NovelToon NovelToon
Suara Hati Profesor Kejam Dan Dingin

Suara Hati Profesor Kejam Dan Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Di balik tatapan tajam dan profesi akademiknya, Zain dikenal sebagai profesor dingin dan kejam di kampus. Namun, tak ada yang tahu ia terperangkap dalam pernikahan dingin selama hampir empat tahun bersama Mara. Ikatan itu lahir dari kesalahan masa lalu saat SMA, ketika malam yang dikuasai alkohol memaksa Zain menikahi Mara. Bagi Mara, setiap hari adalah siksaan karena Zain selalu bersikap dingin dan terkesan jijik padanya.

​Hingga sebuah tragedi pada malam penerimaan mahasiswa baru mengubah segalanya. Malam itu tak hanya membuat Mara hamil, tetapi juga memberinya kemampuan misterius, Mara bisa mendengar setiap suara hati Zain.

​Di balik topeng es dan sikap kejam yang ditunjukkan Zain, ternyata tersimpan rahasia besar yang selama ini tersembunyi rapat dalam batinnya. Di antara jeritan hati Zain yang kini bisa ia dengar dan benih kehidupan yang tumbuh di rahimnya, mampukah Mara menyingkap tabir masa lalu dan menyelamatkan rumah tangga mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SEMBILAN

Tangan Zain mulai bergerilya tanpa halangan, meraba setiap inci kulit mulus tubuh istrinya dari pinggang hingga paha.

Dalam hitungan detik, keduanya telah polos tanpa sehelai benang pun yang melapisi tubuh mereka. Kepala Amara mendongak tinggi, matanya terpejam erat saat Zain mulai menyentuh area paling sensitif di bagian bawah tubuhnya. Gesekan halus itu membuat Amara merasakan sensasi nikmat yang luar biasa hingga dadanya naik turun memburu.

"Kak... Lebih dalam... Kak... Ayo..." racau Amara tak berdaya, terdorong oleh pengaruh obat yang menyatu dengan sentuhan ajaib suaminya.

Zain tidak lagi bisa menguasai akal sehatnya. Pria itu memposisikan tubuhnya di antara kedua kaki Amara, bersiap untuk melakukan penyatuan yang sesungguhnya. Namun, sebelum menuntaskannya, Zain berhenti sejenak, menatap lurus ke dalam mata Amara yang berkabut gairah.

"Amara, apa kamu yakin?" bisik Zain dengan suara bergetar hebat.

"Kak... Ayo cepat, aku sudah tidak tahan... Kak..." lirih Amara memohon, jemarinya meremas bahu kekar Zain.

"Awas saja kalau besok kamu menyesal, Amara..."

"Aaahhh! Kak Zain... Sakit!"

Pekikan perih meluncur dari bibir Amara saat penyatuan itu terjadi secara mendadak kedua kalinya setelah empat tahun berlalu. Kuku-kuku jari Amara menancap dalam di kulit punggung Zain, meninggalkan goresan luka yang cukup dalam hingga mengeluarkan sedikit darah.

Namun Zain tidak peduli pada rasa perih di punggungnya. Pria itu memejamkan mata, menahan napas sejenak saat merasakan kehangatan dan penyatuan yang sudah sangat lama hilang dari hidupnya. Rasa nikmat luar biasa yang pernah dirasakannya empat tahun lalu kini kembali membanjiri jiwanya.

Zain mulai memompa tubuhnya dengan ritme teratur dan bertenaga, membuat Amara tidak berhenti mengeluarkan desahan-desahan halus yang memenuhi keheningan kamar.

"Kak Zain... Jangan berhenti..."

Penyatuan malam itu berlangsung penuh dengan gairah yang liar, meleburkan dua jiwa yang selama bertahun-tahun terpisah oleh dinding es yang tebal.

...****************...

Rasa pening yang menusuk tajam di pelipis memaksa Amara tersadar dari tidur lelapnya. Kepalanya berdenyut hebat, seolah dihantam benda tumpul berkali-kali. Amara meringis pelan, memegang dahinya yang terasa berat sembari perlahan membuka mata.

