NovelToon NovelToon
Delapan Pusaka : Amarah Harimau

Delapan Pusaka : Amarah Harimau

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Pusaka Ajaib / Barat
Popularitas:765.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ersa Kurnia

Cakiya dan Baruna, dua pendekar muda yang paling dicari-cari keberadaannya di kerajaan. Salah satu alasan dua pendekar itu begitu diburu karena mereka dituduh mencuri tiga dari Delapan Senjata Pusaka milik Kerajaan, yaitu gada Aqni Samaja, kujang Nagacita dan keris Rudra Arutala.

Mereka berdua juga diincar orang-orang dari Perguruan Harimau Bulan dan Perguruan Harimau Matahari, dua perguruan aliran putih terbesar di Kerajaan. Takdir seperti apa yang akan menanti mereka? Apakah mereka tertangkap? Akankah Baruna & Cakiya berhasil memulihkan nama baik mereka? Atau mereka justru bergabung bersama para pendekar dari golongan hitam?


Catatan : Boleh promosi karya di kolom komentar, mohon maaf kalau saya lambat merespon atau malah lupa merespon di kolom komentar 🙇‍♂️🙇‍♂️. Mari sesama pegiat industri kreatif saling mendukung...✊✊✊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ersa Kurnia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Kutukan Kolam Darah

Cakiya menyadari dirinya berada di sebuah padang rumput hijau dengan tidak terhitung  kuntum bunga bermekaran dengan berbagai warna yang menangkan pikiran dan jiwa siapa pun yang melihatnya. Berbeda dengan mimi-mimpi sebelumnya, Cakiya kali ini dapat menyadari jika dirinya berada di alam mimpi. Cakiya pun dapat mengenali jika padang rumput ini adalah tempat dimana menjadi tempat bertemu antara dirinya dengan wujud asli gada Aqni Samaja.

Akan tetapi, kondisi padang rumput kali ini sedikit berbeda, jika sebelumnya padang rumput tersebut selalu memiliki suasana mendung di langit serta pada permukaan tanahnya ditutupi lapisan es tipis berwarna putih, kali ini matahari di tempat itu bersinar dengan terang. Beberapa pohon setinggi satu atau satu setengah meter tumbuh di sekitar padang rumput tersebut. Terlihat pula Gajah raksasa setinggi delapan meter dengan bulu api menyala-nyala serta mengenakan zirah perang yang umum digunakan gajah perang. Gajah itu merupakan wujud gada Aqni Samaja saat berada di alam mimpi untuk berbicara kepada Cakiya.

“Terima kasih Kyai Aqni Samaja sudah membimbing dan membantu saya keluar dari Kota Lamunarta.” Cakiya menundukkan tubuhnya dengan penuh hormat kepada sosok gada Aqni Samaja tersebut.

Aqni Samaja, memandang Cakiya dengan sendu, lalu mengayunkan belalainya dengan lembut dan mengusap-usapkannya ke wajah dan pundak Cakiya. Meski pun Aqni Samaja memiliki bulu-bulu api, Cakiya sama sekali tidak merasakan panas saat berada di dekat wujud gajah raksasa milik Aqni Samaja. Belalai Cakiya seolah-olah seperti tangan lembut yang membelai Cakiya seperti seorang Ibu membelai anaknya. Cakiya merasakan bahwa makhluk itu begitu menyayangi dirinya meski pertemuan mereka hanya sebatas di alam mimpi beberapa kali. Ada semacam ikatan emosional yang tidak dapat dijelakan terjalin di antara mereka berdua. Dengan

lembut Aqni Samaja membelai tubuh Cakiya dan kemudian berkata.

“Hai pendekar muda, jangan panggil Aku Kyai, Nyai, Tuan, atau kata panggilan yang memiliki makna bahwa keberadaanku lebih tinggi darimu Cakiya. Kita ini sama-sama makhluk yang memiliki akal budi, dan setara sebagai makhluk alam semesta.”

“Tetapi, bagaimana dengan harga diri Anda sebagai pusaka terkuat?” Tanya Cakiya. “Tidakkah sebagai laki-laki harga dirimu merasa terusik, bila ada seseorang memanggil dirimu dengan tidak hormat.”

