Kris selalu di bully disekolahnya karena tak hanya lemah dan anak panti tapi juga memiliki wajah dibawah rata-rata. Suatu hari ia mendapatkan sistem pilihan, dia harus memilih satu dari dua pilihan setiap harinya. Mampukah Kris menjadi orang kuat dan kaya raya seperti impiannya dengan adanya sistem ditubuhnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irfan Sajilie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33. Jalan lain
''bagaimana? ada apa?'' tanya Alan saat Kris sudah masuk kekelasnya lalu duduk ditempat duduknya.
''nanti gue ceritain saat di kantin'' jawab Kris hingga membuat Alan berdecak kesal sebab sedari tadi ia sudah sangat khawatir dan penasaran.
KRINGGGGGG
Baru saja bel istirahat berbunyi, Kris sudah dikerumuni para siswa yang ingin melanjutkan pertanyaan mereka sebelumnya. Rasa penasaran mereka bertambah saat pak Tono memanggil Kris menuju kantor para guru.
''sebaiknya nanti saja kita lanjutkan percakapan sebelumnya, kecuali traktiran yang dijanjikan sebelumnya dibatalkan'' ucap Kris hingga membuat semua siswa tersadar.
''tidak bisa Kris, perut lebih penting dari segalanya'' ucap salah satu siswa dan diangguki siswa yang lainnya.
''bagus kalau begitu ayo kita ke kantin'' ajak Kris.
''AYOOOOO'' Teriak semua murid dikelas Kris.
Mereka pun segera menuju kantin bersama-sama dengan girang hingga menarik atensi murid dikelas lainnya, mereka menghentikan beberapa murid dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Setelah tau kalau Kris bakalan mentraktir mereka lagi karena ada salah satu siswa yang berulang tahun, kelas lain pun juga mengikuti ke kantin untuk mendapat traktiran. Siapa coba yang bakalan menolak kalau mendapat traktiran, tak hanya perut yang kenyang tapi dompet juga aman.
Mika dan Jasmine sengaja tak menghampiri Kris ke kelasnya sebab mereka tau Kris akan langsung pergi ke kantin saat bel istirahat berbunyi dan benar saja, baru saja mereka duduk di kursi kantin lalu memesan makanan terlihat Kris dan Alan yang datang dengan banyak murid dibelakang mereka.
''aku sangat bingung seberapa banyak kekayaan Kris hingga bisa mentraktir hampir seluruh murid sekolah setiap hari, aku memang kaya tapi tak seroyal dia. Orang tuaku juga pasti bakalan marah kalau aku menghambur-hamburkan uang seperti itu'' ucap Jasmine bingung.
''itulah dia, pria yang sangat baik dan luar biasa. Kebaikannya itulah yang membuat kita jatuh cinta padanya'' jawab Mika yang terus saja memandangi Kris dengan penuh pemujaan.
Kris ingin mencari kursi lain saat melihat Jasmine dan Mika namun sudah ditarik Alan menuju keduanya, ia sudah mendapat wejangan dari Luna dan Desi sebelumnya yang harus membuat Kris terus dekat dengan keduanya.
''kursi lain masih banyak Lan'' gerutu Kris.
''lebih enak kalau makan ada yang nemenin, apalagi ditemenin para wanita cantik'' ucap Alan.
''nggak takut lo ketahuan Mira'' Kris mencoba mengubah keputusan Alan.
''nggaklah, mereka kan pacar elo'' jawab Alan.
''ck'' kembali kris berdecak saat siasatnya tak berhasil mengelabui Alan.
Dengan langkah kaki yang lesu, Kris menghampiri meja Mika dan Jasmine. Segera Mika dan Jasmine berpindah duduk disamping Kris. Mika di sisi kanan Kris sedangkan Jasmine di sisi kiri Kris hingga Kris saat ini berada diantara keduanya.
''seperti yang biasa kan Kris?'' tanya Alan dan segera diangguki oleh Kris.
Pesanan Alan dan Kris didahulukan sebab Kris yang mentraktir mereka.
''hari minggu ini jadikan kita ke panti sayang?'' tanya Mika.
''bukan hari minggu tapi hari sabtu, gue biasanya menginap semalam disana'' jawab Kris hingga membuat Mika dan Jasmine terdiam.
''kalau keberatan maka tidak usah ikut saja'' ucap Kris saat melihat keterdiaman Mika dan Jasmine.
''nggak keberatan kok'' geleng Mika dengan cepat.
Mika bisa menjawab dengan cepat sebab ia yakin kedua orang tuanya akan setuju tanpa pikir panjang lagi maka berbeda dengan Jasmine yang harus mencari alasan dulu pada kedua orang tuanya.
