NovelToon NovelToon
Sepasang Antagonis

Sepasang Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Transmigrasi
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Najmu Laila

Velica seorang artis terkenal yang iseng membaca novel bertema " Gadis seindah musim semi " yang sedang booming dengan banyak sanjungan banyak orang. Bukannya menyanjung, Velica justru mengkritik tokoh utama novel tersebut yang menurutnya terlalu menganiaya sang antagonis.

‎"Kasihan sekali Clarissa ini, Padahal Robert itu tunangannya, Tetapi mengapa ia harus di benci karna marah ketika tunangannya berselingkuh." Ujarnya kesal.

‎"Padahal Clarissa punya segalanya, Ia juga melakukan semuanya untuk Robert, Robert itu lah yang tidak tahu diri. Sudah di bantu dia malah menyukai anak dari seorang pelayan, Sih Nadia itu!"

‎"Jika aku menjadi Clarissa, Sudah ku buat kedua orang itu kehilangan wajahnya di muka umum, Beraninya dia yang seorang pemuda miskin memperlakukan Clarissa begini!" Velica melempar novel itu dengan kesal.

‎Tak lama, Novel itu terbuka sendiri...membuat Velica masuk ke dalam nya. Jika penasaran cuss langsung baca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najmu Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 3 - Sebuah hadiah

...Chapter 3...

...----------------...

Selepas makan malam, Clarissa kini berbaring di kasurnya sambil memakai sebuah masker wajah. Gadis itu asik menatap langit kamarnya yang tinggi dan luas. Kamarnya sangat luas berbeda jauh dari apartemennya dulu.

‎‎"Clarissa...Clarissa...Betapa bodohnya dirimu, Sudah diberi kehidupan enak, Malah jadi cewek bucin. Padahal hidup seperti ini tak membutuhkan pria." Gumamnya tak habis pikir.

‎‎Ia yang dulu susah sekali beristirahat, Di karenakan jadwal syutingnya yang padat. Di tambah lagi, Keluarganya yang menuntutnya untuk memenuhi kebutuhan mereka. Di sini Velica tak perlu berkerja, Hanya bersantai menjadi nona muda yang kaya-raya dengan wajah cantik tiada Tara.

‎‎Tok!  tok! tok!

‎‎"Clarissa, Sayang~" Panggil sang mommy tepat di depan pintu, Clarissa pun segera berlari menuju pintu.

‎‎"Yaa...mommy?" tanya Clarissa dengan nada malas, Wanita ini mengganggu saja.

‎‎"Ini ada hadiah untukmu, Dari Axion. Calon mantu mommy." Ucap amrita antusias. Di tatapnya sebuah kotak terikat pita pink.

‎‎"Di dalamnya, Bukan racun kan?" Batin Clarissa curiga. Padahal ia sudah sebaik mungkin memperlakukan si antagonis pria, Tetapi mengapa pria itu seperti mengincarnya?

‎‎"Apa...ini mommy?" Tanya Clarissa, Amrita pun mencubit pipi putrinya itu.

‎‎"Buka dong, Masa mommy yang buka. Ga spesial dong nanti." Ucap amrita, Clarissa pun tertawa career, Walau dalam hatinya ia berdebar.

‎‎"Hahaha...benar mommy, aku buka yaa." Clarissa membukanya dengan cepat, Sudahlah...mau itu racun atau bukan. Toh, Tetap harus ia terima.

‎‎"Wah! dress-nya cantik banget sayang! Kata tante dayanti Axion sendiri loh yang pilih dress-nya buat kamu."Ucap amrita tersenyum senang. Dress berwarna langit malam itu begitu indah.

‎‎"Ya...ini bagus mommy, Tapi...dari mana dia tau ukuran baju aku?" bingung Clarissa.

‎‎"Ya dari mommy dong, Kan setiap Tante dayanti nanyain kamu, Mommy jawab dengan lengkap semuanya." Ucap amrita cerewet.

