Seorang Raja Vampir yang kehilangan ratunya di medan perang, lalu menunggu 1000 tahun untuk menemukan reinkarnasi istrinya di dunia manusia. Namun ketika ia menemukannya kembali, sang ratu tidak lagi mengingat masa lalu mereka, sementara ancaman perang antara bangsa vampir dan manusia serigala kembali muncul.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naomihanaaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9 Pendatang dari Bayangan
Pagi datang perlahan di desa kecil yang berdiri di dekat hutan tua.
Kabut tipis masih menggantung di antara pepohonan ketika cahaya matahari mulai menembus langit timur. Udara pagi terasa sejuk, membawa aroma tanah basah dan dedaunan dari hutan yang membentang tidak jauh dari desa.
Rumah-rumah kayu sederhana berdiri rapi di sepanjang jalan tanah. Beberapa asap tipis sudah keluar dari cerobong dapur, tanda para penduduk mulai menjalani kehidupan mereka seperti biasa.
Para pria berjalan menuju ladang dengan membawa alat pertanian.
Wanita-wanita menyiapkan sayuran yang akan dijual di pasar kecil desa.
Anak-anak berlarian di jalan sambil tertawa riang.
Bagi mereka, pagi itu hanyalah hari yang biasa.
Namun tidak bagi seseorang yang berdiri di antara bayangan pepohonan di ujung desa.
Seorang pria tinggi berdiri diam di balik batang pohon besar.
Jubah hitamnya bergerak perlahan tertiup angin pagi.
Tatapan matanya yang tajam memperhatikan desa itu dengan sangat tenang.
Pria itu adalah Edward.
Raja Vampir yang telah bangkit dari tidurnya setelah seribu tahun.
Namun saat ini tidak ada mahkota di kepalanya tidak ada singgasana, tidak ada para pengawal vampir yang berdiri di sekelilingnya. Ia berdiri seperti bayangan yang mengawasi dunia manusia tatapan matanya tertuju pada satu rumah di tengah desa.
Sebuah rumah kayu sederhana dengan halaman kecil di situlah Alana tinggal bersama bibinya.
Edward telah berada di sekitar desa sejak malam sebelumnya Ia mengawasi kehidupan manusia yang kini dijalani oleh ratunya yang telah bereinkarnasi.
Ia melihat bagaimana Alana membantu bibinya menjemur pakaian Ia melihat bagaimana gadis itu menyapa penduduk desa dengan senyum ramah.
Ia melihat bagaimana Alana tertawa ketika berbicara dengan anak-anak kecil di jalan desa Hal-hal kecil yang mungkin terlihat biasa bagi manusia lain Namun bagi Edward setiap momen terasa sangat berharga.
Seribu tahun ia menunggu Seribu tahun ia hidup dalam kesunyian setelah kehilangan Elena.
Namun kini…jiwa itu telah kembali terlahir kembali sebagai seorang gadis manusia bernama Alana, Edward menutup matanya perlahan.
Seolah mencoba menenangkan perasaan yang bergejolak di dalam hatinya.
“Aku akhirnya menemukanmu…” gumamnya pelan.
Ketika ia membuka matanya kembali, tatapannya melembut Namun ia juga tahu satu hal penting Ia tidak bisa langsung membawa Alana kembali ke istana vampir.
Ratunya kini adalah manusia biasa Ia tidak memiliki ingatan tentang masa lalunya Jika, Edward memaksanya sekarang, ia hanya akan menakuti gadis itu.
Karena itulah Edward memutuskan sesuatu.
Ia akan tinggal di desa itu mengawasi Alana dari dekat melindunginya tanpa diketahui siapa pun.
Tidak lama kemudian seorang pria asing terlihat berjalan memasuki desa Ia mengenakan pakaian perjalanan sederhana seperti seorang pengelana.
Tidak ada aura mengerikan yang terlihat dari dirinya Aura vampir yang kuat di dalam tubuh Edward telah ia sembunyikan sepenuhnya.
Bahkan pemburu vampir paling berpengalaman pun tidak akan mampu merasakan keberadaannya sekarang.
Beberapa penduduk desa memperhatikan pria itu dengan rasa penasaran.
Desa mereka jarang didatangi orang luar.
Seorang wanita tua yang sedang menyapu halaman rumahnya berhenti bekerja ketika melihat Edward.
“Sepertinya kau bukan dari desa ini,” katanya.
Edward berhenti berjalan dan menatap wanita itu dengan sopan.
“Aku hanya seorang pengelana,” jawabnya tenang.
“Aku mencari tempat untuk tinggal sementara.”
Tidak lama kemudian seorang pria paruh baya datang mendekat.
Dialah pemimpin desa Sekaligus paman Alana.
“Ada apa?” tanya pria itu.
“Ada pendatang baru,” jawab wanita tua tersebut.
Pemimpin desa memperhatikan Edward beberapa saat.
