NovelToon NovelToon
SUAMI SEWAANKU SANG MAFIA PENGUASA

SUAMI SEWAANKU SANG MAFIA PENGUASA

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Perjodohan
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Orang_Cuman_Cerita

Demi menghindari perjodohan gila dengan rentenir tua pilihan ibu tirinya, Alana nekat menyewa seorang pria asing di pinggir jalan untuk menjadi suami pura-puranya dengan bayaran 5 juta sebulan. Pria itu tampak seperti pengangguran tampan yang sedang butuh tempat sembunyi.

​Alana bekerja keras siang malam untuk menghidupi "suami miskinnya" itu. Ia bahkan rela membelikan pria itu kemeja obralan agar terlihat rapi saat menemaninya.

​Namun, Alana tidak pernah tahu bahwa pria yang setiap malam tidur di sofa sempit apartemennya adalah Xander, pemimpin kartel mafia paling ditakuti sekaligus CEO triliuner yang kekayaannya tak berseri. Saat keluarga tiri Alana mencoba menginjak-injak hidup gadis itu, mereka tidak sadar bahwa mereka telah membangunkan iblis kejam yang sedang menyamar.

​"Siapa pun yang berani menyentuh milikku, bersiaplah kehilangan nyawa." — Xander.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orang_Cuman_Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Pengkhianat di Atas Awan

Alana terlelap karena kelelahan fisik dan mental yang luar biasa. Di bawah selimut kasmir di kamar suite utama Aegis One, napasnya mulai teratur. Xander duduk di tepi ranjang selama beberapa menit, membelai rambut istrinya yang sehalus sutra, memastikan gadis itu benar-benar tertidur pulas dan merasa aman.

​Namun, di balik tatapan penuh cinta itu, iblis di dalam diri Xander sedang mengamuk.

​Dengan sangat pelan, Xander bangkit berdiri. Ia membenarkan letak kemejanya, menyembunyikan pistol otomatis di balik sabuknya, lalu melangkah keluar dari suite dan menutup pintu dengan rapat. Begitu pintu terkunci, aura lembut seorang suami seketika menguap tanpa sisa. Wajahnya mengeras, berubah menjadi topeng pualam yang mematikan.

​Di ruang kabin tengah, Dante sedang berdiri di depan meja proyeksi peta digital, berdiskusi dengan dua pengawal kepercayaannya. Namun, Xander langsung menyadari ada yang tidak beres.

​Dari arah lorong kabin medis, Elena melangkah keluar dengan raut wajah sangat tegang. Di tangannya terdapat sebuah alat pemindai frekuensi radio seukuran ponsel yang terus berkedip dengan lampu indikator berwarna kuning.

​"Tuan Besar," panggil Elena setengah berbisik. Ia berjalan cepat menghampiri Xander dan Dante. "Saya baru saja membius Nona Sarah. Tapi saat saya kembali menyalakan pemindai keamanan... saya menangkap anomali."

​Dante mengernyit, langsung menekan tombol senyap di radio komunikasinya. "Anomali apa, Elena? Protokol siluman sudah diaktifkan. Kita sepenuhnya hilang dari radar."

​Elena menelan ludah, menatap langsung ke mata tajam Xander. "Ada transmisi gelombang mikro berfrekuensi ultra-rendah yang memancar dari dalam pesawat ini, Tuan. Seseorang sedang menyiarkan koordinat Aegis One secara langsung."

​Udara di dalam kabin jet mewah itu seolah membeku seketika.

​Xander tidak berteriak. Ia bahkan tidak meninggikan suaranya. Namun, tekanan udara di sekitarnya mendadak terasa mencekik. "Temukan sumbernya," perintah Xander dengan nada yang lebih dingin dari dasar samudra.

​Elena mengangguk. Ia mengarahkan pemindainya, berjalan mengendap-endap menyusuri lorong kabin, diikuti oleh Xander dan Dante. Bunyi bip dari alat itu semakin cepat saat mereka mendekati sebuah panel ventilasi udara di dekat area pantry belakang.

​Dante langsung mencabut pisau taktis dari betisnya, mencongkel kisi-kisi ventilasi itu dalam satu gerakan cepat. Di sana, menempel di balik saringan udara, sebuah kepingan logam kecil berkedip merah.

​Dante mengulurkan tangannya untuk menghancurkan alat itu, namun Xander menahan pergelangan tangannya.

​"Jangan dihancurkan," desis Xander menakutkan. "Jika sinyal ini mendadak mati, mereka akan tahu kita sudah sadar. Buka rekaman CCTV lorong ini tiga menit yang lalu."

​Dante dengan cepat menarik tabletnya, mengakses kamera tersembunyi. Area ventilasi itu memang merupakan titik buta dari kamera, namun rekaman menunjukkan hanya ada satu orang yang melewati area tersebut sebelum Elena keluar dari ruang medis.

​"Marko," geram Dante. Pengawal muda yang baru saja melaporkan status radar kepadanya beberapa menit lalu.

​Xander memutar tubuhnya. Langkah kakinya panjang, cepat, dan tanpa suara layaknya seekor predator yang mengintai mangsa. Ia melangkah menuju bagian ekor pesawat, tempat para pengawal sedang berjaga.

​Marko sedang berdiri di dekat pintu kargo, pura-pura memeriksa senjatanya. Saat ia mendongak dan melihat Xander berjalan ke arahnya dengan Dante dan Elena yang telah mencabut senjata di belakang sang raja, Marko tahu penyamarannya terbongkar.

​Pengkhianat itu mencoba mencabut pistolnya. Namun Xander bergerak jauh lebih cepat dari kilat.

​BUGH!

​Satu pukulan brutal dari tangan Xander menghantam rahang Marko hingga pria itu terpelanting menabrak dinding pesawat. Sebelum Marko bisa merosot ke lantai, Xander mencengkeram kerah bajunya, mengangkatnya dengan satu tangan, dan membantingnya ke atas meja baja di area kargo.

​"Berapa harga yang dibayar Volkov untuk nyawamu, Keparat?!" desis Xander, mencengkeram leher Marko hingga wajah pria itu memerah karena kehabisan napas.

​Darah segar menetes dari sudut bibir Marko. Alih-alih memohon ampun, pengkhianat itu justru menyeringai gila, menatap mata obsidian Xander dengan penuh kemenangan.

​"Kau... terlambat... Iblis," kekeh Marko tersengal-sengal. "Volkov tidak... mengirim jet tempur. Mereka menggunakan... kapal selam nuklir kelas Akula di bawah perairan ini. Misilnya... sudah terkunci."

​Mata Xander melebar.

​Tepat pada detik itu, alarm peringatan tingkat tinggi menjerit memekakkan telinga dari arah ruang kokpit di bagian depan pesawat. Pintu kokpit terbuka dengan kasar, menampilkan sang kopilot yang wajahnya sepucat mayat.

​"Tuan Besar! Radar mendeteksi proyektil berkecepatan hipersonik mendekat dari arah jam enam!" teriak kopilot itu panik, mencengkeram kusen pintu. "Rudal darat-ke-udara! Waktu benturan, kurang dari sembilan puluh detik!"

​(Bersambung...)

1
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍
Orang_Cuman_Cerita: Lagi Proses Kak 👍
total 1 replies
Anonim
Lanjutkan 👍
Orang_Cuman_Cerita
Sukakan?💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!