NovelToon NovelToon
My Husband Brondong

My Husband Brondong

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Naelong

Dunia Maya jungkir balik saat ia terbangun dan menyadari bahwa ia telah terikat pernikahan dengan adik tingkatnya yang paling populer di kampus. Perbedaan usia lima tahun membuat Maya merasa seperti sedang mengasuh seorang adik daripada melayani seorang suami.

​Lucunya, sang suami justru bersikeras ingin membuktikan bahwa dirinya adalah pria dewasa yang bisa diandalkan. Mulai dari kecanggungan di dapur hingga usaha-usaha romantis yang berakhir gagal total, Maya mulai melihat sisi lain dari si "brondong" yang membuat jantungnya berdebar tidak karuan. Menikahi pria yang lebih muda ternyata bukan tentang mengajari, tapi tentang belajar mencintai kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naelong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 33 - MHB

Malam itu, setelah kehebohan laporan rekonstruksi server Surabaya yang sukses besar membuat Cindy dan seisi divisi pemasaran bungkam, apartemen lantai 28 seharusnya dipenuhi atmosfer perayaan. Arka bahkan sudah bersiap memesan makanan mewah lewat aplikasi ponselnya. Namun, Maya tidak bisa menikmatinya. Sebuah telepon darurat dari sekretaris pribadi ayahnya sore tadi mengubah segalanya.

​“Bu Maya, Pak baskoro mendadak drop dan dilarikan ke rumah sakit. Beliau meminta Anda memeriksa brankas di ruang kerja rumah lama untuk mengambil dokumen polis asuransi darurat. Ini kuncinya, saya titipkan di resepsionis apartemen Anda.”

​Maya pergi ke rumah masa kecilnya sendirian malam itu, meninggalkan Arka yang masih sibuk merapikan sisa-sisa pekerjaannya. Rumah besar milik keluarga Clarissa itu terasa sepi dan dingin. Langkah kaki Maya menggema saat ia memasuki ruang kerja baskoro—sebuah ruangan penuh interior kayu jati yang biasanya tabu untuk dimasuki siapa pun tanpa izin.

​Ia menemukan brankas kecil di balik lukisan lanskap tua. Tangannya gemetar saat memutar kombinasi angka yang diberikan sang sekretaris. Pintu besi itu berdecit pelan, terbuka, dan menampakkan beberapa map tebal. Namun, di bawah tumpukan polis asuransi yang dicarinya, ada sebuah amplop cokelat besar tanpa label, diikat dengan tali rami kuno.

​Di sudut kanan atas amplop itu, tertulis satu nama yang membuat darah Maya mendidih seketika: pradipta Group (Internal).

​Maya duduk di kursi kerja ayahnya yang besar. Dengan napas tertahan, ia membuka ikatan tali rami itu. Di dalamnya bukan berkas bisnis biasa, melainkan lembaran-lembaran dokumen audit independen dari belasan tahun lalu, surat perjanjian bermaterai lama, dan selembar surat kaleng bertanggal dua minggu yang lalu.

​Maya membaca kata demi kata, kalimat demi kalimat, sementara dunianya perlahan-lahan runtuh seperti istana pasir yang dihantam ombak malam.

​Alasan sebenarnya di balik perjodohan kilat ini akhirnya telanjang di depan matanya. Selama ini, ayahnya selalu berkata bahwa pernikahan ini adalah langkah strategis untuk memperkuat aliansi bisnis kedua keluarga. Kebohongan yang sangat rapi. Kenyataannya jauh lebih kelam.

​Belasan tahun lalu, saat perusahaan ayah Maya berada di ambang kebangkrutan karena kegagalan proyek spekulatif, ayah Arka—sang penguasa pradipta Group—secara rahasia menyuntikkan dana talangan besar-besaran tanpa melalui prosedur legal perbankan. Itu bukan investasi. Itu adalah utang budi yang mengikat leher baskoro seumur hidup.

​Lebih buruk lagi, dokumen itu mencantumkan bahwa ayah Arka memiliki bukti kesalahan fatal dalam laporan keuangan masa lalu perusahaan Clarissa—sebuah rahasia bisnis yang jika bocor ke penegak hukum, akan menjebloskan baskoro ke penjara dan menghancurkan seluruh karier yang Maya bangun dengan darah dan air mata.

