NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Di Tanah Anarki

Takdir Cinta Di Tanah Anarki

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Menikahi tentara
Popularitas:51.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Silvana, seorang dokter dengan karir yang sangat bagus, terpaksa di kirim ke Wilayah Konflik karena menolak cinta dari putra salah satu Petinggi di Rumah Sakit tempatnya bekerja.
Tentu saja Silvana menolak, karena Pria itu tak hanya meminta cintanya, namun juga hampir melecehkannya.
Karena tak ingin berada di lingkungan toxic, ia pun sama sekali tak keberatan ketika di kirim ke Wilayah Konflik yang ada di Negaranya.
Disana, ia bekerja di sebuah Klinik Militer. Selain menangani Prajurit yang terluka, ia juga secara rutin datang ke desa-desa sekitar Markas Militer untuk melakukan pemeriksaan pada warga desa.
Siapa sangka, jika di tempat 'pengasingan' itulah ia justru bertemu dengan pria yang berhasil meluluhkan hatinya.
Bagaimana kisah cinta Silvana?
Apakah perjalanan cintanya berjalan dengan mulus?
Siapakah sosok pria yang berhasil meluluhkan hatinya?
Simak kisah dan keseruannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Kecelakaan

"Kok Klinik sepi? Mereka berdua gak balik ke Klinik?" Lirih Sisil saat melihat Klinik yang masih tertutup rapat.

"Pulang ke rumah saja, mereka berdua langsung pulang ke rumah mereka masing-masing." Kata Komandan Kaivan.

"tapi, Maria sama Jopi gak bilang sama saya, Ndan?" Tanya Sisil.

"Saya yang suruh mereka untuk langsung pulang dan beristirahat." Jawab Komandan Kaivan.

"Kamu juga, istirahat saja di rumah. Biarkan Klinik di tutup hari ini. Kalau ada pasien, nanti anggota yang berjaga akan menghubungi." Kata Komandan Kaivan yang di jawab anggukan oleh Sisil.

"Komandan mau kemana?" Tanya Sisil.

"Menemui dua orang yang tertangkap tadi." Jawab Komandan Kaivan yang memang berencana untuk menemui dua orang Pemberontak yang masih berada di Markas Batalyon.

"Mereka mau di apakan?" Tanya Sisil.

"Tidak di apa-apakan. Hanya di introgasi sebelum diserahkan ke Polisi." Jawab Komandan Kaivan.

"Kenapa? Kamu masih mau berdua dengan saya?" Tanya Komandan Kaivan.

Mendengar itu, Sisil hampir saja menjatuhkan rahangnya. Komandannya itu sedang menggoda, namun ekspresinya sangat datar bahkan wajahnya cenderung terlihat serius.

"Eng.... Enggak, Ndan. Saya mau istirahat." Jawab Sisil.

"Yasudah, saya tinggal dulu." Pamit Komandan Kaivan. Ia mengusap puncak kepala Sisil sebelum menaiki motornya dan melaju meninggalkan Sisil yang masih berdiri di depan Klinik.

"Astaga, Ndan. Bikin jantung dar der dor aja." Batin Sisil sambil menatap punggung Komandan Kaivan yang kian menjauh.

Sore itu, dering ponsel membangunkan Sisil yang sedang tertidur. Ia cukup terkejut karena ternyata ia sudah tidur siang cukup lama. Sisil segera meraih ponselnya dan mengangkat panggilan telfon itu setelah melihat siapa yang menelfonnya.

"Assalamualaikum, Ndan." Sapa Sisil setelah panggilan telfon terhubung.

"Waalaikumsalam." Jawab Komandan Kaivan dengan suara baritonnya yang maskulin.

"Saya ganggu kamu tidur?" Tanya Komandan Kaivan.

"Enggak, Ndan. Kalau Komandan gak telfon, sholat saya pasti kelewat." Jawab Sisil.

"Kamu belum sholat?" Tanya Komandan Kaivan.

"Belum, Ndan. Saya tidur dari siang." Jawab Sisil.

"Yasudah, sholat lah dulu. Sebentar lagi saya sampai di rumah." Kata Komandan Kaivan yang membuat Sisil mengerutkan dahi.