'sepertinya aku harus berbohong lagi kali ini' batin Jasmine yang tak mau ketinggalan pergi ke panti bersama Kris dan yang lainnya sebab momen ini tak hanya akan mendekatkan dirinya dengan Kris tapi juga bisa berkenalan dengan ketiga bunda yang sudah merawat Kris sejak kecil.
''aku juga tidak keberatan sama sekali'' sahut Jasmine percaya diri.
''terserah kalian saja'' ucap Kris tak terlalu memikirkan perjalanannya yang bakalan rumit, palingan ia kena omel ketiga bundanya karena sudah memiliki empat pacar dalam satu waktu.
'entah bagaimana reaksi para bunda nantinya?' batin Kris penasaran.
Beberapa saat kemudian Alan kembali dengan beberapa bibi yang membawa makanan mereka plus makanan Mika dan Jasmine sebab mereka sudah memesan lebih awal.
''ayo makan, nanti keburu bel masuk'' ajak Kris lalu mereka berempat mulai makan dengan tenang.
Hampir setengah jam kemudian seluruh makanan habis tak bersisa, Mika dan Jasmine sangat suka makan didepan Kris sebab tak perlu menjaga image sebab Kris malahan suka kalau mereka makan banyak sepertinya.
"Kembalilah, nanti gue yang bayar" ucap Kris pada Mika dan Jasmine.
"Terima kasih sayang" ucap keduanya lalu pergi setelah berhasil mendaratkan sebuah ciuman di pipi Kris hingga tak hanya membuat Alan gigit jari namun semua murid dikantin juga.
"CK benar-benar bikin orang iri saja" decak Alan kesal.
Alan dan Kris kembali ke kelas mereka, sebenarnya Mika dan Jasmine ingin ikut namun segera ditolak Kris dengan alasan bel masuk sebentar lagi berbunyi padahal masih ada waktu sepuluh menit sebelum bel masuk berbunyi.
''kita harus sabar Mika, Kris sudah terlalu terluka dengan kita dan sekolah ini. Kamu juga tau bagaimana sikap kita dan yang lainnya sebelum ini. Keramahan dan kebaikan Kris beberapa hari ini hanyalah sikap formalnya saja, aku merasa ia masih belum benar-benar memaafkan semua orang'' ucap Jasmine.
Dia beranggapan seperti itu karena melihat bagaimana reaksi Kris pada semua orang, meskipun Kris nampak senang berbaur dengan banyak orang namun tak pernah sekalipun ia melihat Kris tersenyum tulus dan tertawa lepas seperti saat ia tengah bersama Luna dan Desi.
''aku tau kita harus sabar tapi aku benar-benar sangat iri dengan Luna dan Desi, mereka benar-benar dimanja oleh Kris dan aku mau juga'' ucap Mika dengan sendu.
''makanya bersabarlah, kamu juga tau kalau Kris berbeda dengan cowok lainnya. Aku yakin ada masanya untuk kita juga nanti, bukankah Luna dan Desi meminta Kris untuk mempelakukan kita dengan sama rata'' Jasmine kembali menghibur Mika sekaligus dirinya sendiri.
''kamu benar juga, kita harus bersabar dan lebih mendekat padanya dan salah satunya adalah makanan. Bukankah Kris suka makan maka kita bisa merebut hatinya melalui makanan'' usul Mika hingga membuat Jasmine mengangguk cepat.
Kalau tak bisa mendapatkan hati Kris melalui kecantikan mereka maka mereka akan menggunakan sesuatu yang disukai Kris yaitu makanan enak.
''ayo kita ambil les memasak'' ajak Jasmine.
''ayo, lebih baik dimulai hari ini saja karena semakin cepat semakin baik'' sahut Mika dan segera disetujui Jasmine.
Sekarang Mika dan Jasmine kembali mendapatkan semangat untuk mendapatkan cinta mereka.
Tak terasa beberapa waktu lalu bel pulang sudah berbunyi dan saat ini Alan sudah berada didalam mobil bersama Kris.
Kris menjalan mobilnya dengan kecepatan tinggi sebab setelah ini ia akan sibuk sampai malam karena harus mengurus semua aset yang sudah ia dapatkan.
'hanya kali ini Kris, setelah ini semuanya akan diurus kak Ridho juga Alan. Kamu hanya perlu menandatangi berkas-berkas saja nantinya' batin Kris menyemangati dirinya sendiri sebab dirinya sebenarnya sangat malas kalau mengurus perusahaan, bukan hanya tidak mengerti namun juga tak mau menyia-nyiakan masa mudanya yang seharusnya dijalani dengan santai dan nyaman.