​Dan surat kaleng terbaru di dalam amplop itu berbunyi:

​"Kami tahu tentang pernikahan rahasia antara anak baskoro Clarissa dan pewaris pradipta. Aliansi ilegal untuk menutupi manipulasi masa lalu. Kirimkan 10% saham Neo-Industrial ke rekening di bawah ini, atau dokumen asli manipulasi keuangan baskoro dan skandal 'pernikahan transaksi' ini akan menjadi halaman utama berita besok pagi."

​Keluarga mereka sedang diperas oleh pihak ketiga yang berhasil mengendus rahasia ini.

​Namun, bukan ancaman pemerasan itu yang membuat dada Maya terasa seperti dihantam gada besi. Matanya terpaku pada lampiran surat keputusan internal dari pradipta Group yang ditandatangani oleh ayah Arka, tertanggal tepat satu bulan sebelum pernikahan kontrak mereka disepakati.

​Di sana tertulis instruksi jelas: Utus Arka Pradipta untuk masuk ke dalam lingkungan keluarga Clarissa, amankan seluruh aset digital mereka, dan pastikan proyek Neo-Industrial tetap berada di bawah kendali penuh Dirgantara secara tidak langsung.

​Maya mencengkeram pinggiran meja. Air matanya jatuh tanpa permisi, membasahi kertas kusam di hadapannya.

​Jadi... semua ini hanya misi?

​Pikiran Maya berputar liar, menguliti setiap momen yang ia lewati bersama Arka. Ciuman panas di ruang tamu semalam, tatapan intens di parkiran, pengakuan cinta yang membuatnya melayang di atap gedung tua, bahkan aksi heroik Arka membelanya di kampus dan di depan Adrian... apakah itu semua hanya bagian dari skenario yang dirancang dengan sangat rapi oleh seorang peretas jenius atas perintah ayahnya?

​“Karena di kertas perjanjian kita nggak ada larangan untuk aku jatuh cinta sama kamu, kan?”

​Kata-kata Arka semalam bergema di telinganya, namun kali ini tidak membawa kehangatan, melainkan rasa dingin yang membekukan. Arka adalah seorang peretas ulung. Dia bisa memanipulasi sistem server Surabaya dalam hitungan jam. Berapa banyak usaha yang dia butuhkan untuk memanipulasi perasaan seorang wanita yang sedang kesepian dan terluka seperti Maya?

​"Dia mendekatiku karena perintah," bisik Maya pada ruangan yang kosong. Suaranya terdengar pecah, penuh penderitaan seorang manusia biasa yang merasa dikhianati oleh satu-satunya orang yang baru saja ia beri izin untuk masuk ke hatinya. "Semua perlindungannya, semua perhatian kecilnya pada gelang ini... apakah itu semua hanya taktik agar aku lengah dan menyerahkan kendali proyek perusahaan pada pradipta group?"

​Rasa bangga yang ia miliki terhadap kecerdasan Arka. Kecerdasan pria itu sekarang terasa seperti senjata rahasia yang digunakan untuk mengepung hidupnya.

​Maya kembali ke apartemen lantai 28 saat jam dinding sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Langkahnya berat, matanya sembab setelah menangis di sepanjang jalan di dalam mobil. Amplop cokelat itu ia sembunyikan rapat-rapat di dalam tas kerjanya.

​Begitu pintu terbuka, ia menemukan Arka masih duduk di sofa ruang tengah. Lampu ruangan diredupkan, hanya menyisakan pendaran dari layar laptop Arka. Pria itu langsung mendongak begitu mendengar suara pintu. Ekspresi cemas di wajah Arka sangat kentara.

​"Maya? Kamu dari mana saja? Kenapa ponselmu tidak aktif?" Arka langsung berdiri, melangkah cepat menghampiri Maya. Tangannya terulur untuk menyentuh bahu Maya, namun untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Maya melangkah mundur secara refleks, menghindari sentuhan itu.

​Arka terpaku di tempatnya. Tangannya menggantung di udara. Matanya menatap Maya dengan bingung dan sedikit terluka. "Ada apa? Bagaimana keadaan papamu di rumah sakit?"

​Maya menatap Arka. Di bawah temaram lampu, Arka terlihat begitu tulus, begitu khawatir. Tapi dokumen di tasnya berteriak bahwa semua ketulusan ini memiliki harga dan tujuan bisnis.

