NovelToon NovelToon
Cinta Dibalik Perceraian

Cinta Dibalik Perceraian

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: fania Mikaila AzZahrah

Menjadi istri pengganti tidaklah mudah, apalagi ketika kamu hanyalah wanita yang menggantikan posisi kakakmu sendiri.

Alih-alih mendapatkan kasih sayang dan cinta dari suaminya, Kinanti justru harus menerima perlakuan kasar yang terus-menerus menyakitinya.

Kinanti tidak pernah membayangkan bahwa dirinya akan menggantikan posisi sang kakak yang kabur bersama kekasihnya sehari sebelum akad nikah dengan pria bernama Yudha.

Demi keselamatan ayahnya dan masa depan kedua adik kembarnya, Kinanti terpaksa mengikhlaskan dan merelakan impiannya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Pernikahan yang telah berlangsung selama delapan tahun tidak pernah memberinya kebahagiaan. Namun, Kinanti memilih untuk tetap bertahan, bersabar, dan ikhlas menjalani kehidupan rumah tangganya.

Hingga sebuah kecelakaan tak terduga menimpa suaminya, Yudha Manggala.

Sejak saat itu, kehidupan pernikahan mereka berubah seratus delapan puluh derajat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fania Mikaila AzZahrah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 27 Harapan Si kembar

Naufal dan Naura masih memandangi wajah papanya dari balik jendela mobil.

“Kalau papa mama benar-benar pisah, aku hanya berharap dan berdoa kepada Allah SWT agar kedua orang tuaku bahagia,” batinnya Naura.

Yudha terlihat begitu sedih. Pria itu masih berdiri di tempatnya, menatap mobil yang perlahan menjauh tanpa bergerak sedikitpun.

Semakin jauh mobil tersebut melaju, semakin kecil sosok Yudha terlihat dari balik kaca jendela.

Naufal menggenggam ujung bajunya sendiri. Ada rasa iba melihat papanya yang tampak begitu terpukul.

“Papa, kami nggak akan membiarkan Papa dan Mama bercerai,” batin Naufal penuh tekad.

Di sampingnya, Naura juga masih menoleh ke belakang.

“Papa... semoga Mama mendapat hidayah dan mau memaafkan semua kesalahan Papa,” doanya dalam hati.

Sementara itu, Kinanti tetap fokus mengendarai mobil mewahnya. Sesekali matanya melirik ke kaca spion, memastikan kedua anaknya duduk dengan aman.

Namun, dari kaca spion itu pula dia masih bisa melihat Yudha yang berdiri semakin jauh.

Kinanti menghela nafas dengan pelan. Ada luka lama yang tiba-tiba kembali terlintas dalam pikirannya.

“Mas... dulu bunga seperti ini yang sangat aku harapkan.”

Tatapannya kembali lurus ke jalan.

“Tapi setiap kali aku meminta dibelikan bunga, Mas Yudha malah membentak. Bahkan aku pernah dipukul hanya karena meminta sesuatu yang sederhana.”

Kinanti mengepalkan jemarinya sebentar pada kemudi.

Kenangan itu begitu jelas.

Dahulu, dia hanya ingin diperlakukan seperti seorang istri yang dicintai. Tidak membutuhkan hadiah mahal, tidak membutuhkan kemewahan. Bahkan setangkai bunga pun sudah cukup untuk membuatnya bahagia.

Sayangnya, harapan sederhana itu selalu dianggap sebagai sesuatu yang merepotkan.

Kinanti akhirnya mengembuskan napas panjang dan kembali memusatkan perhatiannya pada jalan.

Beberapa saat kemudian, perjalanan mereka terhenti karena Naufal dan Naura melihat beberapa angkringan yang sedang ramai.

“Ma, berhenti sebentar!” seru Naura.

“Ma, itu makanan yang lagi viral di media sosial!” sambung Naufal antusias.

Kinanti melirik ke arah yang ditunjuk kedua anaknya.

Benar saja, beberapa gerobak makanan terlihat berjajar di pinggir jalan. Tempat tersebut cukup ramai oleh pembeli, terutama anak-anak muda dan keluarga.

Kinanti tersenyum kecil.

“Ya sudah. Kita beli sebentar.”

Dia kemudian menepikan mobilnya di tempat yang aman.

Setelah memastikan mobil terkunci, Kinanti menggandeng kedua anaknya menuju salah satu penjual makanan.

“Kang, pesan tiga porsi batagor dan tiga porsi siomay, ya,” pesan Kinanti.

Penjual itu mengangguk sambil mencatat pesanannya.

“Baik, Bu. Tapi mohon ditunggu, ya. Antreannya lumayan banyak.”

“Nggak masalah, Kang. Nggak usah buru-buru. Kami santai saja.”

Kinanti kemudian mengajak Naufal dan Naura mencari tempat duduk di sekitar taman kecil yang berada tidak jauh dari sana.

Ketiganya duduk santai sambil menunggu pesanan.

