NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Sang Bintang

Istri Rahasia Sang Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Cinta Seiring Waktu / Pernikahan rahasia / Dokter
Popularitas:20.7k
Nilai: 5
Nama Author: SunRise510k

Dunia mengenalnya sebagai bintang paling bersinar. Namun, hanya dia yang tahu betapa redupnya pria itu di balik layar.
Elvano Alvendra punya segalanya: kekuasaan, ketenaran, dan wajah yang dipuja jutaan orang. Tapi bagi Selena Nayumi, Elvano hanyalah pasien keras kepala yang lupa cara mengurus diri sendiri.
Sebuah perjodohan kolot dari sang nenek memaksa mereka terikat dalam janji suci yang tersembunyi. Bagi Elvano, Selena adalah "obat" yang tidak pernah ia duga akan ia butuhkan. Bagi Selena, Elvano adalah teka-teki misterius yang perlahan mulai ia cintai.
Di antara jadwal konser yang padat, kilatan kamera media, dan kontrak kerja jutaan dolar, ada satu rahasia besar yang mereka simpan rapat di balik pintu rumah: Status mereka.
Dapatkah cinta tumbuh di tengah kepura-puraan? Dan sanggupkah Selena bertahan menjadi rahasia terbesar sang bintang saat dunia menuntut Elvano untuk tetap "milik publik"?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SunRise510k, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Lampu taman menyala temaram, memantulkan bayangan daun yang bergerak pelan tertiup angin. Dari dalam kamar, suasana terasa jauh lebih tenang dibandingkan siang yang sempat menegang.

Elvano duduk di sofa panjang dekat jendela, satu kaki disilangkan, tubuhnya sedikit bersandar. Di tangannya, naskah film terbuka—beberapa halaman sudah diberi tanda kecil.

Wajahnya serius seperti saat ia masuk ke karakter sebelum benar-benar memainkan peran itu.

Pintu kamar mandi terbuka, Selena keluar sambil mengeringkan ujung rambutnya dengan handuk kecil. Piyama lembut berwarna pastel membuat penampilannya terlihat jauh lebih santai.

Ia berjalan pelan mendekat, lalu duduk di samping Elvano tanpa banyak suara.

“El, lagi apa?” tanyanya ringan.

Elvano tidak langsung menjawab. Ia menyelesaikan satu paragraf, lalu menutup sebagian naskahnya dengan jari.

“Baca naskah,” jawabnya singkat.

Selena melirik. “Naskah baru?” tanyanya.

Elvano mengangguk kecil. “Iya. Aku ambil satu proyek,” katanya.

Selena langsung tertarik. “Pemeran utama?” tanyanya.

Elvano menggeleng. “Bukan.”

Selena mengangkat alis. “Second lead?” tebaknya.

“Iya, sayang.”

Selena memiringkan kepala, menatapnya. “Kenapa?” tanyanya. “Biasanya kamu selalu lead.”

Elvano menutup naskahnya sepenuhnya sekarang. Ia menatap Selena sebentar, lalu berkata tenang—“Karena yang ini… lebih menarik.”

Selena tersenyum kecil. “Lebih menarik dari jadi tokoh utama?” godanya.

Elvano mengangguk. “Tokoh utamanya… terlalu lurus,” jelasnya. “Second lead-nya lebih kompleks. Banyak sisi yang bisa dieksplor.”

Selena menyandarkan punggungnya ke sofa.

“Anti-hero lagi?” tanyanya.

“Hampir,” jawab Elvano.

Selena mengangguk-angguk. “Pantas,” gumamnya. “Kamu emang cocoknya yang kayak gitu.”

Elvano menoleh. “Cocok?” ulangnya.

Selena menatapnya sambil tersenyum tipis.

“Iya,” katanya. “Karena kamu juga… nggak sesederhana kelihatannya.”

Elvano tidak membalas langsung. Ia hanya menatap Selena beberapa detik lebih lama dari biasanya.

“Kamu mau baca naskahnya?” katanya singkat sambil menyerahkan naskah.

Selena menerimanya. “Oke, dokter akan coba analisis,” ucapnya santai.

Ia membuka halaman pertama, awalnya ekspresinya masih ringan. Namun semakin lama—wajahnya berubah lebih serius. Ia membaca perlahan, benar-benar menyerap setiap dialog.

“Sayang…” panggilnya.

“Iya?” jawab Elvano.

“Ini karakternya… dingin, tapi sebenarnya dia yang paling banyak berkorban?” tanya Selena.

Elvano mengangguk. “Bena.”

Selena membalik halaman. “Dia nggak pernah dapat ending yang bahagia?” lanjutnya.

Elvano tidak langsung menjawab.

Selena menoleh. “El?”

Elvano bersandar sedikit lebih dalam. “Belum tentu,” katanya.

Selena mengerucutkan bibir. “Jawaban aktor banget,” gumamnya.

Elvano tersenyum tipis.

Selena kembali membaca. Sesekali ia berhenti, bertanya detail kecil—motivasi karakter, latar belakang, hubungan antar tokoh.