‎‎"Dikit lagi ulang tahun Tante dayanti loh, kayanya dia kasih ini buat kamu pake di pesta ibunya." Ucap amrita dengan wajah berseri-seri.

‎‎"Wah beneran mom? kalau gitu aku simpan dulu aja yaa." Ucap Clarissa tersenyum, Amrita pun mengangguk berkali-kali.

‎‎"Nanti biar mommy pilihkan hadiah apa yang akan kamu bawa, Kamu tinggal terima beres aja. Oke?" Ucapnya.

‎‎"Oke mommy."

...‎‎********************...

‎‎"Kak Axion, menurut kakak, Baju ini bagus engga buat aku?" Tanya Nadia, Gadis itu seperti biasa datang tanpa mengetuk pintu kamar Axion.

‎‎Axion menatap wajah polos gadis itu, Wajah yang dulu membuatnya merasa Bahagia, Dulu wajah itu bagaikan musim semi dalam hidupnya, Begitu hangat dan lembut. Tetapi sekarang, Wajah itu bagaikan badai yang siap menenggelamkannya ke dasar kegelapan.

‎‎"Ka Axion?" Panggilnya.

‎‎"Siapa yang mengizinkanmu masuk ke sini? Sudah aku katakan bahwa aku tidak mengizinkan siapapun sembarangan masuk." Axion menatap Nadia dengan dingin, Ia kini berada di hadapan gadis yang tingginya hanya setinggi lengannya.

‎‎"Tapi...aku kangen main sama kakak, Biasanya kakak ngajak aku main. Tapi...akhir-akhir ini kakak selalu menghindar, Aku salah apa kak?" Tanya Nadia berkaca-kaca sambil menarik-narik ujung kemeja Axion.

‎‎"Salahmu adalah berpikir bahwa kita sangat dekat, Kau tidak seharusnya dekat denganku!" Ucap Axion dengan nada tinggi. Para pelayan yang melihat keributan pun datang, Begitu pun ibunya Nadia.

‎‎"Nadia, Apa kau berbuat salah pada tuan muda?" Tanya ibunya, Ayunda.

‎‎"Tidak, Aku hanya ingin bermain dengan kak Axion, Tapi...kak Axion berubah. Dia tidak mau main lagi denganku." Ucap Nadia menangis tersedu-sedu.

‎‎"Sudahlah, Tuan muda mungkin lelah, Ayo kita kembali saja. Nanti kalo tuan muda sudah baikan, Kamu ajak main lagi. Oke?" Ayunda mengajak putrinya keluar, Wanita itu juga merasa bingung dengan perubahan Axion.

‎‎Ayunda padahal sangat senang melihat Axion begitu peduli pada putrinya, Sehingga jabatannya sebagai pelayan mungkin bisa bertahan lama di rumah itu atau bahkan dia bisa naik jabatan sebagai pelayan senior. Tetapi melihat Axion yang bersikap dingin pada putrinya membuatnya tak tenang.

‎‎"Itu pasti karna gadis itu!" Kesal Nadia, Wajahnya yang polos dan sifatnya yang lembut kini berubah seketika.

‎‎"Gadis itu? Siapa maksudmu?" Tanya Ayunda bingung.

‎‎"Aku dengar sedikit dari nyonya dayanti, Bahwa ka Axion akan di jodohkan dengan anak temannya. Padahal dia selalu menolak apapun hanya untuk bermain denganku, Tetapi kemarin dia malah pergi ke rumah gadis itu, Bukan menemaniku." Ucap Nadia Tak suka.

‎‎"Ibu akan bantu cari tahu, Tugasmu adalah kembali mendapatkan kepercayaan tuan muda, Pokoknya kamu harus jadi menantu di rumah ini, Oke?" Ucap Ayunda.

‎‎"Aku tidak ingin menjadi menantu di rumah ini, Aku hanya ingin menjadi wanita terkaya di kota ini. Dan aku membutuhkan kak Axion untuk itu." Batin Nadia termenung.