Pemandangan di sekelilingnya sama sekali asing. Atap yang asing, dinding bercat krem yang kusam, serta bau kamar sewaan yang menguar tipis. Amara mengernyit bingung, berupaya menyusun ingatan semalam yang masih berkabut.

"Di... di mana aku?" bisiknya parau.

Saat berniat menegakkan tubuh, selimut tebal yang melingkupinya merosot turun. Betapa terkejutnya Amara ketika mendapati dirinya bertelanjang bulat di balik kain itu. Napasnya langsung tertahan. Ingatan samar dari malam tadi berhamburan masuk ke dalam kepalanya, hawa panas yang membakar tubuhnya, rasa haus yang tak tertahankan, dan keanehan luar biasa yang menyerang kesadarannya setelah meminum cairan itu di gedung serbaguna.

"Astaga, bagaimana ini!!!"

Seketika, gelombang ketakutan yang teramat sangat menyergap dadanya. Bayangan bahwa dirinya telah dilecehkan atau berhubungan dengan pria asing tak dikenal membuat air matanya menetes seketika. Tubuhnya gemetar hebat, ia memeluk dadanya sendiri sembari terisak dalam panik yang membuncah.

Namun, di tengah tangisnya yang mulai pecah, hidungnya menangkap aroma yang sangat familier. Wangi parfum dengan aroma kayu cendana dan citrus yang tajam, aroma khas yang selalu melekat pada jas dan kemeja milik Zain.

Amara menundukkan kepala. Ia baru menyadari bahwa di atas ranjang, kemeja putih milik Zain yang semalam dilepas kini membalut tubuh bagian atasnya secara tak beraturan. Di sudut kasur, gaun biru malam milik Amara tergeletak dengan kondisi robek di bagian kancing dan kelimannya.

Pria semalam... adalah Zain.

Amara terpaku. Rasa tak percaya bercampur aduk di dalam dadanya. Pria yang selama hampir empat tahun menganggapnya kotor, pria yang bahkan menolak menyentuh kulitnya, telah menyatukan tubuh dengannya semalam.

Ia memutar pandangannya ke sekeliling ruangan. Kosong. Tak ada siapa-siapa di sana. Barang-barang milik Zain pun tak ada yang tertinggal, menyisakan dirinya sendirian di ranjang penginapan sederhana itu.

"Dasar Zain brengsek! Bisa- bisanya kamu meninggalkanku!!" jerit Amara histeris, menyapu air mata yang mengalir deras di pipinya.

Suaranya bergema di dinding kamar yang sepi. Amara meremas kemeja Zain yang dikenakannya dengan amarah yang membakar. Rasa terhina merayap cepat ke seluruh relung jiwanya. Ia merasa diperlakukan tak lebih dari seorang wanita murahan, disentuh saat dibutuhkan, lalu ditinggalkan begitu saja di kamar penginapan asing tanpa sepatah kata pun.

Amara mencoba bergerak turun dari ranjang, berniat melarikan diri dari tempat terkutuk itu. Namun, baru saja kedua kakinya menyentuh lantai yang dingin, rasa sakit yang menyengat di area kewanitaannya membuat tubuhnya mendadak lemas.

"Ngg..." Amara meringis tertahan, menggigit bibirnya erat-erat.

Rasa perih itu bagai menguliti harga dirinya kembali. Dengan napas terengah-engah dan air mata yang terus menetes dalam diam, Amara menyeret langkahnya yang gemetar menuju kamar mandi. Setiap pijakan terasa begitu menyiksa fisiknya yang rapuh.

Begitu berhasil menerobos pintu kamar mandi, Amara memutar tuas shower. Ia memilih duduk meringkuk di atas lantai keramik yang dingin, tepat di bawah kucuran air dingin yang mengalir deras.

Guyuran air membasahi kemeja Zain yang melekat di tubuhnya, menyapu sisa-sisa jejak semalam. Amara memeluk erat kedua kakinya, menenggelamkan wajah di atas lutut sembari menangis sesenggukan di bawah gemericik air.

