Takdir tak selalu buruk untuk kita. Jadikan masa lalu menjadi pelajaran untuk lebih baik di masa depan.
Seperti yang di alami seorang guru cantik bernama Aretha Zayba Almira. Ia sempat terpuruk dengan masa lalu kelam dan trauma mendalam yang di ciptakan mantan kekasihnya. Harus kehilangan kehormatan yang ia jaga hingga hampir mati bunuh diri. Tapi ia bisa bangkit dan merubah hidupnya menjadi lebih baik. Sempat menutup hati pada beberapa pria yang datang padanya, hingga takdir menemukannya dengan seorang pria yang mau menerima semua masa lalu dan memperlakukan Amira seperti seorang ratu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Republik Septy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cobalah untuk memaafkan
Masih di ruangan IGD
Satrio memandang Daffa meminta penjelasan, begitu pun Delvin dan Amira yang ikut menatap Daffa. Amira juga butuh penjelasan mengapa secara tiba-tiba Daffa menyerang Arif dengan membabi buta.
Daffa menarik nafas dan menghembuskan nya perlahan.
" Gue nggak suka ngeliat dia pamer kemesraan di hadapan Bu Amira. Gue tau mereka berdua sengaja berbuat hal tidak senonoh di parkiran agar Bu Amira semakin sakit hati. Otak nya pada gesrek kali ya, bermesraan nggak tau tempat. Di lingkungan sekolah pula. Makanya gue emosi banget pengen nonjok tuh orang, kalo saja Bu Amira nggak ngelerai kita dan terkena pukulan tuh lelaki brengsek, udah gue bikin dia masuk kuburan." jelas Daffa berapi-api dengan kepalan tangan yang kuat,Nafasnya naik turun menahan emosi.
Mereka bertiga hanya diam mendengarkan,Hingga suara Amira memecah keheningan di antara mereka.
" Daffa, terimakasih kamu udah mau belain ibu. Tapi asal kamu tahu, kekerasan bukan jalan terbaik untuk sebuah persoalan. Ibu juga sudah tidak masalah, dengan mereka. Meski ibu akui, masih ada rasa sakit di hati ibu walau hanya sedikit. Ambil saja hikmah di balik semua ini."
" Bukan kah dengan kejadian itu ibu bisa tau pria seperti apa pak Arif. Insyaallah nanti Allah akan menggantikan dengan yang lebih baik lagi. Tidak baik menyimpan dendam dan amarah, lebih baik kita memaafkan."
"suka memaafkan merupakan salah satu sifat Rasulullah SAW. Beliau selalu memaafkan orang yang membenci dan menyakiti perasaannya. Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk tetap berbuat baik kepada orang lain meskipun orang tersebut membalasnya dengan kejahatan."
“Adalah Rasulullah SAW orang yang paling bagus akhlaknya: beliau tidak pernah kasar, berbuat keji, berteriak-teriak di pasar, dan membalas kejahatan dengan kejahatan. Malahan beliau pemaaf dan mendamaikan,” (HR Ibnu Hibban).
" Nah mulai sekarang, hilangkan lah dendam di hati kamu. Maafkan lah."
Bagaimanapun, dalam Islam tidak disarankan untuk membalas dendam. Memaafkan adalah sifat mulia, dan menghapus rasa sakit hati adalah ikhlas.
Berat mengobati sakit hati, tapi kita harus melaluinya dengan cara yang diajarkan Rasulullah. Ini semua dilakukan agar hati kita menjadi lapang, memiliki keselamatan di dunia dan di akhirat.
Rasulullah bersabda, “Tidaklah seseorang memaafkan kedzaliman (terhadap dirinya) kecuali Allah akan menambah kemuliaannya,” (HR. Ahmad, Muslim dan Tirmidzi).
" Duh, adem banget ya dapet siraman rohani dari ibu Amira." sela Delvin.
Sedangkan Daffa hanya menatap Delvin dengan tatapan tidak suka, Satrio pun hanya tersenyum melihat kedewasaan adik nya.
Ia pun membelai lembut pucuk kepala adik tersayang nya yang ditutupi hijab, seolah ingin menyalurkan kasih sayang nya lewat usapan lembut yang ia berikan. Amira pun tersenyum lembut membalas perlakuan kakak nya yang ia rasa sangat manis, merasa di cintai dan di sayangi oleh kakak semata wayang nya ini.
" Tidak di sangka adik ku yang manja ini sudah benar-benar dewasa. Segala cobaan dan ujian yang menimpa semakin membuat mu menjadi wanita yang kuat dan berhati lembut. Kakak Sangat menyayangi mu, semoga suatu hari nanti Allah akan menggantikan kesedihan mu dengan kebahagiaan yang tiada Tara." ucap nya lembut sembari menatap manik coklat kepunyaan Amira.
" Aammiinn.. " balas mereka bersama.