Tubuh yang berwujud gajah raksasa setinggi Aqni Samaja tiba-tiba bergetar lalu mengeluarkan suara terompet sambil memutar-mutar belalai serta menghentak-hentakkan kakinya beberapa kali. Suaranya begitu riang serta jenaka. Cakiya kemudian mengenali ekspresi ini sebagai ekspresi tertawa wujud gada Aqni Samaja saat mewujud dalam seekor gajah raksasa. Meski tidak paham apa yang Aqni Samaja tertawakan, Cakiya juga menyunggingkan senyum. Cakiya mengamati bahwa sosok Aqni Samaja yang saat ini, jauh lebih riang serta ceria, jika dibandingkan sebelum dibawa di Kota Lamunarta.

“Sayang sekali Cakiya, aku tidak peduli dengan harga diri yang ada di dalam seorang laki-laki.” Komentar Aqni Samaja. “Itu karena aku perempuan.”

Cakiya membuka mulutnya menampakkan ekspresi terkejut sekaligus senang, begitu mengetahui jika rupanya gada Aqni Samaja merupakan senjata pusaka perempuan. Cakiya jarang sekali mendengar, atau bahkan tidak pernah menemui sebuah senjata pusaka berkualitas tinggi yang memiliki nama dan wujud perempuan. Umumnya  pusaka berbentuk senjata biasanya diberikan nama seorang laki-laki, sedangkan untuk pusaka berwujud perhiasan atau pun kendaraan, biasanya diberikan nama perempuan.

“Jadi Anda perempuan!?” Teriak Cakiya setengah tidak percaya. “Maaf, karena kekuatan Anda begitu dahysat kupikir Anda seorang laki-laki.”

“Baik laki-laki atau pun perempuan tidak ada hubungannya dalam kemampuan sebuah pusaka.” Komentar Aqni Samaja.

“Tapi bukankah itu sebuah hal yang luar biasa!” Kata Cakiya dengan mata berbinar-binar serta menyeringai lebar. “Senjata pusaka yang selama ratusan tahun dipercaya memiliki kemampuan begitu dahsyat hingga diberikan nama Kyai Samaja ternyata adalah seorang perempuan.”

“Memang tidak sedikit orang-orang yang melihat sebuah benda atau seseorang hanya dari penampilan luarnya saja. Tetapi lain soal dengan dirimu Cakiya, itulah sebabnya  aku memilihmu sebagai pemilikku yang sah. Kau mampu melihat apa yang tidak orang lain lihat. Aku juga telah melihatmu tumbuh dari seorang bayi mungil menjadi seorang pendekar muda yang sangat berbakat seperti saat ini.”

“Jadi Anda-”

“Jangan panggil aku seolah-olah aku lebih tua darimu.” Potong Aqni Samaja. “Meskipun umurku sudah ratusan tahun, berdasatkan rentang usia  manusia, umurku tidak lebih dari dua belas atau tigas belas tahun.”

“Baiklah Aqni Samaja.” Kekeh Cakiya. “Sepertinya kau bukan pertama kali yang memintaku untuk diperlakukan sederajat.” Cakiya tersenyum sambil membelai-belai belalai Aqni Samaja.

“Apakah yang memintamu untuk diperlakukan sederajat adalah pemilik sah dari keris Rudra Arutala?”

“Benar, dia adalah Baruna Witaka. Ahli bela diri dari perguruan Harimau Bulan yang dituduh membunuh Gurunya sendiri dan menjadi seorang buronan kerjaan”

Aqni Samaja mengangguk pelan lalu menatap sedih. “Nasibnya sungguh malang, meski ia adalah pemilik Keris Rudra Arutala yang sah serta pendekar bijaksana. Baruna adalah seorang pendekar bijaksana yang sangat memahami kaum seperti kami. Rata-rata para pemilik pusaka menganggap kami semua hanya sekedar dari alat

penghancur untuk mencapai kekuasaan dan kejayaan. Meski pun demikian, ada juga senjata pusaka buas yang hanya memiliki tujuan menghancurkan atau mencabut nyawa makhluk hidup lainnya.”