​"Papa sudah stabil. Hanya kelelahan," jawab Maya dengan nada suara yang begitu datar, kembali ke mode "Wanita Besi" yang kaku—bahkan lebih dingin daripada sebelum mereka berciuman semalam.

​Arka menyipitkan mata, insting tajamnya langsung menangkap ada sesuatu yang sangat salah. "Ada hal lain yang terjadi? Kamu... kamu habis menangis?"

​Maya memalingkan wajah, tidak berani menatap mata Arka karena takut benteng pertahanannya yang rapuh akan runtuh lagi. Ia mencengkeram tali tasnya erat-erat. "Aku cuma lelah, Arka. Pekerjaan di kantor dan masalah Papa membuatku pusing. Aku mau tidur."

​"Maya, jangan bohong. Aku tahu kalau kamu—"

​"Aku bilang aku mau tidur, Arka Pradipta!" potong Maya dengan suara yang meninggi, penuh dengan emosi yang tertahan.

​Arka terdiam. Ia melihat Maya yang berjalan cepat menuju kamar utama dan menutup pintunya dengan keras. Suara klik kunci yang berputar dari dalam kembali terdengar.

​Di luar kamar, Arka berdiri mematung di tengah kegelapan ruang tamu. Ia menatap pintu kamar Maya yang tertutup rapat, lalu beralih menatap layar laptopnya yang menampilkan sebuah enkripsi data yang baru saja ia bobol—sebuah data tentang jaringan pemeras yang sedang mengincar keluarga mereka.

​Arka mengepalkan tangannya. Ia tahu tentang ancaman pihak ketiga itu, dan dia sedang bekerja semalaman untuk menghancurkannya. Tapi yang tidak Arka ketahui adalah, Maya baru saja menemukan alasan mengapa mereka berada di bawah satu atap yang sama sebulan lalu.

Bersambung....

1
Teh Fufah
yaaahhh ko maen tamat aja...
makasih banyak atas karya nya.... yang super duper kerennnn
di tunggu boncapt nyaaa 🙏🙏😍😍😍
Naelong: makasi udah mampir kak.
mampir di ceritaku terjebak cinta sang miliader
total 1 replies
Teh Fufah
i likeeeeee.... and i am happyyyy....
terimakas🙏h neng otor....
Teh Fufah
bantak duit mh bisa saling berkunjung lah maya😍arka
Teh Fufah
terhura akuuu nihhh
Teh Fufah
kereeeeennnnn
Ari Atik
kasihan arka.. ..
pasti capek menghadapi keegoisan maya....

tinggalen ae ka...
Naelong: makasi udah mampir kak
total 1 replies
Ari Atik
muak dg sikap maya yg plin plan....
Teh Fufah
waduh kok aku jdi deg2 an ya
Teh Fufah
keren bingits bukan lumayan keren mayaaaa
Ari Atik
ingat maya egoisnu akan membuat pecahnya bahtera samudra rumah tanggamu.😡
Teh Fufah
karena aku senang, aku kasih mvote nya hari ini buat maya 😍 arkaaaa
Naelong: makasi kak udah mampir😍🙏
total 1 replies
Teh Fufah
klw dah cemburu kayak gini mah otw unboxing hihi
Teh Fufah
otw bucin loe may...
Ari Atik
yap betul sekali.....

karena satu kebohongan,akan muncul seribu kebohongan lagi untuk menutupinya......

rumit hidupmu maya,tak tenang karena sebuah kebohongan....🤔
Teh Fufah
hadeh..... maya oh arka
Teh Fufah
senengnya hati ku
thanks neng otor... ku tunggu up ny lsgi
Ari Atik
mulai memahami satu sama lain....

good...😊
Ari Atik
arkanya gk jadi memperkenalkn diri,di kantornya maya kah?

memperjelas status pernikahan mereka...
Naelong: jadi tapi bukan sekarang ya😍
total 1 replies
Ari Atik
ya.. betul sekali langkah arka..
lebih baik blak2kan daripada di sembunyikn,biar gk jadi fitnah...
Ari Atik
kan...
setelah tau kebenarannya...
makanya jadi wanita jangan egois,merasa di atas,eh taunya kalah start....😡

lanjut thor....😊
Naelong: makasi udah mampir kak😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!