NovelToon NovelToon
Black Shadow

Black Shadow

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Petualangan / Horor / Thriller / Tamat
Popularitas:46.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ratu Arin

Awal Judul Ada & Tiada

Berawal dari kesurupan massal di malam puncak penerimaan mahasiswa/i baru menjadi titik awal temu mereka. Saling menyadari bahwa mereka sama, sama-sama hidup diantara mereka yang tiada namun sebenarnya ada.

Kisah tentang perjalanan sekelompok anak muda yang memiliki kemampuan sixth sense, melihat apa yang semestinya tidak terlihat, dan merasakan kehadiran mereka yang tak tersentuh.

Akankah mereka bisa menjalani hidup normal seperti orang lain?

Kisah mereka akan hadir setiap hari pukul tujuh malam. Jangan baca sendiri, siapa tahu kau sedang tak sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratu Arin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sang Mantan

"Kau menyukai Haura?" tanya Awan to the point, pelan namun mampu membuat Aldi terdiam. Seketika bibir Aldi kelu terasa.

"Aku? Aku ... aku hanya ...." aldi terbata menanggapi pertanyaan Awan, dengan tangan yang tak henti menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal itu. Sikap dan tingkah Aldi sungguh membuat Awan menggeleng-gelengkan kepalanya karena Awan tidak menyangka jika Aldi akan menyukai sosok Haura.

"Tunggu! Kenapa kau cepat sekali? Bukankah kalian seharusnya pergi berkencan?" tanya Aldi mencoba mengalihkan topik pembicaraan tentang Haura. Kini Awan lah yang bergantian kikuk mendapat pertanyaan seperti itu dari Aldi, dan sayangnya ekspresi aneh Awan terbaca oleh Aldi.

Belum juga pertanyaan Aldi terjawab, Ochi memilih untuk pergi ke balkon guna menghisap sebatang rokok, begitulah kira-kira jika Ochi tidak sedang bersama Ocha, sejak frustasi karena pengkhianatan sang kekasih dan ditinggal pergi, Ochi memilih rokok sebagai cara menumpahkan segala bentuk rasa frustasinya, namun Ocha melarang keras untuk merokok lagi tapi hal tersebut tidak membuat Ochi menyerah untuk merokok lagi dan lagi.

Saat Awan sudah memastikan bahwa Ochi sudah tidak bisa mendengar pembicaraan mereka, Awan pun langsung memukul lengan sang adik sepupunya itu karena bertanya hal tersebut di depan Ochi.

"Apa kau gila bertanya seperti itu di depan Ochi? Kita kesini untuk membahas soal Haura yang kau ceritakan tadi sore di telepon. Haish!" umpat Awan ke Aldi sambil menyenderkan punggungnya ke sofa dan menengadahkan kepalanya sambil terpejam.

"Ah ya, aku lupa, maafkan aku." balas Aldi sambil menepuk pelan keningnya.

Tiba-tiba suara dering telepon berbunyi dari ponsel milik Awan, nampak disana nama Dewa tertera di layar ponsel. Awan membuka pesan yang dikirim oleh Dewa. Entah mengapa ekspresi Awan mendadak syok dan membulatkan matanya sempurna, ia langsung bergegas pergi keluar dari basecamp tanpa sepatah kata pun ke Aldi dan Ochi.

"Kenapa tiba-tiba pergi secepat itu?" tanya Aldi dalam hati penasaran, namun Aldi tidak ingin mengorek lebih jauh privacy seseorang diantara saudara-saudaranya itu, ia kembali melanjutkan bermain game.

Lain hal dengan Aldi, Ochi yang melihat Awan berjalan sambil berlari pelan membuatnya penasaran dan memilih untuk mematikan batang rokok yang masih sisa setengah itu. Ochi mengendap perlahan mengikuti langkah Awan. Saat Awan berdiri di depan kasir bersama Dewa dan seorang wanita yang asing baginya.

"Siapa wanita itu?" tanya Ochi dalam hati sambil berdiri duduk di kursi meja pelanggan yang kosong tepat dibawah tangga, ia memperhatikan gerak-gerik Awan dan Dewa yang sedikit terlihat tidak nyaman.

Kini Awan, Dewa dan seorang wanita memilih untuk duduk di salah satu meja pelanggan yang kosong tak jauh dari tempat Ochi berada, entah karena terlalu serius atau memang mereka tidak menyadari keberadaan Ochi disana. Wanita itu perlahan membuka syal yang menutupi separuh paras cantik nya itu.

"Ada apa kau datang ke tempat ini mencariku? Bukankah kita sudah berjanji untuk tidak saling berhubungan lagi?" ujar Awan to the point. Perkataan itu sakit namun memang itu kenyataan yang sebenarnya. Wania itu pun kini memberanikan diri untuk menatap wajah Awan dengan penuh tatapan sendu nya.

"Aku sudah cerai Wan ...." ujar wanita itu yang tak lain adalah mantan kekasih dan tunangan yang dulu pernah membuat luka yang dalam di hidup dan ingatan Awan.