Namun, baru beberapa menit mereka duduk, terdengar suara yang sangat mereka kenal.

“Assalamu'alaikum, Mbak. Twins!”

Kinanti langsung menoleh.

Matanya membulat sesaat ketika melihat Khalid berjalan mendekati mereka.

Adik kembarnya itu tampak santai dengan pakaian kasual. Di tangannya bahkan sudah ada segelas minuman boba yang baru saja dibelinya.

“Uncle Khalid!”

Naufal dan Naura langsung berdiri.

Keduanya berlari menghampiri sang uncle dengan wajah sumringah.

Naura bahkan langsung memeluk tubuh Khalid.

“Uncle Khalid! Kami kangen, tahu!”

Khalid tertawa kecil lalu membalas pelukan keponakannya.

“Uncle juga kangen sama keponakan Uncle yang paling cantik.”

Naufal tidak mau kalah.

“Aku juga kangen, Uncle.”

“Iya, iya. Dua-duanya Uncle kangen.”

Khalid mengacak rambut Naufal dan kemudian mengusap kepala Naura.

Kinanti hanya bisa tersenyum melihat kedekatan adiknya dengan kedua anaknya.

Akhirnya Khalid ikut duduk bersama mereka.

Keempatnya berbincang santai sambil menunggu makanan. Sesekali terdengar tawa Naufal dan Naura ketika Khalid menceritakan sesuatu.

Setelah beberapa saat, pembicaraan mereka akhirnya beralih pada pekerjaan.

Khalid teringat mengenai proyek kerja sama antara perusahaan tempatnya bekerja dengan perusahaan milik Kinanti.

Dia menatap kakaknya dengan rasa penasaran.

“Mbak, sebenarnya kapan sih Kakak mendirikan K-Tech Industry?”

Kinanti menoleh.

“Kenapa tiba-tiba tanya begitu?”

“Soalnya aku masih penasaran. Selama ini aku tahu Mbak cuma sebagai ibu rumah tangga. Mbak juga nggak pernah kuliah di bidang bisnis atau manajemen. Tapi sekarang malah jadi CEO.”

Khalid mengangkat alis.

“Jujur, aku masih heran bagaimana Mbak bisa sampai sejauh ini.”

Khalid kemudian menyeruput minuman bobanya.

Kinanti menghabiskan minuman dingin rasa alpukat yang ada di tangannya sebelum menjawab.

“Panjang ceritanya.”

Dia tersenyum tipis.

“Intinya, Mbak membangun perusahaan itu benar-benar dari nol. Bahkan bisa dibilang kami mendirikannya dengan berdarah-darah. Jatuh bangun, mengalami kegagalan, kekurangan modal, sampai berkali-kali hampir menyerah.”

Kinanti berhenti sebentar.

“Perjuangannya nggak mudah. Waktu itu, masyarakat bahkan belum percaya dengan perusahaan tekstil kami. Banyak yang meragukan kemampuan kami karena perusahaan itu masih kecil dan belum memiliki nama.”

Khalid mendengarkan dengan serius.

“Untungnya, ada perusahaan dari luar negeri yang bersedia membantu dan memberikan kami kesempatan. Alhamdulillah, dari situlah semuanya mulai berubah.”

Kinanti tersenyum mengenang masa lalu.

“Sejak saat itu, kami bertekad untuk nggak pernah mengatakan menyerah. Apa pun masalahnya, kami harus terus belajar, memperbaiki diri, dan memberikan yang terbaik.”

Khalid mengangguk pelan.

Kini dia semakin memahami bagaimana kakaknya bisa membangun sebuah perusahaan besar meskipun tidak memiliki latar belakang pendidikan bisnis.

Namun, tanpa disadari oleh Kinanti dan Khalid, ada seseorang yang sejak tadi memperhatikan mereka dari kejauhan.

Orang itu berada di dalam sebuah mobil yang terparkir tidak terlalu jauh dari taman.

Tatapannya beberapa kali berpindah dari Kinanti kepada Khalid.

Kemudian, dia mengeluarkan ponsel.

Kamera diarahkan ke arah keduanya.

Cekrek.

Satu foto berhasil diambil.

Cekrek.

Foto kedua.

Kemudian beberapa foto lainnya.

Kedekatan Kinanti dan Khalid yang sebenarnya tidak lebih dari hubungan kakak dan adik justru terlihat berbeda jika dilihat dari sudut tertentu.

Orang tersebut menyeringai puas.

“Pantas saja Bu Kinanti memilih anak bawang itu sebagai pimpinan proyek baru perusahaan kami.” ucapnya yang lain yang sok tahu padahal salah.

Dia kembali melihat foto-foto yang tersimpan di ponselnya.

“Bahkan sampai ngotot memilih Khalid dan mengancam akan menolak mentah-mentah kerja sama dengan Global kalau dia nggak ditunjuk.” cibirnya yang lain.

Senyumnya semakin lebar. “Sekarang aku punya buktinya.”