Rasanya seperti seorang suami yang mengabari jika ia akan pulang sebentar lagi. Tentu hal ini terasa aneh bagi Sisil yang belum menjadi istrinya. Lagi pula, mereka tidak tinggal satu rumah.

"Awas Ki!"

Braaaakkk!

Terdengar suara hantaman dari sebrang telfon yang membuat tubuh Sisil menegang. Jantungnya berdebar kencang ketika mendengar suara hantaman yang cukup keras.

"Ndan... Ndan!" Panggil Sisil dengan khawatir.

"Komandan Kaivan?" Sisil kembali memanggil, namun belum ada jawaban. Sisil semakin panik. Ia kemudian mengalihkan panggilan telfon mereka ke panggilan vidio.

Tak lama, muncul wajah Komandan Kaivan di layar ponselnya. Ia masih menggunakan helm saat menerima panggilan vidio itu.

"Komandan kenapa? Itu tadi suara apa?" Tanya Sisil dengan wajah khawatir.

"Saya dan Riki terjatuh." Jawab Komandan Kaivan yang kemudian mengarahkan kamera ponselnya ke arah Riki yang sedang menegakkan motor trail yang mereka tumpangi.

"Kenapa bisa jatuh?" Tanya Sisil saat Komandan Kaivan mengarahkan kamera kembali ke wajahnya.

"Ditabrak babi hutan." Jawab Komandan Kaivan yang membuat Sisil membulatkan mata. Ia ingin tertawa, namun, momennya sama sekali tak tepat untuk tertawa. Bagaimana mungkin ia menertawai Komandan sekaligus kekasih barunya yang baru saja terjatuh karena menghantam seekor babi.

"Komandan baik-baik aja? Ada yang luka?" Tanya Sisil yang berusaha mati-matian menahan tawa.

"Saya baik-baik aja." Jawab Komandan Kaivan.

"Kok babinya gak ada, Ndan?" Tanya Sisil dengan polosnya.

"Tabrak lari. Babinya kabur begitu saja." Jawab Komandan Kaivan yang membuat Sisil melipat bibirnya agar tawanya tak pecah.

"Tertawa saja, jangan ditahan. Riki saja tertawa." Ujar Komandan Kaivan yang kembali menyorot ke arah Riki yang sedang berjongkok sambil tertawa. Menertawai kecelakaan lucu yang baru mereka alami.

Mendengar perintah Komandan Kaivan, seketika tawa Sisil pun langsung pecah. Sungguh! Hal ini sangatlah lucu bagi Sisil, meskipun Komandan Kaivan mengabarinya dengan wajah yang datar.

"Yasudah, saya mau jalan ke Markas." Pamit Komandan kaivan.

"Iya, Ndan. Hati-hati di jalan." Jawab Sisil dengan sisa-sisa tawanya. Sisil masih saja tertawa setelah panggilan vidio mereka usai.

"Bagaimana bisa, babi melakukan tabrak lari seperti itu." Ujar Sisil sambil geleng-geleng kepala.

Sisil kemudian segera mandi dan menjalankan Sholat. Tepat saat sholatnya usai, terdengar suara ketukan dari arah pintu rumahnya.

Tak lama, terdengar suara salam dari seseorang yang suaranya tak asing di telinga Sisil. Sisil buru-buru melipat sejadah dan berjalan ke depan dengan masih menggunakan mukenanya.

"Waalaikumsalam." Jawab Sisil sambil membuka pintu rumahnya.

"Masuk, Ndan." Sisil mempersilahkan Komandan Kaivan masuk ke dalam rumahnya. Ia menyambut kedatangan Komandannya sambil kembali menahan tawanya karena mengingat kejadian yang tadi di alami Komandan Kaivan dan Riki.

"Masih ingin tertawa?" Tanya Komandan Kaivan saat melihat wajah Sisil yang sedang menahan tawanya.

"Ekhhm! Enggak, Ndan." Jawab Sisil yang berusaha mengontrol dirinya.

"Komandan dari mana?" Tanya Sisil.

"Tadi mengantar Pemberontak ke Kantor Polisi." Jawab Komandan Kaivan.

"Kok cuma berdua? Emang gak bawa mobil?" Tanya Sisil lagi.

