NovelToon NovelToon
Skandal Di Balik Layar

Skandal Di Balik Layar

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Duda / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:821
Nilai: 5
Nama Author: Rizaidhan Luthfian

Ajo dan Elsa dipertemukan dalam proyek film yang sama. Ajo sebagai produser dan Elsa sebagai pemeran utama. Sejak awal pertemuan, ketertarikan satu sama lain sudah terasa. Namun, status mereka yang berbeda – Ajo sebagai duda dan Elsa sebagai aktris yang sedang di puncak popularitas – menjadi penghalang bagi mereka untuk mengekspresikan perasaan mereka.
Ketegangan semakin meningkat ketika skandal masa lalu Ajo terungkap. Hal ini mengancam reputasi dan karir mereka berdua. Mereka harus berjuang melawan tekanan publik, gosip media, dan juga konflik batin mereka sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizaidhan Luthfian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Warisan Dendam Keluarga Tanaya

Dua kata di layar ponsel Adam—Keluarga Tanaya—seperti sengatan listrik yang mematikan. Suasana di dalam ruang rapat eksekutif yang tadinya penuh dengan aura antusiasme anak muda, seketika berubah menjadi dingin dan mencekam.

Adam mengepalkan tangannya rapat-Rapat hingga buku-buku jarinya memutih. Kenangan pahit belasan tahun lalu dari sisa-sisa kehancuran konspirasi Maya dan jaringan bisnis gelap di belakangnya yang bermarga Tanaya kembali berputar liar di ingatannya.

"Jo..." suara Adam parau, menunjukkan layar ponselnya kepada Ajo.

Ajo membaca pesan singkat itu dengan mata menajam. Pria yang biasanya setenang danau di kaki Gunung Salak itu kini menegakkan punggungnya. Aura dingin "Jenderal Utama" yang telah lama tertidur kini bangkit sepenuhnya.

"Laskar, Kiyara," panggil Ajo, suaranya pelan namun mengandung intonasi perintah yang tak bisa dibantah. "Jawab pertanyaan Ayah. Dari mana kalian mendapatkan draf riset dan berkas atas nama Keluarga Tanaya ini?"

Laskar dan Kiyara saling bertatapan, terkejut melihat reaksi emosional dari para ayah mereka. Belum pernah sekalipun mereka melihat Ajo dan Adam sepadat dan setegang ini.

"Kami... kami tidak mencurinya, Yah," jawab Laskar jujur, berusaha menenangkan napasnya. "Tiga minggu lalu, sebuah dekoder data dan berkas arsip tua dikirim anonim ke loker kampusku. Di dalamnya ada draf riset dokumen kepemilikan lahan di kaki Gunung Salak dan dokumen pencucian uang atas nama Tanaya. Aku menjadikannya inspirasi untuk skenario film aksi-misteri ini."

"Kalian dimanfaatkan," pangkas Jimi tegas, berdiri di samping Ajo. "Kalian dijadikan umpan oleh seseorang yang ingin memancing Tiga Jenderal keluar dari masa pensiun."

"Umpan apa, Paman?" potong Kiyara penasaran, alisnya berkerut. "Siapa sebenarnya Keluarga Tanaya ini? Kenapa nama itu seperti tabu sekali di antara kalian?"

Belum sempat Adam menjawab, pintu ruang rapat mendadak terbuka lebar.

Elsa dan Juli melangkah masuk dengan langkah cepat. Wajah Elsa tampak cemas, sementara Juli menggandeng lengan Elsa dengan raut khawatir.

"Ajo! Adam!" panggil Elsa panik. "Barusan Rina menelepon dari kantor hukum. Ada pihak asing yang secara sepihak membeli seluruh sisa saham minoritas AJA DISPOSA FILM di bursa saham pagi ini!"

"Siapa pembelinya?" tanya Adam cepat, urat lehernya menegang.

Juli menyerahkan lembaran dokumen cetak cepat dari Rina. Di kolom nama investor utama, tertera sebuah nama perusahaan cangkang internasional: Tanaya Group Holdings.

"Mereka kembali..." bisik Elsa, menatap Ajo dengan mata berkaca-kaca. "Ajo, aku pikir masa lalu itu sudah benar-benar selesai..."

Ajo melangkah mendekati Elsa, menggenggam kedua tangan istrinya untuk menyalurkan ketenangan. Lalu ia memutar tubuhnya, menatap Laskar dan Kiyara yang berdiri mematung di tengah ruangan.

"Kalian ingin membuktikan bahwa kalian bukan lagi anak-anak kemarin sore?" tanya Ajo menatap Laskar dan Kiyara bergantian.

Laskar menegakkan dadanya, matanya berbinar penuh keberanian. "Kami siap, Yah. Apapun yang terjadi di masa lalu, ini perusahaan kita bersama."

Adam terkekeh rendah—sebuah kekehan berbahaya khas Adam masa muda ketika ia siap menantang musuh-musuhnya. Ia merapikan kerah jas mewahnya, lalu merangkulkan tangan di bahu Jimi dan Ajo.

"Baiklah kalau begitu," ujar Adam dengan senyum tajam. "Perang generasi pertama sudah kita menangkan. Sekarang, saatnya Tiga Jenderal mengajari Generasi Baru bagaimana caranya meremukkan musuh yang berani mengusik kedamaian keluarga kita!"

Di balik tirai gedung pencakar langit Jakarta, sebuah badai baru resmi dimulai. Namun kali ini, Tiga Jenderal tidak berdiri sendirian—mereka berdiri bersama darah daging mereka yang siap meneruskan kejayaan dan menjaga tanah kelahiran mereka dari ancaman apa pun.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!