Dia memperbesar salah satu foto yang memperlihatkan Kinanti dan Khalid sedang berbincang.

“Kamu nggak akan berhasil menjadi ketua proyek ini.” cicitnya yang tersenyum puas dengan apa yang barusan dilihatnya.

Tatapannya berubah penuh kemenangan.

“Dengan bukti keterlibatan dan kedekatan kalian, aku bisa membuat orang-orang percaya kalau kamu mendapatkan posisi itu lewat jalur orang dalam. Nggak adil.”

Dia menyimpan ponselnya.

“Kalau ini sampai diketahui manajemen, bukan cuma posisi kamu yang terancam. Kamu bisa dipecat dan bahkan diblacklist.”

Setelah mengatakan itu, pria tersebut menyalakan mesin mobilnya lalu meninggalkan tempat tersebut.

Sementara itu, Kinanti, Khalid, Naufal, dan Naura masih duduk santai menikmati waktu mereka.

Tidak satu pun dari mereka menyadari bahwa kebersamaan sederhana sore itu telah dimanfaatkan seseorang untuk membuat masalah besar.

Keesokan harinya, suasana di kantor Global tiba-tiba terasa berbeda.

Khalid yang baru saja datang dan hendak menuju ruang kerjanya mendapati beberapa karyawan berbisik-bisik sambil memegang ponsel.

Dia sempat mengernyitkan dahi.

Namun, belum sempat bertanya, notifikasi di ponselnya terus berdatangan.

Salah satu grup WhatsApp perusahaan terlihat sangat ramai.

Khalid membukanya spontan wajahnya langsung berubah serius.

“Ada saja,” gumamnya dengan santai.

Beberapa foto dirinya bersama Kinanti yang diambil sehari sebelumnya sudah tersebar di beberapa grup internal perusahaan.

Bukan hanya foto. Ada pula berbagai komentar yang menyertai foto-foto tersebut.

Beberapa orang bahkan mulai berspekulasi mengenai bagaimana Khalid bisa mendapatkan posisi sebagai ketua proyek kerja sama tersebut.

“Kita tunggu reaksi mereka jika kenyataan yang tak pernah mereka bayangkan terungkap, tapi sayangnya aku males melakukan pembelaan.’

Dering ponselnya berbunyi pertanda ada pesan masuk, Khalid melihat nama siapa yang mengirimkan chat ke aplikasinya.

“Khal, semua gosip itu nggak benar kan?. semuanya bohong kan?”

1
Eva Karmita
Kinanti aku tau sakitmu sudah terlalu dalam ..tapi tidak seperti itu juga Kinanti lihatlah kedua anakmu yg begitu ingin melihat kedua orang tua nya bersatu kembali.... teruntuk Yudha tetap semangat benar kata anakmu jgn mudah menyerah tunjukkan bahwa kamu bisa berubah jgn buat anak"mu kecewa , perlahan namun pasti rebut kembali hari Kinanti selalu berusaha dan tidak lupa dengan doa" di sepertiga malam mu rayulah tuhanmu untuk membuka kan pintu hati Kinanti
Eva Karmita: betul sih pemikiran orang beda beda ..ada yg ingin bertahan karena anak"nya dan ada juga yg memilih pergi demi ketenangan dan mencari kebahagiaan ...
total 2 replies
araaself
lanjutt kakk
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: insha Allah besok lagi kak
total 1 replies
Eva Karmita
semoga masih bisa rujuk lagi ...
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: kayaknya hehehe
total 1 replies
Eva Karmita
semangat Yudha semoga Mak otor merestuimu
Eva Karmita
Kinan kasih kesempatan untuk Yudha untuk membuktikan Yudha sudah berubah dan ingin memulai dgn lembaran baru
Eva Karmita
ayo jujur Yudha katakan kalau kamu sudah ingat semuanya dan kamu ingin berubah
Eva Karmita
si pelakor sudah datang....
Eva Karmita
semoga masih bisa di perbaiki.... semangat Yudha perjuangkan rumah tangga mu
Eva Karmita
membaca kisah mereka membuat perasaan mengharu biru sedih dan bahagia nano" 🔥😭💔❤️
Eva Karmita
semoga saja Kinan masih bisa mempercayai mu
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: semoga yah karena kayaknya....😄🤭
total 1 replies
Eva Karmita
❤️❤️❤️
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: Alhamdulillah makasih banyak 😍
total 1 replies
Eva Karmita
peluk Kinan 🤗😭
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: Alhamdulillah makasih banyak sudah mampir kakak 😍🙏
total 1 replies
Inha Khaerunnisa
wajarlah
Inha Khaerunnisa
terlambat pak wkwk
Inha Khaerunnisa
apa Yudha hilang ingatan??
Inha Khaerunnisa
knp anaknya jadi ditukar dengan hutang??
Inha Khaerunnisa
tega mulutnya ember
Naila
knp harus minta cerai klo masih cinta
Naila
kayaknya
F3 Tehnik
apa yang terjadi???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!