NovelToon NovelToon
AKU SEHARUSNYA MATI DI BAB INI

AKU SEHARUSNYA MATI DI BAB INI

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Isekai / Menjadi NPC / Masuk ke dalam novel / Kaya Raya
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: frj_nyt

ongoing

Tian Wei Li mahasiswi miskin yang terobsesi pada satu hal sederhana: uang dan kebebasan. Hidupnya di dunia nyata cukup keras, penuh kerja paruh waktu dan malam tanpa tidur hingga sebuah kecelakaan membangunkannya di tempat yang mustahil. Ia terbangun sebagai wanita jahat dalam sebuah novel.

Seorang tokoh yang ditakdirkan mati mengenaskan di tangan Kun A Tai, CEO dingin yang menguasai dunia gelap dan dikenal sebagai tiran kejam yang jatuh cinta pada pemeran utama wanita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon frj_nyt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#31

Malam turun tanpa aba-aba. Tidak ada hujan, tidak ada petir, tidak ada tanda dramatis dari langit. Hanya gelap yang merambat pelan, menelan kota satu sudut demi satu sudut, seperti sesuatu yang sudah lama menunggu waktunya. Wei Li berdiri di depan jendela apartemennya, tangan kiri melipat lengan kanan, jari-jarinya menekan kulit sendiri tanpa sadar. Lampu-lampu kota berkelip di bawah, tampak hidup, tapi terasa jauh. Terlalu jauh untuk dijangkau, terlalu dekat untuk diabaikan.

Ia baru kembali setengah jam lalu. Dan sejak itu, ia belum bergerak dari tempatnya berdiri. Kepalanya penuh, tapi bukan oleh suara. Justru sebaliknya sunyi yang terlalu padat. Setiap kata Shen Yu An, setiap jeda dalam percakapan, setiap senyum tipis yang terasa palsu, berputar ulang seperti rekaman yang tidak bisa dimatikan.

'Dia nggak datang buat damai' pikir Wei Li. 'Dia datang buat ngukur lagi'. Wei Li menghela napas, panjang dan berat. Ia menurunkan tangan, lalu mengusap wajahnya pelan, seolah mencoba menghapus sesuatu yang menempel. Rambutnya jatuh ke depan, dan ia menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal kebiasaan lama saat pikirannya terlalu penuh.

Pintu terbuka tanpa suara. Wei Li tidak menoleh. Ia tahu siapa yang masuk. “Kau tidak makan,” kata Kun A Tai dari belakang. Suaranya rendah, datar, tapi ada sesuatu di sana bukan kekhawatiran yang meledak, melainkan perhatian yang ditahan. Wei Li mengangkat bahu. “Nanti.” Kun A Tai berhenti beberapa langkah di belakangnya. Ia tidak mendekat. Tidak menyentuh. Hanya berdiri, memberi ruang yang cukup besar untuk tidak terasa mengancam. “Kau menolak tawarannya,” lanjut Kun A Tai. Wei Li tertawa kecil, pahit. “Berita cepet banget.”

“Orang-orangku mendengar,” jawabnya. “Dan Shen Yu An tidak berusaha menutupinya.” Wei Li memutar tubuh perlahan. Ia menyandarkan punggung ke jendela, menyilangkan kaki di pergelangan, sikap yang terlihat santai tapi bahunya tegang. “Dia ingin aku keluar dari permainan,” kata Wei Li. “Dengan caranya.” Kun A Tai menatapnya, mata gelapnya tidak berkedip. “Dan kau memilih bertahan.” Wei Li mengangguk. “Iya.”

Keheningan jatuh lagi, kali ini lebih berat. Kun A Tai berjalan mendekat, langkahnya tenang, nyaris tanpa suara. Ia berhenti cukup dekat untuk membuat Wei Li menyadari kehadirannya, tapi masih menjaga jarak yang sopan. “Kau sadar kan,” kata Kun A Tai pelan, “bahwa setelah hari ini, dia tidak akan berhenti di permainan halus.”

Wei Li menelan ludah. Tenggorokannya terasa kering. “aku tau itu,” jawabnya. “Makanya aku nolak sekarang, bukan nanti.” Kun A Tai menatap wajahnya lebih lama dari sebelumnya. Seolah mencoba membaca sesuatu di balik ekspresi tenang yang Wei Li pakai seperti topeng. “Kenapa?” tanyanya akhirnya.

Wei Li terdiam. Ia menunduk sebentar, matanya mengikuti garis lantai. Tangannya mengepal, lalu mengendur lagi. Saat ia mengangkat wajah, ada kelelahan di sana bukan lemah, tapi jujur. “Karena kalo aku terima,” katanya pelan, “akj bakal hidup… tapi bukan sebagai aku.”

Kun A Tai tidak langsung menjawab. “Kau bisa hidup,” katanya kemudian. “Tanpa ancaman. Tanpa darah.” Wei Li tertawa pelan. “Dan tiap bangun pagi, aku bakal mikir siapa yang aku korbankan buat dapet itu.” Ia mengusap lengannya sendiri, gerakan kecil yang nyaris tidak disadari. “aku udah hidup miskin, aku tau rasanya nggak punya apa-apa. Tapi aku juga tau rasanya… kehilangan kendali atas diri sendiri.”

