Bismillahirohmanirohim.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Readers gemez kesayangan. Salam sejahtera bagi yang Non Muslim.
Berjumpa lagi dengan Author Rose Noor dalam ISTRINYA USTADZ part.2. Ini adalah kisah lanjutan dari ISTRINYA USTADZ?. Maka dari itu bagi yang baru mengikuti karya Author ISTRINYA USTADZ part.2 ini, ada baiknya membaca dahulu ISTRI USTADZ? agar faham dengan alur ceritanya.
Kisah Istrinya Ustadz part.2 ini akan menceritakan tentang Hasna, Ustdz Afnan dan Anak-anak nya dengan beberapa konflik dan penyelesaian nya.
"Aku tidak ingin menjadi siapa dan apapun. Aku hanya ingin tetap menjadi Hasna ISTRINYA USTADZ." Hasna Aulia Zaharni.
"Kamu memang tidak harus menjadi apapun dan siapapun. Jadilah diri mu sendiri sebagai Hasna yang ku kenal, yaitu ISTRINYA USTADZ. Namun alangkah lebih baik nya, jika kamu dapat menambah kualitas diri mu, dengan memperkaya ilmu," Afnan Al-jaris.
Pernikahan Adrian dan Angela di warnai keonaran, penyebab nya adalah, seorang tamu tidak di undang yang ingin merebut Angela dari Adrian. Siapakah dia?
Dalam ISTRINYA USTADZ part 2 ini akan muncul beberapa tokoh baru. Siapakah mereka?
Hotel Afnan di teror Bom dan di saat yang bersamaan, Anak-anak mereka menjadi korban penculikan. Apakah keluarga ponpes Hubbul Wathan mampu tabah dalam melalui nya? Siapakah gerangan si pelaku?
Di lain waktu, Hasna dan Lintang harus menempuh pendidikan Pascasarjana nya di Turki, atas keinginan para suami, tanpa melalui perundingan. Namun Hasna dan Lintang menolak. Lalu cara kocak apa yang akan mereka gunakan untuk menggagalkan rencana para Suami.
Impian Hasna untuk menjadi juara dunia di arena balap motor sudah hampir terwujud, namun bagaimana dengan Afnan dan rumah tangga mereka. Jika Hasna harus stay di benua Eropa selama dua tahun, karena terikat kontrak dengan salah satu club motor yang menaungi nya.
Ikuti Kisah lanjutan dari ISTRINYA USTADZ?
Selamat membaca. Akhirul kata, Wassalamu'alaikum warahmatullahi Wabarrokatuh.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose noor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33. Belajar Dermawan Dari Sejak Dini.
"Hoooo Astaghfirullah! SubhanAllah. Wahai mulut tak berbingkai mengapa engkau lancang!" ucap Ubaydillah masih berdiri mencerna kata-kata Lintang baru saja dan mengusap mulutnya dengan sedikit kasar.
"Yank! Yank! hukuman nya Aku terima! tapi mundur yah, tunda dulu, lanjut lagi nanti kalau sudah pulang ke rumah!"
"Gak bisa!" jawab suara keras Lintang dari kamar mandi.
"Yah bisa in Yank! percuma dong datang ke sini dengan jarak yang jauh, A'a Dav ada rencana kencan di sini sama kamu Yank! masa harus pisah ranjang! Yaank .... tolong tunda hukuman nya!" rengek Ubaydillah.
"Terserah! atau Ayank Davi, bobo di luar!"
***
Tiga hari kemudian,
"Sayang, maaf Byby tidak dapat menemani mu untuk ber tausiah."
"Tidak mengapa By! Nana pergi bertiga seperti biasanya."
Pagi hari selepas Shalat Duha. Afnan sudah bersiap untuk pergi ke restoran. Hari ini restoran telah ada yang membooking hingga malam hari. Salah satu Kolega Afnan yang membooking restoran, untuk mengadakan tasyakuran karena pulang dari Umroh.
"Sudah siap By! O yah, A'a dan Dedek Sha, katanya sepulang sekolah hendak ikut Kak Zain dan Kak Nur serta Reyhan(Anak Zainal dan Nurmala), serta beberapa santri putra dan putri, bagi-bagi bantuan di kampung sebelah yang belum lama kebanjiran," ujar Hasna sembari mengancingkan kemeja Afnan.
