NovelToon NovelToon
Setelah Lima Tahun Berlalu

Setelah Lima Tahun Berlalu

Status: tamat
Genre:CEO / Lari Saat Hamil / Single Mom / Tamat
Popularitas:290.8k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Kyranza wanita yang baru saja di terima di sebuah perusahaan ternama membuat kehidupannya lebih baik dari sebelumnya. Bagaimana tidak sebelumnya dia harus melakukan tiga pekerjaan sekaligus dalam sehari untuk bisa menafkahi putra semata wayangnya itu.

Kejadian lima tahun yang lalu setelah bercerai dengan suaminya membuat kyra menjadi wanita yang tangguh.

Tapi semuanya hanya hanya sekejap mantan suaminya itu kembali muncul dan terus mengganggu kehidupannya.

" Menikah kembali denganku, maka hidupmu akan baik-baik saja"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33

Bagas, kyra, dan Aldian sekarang sudah berada di dalam mobil. Bersiap untuk meninggalkan area perusahaan. Kyra duduk di depan dengan Aldian berada di pangkuannya sedang tertidur karena kelelahan. tadinya Kyra ingin duduk dibelakang saja, tapi bagaimana meminta kyra untuk duduk di depan.

Kyra merasa asing dengan jalan yang mereka lalui sekarang. pasalnya ini bukannya jalan menuju arah rumahnya.

"ini kita mau kemana?, kok jalannya beda bukan jalan mau ke rumah aku" tanya kyra dengan wajah heran.

"Ke apartemenku." jawab Bagas dengan santai.

Mendengar itu Kyra cukup bingung. "ngapain kesana?. Aku ngga mau yaa hal itu jadi tambah masalah aku." Kyra tidak mau buat skandal lagi dengan Bos mereka, jika ada nanti yang mempaparazi mereka masuk ke area apartemen Bagas.

" Tenang aja, privasi di apartemenku dijaga ketat. Jadi kamu ngga usah khawatir."

Kyra mendengus pelan mengingat kejadian tidak mengenakan tadi pagi. "Kamu ngga tau yaa. Foto kita di kantormu sudah menyebar luas di akun lambe turah. Nama aku disana udah jelek tau."

" Ya biarin aja mereka tau, bukannya itu malah lebih bagus buat kita"

Kyra mendengar itu tambah dibuat kesal. " Emang kamu ngga malu terlibat scandal sama aku yang notabenenya hanya seorang office girl. Bagaimana nanti citramu nanti di depan kariawanmu, kamu itu seorang bos loh"

Bagas nampak tidak terpengaruh dengan ucapan itu semua. "Emangnya aku peduli terhadap apa yang orang katakan kepadaku"

" Ihhh... Setidaknya kamu bantu aku gimana caranya nama aku bersih dari tuduhan-tuduhan fans mu itu " ucap kyra geram sekaligus kesal mengingat beberapa komentar yang dilontalkan kepadanya.

Bagas tersenyum tipis. "kalo aku bersihin nama kamu, imbalannya sama aku apa"

Kyra menarik nafas panjang. "Udahlah, aku capek ngomong sama kamu"

"Jangan dong, nanti kalo kamu ngga mau ngomong sama aku, nanti aku jadi kesepian." ucap Bagas yang diakhiri kakehan.

Kyra memutar matanya malas. Bisa-bisanya disaat seperti ini Bagas masih bisa menggombalnya.

Kyra mulai bisa menerima kembali Bagas, walaupun dalam hatinya ingin selalu menolak pria ini setiap datang. Tapi kyra tidak mau mengorbankan Aldian demi ego dirinya semata. Lagi pula ini juga salahnya di masa lalu tidak berterus terang dengan Bagas walaupun saat itu hubungan mereka tidak terlalu baik.

Bagas menghentikan mobilnya di depan sebuah kompleks apartemen mewah yang tampak eksklusif dan memiliki sistem keamanan tinggi. Gerbangnya otomatis terbuka setelah Bagas menunjukkan kartu aksesnya.

Kyra menatap sekeliling. Lingkungan ini terasa sangat tenang dan mahal.

Bagas memarkir mobilnya di basement yang sepi, lalu segera mematikan mesin. Sebelum Kyra sempat bergerak, Bagas sudah keluar dari kursi pengemudi.

Ia berjalan memutar ke sisi penumpang, lalu membuka pintu untuk Kyra.

"Biar aku yang bawa Aldian," ucap Bagas pelan, suaranya kembali melembut.

Kyra, yang sedari tadi melindungi Aldian di pangkuannya, tanpa sadar melonggarkan pelukannya. Bagas membungkuk, dengan hati-hati mengambil tubuh Aldian yang tidur pulas. Aldian menggeliat sebentar, lalu menyandarkan kepalanya yang berat ke bahu Bagas, merasa aman dalam pelukan ayahnya.

Kyra terpaku.

Rasa lelah dan marah yang ia rasakan sepanjang hari tiba-tiba digantikan oleh gelombang haru yang kuat.

Pemandangan itu. Pria yang ia cintai dan ia benci, menggendong putra mereka. Itu adalah pemandangan yang selalu ia bayangkan bertahun-tahun yang lalu. Pemandangan yang ia duga tidak akan pernah ia saksikan.

Bagas berjalan di depan, melangkah mantap memasuki lobby apartemen sambil menggendong Aldian tanpa ragu sedikit pun. Seolah itu hal paling alami di dunia.

Air mata Kyra tanpa sadar menetes, membasahi pipinya. Ia bukan lagi menangisi nasibnya yang dipecat, tetapi ia menangisi waktu yang hilang dan betapa terlambatnya momen indah ini datang.