“Sebelum mencabutmu di alun-alun Kota Lamunarta, aku berkelahi dengan Baruna dan kemudian menemukan tombak berwarna merah darah. Aku merasakan hawa buas mengerikan yang menyeruak dari senjata itu dan juga samar-samar aku melihat bayangan harimau berwarna merah darah. Apakah itu salah satu jenis pusaka buas yang hanya memiliki tujuan menghancurkan?”

“Apakah senjata pusaka itu berwujud tombak berwarna merah darah?”

Cakiya mengangguk. “Tombak itu berwarna merah darah, sepertinya milik seorang pendekar bernama Ranggaseta.”

“Rupanya Tombak Kyai Pralananta.” Komentar Aqni Samaja dengan nada suara sedih bercampur dengan marah. “Apakah dirimu pernah dibawa pada sebuah ruangan berupa kolam darah tanpa ujung?” Kali ini suara Aqni Samaja terlihat khwatir bercampur takut.

“Tidak, aku hanya melihat kelebat harimau merah darah yang berjalan di samping tubuhku, lalu berjalan berputar hingga belakang punggungku. Memang aku tidak jelas melihat wujudnya, namun saat merasakan kehadiran harimau berwarna merah darah itu, tubuhku merinding serta ada rasa ketakutan tidak wajar yang muncul dari dalam pikiranku.”

“Syukurlah.” Suara Aqni Samaja terdengar penuh kelegaan.

“Apakah yang terjadi ketika aku memegang tombak tombak merah darah itu, aku berada pada sebuah ruangan berupa kolam darah?” Tanya Cakiya.

“Kyai Pralananta tidak hanya merupakan jenis senjata yang buas, tetapi sudah menjadi senjata pusaka terkutuk.” Jawab Aqni Samaja. “Saat pertama kali menggenggam senjata itu, Ia akan menarik jiwamu secara paksa menuju alam miliknya berupa sebuah kolam darah. Kemudian, Kyai Pralananta akan mengikat paksa jiwamu di dalam senjata itu. Kau akan diperbudak oleh senjata itu untuk terus melakukan keinginannya, dalam kasus ini Kyai Pralananta memiliki hasrat untuk menghancurkan apa pun tanpa batas.”

“Aku baru pertama kali mendengar hal tentang senjata terkutuk itu.” Komentar Cakiya.

“Memang, hanya segelintir orang yang mengetahui mengenai pengertian  senjata pusaka terkutuk. Banyak orang salah mengira jika senjata terkutuk tidak ubahnya seperti senjata pusaka pada umumnya. Istilah ‘senjata terkutuk’ sebenarnya diberikan oleh kaum kami yang tidak setuju dengan cara-cara beberapa pusaka yang gemar memperbudak jiwa makhluk lain.”

“Jika Kyai Pralananta merupakan senjata terkutuk yang gemar memperbudak jiwa, bagaimana cara senjata itu memperbudak jiwa manusia?”

.

Aqni Samaja menatap wajah Cakiya dengan lembut, namun juga memiliki ketegasan seperti seorang ibu menasehati anaknya atau seorang kakak perempuan yang menasehati adik laki-lakinya. “Ketahuilah wahai pendekar muda, Kyai Pralananta akan terus menerus mempengaruhimu hingga jiwamu kemudian diperbudak olehnya hingga mati atau melepaskan kutukan itu. Setelah kau mati, maka jiwamu akan menjadi mangsa Kyai Pralananta. Sedangkan Kyai Pralananta setelah memangsa jiwa yang diperbudaknya, akan terus tumbuh, semakin kuat dan memiliki wujud baru seiring dengan dirinya yang selalu memakan jiwa-jiwa diperbudak olehnya.“

Mendengar penjelasan dari Aqni Samaja jika Cakiya tidak diincar oleh kutukan dari senjata Kyai Pralananta, muncul kelegaan sekaligus rasa takut yang muncul dari dalam benaknya. Cakiya tidak berani membayangkan jika seandainya Kyai Pralananta tertarik pada jiwa Cakiya saat menggenggam tombak pusaka terkutuk itu, lalu menyeretnya ke kolam darah, dan kemudian mengikat paksa jiwanya agar terus menjadi pelayan hawa nafsu kehancuran tanpa batas dari senjata pusaka terkutuk tersebut. Cakiya sendiri juga memikirkan bagaimana nasib dari orang-orang yang sudah terlanjur terikat dengan kutukan Kyai Pralananta yang sudah terlanjur membelenggu jiwa mereka.