Elvano menjawab semuanya seperti ia benar-benar… sudah hidup sebagai karakter itu.

Tanpa sadar, Selena sedikit bergeser mendekat. Sementara Elvano—perlahan menyandarkan kepalanya di pundak Selena.

Selena sempat berhenti membaca, melirik ke arah Elvano.

“El…” bisiknya.

“Iya?” jawab Elvano santai, tetap di posisi itu.

“Kamu ini lagi serius atau manja?” tanya Selena.

Elvano menutup mata sejenak. “Keduanya,” jawabnya.

Selena tertawa pelan, ia tidak menolak. Tangannya tetap memegang naskah, tapi bahunya… tidak menjauh. Mereka seperti menemukan posisi nyaman yang tidak perlu dijelaskan.

“El,” ucap Selena lagi.

“Hm?”

“Karakter ini… kesepian ya,” katanya pelan.

Elvano membuka mata, menatap lurus ke depan.

“Iya.”

Selena menutup naskahnya perlahan. “Kenapa kamu pilih yang kayak gini terus?” tanyanya.

Nada suaranya tidak menghakimi, tapi penasaran.

Elvano tidak langsung menjawab, ia mengangkat kepalanya dari pundak Selena.

“Karena… aku ngerti dia,” katanya singkat.

Selena terdiam. Jawaban itu terlalu jujur dan justru karena itu—tidak terasa berat.

Selena menatapnya beberapa detik, lalu tersenyum kecil.

“Berarti kamu bakal bagus lagi di film ini,” ucapnya.

Elvano mengangkat alis. “Lagi?” tanyanya.

Selena mengangguk. “Iya. Kamu selalu bagus,” katanya santai.

Elvano menatapnya, tidak ada senyum lebar hanya… sesuatu yang lebih halus.

“Terima kasih sayang,” ucapnya pelan.

Selena mengangguk. “Besok kamu meeting?” tanyanya.

“Iya,” jawab Elvano. “Sama semua cast.”

Selena mengembalikan naskah ke tangannya.

“Seru sih,” katanya. “Aku jadi pengen lihat prosesnya.”

Elvano melirik. “Mau ikut?” tanyanya tiba-tiba.

Selena langsung menoleh. “Hah?”

Elvano tetap tenang. “Kalau kamu mau,” katanya.

Selena mengerjapkan mata. “Boleh?” tanyanya.

Elvano mengangguk. “Boleh.”

Selena tersenyum. “Maunya begitu, tapi aku tidak mau membuat semuanya menjadi heboh,” katanya.

“Kalau heboh, kita buat lebih heboh lagi.”

Selena menggelengkan kepala pelan, sementara Elvano mencuri ciuman di bibir Selena.

“Sugar…”

“Kenapa? hmm.”

“Tadi ada Max ya?”

Selena menoleh, mengernyitkan dahi. “Dia masuk agensimu?”

“Iya, sudah lama sejak dia debut.”

Selena diam, tidak tau apa yang dipikirkannya.

Elvano menatap wajah istrinya, seolah mencari sesuatu di wajah istrinya seperti mencari jawaban dari sikap diam Selena.

“Kamu kepikiran?”

Selena menggelengkan kepala, “Tidak, untuk apa kepikiran?”

“Hmm…mungkin masa lalu.”

Selena tersenyum, “Aku dan Max itu sudah selesai bertahun-tahun lamanya sejak aku masuk kuliah, kami sudah memilih jalan masing-masing untuk apa dipikirkan.”

“Mungkin saja ada sesuatu yang masih tertinggal.” Elvano mulai menduga.

Selena mengecup bibir suaminya cepat. “Kalau ada sesuatu yang tertinggal mungkin aku tidak menikah sama kamu, mungkin aku masih sibuk mengejar Max untuk meminta penjelasan.”

Elvano memeluk bahu Selena, kembali menyandarkan kepala di pundak Selena. Selena mengelus kepala Elvano sambil tersenyum dengan sikap manja suaminya.

**

Jakarta masih terlelap dalam sisa kabut tipis saat Selena sudah lebih dulu memanaskan mesin mobilnya di garasi. Setelah ritual pamit singkat yang selalu terasa kurang—mengingat masing-masing memiliki jadwal yang saling berkejaran—Selena melajukan kendaraannya menuju Rumah Sakit Internasional Medika.

Di sisi lain, Elvano juga telah bersiap dengan setelan semi-formalnya, bergerak menuju lokasi pertemuan untuk mendiskusikan detail naskah bersama para cast film barunya.

Seharian itu, komunikasi mereka hanya terjalin melalui barisan teks singkat. Satu pesan dari Elvano yang mengabarkan rapat produksi yang alot, dibalas Selena dengan foto salad buah yang baru saja ia siapkan untuk pasien obesitasnya. Kehidupan sebagai istri rahasia seorang superstar memang mengharuskan Selena memiliki stok kesabaran yang jauh lebih besar daripada stok bahan makanan di dapurnya.

Selena baru saja menyelesaikan tugasnya di dapur gizi rumah sakit, memastikan takaran kalori untuk pasien diabetes sudah sesuai standar, ketika pintu ruangan terbuka dengan kasar. Dira muncul dengan napas yang memburu dan wajah yang pucat pasi.

