NovelToon NovelToon
Dikejar Cinta CEO Galak

Dikejar Cinta CEO Galak

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Cintapertama
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rifani

Lucien Scott, pengusaha muda yang menggawangi raksasa bisnis di bawah naungan GS Company, tak sadar telah jatuh cinta pada seorang gadis bernama Andrea. Sosok menggemaskan dengan sikap tegas dan terang-terangan, hadir memberikan warna baru di hidupnya yang terkontrol rapi tanpa cacat. Mencintai dengan bengis, menjadi perjalanan cinta cukup menggelitik di mata orang-orang sekitar mereka. Intrik sederhana menjadi pemanis saat keduanya mulai saling menyadari perasaan masing-masing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Teman Baru

(Ada apa dengan orang-orang ini? Sejak tadi mereka terus saja melihat ke arahku. Apa jangan-jangan ada tai cicak di mukaku?)

Benak Andrea dipenuhi banyak pertanyaan hingga membuatnya tak selera makan. Sejak dia datang ke kantin, para karyawan yang sudah lebih dulu datang tak henti meliriknya. Kondisi ini jelas membuatnya merasa heran dan bertanya-tanya ada apa gerangan.

"Andrea ya?"

Seorang perempuan menyapa Andrea ramah. Di tangannya ada nampan berisi makanan. "Boleh aku gabung bersamamu di sini?"

"Oh silahkan saja," sahut Andrea sopan menyambut. Dia lalu tersenyum. "Ini adalah kali pertama ada yang menyapaku saat di kantin. Kalau boleh tahu namamu siapa? Maaf ya kalau tidak sopan."

"Tidak sama sekali. Namaku Cheril. Sebenarnya sejak pertama melihatmu masuk ke GS Company aku sudah ingin menyapa dan berkenalan. Akan tetapi kau terus berada di samping Tuan Lucien, jadi aku tak berani. Kebetulan sekarang aku melihatmu makan sendirian, jadi aku datang untuk menyapa."

Begitu tahu kalau Cheril sudah lama ingin berkenalan dengannya, Andrea langsung mengulurkan tangan. Rasanya sungguh senang sekali ada yang berminat jadi temannya.

"Ngomong-ngomong kau tahu dari mana kalau namaku Andrea?"

"Ya ampun, An. Jangan bilang kau tidak sadar kalau namamu begitu terkenal di perusahaan?" kaget Cheril membelalak tak percaya.

"Terkenal? Bagaimana bisa? Akukan karyawan magang yang belum ada sebulan di sini. Kok bisa terkenal?" sahut Andrea kaget.

"Justru karena kau karyawan magang makanya mudah sekali dikenali orang, apalagi kau juga satu-satunya orang luar selain Tuan Veroz yang bekerja langsung menemani Tuan Lucien. Alasan ini sudah pasti mengundang rasa penasaran yang mana akhirnya semua orang heboh mencari tahu tentang siapa dirimu."

"Hanya karena itu?"

Cheril cengo melihat reaksi Andrea. Yang benar saja gadis ini. Bisa menjadi bagian dari GS Company saja sudah menjadi kebanggaan seluruh karyawan, apalagi bisa berada di sisi pemilik perusahaan. Secara naluriah, sudah pasti akan dielu-elukan ke mana-mana. Akan tetapi reaksi Andrea begitu tenang. Apa mungkin ....

"An, kau istrinya Tuan Lucien ya?" bisik Cheril curiga.

"Hah?"

Mulut Andrea ternganga lebar mendengar pertanyaan Cheril.

"Gelagatmu terlalu santai. Aku curiga kalau kau sebenarnya punya hubungan rahasia dengan Tuan Lucien. Tidak apa-apa, kau bisa percaya padaku. Aku janji rahasia ini hanya aku saja yang tahu."

Ingin rasanya Andrea menjewer Cheril yang sudah berpikir buruk tentangnya. Takut obrolan mereka didengar oleh orang lain, Andrea sengaja pindah ke sampingnya lalu berbicara pelan.

"Hati-hati dengan ucapanmu. Nanti ada yang salah paham."

"Berarti benar kau istrinya Tuan Lucien?"

"Sembarangan. Dari sudut mana aku terlihat sebagai istrinya? Memangnya kau tidak pernah melihat saat kami sedang bertengkar ya? Daripada suami istri, kami lebih cocok disebut sebagai anjing dan kucing yang tak pernah akur. Aku kucingnya, Lucien jadi anjingnya."

"Hatchiii!!"

(Siapa yang sedang membicarakan aku ya? Bersin begini, pasti ada yang dibahas adalah buruk. Ah tapi tidak mungkin, semua yang ada di diriku sangat sempurna. Aku manusia terkomplit tanpa celah buruk)

Kalau tadi Cheril dibuat heran oleh reaksi tenang Andrea, kini dia dibuat syok oleh ucapannya tentang Tuan Lucien yang diibaratkan sebagai seekor anjing. Sungguh, dia mulai resah apakah berteman dengan gadis ini akan membawa nasib baik atau malah sebaliknya.

"Lusa aku gajian. Rencananya aku ingin membawa nenekku pergi jalan-jalan dan makan enak. Kau mau ikut tidak?" tanya Andrea menawarkan. Dia kembali melanjutkan makan siangnya sambil sesekali melayangkan tatapan tajam pada karyawan yang ketahuan sedang memperhatikan. "Apa hebatnya sih bekerja di sisinya Lucien sampai-sampai mereka menatapku begitu. Aneh."

"Terima kasih banyak atas ajakannya, An. Lebih baik kau habiskan waktu dengan keluargamu saja. Kitakan baru kenal, tak enak kalau aku ikut mencicipi kerja kerasmu. Tunggu setelah nanti kau gajian beberapa kali, aku pasti akan meluangkan waktu untuk menemanimu. Bagaimana?" sahut Cheril sopan menolak. Dia cukup tahu diri dengan tidak mengganggu kebersamaan Andrea dengan neneknya.