Semakin bertambah lagi kekaguman Delvin terhadap Amira. Cantik, solehah , pintar dan anggun. Siapa yang tidak akan jatuh cinta kepada Wanita yang nyaris sempurna seperti Amira.( nyaris sempurna ya, karna sesungguhnya kesempurnaan hanya milik Allah semata)
" Heh. kesambet Lo, bengong Mulu" Daffa membuyarkan lamunan Delvin yang sedari tadi menatap lekat pada Amira.
" Lagian Lo Vin, gitu banget liatin adek gue. Bisa jadi zina Lo." sela Satrio.
" zina apaan. Gue kan cuma ngeliatin doang, nggak ngapa-ngapain." ujar Delvin membela diri.
" Sebab pandangan merupakan langkah yang mengarah pada gejolak hati.
Mata itu berzina, hati juga berzina. Zina mata adalah dengan melihat (yang diharamkan), zina hati adalah dengan membayangkan (pemicu syahwat yang terlarang). Sementara ******** membenarkan atau mendustakan semua itu.” (HR. Imam Ahmad).
Delvin dan Daffa manggut-manggut tanda mengerti.
" Jadi, kalo gitu gue harus nikah dulu dong sama Amira. Biar bisa puas mandangin wajah nya tanpa takut dosa." celetuk Delvin tiba-tiba.
" Ya udah, Amira. Apakah kamu mau jadi istri ku?" lanjut nya yang membuat semua orang yang ada di ruangan tersebut menatap tak percaya dengan apa yang di ucapkan Delvin.
pletak..!!!
Satrio menyentil kening Delvin, sontak saja dengan cepat Delvin mengusap kening nya yang terasa panas.
" Lo kira nikah itu main-main? Enak aja tiba-tiba ngajakin nikah, Emang adik gue mau sama Lo. Kenal aja baru tadi," gerutu Satrio tidak terima.
Amira hanya menunduk sambil meremas ujung jari nya, rona merah di pipinya tampak jelas seperti memakai blush on.
Sedangkan Daffa menatap Delvin dengan tatapan tajam,ia tidak terima. Selama ini dia yang mengagumi , bahkan menyayangi guru favorit nya tersebut. Tetapi kenapa kakak sepupu nya yang baru tadi mengenal Amira sudah berani mengajak Amira menikah, Keterlaluan.
Sedangkan Delvin menanggapi nya dengan santai. Tetapi jauh di lubuk hati nya ia sangat serius dengan ucapannya. Jujur saja Delvin sudah tertarik dengan Amira saat pertama kali mereka bertemu di danau.
Semenjak saat itu, ntah mengapa bayangan senyum Amira yang sangat manis selalu menghiasi hari nya. Tanpa ia sadari, Delvin selalu merindukan senyuman Amira dan berharap suatu saat akan bertemu kembali dengan wanita idaman nya.
Dan kelihatan nya Dewi Fortuna sedang berpihak kepada nya, hari ini ia di pertemukan kembali dengan wanita pujaan nya. Dan Delvin tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang di berikan Tuhan pada nya, dengan terus berusaha melancarkan gombalan kepada Amira.
" Sebelumnya gue udah pernah bertemu sama adek Lo, Gue nggak nyangka kalo dia adek Lo. Kalo tau gitu gue bakal cari kerumah Lo." ujar Delvin dengan serius.
Satrio melihat keseriusan itu dari manik coklat nan teduh di milik Delvin.
" Jika Lo bener-bener serius, Lo harus tanya dulu sama adik dan orang tua gue. Selama Lo serius dan nggak main-main, gue bakal dukung Lo. " ujar Satrio seraya menepuk pundak Delvin. Delvin pun tersenyum sumringah mendapatkan dukungan langsung dari sahabat sekaligus calon kakak ipar nya tersebut.
Amira dan Daffa melongo mendengar ucapan Satrio yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Dan Satrio mengucapkan nya dengan nada serius dan tidak sedang bercanda sama sekali.
Amira mengerjapkan mata nya tak percaya. Sedangkan Daffa mengepalkan kedua tangannya dengan kuat, ia mencoba menahan amarah yang sedang menyelimuti dirinya saat ini.
Rasa tidak terima dengan perkataan Satrio yang seakan memberikan lampu hijau untuk Delvin. Daffa pun melangkah kan kaki nya pergi dari ruangan IGD tersebut tanpa berpamitan terlebih dahulu.
Tampak jelas di wajahnya kekesalan dan emosi yang membuat wajah nya memerah. Delvin, Satrio dan Amira pun hanya menatap punggung Daffa dengan heran.
" Kenapa tuh anak?" tanya Delvin tanpa dosa.
Sedangkan Amira dan Satrio menggeleng tidak tahu dengan apa yang sudah terjadi kepada ABG labil tersebut.
****
**Bersambung...
Disini author bukan sok bijak atau apa ya, kita sama-sama belajar.
Maafkan jika tulisan nya masih kurang bagus, jika ada kritik atau saran, silahkan di tuangkan dalam komentar.
jangan lupa dukungan nya dengan like, komentar and vote ya...
terimakasih 🥰🥰**
Emosi tetaplah emosi
Kesal dan sakit hati, jelaslah
Betapa tidak 🙄🙄
manakala sesuatu yang menyakitkan terpampang didepan mata