NovelToon NovelToon
Dia Yang Tak Biasa

Dia Yang Tak Biasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyelamat / Duniahiburan / Wanita perkasa / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Showbiz / Cintapertama
Popularitas:243
Nilai: 5
Nama Author: Adrina salsabila Alkhadafi

​Lina adalah pewaris kekuatan supranatural Dorong & Tarik yang hebat, sebuah energi kinetik yang hanya mengalir di garis keturunan perempuan keluarganya. Jika Lina fokus, ia bisa memindahkan truk. Tapi karena ia ceroboh, ia lebih sering menghancurkan perabotan rumah, membuat Ayah dan adiknya, Rio, selalu waspada.
​Kekuatan yang harus ia sembunyikan itu, ia gunakan secara terlalu ikhlas untuk membantu seorang kakek mendorong gerobak rongsokan, yang menyebabkannya melesat kencang di jalanan.
​Insiden konyol ini ternyata disaksikan oleh CEO Aris, seorang pebisnis jenius nan tampan yang sedang diburu musuh misterius. Aris langsung terobsesi dan merekrut, apa yang terjadi di kehidupan lina Bersiaplah mengikuti drama komedi supranatural ini.lerstgooo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adrina salsabila Alkhadafi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33:Gas pol!

​Lina berdiri di depan kaca besar pintu masuk mall. Penampilannya hari ini slay banget: oversized sweater warna lilac, rok mini tenis, dan sepatu boots putih. Rambutnya diikat half-up biar kelihatan makin gemoy.

​"Oke, Lina. Hari ini lo bukan CEO, bukan Ratu Kinetik, bukan pengawal Aris. Lo cuma Natalie, cewek mungil yang pengen hidup aesthetic," gumam Lina sambil membenarkan tas kecilnya.

​Lina narik napas dalam-dalam. Dia pengen banget ngerasain jadi cewek lemah lembut yang kalau buka tutup botol aja harus dibantuin. Tapi ya gimana, power kinetiknya itu sering banget ngajak berantem.

​Lina jalan masuk ke mall dengan vibes ceria. Dia ngelewatin toko-toko branded sambil dengerin lagu K-Pop di headphone-nya. Vibes-nya bener-bener kayak adegan pembuka drakor Strong Woman Do Bong-soon. Dunia terasa penuh bunga-bunga, sampai akhirnya dia sampai di depan eskalator.

​Lina lagi asyik nunggu eskalator sambil scrolling TikTok, tiba-tiba sensor kinetiknya—yang dia sebut 'Radar Bahaya Natalie'—bunyi twing-twing di otaknya.

​Dia ngelihat ada seorang ibu-ibu (panggil aja Ibu Sari) yang lagi ribet bawa banyak belanjaan sambil nenteng tas branded yang agak terbuka. Di belakang Ibu Sari, ada tiga cowok pakai jaket hoodie gelap, gerak-geriknya sus banget.

​"Duh, red flag banget itu mukanya," bisik Lina.

​Salah satu cowok itu—kita sebut aja si Botak—pelan-pelan masukin tangannya ke tas Ibu Sari. Dua temannya yang lain nutupin jalan biar enggak kelihatan orang lain.

​Lina berhenti jalan. Niatnya pengen healing langsung keganti jadi mode siaga. "Yah, gagal deh jadi cewek lemah lembut hari ini. Sorry ya, mimpiku jadi Natalie yang kalem harus ditunda dulu."

​Lina enggak langsung teriak. Dia tahu, kalau teriak, si pencopet bakal kabur dan malah bikin kekacauan di tengah kerumunan. Dia pengen beresin ini dengan cara yang smooth tapi epic.

​Lina jalan mendekat dengan gaya sok imut. "Permisi, Mas-mas yang vibes-nya suram..."

​Si Botak kaget, tangannya yang sudah pegang dompet Ibu Sari langsung ditarik. Dia nengok ke bawah, ngelihat Lina yang tingginya cuma sebahunya.

​"Apaan sih, Dek? Ganggu aja! Pergi sana kalau enggak mau celaka!" bentak si Botak.

​Lina pasang muka pouty yang paling gemoy. "Yah, kok galak sih? Itu dompet Ibu di depannya mau diajak jalan-jalan ya? Balikin dong, kasihan Ibunya nanti enggak bisa bayar parkir."

​Teman si Botak, badannya gede tatoan, maju sambil ketawa remeh. "Cah bocah! Lu pikir ini drama? Lu mau jadi pahlawan? Minggir atau gue geprek lu!"

​Ibu Sari yang sadar ada keributan langsung nengok. "Ada apa ini? Eh, dompet saya!"

​Si Botak yang panik bukannya balikin dompet, malah mau dorong Lina biar bisa kabur. Dia ngedorong bahu Lina pakai tenaga penuh.

​Tapi ya, ini Lina. Di mata orang lain, si Botak kayak lagi dorong tembok beton yang dilapisi sutra. Lina enggak geser satu senti pun.

​"Oalah, mau main kasar ya?" Lina senyum manis, tapi matanya sudah berkilat. "Oke, deal. Tapi jangan nangis ya kalau nanti vibes-nya jadi sad boy."

