang sudah matang oleh pertempuran. Jika aku memanipulasi genetik dari rahim seorang petualang Rank A, anak yang lahir kelak akan langsung memiliki pemahaman tingkat Master dalam hal tempa dan ketahanan baja."

Anrus terkesiap pelan mendengar ambisi mengerikan itu. "Menculik petualang Rank A... itu adalah tugas yang sangat berisiko, Yang Mulia. Mereka biasanya bergerak dalam kelompok elite atau dilindungi oleh Guild besar di kota perbatasan."

"Itulah sebabnya aku tidak akan mengirim Hobgoblin biasa," sela Altair. Ia menatap lurus ke arah Zyrus dan Valdor secara bergantian. "Ini adalah Proyek Penempa, langkah paling krusial untuk melahirkan zaman besi bagi Kekaisaran kita. Zyrus. Valdor. Segera siapkan unit terbaik kalian. Kalian akan segera melihat dunia di luar hutan purba ini."

Zyrus meletakkan tangan kanan di dada kirinya, menunduk hormat. "Kehendak Anda adalah takdir yang tak terelakkan, Ayahanda."

Di sebelahnya, Valdor menyeringai buas, meninju telapak tangannya sendiri hingga menimbulkan suara dentuman keras. "Valdor akan membawa pulang apa pun yang Ayahanda minta, meski harus meratakan sebuah kota manusia."

Altair mengangguk puas. Pertumbuhan kedua putranya benar-benar melampaui ekspektasinya. Mereka bukan lagi anak-anak; mereka adalah jenderal perang yang siap menebarkan teror.

"Persiapkan pasukan kalian dengan matang. Aku akan membagi rute perburuan kalian esok hari," perintah Altair, memberi isyarat bahwa pertemuan strategi ini telah usai.

Zyrus, Valdor, dan Anrus membungkuk hormat sebelum melangkah keluar dari ruang strategi. Namun, sebelum tetua Purple Goblin itu melewati ambang pintu, ia menoleh kembali ke arah Altair.

"Yang Mulia," ucap Anrus dengan nada rendah dan penuh kehati-hatian. "Hamba hanya ingin mengingatkan... bulan purnama telah kembali utuh. Masa pemulihan tiga puluh hari untuk Nyonya Lyra dan Nyonya Cassvia telah berakhir malam ini. Fisik dan rahim mereka telah kembali pada kondisi prima."

Langkah Altair yang hendak membereskan perkamen peta terhenti. Mata merah rubinya menyala di tengah temaramnya obor kristal. Sebuah senyuman gelap, penuh dominasi dan gairah yang lama tertahan, mengembang di wajah tampannya.

"Waktu yang sangat tepat," gumam Altair.

Ia melipat peta itu dan menyimpannya. Saat Zyrus dan Valdor bersiap untuk menyebarkan kematian di luar sana, Altair memiliki tugasnya sendiri di dalam markas ini. Masa istirahat telah usai. Garis keturunan baru tidak akan tercipta dengan sendirinya, dan sudah saatnya kedua wanita bangsawan itu kembali menunaikan tugas mutlak mereka sebagai fondasi Kekaisaran Goblin.

Altair berbalik dan melangkah meninggalkan ruang strategi, berjalan mantap menyusuri lorong labirin rahasia, menuju ke arah sel-sel pribadi yang dijaga ketat di ujung terdalam markas.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!