"Alhamdulillah, tidak mengapa Mimma, biarkan mereka ikut kegitan amal, belajar dermawan dari sejak dini, agar memiliki jiwa dermawan yang tertanam dari sejak dini pula. selain dari sholat dan membaca Al-Qur'an, bersedekah adalah hal penting untuk menunjang Kadar keimanan seseorang."
"Dari Abu Hurairah RA; apabila manusia itu meninggal dunia, maka terputuslah segala amalnya. kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak sholeh yang berdoa baginya." (HR : Imam Muslim). sambung Afnan.
"Masya Allah. Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang di anugrahi kebaikan oleh Allah."
"Aamiin. Namun sayang, tolong ingatkan mereka untuk tidak menyulitkan orang lain, dalam pelaksanaan kegiatan amal tersebut." Afnan mengingatkan.
"Tentu saja By, Insya Allah tidak! mereka Anak-anak yang di beri kemampuan lebih oleh Allah."
Afnan menggeleng kepala seraya tersenyum bangga. "Masya Allah TabarakAllah. Siapa dulu Mimma nya! cewek gahar gitu."
"Byby! jangan mulai yah! bisa jadi Byby tidak berangkat ke restoran nih gara-gara di sandra cewek gahar." Hasna tersenyum penuh intrik seraya mengedipkan sebelah mata.
"Masya Allah. Istri labil shalihah nya Byby makin pandai yah merayu suaminya." balas Afnan dengan tersenyum genit dan menatap tajam pada wajah Hasna.
"Sudah By! berangkat sana, jangan menjadi penggoda iman deh!" protes Hasna sembari mendorong pelan Afnan menuju ke luar kamar.
"Hehe! maaf Mimma." ucap Afnan salah tingkah. "Di maafkan koq!" Hasna mengantar Afnan hingga ujung ruang tamu karena ia tidak mengenakan hijab apalagi niqab saat ini.
"Sayang berangkat pukul berapa?" tanya Afnan. "Sebentar lagi By," jawab Hasna.
"Mimma hati-hati dalam mengemudi." Afnan meraih kedua tangan Hasna dan mengecup nya. "Iya, Byby juga yah! hati-hati jangan ngebut." Hasna memeluk Afnan.
Setelah ritual berbagai kecupan berpamitan, maka Afnan pun keluar dari pintu dengan bacaan Basmallah diikuti doa keluar rumah.
Afnan menelpon Ubaydillah, iya belum bertemu Ubaydillah sejak berjamaah Isya semalam.
Telepon Afnan tidak juga di angkat, maka Afnan putuskan untuk naik ke beranda rumah Ubaydillah yang bersebelahan dengan rumah kayu milik nya.
"Assalamu'alaikum Dek!" salam Afnan dari luar.
"Wa'alaikum salam! masuk A, tidak di kunci," terdengar suara Ubaydillah dari arah dalam.
Afnan masuk setelah mendengar permintaan Ubaydillah. "Loh Sob! koq belum siap?" tanya Afnan yang melihat Ubaydillah duduk di sofa ruang tamu dengan hanya menggunakan kaus dan kain sarung.
"Ana sedang galau A'a bro, malas untuk ke manapun!" keluh Ubaydillah.
"Galau kenapa?" tanya Afnan, ia ikut duduk di sofa tanpa di persilakan.
"Menunggu masa hukuman Ana, lama sekali berkahir nya." jawab jujur Ubaydillah.
"Pantas saja itu jam weker kamu peluk-peluk gitu. Sedang menanti jam itu berdering rupanya."
"Ya begitulah," Ubaydillah tersenyum dengan mimik wajah lesu.
"Sudah sana ganti pakaian! terserah Anta, hendak kerja atau tidak! yang penting, hari ini Anta harus ada di restoran dan hotel! kalau tidak maka para pekerja tidak akan mendapatkan hak nya, karena segala pembukuan akhir bulan Anta kunci nya." ujar Afnan.
"Astagfirullah! baik A, maaf Ana lupa kalau hari ini harus transfer gaji karyawan. Lima menit A'a bro ana siap!" Ubaydillah gedubukan menuju kamar nya untuk berganti pakaian.
"Ana tunggu di mobil Dek!" pamit Afnan. "Tafadhol, A'a Bro," Ubaydillah menyahut dari Kamar nya. Afnan bergegas keluar dari rumah Ubaydillah, menuju mobil nya.