“Dokter Selena! Tolong lihat ini sebentar!” bisik Dira sambil menyodorkan ponselnya dengan tangan yang sedikit gemetar.

Selena mengernyitkan dahi, namun ia tetap meraih ponsel asistennya. Di layar itu, sebuah akun infotainment besar membuat berita dengan judul yang memancing emosi: Terbongkar! Elvano Alvendra Tertangkap Kamera Bersama Sosok Wanita Misterius.

Ada beberapa slide foto yang diunggah. Foto pertama menunjukkan Elvano yang sedang turun dari mobil sedan mewahnya, dan di sampingnya, seorang wanita cantik dengan rambut panjang yang terurai tampak tersenyum lebar.

Foto berikutnya memperlihatkan mereka masuk ke dalam sebuah kafe eksklusif di kawasan Jakarta Selatan dengan gestur yang terlihat sangat akrab. Wanita itu tidak lain adalah lawan main Elvano dalam film terbarunya, seorang aktris yang memang sedang naik daun karena kecantikannya yang memukau.

Dada Selena terasa sesak seketika. Ada rasa panas yang merambat dari ulu hati hingga ke matanya. Rasa cemburu itu meledak tanpa permisi, menghantam pertahanannya yang selama ini ia bangun dengan kata-kata sabar. Ia menatap foto Elvano yang tampak memberikan ruang jalan bagi wanita itu dengan sopan—sebuah kebiasaan yang biasanya hanya dilakukan Elvano padanya saat mereka sedang berdua.

“Dokter tidak apa-apa? Wajah Dokter pucat sekali,” tanya Dira dengan nada khawatir yang tulus.

Selena mencoba mengatur napasnya, mengembalikan ponsel itu ke tangan Dira sambil memaksakan sebuah senyum tipis yang terasa getir.

“Aku tidak apa-apa, Dira. Itu pasti hanya urusan pekerjaan. Mereka kan memang sedang terlibat dalam proyek film yang sama,” sahut Selena, meski suaranya sedikit bergetar.

“Tapi Dok, netizen sudah mulai ramai. Mereka bilang aura mereka sangat cocok dan banyak yang mendoakan agar mereka benar-benar menjalin hubungan di dunia nyata. Aku yang melihatnya saja sakit hati, apalagi...” Dira menghentikan kalimatnya tepat waktu, menyadari bahwa ia hampir saja keceplosan mengenai status rahasia Selena.

Selena membalikkan badannya, berpura-pura merapikan kembali catatan medis di meja agar Dira tidak melihat matanya yang mulai berkaca-kaca. Ia sadar sepenuhnya bahwa di depan publik, dirinya tidak memiliki hak sedikit pun untuk memprotes kemesraan Elvano dengan wanita manapun. Ia adalah istri sah di balik pintu rumah mereka, namun hanya menjadi orang asing di hadapan kamera dunia.

“Sudahlah, kita punya banyak pasien yang harus diurus. Urusan gosip biar menjadi urusan mereka saja,” pungkas Selena dengan nada yang dibuat sedatar mungkin, meskipun hatinya sedang hancur berkeping-keping.

***

1
irma hidayat
kepo menyiksamu max, lepas ihklas selena bahagianya bukan kamu
Li On
aq tunggu kak
Alana kalista
lanjutkan 🥰
Sri Murtini
Real Selena milik El jika kau cerdas Max ,jgn bloon
irma hidayat
jangan ngotot max, lakukan demi kebaikan selena juga
irma hidayat
dan yg jelas kamu mengusik milik orang lain max, siap hancur
Ambar
suka banget novel genre slow romance yang ga lebay begini
Sri Murtini
gaya cool meluncur tanpa naskah ,mmpukah selena menghindar/Heart//Heart/
Sri Murtini
Max buka mata dan telinga siapa dokter Selena sekarang. jgn sampai kariermu ambyar klu singa mengamuk 🫢🫢🫢
Li On
nunggu up lama banget kak🥺
Sri Murtini
Hati hati Max klu nggk mau hancur kariermu di zenitra dan jagat raya algojo kariermu ada dibelakang sana
Lina RA
semangat thor
Sri Murtini
cie cie merah tu pipi sang super star dpt asupan dr istri/Drool/
Sri Murtini
kak lanjut ya😄😄
Sri Murtini
hati " Elvano turunkan egomu jgn sampai tindakanmu membunuh karakter istrimu, biarkan dia bersinar di profesinya bgmnapun istrimu nggk akan menyaingimu dokter punya batasan mengendalikan diri krn sangat mencintaimu/Heart//Heart//Heart/
Sri Murtini: ingat dr selena istri pilihan oma
total 1 replies
Sri Murtini
semangat yg hangat
Sri Murtini
senangnys elvano ditungguin sang istri
Blu Lovfres
😘😘😘😘😘
Blu Lovfres
seruu jg si permainan sts private 😂😂😂😂
Blu Lovfres
y resiko, sts yg tersembunyi 😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!