​Lina megang pergelangan tangan si Botak yang tadi dorong dia. Cuma pakai dua jari.

​KREK.

​"Aduh! Aduh! Tanganku! Kayak kejepit pintu besi!" teriak si Botak.

​Temannya yang tatoan tadi emosi dan mau mukul Lina. Lina dengan gerakan slow motion ala drakor, cuma nangkis pakai tas kecilnya.

​DUAK!

​Si cowok tatoan itu mental tiga meter ke belakang, nabrak tumpukan manekin di depan toko baju. Manekin-manekin itu jatuh semua, bikin kesemrawutan yang luar biasa di lantai dua mall.

​Lina narik napas, terus nengok ke cowok ketiga yang badannya kurus kerempeng. "Kamu mau juga? Mumpung diskon, free pukul satu kali."

​Si kurus itu gemeteran. Dia ngeluarin pisau lipat kecil. "Ja-jangan mendekat! Gue tusuk lu!"

​Lina cuma ketawa kecil. "Ih, pisaunya lucu, kayak buat potong buah di kosan."

​Lina gunain Tarik Kinetik Sentuhan Mikro-nya. Dia enggak nyentuh pisaunya, tapi dia narik udara di sekitar pisau itu. Tiba-tiba, pisau itu melintir sendiri jadi bentuk love.

​"Tuh, pisaunya jadi aesthetic kan? Cocok buat kado mantan," kata Lina enteng.

​Si kurus langsung pingsan di tempat karena saking takutnya.

​Si Botak yang masih megang dompet mencoba lari ke arah eskalator turun. Lina enggak mau ngejar, capek pakai boots.

​Dia cuma fokus. Dia gunain Dorong Kinetik lewat kakinya. Dia nendang udara ke arah lantai di depan si Botak.

​BUM!

​Lantai di depan si Botak tiba-tiba bergetar hebat, bikin dia terpeleset dan meluncur turun eskalator dengan posisi pantat di duluan. Dompet Ibu Sari terbang ke atas.

​Lina dengan santai jalan, lompat dikit, dan nangkep dompet itu di udara. Pas dia mendarat, dia benerin rok tenunnya dan balik badan ke arah Ibu Sari yang masih melongo.

​"Ini dompetnya, Bu. Lain kali tasnya ditutup ya, biar enggak mengundang vibes kriminal," kata Lina sambil ngasih dompet itu dengan senyum paling tulus sedunia.

​Ibu Sari gemeteran nerima dompetnya. "Terima kasih, Nak... Kamu... kamu tadi... itu... pesulap ya?"

​Lina ketawa renyah. "Bukan Bu, saya cuma cewek mungil yang rajin minum susu kalsium."

​Melihat orang-orang mulai ngeluarin HP buat ngerekam (karena ada manekin hancur dan pencopet yang nangis-nangis di bawah eskalator), Lina sadar dia harus segera ghosting dari lokasi.

​"Waduh, bisa gawat kalau masuk akun gosip. Aris pasti bakal overthinking," gumam Lina.

​Lina langsung lari sat-set lewat pintu darurat. Dia gunain Dorong Kinetik di kakinya biar lari makin cepet tapi tetep kelihatan kayak lagi jalan santai di kamera CCTV.

​Dia berhenti di kedai matcha latte di lantai bawah yang sepi. Pas pesan, tangannya sedikit gemetar bukan karena takut, tapi karena nahan ketawa.

​"Mbak, matcha latte satu ya, gulanya dikit aja. Soalnya hidup saya sudah terlalu manis gara-gara tadi habis bantuin orang," kata Lina ke pelayan kedai.

​Pelayan itu cuma bingung, tapi tetep buatin pesanannya.

​Lina duduk di pojokan sambil minum matcha-nya. Dia ngelihat ke arah lantai dua yang makin ramai karena satpam sudah datang.

​"Huft, padahal niatnya mau jadi Natalie yang lemah lembut," Lina ngelihat tangannya sendiri. "Tapi ya sudahlah, jadi Natalie yang strong ternyata lebih seru. Vibes-nya bener-bener kayak main character."

​Lina jalan keluar mall dengan perasaan puas. Meskipun misi healing-nya keganggu dikit sama kekacauan pencopet tadi, dia ngerasa power-nya bener-bener berguna.

​Pas mau masuk mobil, dia dapet chat dari Aris.

​Aris (Direktur Taktis): "Lina, kamu di mana? Aku dapet laporan ada kejadian aneh di mall pusat kota. Manekin terbang dan pisau melintir jadi bentuk hati. Kamu pelakunya ya?"

​Lina senyum-senyum sendiri. Dia bales chat-nya sambil jalan.

​Lina (Natalie): "Mana mungkin aku, Aris? Aku kan cuma cewek mungil yang lagi beli skincare. Mungkin itu ulah peri drakor yang lagi lewat. Bye!"

​Lina naruh HP-nya, masuk ke mobil, dan jalan pulang. Dia tahu, hidupnya enggak akan pernah normal, dan dia makin suka sama kegilaan itu. Karena bagi Lina, kekuatan bukan cuma soal otot, tapi soal bagaimana cewek mungil kayak dia bisa bikin dunia jadi lebih aman dengan cara yang paling gemoy.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!