"Yank! kamu di mana? A'a Dav harus ngantor nih." Ubaydillah memanggil Lintang. Namun yang ia panggil tidak juga menyahut, padahal baru saja, sebelum Afnan masuk ke rumah nya, Lintang masih menyodorkan secangkir kopi untuk Ubaydillah.
"Loh kemana? koq tiba-tiba menghilang? atau mungkin jemput Abang di sekolah? emm... belum waktunya pulang!" gumam Ubaydillah kembali sembari melihat jam bergambar photo pernikahan mereka yang bertengger manis pada dinding.
Namun karena terburu-buru Ubaydillah urung berkeliling rumah untuk mencari Lintang. Ubaydillah secepatnya mengganti pakaian. Ia ingat sedang di tunggu Afnan. Lagi pula kalaupun bertemu dengan Lintang. Ia tidak akan bicara sebelum masa hukuman pisah ranjang tiga hari itu selesai.
Sedangkan di rumah kayu milik Afnan dan Hasna ....
Lintang baru saja mengejutkan Hasna, ia mengendap dan naik Lewat pagar halaman belakang, untuk menghindari kontak dengan Ubaydillah sebelum masa hukuman berakhir. Lintang diam-diam menuju dapur dan halaman belakang Setelah mendengar Afnan hendak masuk ke dalam rumah nya.
"Lintang! buat kaget saja." protes Hasna sedikit sewot. "Heee, sorry Na! numpang minggat, gue mau menghukum Ayank Davi dengan maksimal, hingga masa hukuman berakhir." Lintang nyengir.
"Ya ampun lo Lin! ada saja deh! Kak Ubay tahu gak, lo minggat?" tanya Hasna. "Tadi belum, mungkin sekarang sudah! gue izin nya lewat memo yang di tempel di cermin tualet."
"Oh ya sudah! mari makan dulu setelah ini kita siap-siap berangkat ke Mesjid perbatasan kota sebelah." ajak Hasna.
"Ok! O ya, Kak Elya langsung ke sana ya?" tanya Lintang. "Iya langsung ke sana di antar Devano." Jawab Hasna. Mereka pun makan sembari mengobrol.
Ubaydillah meraih selembar memo kecil yang di tempel pada cermin tualet. "Yank maaf ya, tidak dapat menemui Ayank sebelum berangkat kerja. Lilin minggat ke rumah A'a Ustadz, manjat lewat pagar belakang. Cun sayang untuk Ayank." Isi pesan Lintang.
"Astaghfirullah Yank .... Yank! pantas ku panggil tidak menyahut, ternyata kamu minggat," gumam Ubaydillah dengan mengekeh. Hari ini ia hanya menggunakan Kaus dengan jaket dan celana jeans, karena hari ini hanya akan mengurusi gajian para karyawan hotel, restoran dan lain nya.
"Yank A'a Dav pergi! Memo nya sudah di baca! Kalau pulang lewat depan saja, tidak perlu lewat belakang dan manjat, takut jatuh. Cun sayang balik yang banyak dari suami mu." Ubaydillah mengirimkan pesan singkat pada Lintang.
Taring!!!
Ponsel Lintang berbunyi. Ia segera melihat pesan masuk itu dan betul saja sesuai perkiraan Lintang. Itu dari pujaan hatinya. Maka ia sangat berbunga-bunga dengan mesam mesem aneh, membuat Hasna yang berada di depan nya di buat merinding.
Setelah beberapa waktu terlewati. Afnan dan Ubaydillah sudah dalam perjalanan menuju restoran.
"Istri Anta minggat lagi ke rumah Ana dan manjat pagar? Astagfirullah Neng Lilin," ucap Afnan dengan tertawa kecil, setelah ia membaca selembar memo berisi pesan Lintang.
"Ya begitulah! semoga anak-anak Kita tidak mewarisi jejak Mak-mak Gemes labil itu A'a Bro!" tukas Ubaydillah.
"Aamiin ...." Afnan dan Ubaydillah berucap serentak dan kencang seperti menjawab imam ketika berjamaah shalat.
Akhirnya Ubaydillah dan Afnan tertawa bersama. Ubaydillah mengemudikan mobil dengan santai, perjalanan mereka di hiasi senda gurau. Sesekali terdengar lantunan shalawat atau sambung Ayat suci Al-Qur'an yang keluar dari mulut mereka.
Bersambung ....
😍😍