Ucapan Siska sang mantan tunangan sontak membuat mata Awan membulat sempurna. Bagaimana tidak, kisah cinta sang mantan selalu menjadi perbincangan hangat di kalangan pertemanan tongkrongan Awan, bahkan tidak pernah ada desas-desus yang mengisyaratkan bahwa rumah tangga kedua nya akan kandas. Awan tersenyum masam ke arah Siska.

"Cerai atau tidak nya itu bukan urusan ku, pergilah dan jangan pernah muncul lagi dihadapan ku. Bukankah itu perkataan mu dulu untuk ku? Aku hanya mengingatkan mu siapa tahu kau lupa." ujar Awan dengan nada datar namun terdengar menusuk bagi Siska.

"Aku tahu aku salah Wan, bukankah selalu ada kata maaf bagi orang yang saling mencintai?" tanya Siska dengan muka melas dan tanpa dosa.

"Cih ...." umpat Awan sambil menyenderkan punggungnya ke kursi. Awan membuang tatapannya ke arah lain, dan tidak sengaja melihat sosok Ochi yang tengah mengupingdari arah meja yang tak jauh dari tempat yang kini mereka tempati. namun Awan memilih untuk berpura-pura tidak tahu keberadaan Ochi.

"Apa ada wanita lain yang sudah menggoda mu?" tanya Siska begitu frontal dan sukses membuat Awan menoleh. Seketika otaknya mendapatkan ide yang begitu apik.

"Lebih tepatnya aku yang menggoda wanita itu. Kau tahu dia wanita yang amat sangat jauh berbeda dengan mu, dan aku tahu apa artinya sebuah kenyamanan saat bersama nya bahkan hal itu belum pernah ku dapatkan dari mu. Karena urusan kita sudah selesai, silahkan kembali pulang dan urus urusan mu sendiri. Aku tidak akan pernah mengambil barang milik orang lain." ujar Awan. Siska tidak menyangka akan mendapatkan respon seperti ini dari Awan, karena yang ia tahu Awan begitu tergila-gila dengannya.

"Baiklah jika memang seperti itu. Aku akan tunjukkan kepada mu aku lebih baik dari wanita yang kau maksud, dan aku akan membuat kita kembali seperti dulu lagi." ujar Siska sambil menyeka air mata yang tak tertahankan.

"aku cuma mau bilang, 'Mustahil'! Bermimpilah tappi ingat ini bukan dunia mimpi mu." balas Awan. Entah mengapa tidak ada rasa iba seperti biasa jika melihat Siska menangis, yang ada hanyalah keterasingan semata.

Siska pun memilih untuk pergi, namun saat dia berdiri pandangan Siska tertuju ke arah Ochi, Ochi yang sadar bahwa keberadaan nya sudah diketahui oleh Siska memilih untuk menatap balik Siska dengan tatapan datar. Sedetik, dua detik, dan lima detik pun berlalu, salin tatap menatap pun terendus oleh Awan dna Dewa, mereka mencoba menatap ke arah pandangan mata Siska, namun belum juga menoleh Siska menarik kerah kemeja Awan dan mengecup pipi kiri sang mantan terindah.

Ochi tersentak dan reflek berdiri, ia berdiri mematung di tempat, ada rasa yang begitu menyakitkan di dalam hatinya saat melihat pemandangan itu, padahal ini bukan pemandangan pertama baginya melihat adegan seperti itu. Ochi mengepalkan tangan nya kesal.

Sadar bahwa drama yang ia buat sukses membuat Ochi tersentak kini Siska tahu siapa rival cintanya yang harus ia hadapi.

"Kena kau! Awan tidak akan pernah jadi milik siapapun dna hanya akan kembali untuk ku." ujar Siska dalam hati. Siska menyudahi adegan tersebut dan langsung berpamitan pulang.

"Aku pulang dulu, see you." bisik Siska di telinga Awan dengan nada yang begitu membius pria manapun yang mendengarnya, termasuk Awan. Awan speachless dan tidak bergeming sedikitpun, tapi lain hal nya dengan Dewa, ia menutup mulutnya dengan tangan kanan nya karena kaget dengan keberanian Siska mencium Awan didepan umum.

Siska pun tersenyum, dan belalu pergi begitu saja dari cafe Dewa. Dewa dan Awan mengikuti arah Siska berada hingga ketika Siska sudah berada diluar cafe, Dewa tersadar dan mencoba menyadarkan sang sahabat, sedangkan Ochi memilih untuk naik ke basecamp.

"Wan! Are you okay?" tanya Dewa sambil memegang lengan kanan sang sahabat.

"Ah, ya. Apa wanita itu sudah gila? Datang dengan berita gila nya itu, dan tadi mencium ku di depan banyak pengunjung?" tanya Awan dengan penuh rasa kesal memuncak di dada.

"Ada yang aneh Wan, kenapa sepertinya ciuman itu bukan untuk mu, tapi untuk memberitahu seseorang yang lain, semacam menyatakan pesan ke orang lain?" tanya Dewa penasaran. Dewa merasa Siska aneh sejak ia berdiri dan melihat ke arah sudut lain begitu lama. Dewa pun mengedarkan pandangan nya ke segala penjuru sudut cafe, namun nihil, tak ada satupun yang terlihat mengenali dengan sosok Siska dan Awan.