‎‎"Hey, Kau dengar perkataan ibu!" Ayunda mengguncang tubuh putrinya yang hanya diam sedari tadi.

‎‎"Iya ibu." Angguk nya.

...~~~~...

Clarissa menatap cermin dengan heboh, Setelah selesai melepas masker, Ia juga melakukan ritual sebelum tidur. Gadis itu tak henti berdecak kagum melihat kecantikan seorang Clarissa Veronica bellen. Gadis dengan tubuh sintal dan kulit putih, Serta rambut lurus yang sedikit bergelombang dan jangan lupakan kedua matanya yang coklat dan tajam. Bibir kecilnya yang tipis dan berwarna pink.

"Tidak ada kantung mata, Perut buncit dan yaa....kulit kusam, Semuanya sangat cantik dan mengagumkan. Aku sangat mengagumi-mu akhh!" Teriak Clarissa memeluk tubuhnya sendiri di depan cermin besar.

‎"Nona Clarissa, Ini dari nyonya amrita untuk anda." Ucap pelayan pribadinya, Sera.

"Letakan saja di sana." Ucap Clarissa bangkit dari kasurnya. Menatap sebuah kotak perhiasan. Ini pasti hadiah yang di siapkan oleh sang mommy untuk Tante dayanti. Kalung permata biru, Yang hanya ada satu di dunia.

Clarissa ingat, Di pesta ulang tahun dayanti. Akan ada insiden tidak menyenangkan. Kalung yang ingin di berikan ini akan hilang, Sehingga Clarissa tak bisa memberikan hadiah, Dan ya... Pandangan publik semakin buruk tentangnya, Berbeda dengan Nadia yang memang dekat dengan Axion, Axion memberinya uang untuk membeli apa saja. Akhirnya Nadia lah yang memberikan sebuah anting berlian yang sedang trend saat itu.

"Apa kali ini Axion akan membantunya? Walaupun kemarin dia terlihat sangat baik padaku, Aku tidak bisa langsung mempercayainya. Karna Axion di takdirnya untuk menjadi penjilat Nadia." Gumam Clarissa berpikir.

"Nona, Ada undangan ulang tahun dari keluarga Samuel, Putrinya. Rosely Samuel, Akan berulang tahu besok."ucap Sera, Clarissa pun termenung.

Rosely Samuel, Salah satu teman dekat Nadia yang dulu ikut menghina Clarissa di mana pun mereka bertemu, Rasa tidak sukanya bukanlah tanpa alasan, Itu karna awalnya rosely sangat mengagumi Clarissa yang katanya cantik dan anggun, Tetapi saat bertemu dengan Clarissa, Clarissa justru menghinanya di pesta ulang tahunnya, Sehingga ia membenci Clarissa sampai ke tulang-tulang.

"Ulang tahun siapa dulu yang akan aku datangi?" Tanya Clarissa.

"Ulang Tahun nona rosely dulu, karna acara nyonya dayanti masih ada 3 hari lagi." Ucap Sera, Clarissa pun mengangguk.

"Apa aku akan memilih gaun dulu?" Tanya Clarissa.

"Tidak perlu, Nyonya dayanti sudah menyiapkan gaun untuk nona, untuk hadiah. Apa nona juga ingin memberikan sesuatu?" Tanya Sera, Clarissa pun menggeleng.

"Ambilkan aku Palet, Kuas dan cat cair."Ucap Clarissa, Sera pun mengangguk.

LIKE DAN KOMEN YAA

1
Laura Xaviera 💕
yuhuuuu/Determined/
Iruma-chan
semangat nulisnya, aku suka cerita transmigrasi.
Anissa Rahma
ceritanya menarik kak
Putri Amalia
halo kak, aku dah liat novelnya menarik bgt. rajin up yah jg smpe Hiatus 👀
Author hidup: Wah terima kasih, Aku akan berusaha up tepat waktu. Bantu like dan komen ya🙏😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!