"Miko dan lainnya sudah duluan menggunakan mobil. Saya sengaja meminta Riki mampir ke toko kue terlebih dulu." Ujar Komandan Kaivan sambil mengeluarkan bungkusan berisi kue dari dalam tasnya.

"Katanya kamu rindu makan kue coklat." Komandan Kaivan memberikan cake coklat yang ia beli tadi.

Sisil sampai tak berkedip kala melihat Komandan Kaivan menyodorkan bungkusan di tangannya yang berisi cake coklat.

"Komandan tau dari mana kalau saya pingin makan kue coklat?" Tanya Sisil.

"Saya tidak sengaja dengar waktu kamu mengobrol dengan Maria dan Jopi." Jawab Komandan Kaivan.

"Mungkin gak seenak kue yang kamu bahas dengan mereka, tapi, semoga bisa mengobati rasa rindumu karena di sini tidak ada bakery." Ujar Komandan Kaivan yang kembali membuat Sisil meleleh.

"Aaa! Bisa-bisanya aku jatuh cinta tiga kali dalam sehari pada pria di hadapanku ini." Batin Sisil yang membuatnya senyum-senyum sendiri.

"Makasih ya, Ndan." Ucap Sisil yang tampak bahagia. Ia pun segera membuak kotak berisi kue coklat itu dan menyodorkannya pada Komandan Kaivan untuk mereka makan bersama.

"Eh, tunggu!" Ujar Sisil sambil menahan telapak tangan kiri Komandan Kaivan.

"Luka gini, Ndan? Kok gak di obatin?" Tanya Silvana sambil memperhatikan luka dengan darah yang hampir mengering itu.

"Gak apa-apa. Cuma luka kecil saja." Jawab Komandan kaivan.

"Tunggu sebentar, saya ambilkan obat dulu." Ujar Sisil sambil beranjak dari tempat duduknya.

Setelah mengambil kotak P3K, sisil segera mengobati telapak tangan Komandan Kaivan. Meskipun bukan luka yang parah, namun lukanya cukup dalam.

"Bisa infeksi kalau gak segera di obati. Lukanya lumayan dalam." Kata Sisil yang tampak fokus mengobati luka itu.

Komandan Kaivan tersenyum tipis sambil menatap Sisil yang sedang serius mengobati lukanya. Hatinya terasa hangat ketika mendapat perhatian dari gadis di hadapannya ini.

1
Murti Puji Lestari
ya ampun tegang banget pas bacanya, tapi seru..
duh penasaran bin penisirin ini
Murti Puji Lestari
semoga itu komandan kaivan bersama anggotanya
rizky tria
bu Dokter ga nurut sama Komandan jd kan 🙄😞
Zuny Achmad
lanjut kak 💪💪💪
Dewi kunti
masih up LG kan ya,kan udah gak mendua
ika
karya othor emang jos jis
ika
ngeri juga ya...
Ebhot Dinni
bagus ceritanya
Nice1808
wah dokter sisil di sandera, jgn takut dokter komandan pasti menyelamatkanmu
Chandhitha Priyanika
jd ikutan tegang neh , mudah²an yg dateng komandan ya
This Is Me
Pintet banget potomg ceritanya disini, jadi bikin makin penasaran
pendekar angin barat
seru....semoga pak komandan yg dtg ya
lia juliati
bukannya seorang dokter untk turun k medan konflik hrs ada pelatihan dasar dlu ya.... baik fisik atau perlindungan diri....
Faqisa Sakila
Waduh.. Dosil dlm bhaya,,
Ayo komandan cpet datang...
jgn smpae ad prtumpahan darah y thor 😡😡😡
Tosari Agung
thor komandan kaivan punya sisi lain gak thor
Munas Tuti
bakalan seru ni mbak Fre 👍👍
Rahmawati
komandan gentle bgt, sudah minta ijin dulu sama ayah dosil
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ
hadir kak.....
semangat untuk terus berkarya kak, selalu keren untuk ceritamu, semoga selalu diberi kesehatan agar selalu bisa berkarya 🫰
Murti Puji Lestari
pak komandan satu ini garcep juga, langsung nembung ke ayah doksil, romantisnya emang beda mereka tuh
ika
mamas aka ma Nty cim udah tamat aja, nungguin dokter Sisil ma komandan aja dl, sambil ngebut ryuga
semangat Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!