Entah mengapa firasat Awan tidak enak mendengar penjelasan Dewa, Awan pun ikut menoleh ke arah dimana ia sempat melihat sosok Ochi saat Siska masih ada.

"Ochi!" Ujar Awan syok dan langsung berlaari ke arah basecamp meninggalkan Dewa yang masih terduduk manis di bangku pengunjung.

"Kau mau kemana Wan?" teriak Dewa reflek, sadar bahwa suara teriakan dirinya begitu bising terdengar oleh beberapa pengunjung, Dewa pun meminta maaf dengan bahasa tubuh. Dewa pun menyusul Awan ke arah basecamp.

Sesampainya di basecamp Aldi kembali terkaget saat melihat sosok Awan tiba-tiba muncul dihadapannya.

"Kalian ini kenapa sih! Tadi Kak Ochi sekarang kamu Kak." keluh Aldi yang kesal dibuat kaget dua kali saat tengah bermain game.

"Dimana Ochi?" tanya Awan dengan nafas yang sedikit menggebu-gebu karena berlari.

"Entahlah, tadi datang dengan ekspresi yang seperti orang sedang menahan nangis, dia ambil tas lalu keluar lagi, ku fikir kau menunggu nya dibawah. Apa ada masalah?" tanya Aldi bingung.

"Oh God, aku pergi dulu. Kau pulang sendiri atau mau ikut aku?" tanya Awan dengan cepat. Aldi pun berdiri dan berjalan mengikuti Awan yang berjalan sedikit lebih cepat.

"Makasih ya Kak Dewa, aku pamit dulu, besok kesini lagi." ujar Aldi dengan senyuman, Dewa pun hanya membalas senyuman itu dan menepuk bahu Aldi. Aldi pun langsung bergegas pergi mengejar Awan.

Bersambung ...

Kira-kira apa respon Ochi ya, good readers?

See you tommorow, besok aku on time ya karena naskah sudah di up dan terjadwal di jam 4 sore.

Papay ..

1
rara fan
astaga, diriku sangat rindu
rara fan
even it's from a long time ago, I'm still have butterflies in my stomach
rara fan
udah setahun yaa
rara fan: ceceee😭😭😭
total 2 replies
Lussy_ᶻᵃᵃ(off)
yeyyyyyyy pas buka dan download lagi Noveltoon..novel ini akhirnya up😍😍
semangat Kaka Arin...lanjuttt yaaa
💜ᴀʏ᷍ʏ ᷧ ᷠ ᷚ
pertamaaa
💜ᴀʏ᷍ʏ ᷧ ᷠ ᷚ
semangatttt Kakak cantikku😘😘
☘●⃝§ 玫瑰_khan⁴⁰⁴🎴
asih kak ayin love you
💜ᴀʏ᷍ʏ ᷧ ᷠ ᷚ
up kak rin
💜ᴀʏ᷍ʏ ᷧ ᷠ ᷚ
kak Arin lanjutin lagi episode nya walupun gaada lagi fams nya
achaaa_AlisyaJeslynchaniago
sakit ya kalo kita dianggap orang lain bukan diri kita sendiri😭😭huaaaaa😭😭😭😭😭
achaaa_AlisyaJeslynchaniago
ekhem ekhem ada yg di cium nih😋🤣🤣
achaaa_AlisyaJeslynchaniago
khem khem ada yg naksir nih😂😂😂
achaaa_AlisyaJeslynchaniago
aku juga punya sahabat campur² namanya okta, dea, izmi, diva, amel, kiran, rizki dan si rizki itu cowo sendiri tapi kita gk pandang cewe cowo kita kalo kumpul kayak gitu seru seruan tp karna sekarangan corona kita cmn lewat chatting atau video call😭😭😭sediihh banget gk bisa kumpul bareng
🦩Robin: Thans Acha sudah mampir dan share tentang sisi kamu :)
salam hangat :)
total 1 replies
L A
Thor ceritanya bagus, tapi yg agak mengganggu ttg kebiasaan merokok, klo boleh jangan terlalu banyak diceritakan ttg cowok2 saat merokok...syukur klo bisa di skip aja 😍
delesia
bagus 👍👍 Aldi cowok gentle
delesia
ocha kan sama bang Keenan😁
delesia
kasihan Aldi..
kalo Ari suka Haura Krn sbg adik saja kan
Dhewie Puspita
meninggalkan kedua adiknya sendirian...kalimat aneh & salah.... membungkukkan kepala...aish !! yg betul menundukan kepala...
Dhewie Puspita
tokohnya langsing keluar banyak ya...berani banget thor
Lussy_ᶻᵃᵃ(off)
aku kira mau kencan dan ngatain perasaannya...
TPI aku terharu Aldi bisa juga mengikhlaskan Anita dan TDK menganggap Haura bayangan nya Anita...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!