Kun A Tai menatapnya. Tatapan itu tidak dingin sekarang. Tidak sepenuhnya hangat, tapi terbuka. “Kau berbeda dari yang lain,” katanya. Wei Li menyeringai kecil. “Itu bukan pujian di dunia mu.”

Kun A Tai mengangguk pelan. “Tidak.” Ia melangkah sedikit lebih dekat. Wei Li bisa mencium samar aroma kayu dan logam aroma yang selalu melekat padanya, entah kenapa. “Setelah ini,” lanjut Kun A Tai, “aku tidak bisa lagi menjagamu dari jauh.” Wei Li mendongak. “Maksud mu?”

“Aku akan berada di depan,” jawabnya. “Bersamamu.” Jantung Wei Li berdetak lebih keras. Bukan karena takut melainkan karena kesadaran penuh atas makna kata-kata itu. “kau yakin?” tanyanya. “Ini bukan permainan.”

“Tidak pernah,” jawab Kun A Tai tanpa ragu. Keheningan lagi. Kali ini tidak canggung. Hanya penuh. Wei Li mengalihkan pandangan, menatap ke luar jendela lagi. “aku cuma ingin hidup normal,” katanya lirih. “Kadang pengin belanja tanpa mikirin siapa yang ngikutin. Minum kopi tanpa mikirin racun. Tidur tanpa mimpi buruk.” Kun A Tai berdiri di sampingnya, menatap kota yang sama. “Normal tidak tersedia untuk orang sepertiku.”

Wei Li menoleh. “kau kedengeran pasrah.” Kun A Tai menggeleng. “Aku realistis.” Wei Li tersenyum kecil. “aku juga.” Ponsel Kun A Tai bergetar. Ia melihat layar, alisnya sedikit berkerut.

“Mulai,” katanya singkat. Wei Li menegakkan tubuh. “Apa?”

“Orang-orang Shen Yu An bergerak,” jawab Kun A Tai. “Bukan ke sini. Ke asetmu.” Wei Li menarik napas tajam. “Yang mana?”

“Beberapa,” jawab Kun A Tai jujur. “Termasuk yang kau anggap aman.” Wei Li memejamkan mata sebentar. Saat membukanya, ada kilat marah di sana bukan panik, tapi fokus. “aku kira dia bakal lebih sabar,” katanya.

“Dia mengujimu,” jawab Kun A Tai. “Dan aku.” Wei Li mendorong diri dari jendela, berjalan ke tengah ruangan. Ia mengambil jaketnya, mengenakannya cepat, gerakannya tegas. “Oke,” katanya. “Kita main.”

Kun A Tai menatapnya. “Kau tidak harus—” Wei Li menoleh tajam. “aku harus.” ia mendekat, berdiri tepat di depannya. Tidak menantang, tapi sejajar. “Ini hidup ku,” lanjutnya. “Bukan plot novel. Bukan permainan kekuasaan mu. aku nggak minta diselamatin.”

Kun A Tai menatapnya dalam-dalam. Lalu, untuk pertama kalinya, ia tersenyum tipis bukan senyum dingin, melainkan sesuatu yang lebih… hidup. “Aku tahu,” katanya. “Itu sebabnya aku memilih berdiri di sampingmu.” Mereka bergerak cepat setelah itu.

Di dalam mobil, Wei Li duduk diam, menatap ke depan. Tangannya di pangkuan, jari-jarinya saling mengunci, lalu terlepas. Ia mengatur napas, satu tarikan dalam, satu hembusan pelan.

'kau masih hidup' katanya pada diri sendiri 'Dan aku memilih ini'. Lampu-lampu jalan melintas cepat, membentuk garis cahaya yang kabur. Kota terasa berbeda sekarang lebih tajam, lebih dekat. Wei Li menoleh ke Kun A Tai. “Setelah ini,” katanya, “nggak ada jalan mundur, ya?”

Kun A Tai mengangguk. “Tidak ada.” Wei Li tersenyum kecil. “Bagus.” Mobil melaju lebih cepat, menembus malam. Dan di dalam dada Wei Li, bukan ketakutan yang tumbuh melainkan tekad yang tenang dan berbahaya. Garis sudah terlewati. Dan ia tidak berniat menariknya kembali.

1
Midah Zaenudien
bgus sih cuma si wenli ini kurg bar2 terkesan ragu dn entahlah RS x stuk d tempat
Midah Zaenudien
boleh GK alur x GK muter2 dn peran sin Wen li ini lebih bar2 rasa x geram benar dlm mengmbil keputusan bnyk yg bikin kesal
BONBON
ceritanya sejauh ini bagus tetapi bahasanya belibet kek baca nopel terjemahan. rasa baca cerita AI juga😭, mungkin bisa diedit bahasanya...
Parno Pino
masih aman tapi...
Parno Pino
baru mulai baca
Parno Pino
seruu
Queen AL
nama sudah ke china-chinaan, eh malah keluar bahasa gue. tiba down baca novelnya
@fjr_nfs: maaf ya, terimakasih untuk masukannya
total 1 replies
@fjr_nfs
/Determined/
@fjr_nfs
/Kiss/
Milkysoft_AiQ Chhi
uhuyy Mangat slalu🤓💪
@fjr_nfs: /Determined/
total 1 replies
Jhulie
semangat kak
@fjr_nfs
jangan lupa tinggalkan like dan komennya yaa ☺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!