Tatapannya tajam, namun tidak menunjukkan kecurigaan yang berlebihan.
“Aku kepala desa di sini,” katanya.
Edward sedikit menundukkan kepala sebagai tanda hormat.
“Aku hanya ingin tinggal sementara jika diizinkan.”
Pria itu berpikir sejenak sebelum menjawab.
“Desa kami jarang menerima orang luar.”
Namun akhirnya ia berkata lagi,
“Tapi ada rumah kosong di ujung desa.”
“Jika kau mau, kau bisa tinggal di sana.”
Edward mengangguk pelan.
“Itu sudah lebih dari cukup.”
Namun saat percakapan mereka berlangsung
seseorang berjalan melewati jalan desa.
Seorang gadis membawa keranjang kecil berisi sayuran.
Rambut hitam panjangnya bergerak lembut tertiup angin pagi.
Edward langsung mengenalinya.
Alana.
Langkah Edward sedikit terhenti untuk pertama kalinya dalam seribu tahun…ia berdiri begitu dekat dengan reinkarnasi ratunya. Alana juga memperhatikan pria asing itu.
Tatapan mereka bertemu sesaat Ada sesuatu yang aneh yang dirasakan Alana Ia tidak mengenal pria itu Namun, entah kenapa kehadirannya terasa sangat familiar.
Seolah-olah ia pernah bertemu pria itu sebelumnya Namun perasaan itu terlalu samar untuk dijelaskan.
Akhirnya Alana hanya mengalihkan pandangannya dan berjalan menuju rumahnya.
Edward memperhatikannya dalam diam tatapan matanya melembut.
“Bahkan cara berjalan mu masih sama…”
gumamnya pelan hari-hari berikutnya Edward mulai tinggal di desa itu.
Penduduk desa mengenalnya sebagai pendatang baru Seorang pengelana yang mencari tempat tinggal sementara Ia jarang berbicara Namun, ia selalu membantu penduduk desa ketika mereka membutuhkan bantuan.
Kadang ia memperbaiki pagar rumah yang rusak Kadang ia membantu membawa kayu bakar dari pinggir hutan.
Penduduk desa mulai terbiasa dengan kehadirannya.
Namun setiap malam…ketika desa telah tertidur Edward bergerak dalam bayangan. Ia berdiri di atap rumah.Kadang ia berdiri di pohon besar di ujung desa.
Matanya selalu mengawasi satu tempat Rumah Alana Ia memastikan tidak ada bahaya yang mendekati gadis itu.
Sementara itu jauh di dalam hutan beberapa sosok berdiri di antara bayangan pepohonan.
Mata mereka berwarna kuning tajam.
Bangsa serigala.
Mereka mengamati desa dari kejauhan Namun tidak ada satu pun dari mereka yang berani mendekat.
Karena mereka juga merasakan sesuatu yang sangat mengerikan.
Aura Raja Vampir.
Di tengah kelompok itu berdiri seorang pria tinggi tatapannya tajam mengarah ke desa.
Raja Serigala.
Ia tersenyum tipis.
“Jadi itu tempatnya…”
gumamnya.
Ia telah menerima laporan dari prajuritnya tentang seorang gadis manusia di desa itu.
Seorang gadis yang memiliki aroma yang sangat aneh.
Aroma yang hampir sama dengan Ratu Vampir yang telah mati seribu tahun lalu.
Namun yang lebih menarik…
Raja Vampir sendiri berada di desa itu.
Menjaga gadis itu dari kejauhan.
Raja Serigala tertawa pelan.
“Menarik sekali…”
Tatapannya berubah dingin.
“Jika gadis itu benar-benar reinkarnasi Ratu Vampir…”
ia menyeringai.
“maka dia adalah kelemahan terbesar Raja Vampir.”
Namun untuk saat ini ia tidak memerintahkan serangan.
Belum ia hanya ingin mengamati Menunggu waktu yang tepat.
Sementara itu di desa Alana berjalan pulang setelah membantu bibinya di rumah tetangga.
Langit sore mulai berubah jingga Angin lembut berhembus melewati jalan desa.
Saat ia berjalan melewati halaman rumah Alana tiba-tiba berhenti Ia menoleh ke belakang.
Perasaan aneh itu muncul lagi Seolah-olah seseorang sedang memperhatikannya.
Namun ketika ia melihat sekeliling tidak ada siapa pun Di atas atap rumah yang gelap Edward berdiri dalam bayangan.
Matanya memperhatikan Alana dengan tenang Alana tidak bisa melihatnya.
Namun ia masih bisa merasakan kehadirannya Edward tersenyum tipis.
“Instingmu masih sama seperti dulu…”gumamnya.
Ia tahu satu hal dengan pasti Perjalanan mereka baru saja dimulai Dan cepat atau lambat…
dunia manusia akan berubah menjadi medan perang baru Karena kali ini…Raja Vampir tidak akan kehilangan ratunya lagi.