Setelah mengalami kecelakaan, mata batin Nino terbuka. Pemuda berusia 20 tahun itu jadi bisa melihat makhluk astral di sekitarnya.
Sejak tersadar dari komanya, pemuda itu selalu diikuti oleh arwah seorang wanita muda yang dilihatnya ketika kecelakaan terjadi.
Karena tak kuat terus menerus harus melihat makhluk astral, Nino meminta bantuan Pamannya untuk menutup mata batinnya. Sang Paman pun memberikan doa agar bisa menutupi mata batin.
Alih-alih menutup mata batin, kemampuan Nino yang awalnya hanya bisa melihat, justru berkembang jadi bisa berkomunikasi dengan para arwah.
Tak mau menderita sendirian, Nino pun meminta sahabatnya yang penakut, Asep untuk ikut membaca doa dengan dalih supaya menjadi berani. Dan ketika Asep mengamalkannya, sama seperti Nino, pemuda itu juga bisa melihat makhluk halus.
Kejadian demi kejadian aneh terus menimpa kedua sahabat tersebut. Lewat petunjuk dari makhluk astral, mereka bisa mengungkap kejahatan kasus kriminal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berburu Anton
“Ini ada apa ya?” tanya istri Anton yang bernama Raisa bingung. Malam-malam rumahnya didatangi petugas kepolisian yang mencari keberadaan suaminya.
“Sejak kapan Bapak pergi?”
“Tadi siang.”
“Jam berapa?”
“Sekitar jam dua.”
“Apa Bapak menggunakan mobil?”
“Iya. Ada tugas ke Ciamis katanya. Ini ada apa ya, Pak?” tanya Raisa sekali lagi.
“Suami ini saat ini menjadi tersangka kasus pembunuhan.”
“Apa?”
Tentu saja Raisa terkejut dibuatnya. Wanita masuk ke dalam untuk mengambil ponselnya. Dia perlu menghubungi suaminya. Kenapa tiba-tiba pria itu dijadikan tersangka pembunuhan. Namun ternyata panggilannya hanya terhubung pada kotak suara. Bergegas wanita itu kembali ke depan.
“Suami saya tidak bisa dihubungi.”
“Kalau ada kabar dari Bapak, segera kabari kami secepatnya. Mohon kerjasamanya.”
Kepala Raisa mengangguk pelan walau wanita itu masih belum bisa sepenuhnya memahami situasi saat ini. Sampai Miko pergi dari hadapannya dan berlalu dengan kendaraan roda empatnya, Raisa masih terpaku di tempatnya. Wanita itu mencoba menghubungi suaminya kembali namun tetap belum tersambung.
“Kita ke ATC aja. Kita cari pergerakan mobilnya.”
“Oke,” jawab Iqbal.
Kendaraan roda empat Miko meluncur menuju kantor ATC. Mereka akan mencoba mencari jejak mobil yang digunakan Anton. Semoga saja pria itu tidak mengganti kendaraan.
***
Di kost-an, Nino dan Asep tengah berkumpul di kamar Asep. Keduanya saling bantu mengoleskan krim untuk mengurangi lebam di badan masing-masing. Nino juga sempat membeli paracetamol tadi untuk meredakan nyeri akibat perkelahian mereka tadi.
“Si Eris kemana? Kok ngga kelihatan dari tadi.”
“Kesal gue juga sama dia. Giliran dibutuhin, dia ngga nongol.”
“Tapi masalah udah selesai kan? Polisi juga udah jadiin Pak Anton tersangka. Jadi urusan kita udah selesai.”
“Mudah-mudahan aja.”
Di tengah-tengah perbincangan mereka, tiba-tiba saja muncul Maya. Hantu wanita itu muncul dengan penampakan ketika dirinya meninggal. Hal tersebut tentu saja sukses membuat Nino dan Asep sport jantung.
“WHUAAAAAAA!!” teriak keduanya bersamaan.
“Kalian senang banget sih teriak-teriak,” protes Maya sambil mengorek telinganya.
“Ya elo ngapain nongol pake penampakan kaya gitu. Udah tahu kita penakut,” balas Nino sebal.
Maya hanya melemparkan cengiran. Hantu wanita itu langsung mengganti penampakan. Melihat tampilan Maya yang lebih ramah lingkungan, duo kancing cetet sudah tidak merasa takut lagi.