"Apa Kak Zain menyesal karena telah menyentuhku?" bisik Amara di antara isak tangisnya yang menyayat. "Apa dia merasa jijik padaku... lalu pergi begitu saja?"

Entah berapa lama Amara menghukum dirinya sendiri di bawah guyuran air dingin itu. Suhu tubuhnya merosot tajam, kulit mulusnya memucat, dan bibirnya bergetar hebat menahan rasa membeku yang menggerogoti fisiknya. Namun, rasa dingin di luar tak sebanding dengan rasa hampa dan hancur di dalam dadanya.

Pintu luar kamar penginapan terdengar terbuka pelan.

Zain melangkah masuk ke dalam kamar. Pria itu baru saja kembali dari luar, membawa sebuah tas jinjing berisi pakaian wanita yang bersih dan beberapa obat-obatan yang ia beli di apotek terdekat. Pakaian tegapnya sudah rapi, meski raut wajahnya menyirat rasa lelah dan cemas yang mendalam.

Namun, saat matanya menyapu isi ruangan, dadanya mendadak berdesir tajam.

Ranjang itu sudah kosong. Makanan dan minuman sarapan yang tadi disiapkannya di meja kecil sama sekali tak tersentuh.

"Amara?" panggil Zain pelan.

1
ˢ⍣⃟ₛ ❥␠⃝ ͭ🍁𝐓𝐞𝐬𝐚🤎 𝔰𝔩⃟🦖
wkwkwkw kalo begitu kau cium saja itu suamimu tiap hari biar bisa mendengar suara hati Zain kan lumayanlah tuh🤔🤭🤣🤣🤣
ˢ⍣⃟ₛ ❥␠⃝ ͭ🍁𝐓𝐞𝐬𝐚🤎 𝔰𝔩⃟🦖
lahhhh kok ternyata kakak Amara sendiri yang merencanakannya kejadian empat tahun yang lalu itu 😱🤔
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
kali ini zain menang banyak wkwkw
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
si zain main sosor aja 😭
gak liat situasi apa gimana dah, istri abis sakit malah membrutal wkwkwkwk
ˢ⍣⃟ₛ ❥␠⃝ ͭ🍁𝐓𝐞𝐬𝐚🤎 𝔰𝔩⃟🦖
owalah Zain kau itu benar benar menggemaskan sekaligus ngeselin banget cobalah sekali kali bicara yang jelas dan pikirkan perasaan Amara yang merasa dirinya tak cukup pantas berada disisimu🤔
Muft Smoker
gengsi di gedein zaiiin ,, zaiiin ,,
gmn yx kalo zain tau Amara bisa dgr suara hati ny🤭🤭🤭😂😂😂
Muft Smoker: waah dtggu banget tuh kak dew ,, penasaran ma ekspresi ny si zain ,,
muka doank dingin ,, tp curahan hati ny sangat2 berbahaya 🤭🤭😂😂😂😂
total 2 replies
Muft Smoker
zain peka dikit jd suami ,, sebelum semua terlambat
Muft Smoker
ni dosen kyak ny pake jalur instan nih ,, gx da adab ny
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
apakah ini ciri ciri amara mau pisah?
plot twist nya pas mau pisah malah hamidun miss 🤣
ˢ⍣⃟ₛ ❥␠⃝ ͭ🍁𝐓𝐞𝐬𝐚🤎 𝔰𝔩⃟🦖
Zain tidak bisakah kau turunkan egomu itu jika Amara sudah memasuki fase lelah padamu yang ada kalian akan bubar 🤔🥹
SENJA
mantabs pak wanto 🤣
SENJA
sok tau lo 🤣
SENJA
yeeeeeey huuuu ga tau malu🤣🤣🤣
SENJA
laaaah siapa elu 🤣🤣
SENJA
lu dosen ga ada adab woeee
SENJA
jangan2 zain bisa juga 😳🤣
SENJA
laaah kok timbul tenggelam gitu suara bathinnya🤣
SENJA
perbuatan laki lu 🤣
SENJA
ishh isssh ketagihan🤣
SENJA
kejem amat ihhh ama bini 🫣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!