“Kemudian, bagaimana cara kita melepaskan diri dari kutukan Kyai Pralananta itu?”

“Jika seseorang terkena kutukan dari pusaka terkutuk, terdapat banyak cara serta metode yang digunakan untuk membebaskannya dari kutukan, tergantung dari jenis pusaka serta tingkat kedahsyatan kekuatan senjata pusaka terkutuk itu. Bila hanya pusaka terkutuk biasa, hanya membutuhkan beberapa ritual sederhana untuk membebaskan kutukan yang membelengg.  Akan tetapi, jika senjata pusaka tingkat tinggi seperti Kyai Pralananta, butuh berbagai cara rumit serta keinginan kuat dari orang yang terikat jiwanya untuk lepas dari kutukan Kyai Pralananta.” Jawab Aqni Samaja.

“Apakah sudah pernah ada seseorang yang berhasil melepaskan diri dari kutukan tombak Kyai Pralananta itu?” Tanya Cakiya.

1
anggita
tetep top👍
Feri Ferdiansyah
cerita yang sangat menarik.. kata katanya sangat detail sekali.. perumpamaan yg halus, logis dan diluar nalar.. harusnya cerita nusantara seperti ini yg dibutuhkan bagi penikmat cerita seni beladiri..
Nedi Junaidi
Luar biasa
asta guna
tak simak e sek
asta guna
tak kiro wes end....
oke thor tlg masukan dr para reader yg. sekiranya itu membangun tlg di aplikasikan.
kita sangat menghargai perih payah author dlm membangun cerita dan klopun ada kata2 yg kasar dari kami ya itu semata2 Krn kami ingin sajian yg memanjakan imaginasi.
Ardi Yansyah
gak disangka ada notip update ceritanya
Eclairs5888: Maaf Yaa...dari Agustus-Desember 2023 Saya ada Diklat Latsar & Aktualisasi. Januari-26 Februari, Saya urus administrasi dll sampai pengambilan sumpah hhu.
total 1 replies
asta guna
bangke, gue kira tambah lagi yg tumbang ternyata 2 paragraf cuma untuk menjelaskan yg sudah tumbang. keterlaluan lu. gue di novel2 lain yg bergenre pendekar biasanya sangat royal. sebut saja sang musafir, 13 pembunuh. tp maaf gak di novelmu. merinci hal2 yg gak penting itu MENYEBALKAN
asta guna: anda hebat JD bagian dari pejuang kemanusiaan. sedikit masukan yg agak frontal semoga gak mengendorkan semangatmu thor
total 2 replies
asta guna
bertele2... 3 chapter perterungan seimbang.. kelihatan banget author ngulur2 cerita dan narasi
asta guna
hal2 receh kek gini gak perlu di deskripsikan dengan detail. gak menarik tau
asta guna
novel ini keren. sayangnya kau telat bacanya.
asta guna
namanya keren
asta guna
mantab
Priskila Prima Hevina
coyoteeeee
Priskila Prima Hevina
woww plot twist Recamadya Anala
Ardi Yansyah
tetap akan di update ceritanya oleh author tapi para pembaca setia harus extra sabar dan slow
kalau cepat hasil ceritanya tidak akan bagus, seru dan menarik jadi pembaca harus sabar ya
Eclairs5888: Mohon maaf updatenya lama, Saya masih latsar utk PNS ini, sampai tanggal 11 November 2023.
total 1 replies
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞
kek nggak percaya lihat notif novel ini up 😅😅😅
Priskila Prima Hevina
Baruna dan Recamadya Anala
Priskila Prima Hevina
Busur Cincin Ungu
Kang_Wah_Yoe
,siiip thor
anggita
top✊☝👏👌👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!