“Anton sudah ditangkap?”
“Belum. Udah kabur kayanya.”
“Aku ngga rela kalau dia kabur begitu aja. Dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya sama aku.”
“Ya makanya elo datengin Pak Anton. Beraninya nakutin kita doang.”
“Aku takut.”
“Ngapain takut? Yang ada Pak Anton takut sama elo. Dia udah ngga bisa ngapa-ngapain elo lagi.”
“Lo tahu di mana Pak Anton sekarang?” tanya Asep.
“Aku bisa melacaknya.”
“Sana lacak, terus kasih tahu kita. Biar kita bisa kasih tahu Pak Miko, terus ditangkap deh tuh Pak Anton.”
Tanpa mengatakan apapun, Maya langsung menghilang begitu saja.
“Si Maya ngilang mau nyari Pak Anton kan?” tanya Asep pada Nino.
Nino hanya mengangkat kedua bahunya saja. Dia tidak yakin kalau Maya, si setan trauma berani mendatangi Anton.
***
Anton keluar dari kamar penginapan yang disewanya. Kepalanya menoleh ke kanan dan kiri, memastikan tidak ada orang yang melihatnya. Pria itu mengenakan masker baru kemudian turun ke bawah.
Dengan langkah cepat Anton melintasi meja resepsionis. Pria itu langsung menuju mobilnya. Dia hendak mencari makan karena cacing di perutnya sudah meronta ingin diisi.
Perlahan roda kendaraan mobil Anton bergerak meninggalkan pelataran parkir penginapan tempatnya tinggal. Sejak meninggalkan Bandung, pria itu masih belum memiliki tujuan pasti. Dia sengaja pergi ke Majalengka, bermaksud pergi keluar Jawa Barat melalui bandara Kertajati.
Sebelum keluar penginapan, Anton sempat menghubungi Mardi untuk menanyakan pekerjaan yang diberikan olehnya. Tapi ternyata ponsel Mardi tidak bisa dihubungi. Pria itu takut kalau Mardi gagal dan tertangkap. Kalau sampai temannya itu membuka mulutnya, tuduhan yang akan dilayangkan padanya pasti berlapis.
Anton menghentikan kendaraannya di depan mini market. Pria itu membeli dulu roti, minuman, beberapa biskuit dan rokok untuk stok di penginapan. Kemudian dia berjalan menuju penjual sate.
Setelah mengisi perutnya dengan nasi dan sate, Anton hendak kembali ke penginapan. Pria itu kembali menjalankan kendaraannya.
Jalanan yang Anton lalui cukup sepi. Hanya ada satu dua kendaraan yang lewat. Maklum saja Majalengka memang bukan daerah yang ramai seperti kota-kota besar lain. Apalagi waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Banyak warga yang sudah berada di rumah masing-masing.
Mobil yang dikendarai Anton melaju dengan kecepatan sedang. Ketika mobilnya melewati jalan yang kanan dan kirinya ditumbuhi pepohonan, pria itu melihat sesuatu berwarna putih berkelebat cepat melewati deretan pohon.
Jantung pria itu berdetak tak karuan. Dia menekan pedal gas lebih dalam. Ingin cepat sampai ke penginapan. Beberapa kali dia menoleh ke arah kanan. Kelebatan putih yang tadi sempat ditangkap olehnya, tidak terlihat lagi.
Anton kembali mengalihkan pandangannya ke depan. Namun pria itu terkejut ketika melihat Maya berdiri sekitar dua meter di depannya. Wajah Maya penuh dengan darah dan dari sela-sela kakinya juga mengeluarkan darah.
Terkejut dengan penampakan Maya yang tiba-tiba, Anton membanting stir mobil ke kiri. Kendaraanya melaju kencang sampai akhirnya menabrak pohon dan berhenti. Tubuh Anton langsung terkulai setelah kepalanya membentur stir dengan cukup keras.
***
Nah gitu Maya
Anton anton ternyata nyalimu kecil juga, sudah tumplek tambah blek, dari narapidana, jadi duda, dicopot dari dosen, diusir sama istri, gak sekalian dikebiri Thor???
aya² wae likaliku dunia ghoib🫣
ada Maya hantu trauma 🙈
ada Eris hantu amnesia 🤭
terus selanjutnya sejenis hantu apa lg yg akan muncul Bun 🤔😂