"Yaahhh sayang sekali, padahal aku ingin lebih akrab lagi denganmu."

"Masih ada lain waktu, Andrea. Jangan sedih begitu,"

"Janji ya di gajian berikutnya kita pergi jalan-jalan berdua?"

"Iya janji."

Tanpa sadar Andrea dan Cheril menjadi akrab dengan sendirinya. Hal ini membuat beberapa karyawan mencibir sinis.

"Lihatlah si Cheril. Cepat sekali dia mencuri start. Tahu saja mana orang yang bisa membawa keberuntungan untuk karirnya," cibir Shike. Rasa iri membakar hati dan pikirannya.

"Kau benar. Tapi jika dilihat-lihat mereka berdua lumayan cocok," tambah Yulia ikut mencibir. "Yang satu dari desa, yang satunya lagi dari keluarga narapidana. Ditambah mereka berdua sama-sama orang miskin yang sedang sibuk saling menjilat. Benar tidak?"

"Aku setuju denganmu, Yulia. Si gadis desa menjilat bos, lalu di anak narapidana menjilat si gadis desa. Astaga, menjijikkan sekali. Iyuhhhh," imbuh Amber sambil bergidik geli.

Shike, Yulia, dan Amber dikenal sebagai tiga serangkai yang gemar menindas junior. Berhubung ketiganya punya kinerja yang bagus, perusahaan hanya melayangkan teguran saja ketika mereka berulah. Tetapi sepertinya kali ini mereka salah lawan.

"Mereka siapa sih? Sejak tadi terus saja memperhatikan kita dengan sinis?" tanya Andrea merasa jengah dengan sikap ketiga wanita yang duduk bersebrangan dengannya. Tatapan mereka terlalu sinis.

"Abaikan saja." Cheryl menunduk sambil mengaduk makanan di piring. Ada raut ketakutan yang coba dia sembunyikan. "Fokus ke makananmu saja, An. Semakin kita pura-pura tak tahu, ke depannya nasib kita akan semakin baik."

"Kenapa bisa begitu?"

"Karena mereka bukan lawan kita."

Andrea terdiam. Dia kembali menatap ketiga wanita itu lalu beralih memperhatikan reaksi Cheril yang sedikit aneh.

Drrtt drrtt

Tepat ketika Andrea ingin bertanya mengapa Cheril terlihat seperti orang yang sedang menahan takut, ponsel di sakunya bergetar. Oh ya, sekarang dia sudah banyak tahu bagaimana cara mengoperasikan ponsel. Dan kini ponselnya sedang dalam mode getar.

"Mau apa dia menelponku?" heran Andrea begitu melihat id di penelpon. "Angkat tidak ya?"

"Siapa?" tanya Cheril.

"Bos menelponku."

Uhuk uhukk

Air keluar dari lubang hidung Cheril begitu diberitahu kalau Tuan Lucien menelpon Andrea. Dia lalu buru-buru meminta Andrea menjawab panggilan tersebut saat ingin menolongnya.

"Ck, mengganggu orang saja," gerutu Andrea sebelum akhirnya menjawab panggilan. Sebelum itu, dia lebih dulu memasang senyum yang dipaksakan. "Halo, bos. Ada apa?"

[Lucien: "Owh begitu ya sekarang. Mentang-mentang uang bonus sudah ku transfer lalu kau seenaknya mengabaikan panggilan teleponku. Sedang apa hah? Berduaan dengan orang lain menggunakan uangku? Iya?"]

"Cepat pergi ke ruangan Tuan Lucien, An. Dia sedang marah," bisik Cheril panik saat mendengar perkataan bosnya dari dalam telepon. Otaknya bisa merespon dengan jelas kalau tiran itu sedang cemburu.

"Makan siangku belum habis. Nanti saja," sahut Andrea enggan beranjak.

"Ku mohon pergilah. Demi kebaikan kita bersama. Please," ....

[Lucien: "orang yang bersamamu saja peka kalau seharusnya kau segera menemuiku. Kenapa kau malah tenang-tenang saja? Cepat kemari. Mataku sakit melihat deretan lipstik yang dibeli Veroz. Dua menit, atau semua lipstik ini kumasukkan ke tempat sampah!"]

Bagaikan angin, Andrea melesat cepat dari kantin menuju ruangan Lucien. Dia mana tahan setelah diberitahu kalau pria licik ini benar-benar membelikannya lipstik.

"Hari ini aku benar-benar beruntung. Bonus masuk lebih awal lalu mendapatkan lipstik gratis. Sepertinya aku harus bisa menjaga sikap di depan Lucien. Mulai sekarang setiap hinaan yang dilontarkan akan aku jadikan bahan untuk memeras kekayaannya. Hahaha, ide jenius, Andrea. "Kalau keluarga di desa tahu aku sepintar ini, mereka pasti akan menyanjungku setinggi langit. Hehe,"

***

1
Fadillah Ahmad
Covernya bagus... Menarik juga... 😂😂😂

Sudah lama juga, nggk pernah baca novel dari penulis ini. 😂😂😂 Terakir tahun 2022 yang lalu dah. Waktu Di Novel "Love Story Eleanor dan Gabriele... 😂😂😂
Mak Rifani: Amiinnn m 🙏🙏
total 3 replies
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩʏᷞᴜͧᴢᷡᴀͣ.ѕ⍣⃝✰zc❖
makkkk
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩʏᷞᴜͧᴢᷡᴀͣ.ѕ⍣⃝✰zc❖ : ok mak😘
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!