Kyra buru-buru menyeka air matanya. Ia menutup pintu mobil, meraih tasnya, dan mengikuti langkah Bagas menuju lift.

Bagas membawa Aldian masuk ke unit apartemennya. Bagas tidak banyak bicara. Ia langsung menuju kamar utama, masih menggendong Aldian yang tertidur pulas. Kyra mengikutinya tanpa sadar.

Begitu sampai di kamar, Bagas menurunkan langkahnya, gerakannya melambat dengan penuh perhatian. Ia menurunkan Aldian ke ranjang king-size miliknya dengan sangat hati-hati.

Bagas berbalik, mendapati Kyra berdiri canggung di ambang pintu, menatap lantai. Kelembutan yang Bagas tunjukkan pada Aldian tadi langsung hilang, digantikan oleh aura dominan khas Bagas.

Bagas berjalan mendekatinya. “Sekarang kamu mandi dulu. Kamu pasti capek seharian.”

Kyra langsung panik kecil.

“Eh… jangan. Aku nggak bawa baju ganti,” tolaknya, mengibaskan tangan.

Bagas hanya mengangkat alis. Tanpa berkata apa-apa, ia berjalan menuju lemari besar di sisi kamar. Dengan santai, ia membuka pintunya, lalu mengeluarkan beberapa potong pakaian.

Kyra memicingkan mata. “Bagas… bajumu itu kebesaran buat aku.”

“Ya bagus,” jawab Bagas santai. “Lebih nyaman.”

Kyra menatap pakaian yang diberikan Bagas. Kaos itu saja bisa jadi dress baginya. Ia mendengus kecil. “Kalau aku tenggelam gimana?”

Bagas menyeringai kecil, mendekat satu langkah.

“Kalau tenggelam… ya tinggal kupancing naik lagi.”

Kyra menahan diri untuk tidak melempar kaos itu ke wajahnya.

“Bagas, serius.”

“Aku serius.”

Bagas menyerahkan pakaian itu ke tangannya. “Pakai ini. Semua bersih. Kalau kurang nyaman nanti aku cari yang lain.”

Bagas menunjuk pintu kayu di samping lemari.

“Kamar mandi. Handuk sudah ada.”

Kyra menghela napas panjang.

“Ya udah… tapi jangan ngapain-ngapain Aldian ya.”

Bagas memutar mata. “Dia anakku, Kyra. Apa yang mau aku apain?”

Kyra tidak menjawab. Ia hanya mendengus pelan lalu masuk ke kamar mandi dengan pakaian pemberian Bagas, sementara Bagas berdiri di tempatnya, menatap pintu kamar mandi dengan senyum tipis yang sulit ditebak.

Tentu saja dia tidak akan mengganggu Aldian.

Yang ingin dia ganggu…Sebenarnya Kyra.

Kyra keluar dari kamar mandi sambil mengusap rambut basahnya dengan handuk putih. Kaos Bagas yang kebesaran itu jatuh longgar di tubuhnya, membuatnya terlihat kecil

Ia mendongak, memandang ranjang tempat Aldian tadi tidur.

Kosong.

Selimutnya terlipat rapi, bantalnya sudah tidak ada jejak kepala kecil itu.

Kyra langsung panik kecil.

“Aldian?”

Ia bergegas keluar kamar, hampir terpeleset karena lantai licin. Begitu melewati lorong, aroma makanan hangat menyeruak, membuat langkahnya melambat.

Dan di sana di area dapur dan meja makan Aldian duduk rapi di kursi tinggi, ayunan kakinya menandakan ia baru bangun tidur.

“Bundaaa…!” Aldian melambai kecil, matanya sayu tapi ceria.

Bagas menoleh saat mendengar langkah kaki Kyra. Matanya menyapu penampilan Kyra yang kini terbungkus kausnya yang kebesaran, membuat wanita itu terlihat semakin mungil.

"Sudah selesai?" tanya Bagas.

Kyra mengembuskan napas lega, hampir lemas.

“Astaga… kamu bikin Bunda khawatir,” gumamnya sambil menghampiri tanpa menjawab pertanyaan Bagas.

Bagas sedang menuang sup hangat ke dalam mangkuk. "Kita makan malam dulu ya"

“Bunda, ini Om masak sendiri! Ayamnya Aldian bantu.”

“Wah… hebat banget,” ucap Kyra pelan, mengusap kepala Aldian.

Bagas duduk di samping mereka.

“Yuk, makan sebelum dingin.”

1
Lilik Juhariah
miris
ayu cantik
gantung
Lisa
Terimakasih y Kak utk karyanya..kita tunggu karya² selanjutnya y..👍😊
Atmita Gajiwi
/Heart//Heart//Rose/
Lisa
Wah sekarang rumahnya Bagas & Kyra selalu ramai tuh 😊
Nuri 73749473729
lanjut
Eno Pahlevi
LANJUTT.... DITUNGGU TRIPLE UPDATENYA THOR 🥰🥰🥰🥰
Muji Lestari
🤣🤣🤣lucu rewan
Nuri 73749473729
lanjut
Mazree Gati
SORRY THORR KLO AKHIRNYA BALIKAN SAMA BAGAS,,,END, UNSUB,,
Hari Saktiawan
lama banget update nya
Lisa
Happy wedding Revan & Dira..bahagia selalu & labggeng ya 🙏
Erna Riyanto
cerita Damian dan Dewi lanjutin dong thorrr....lama bgt lho...digantung
Uthie
Mampir untuk genre cerita seperti ini 👍👍👍
Boby The Blind Massage Entertaiment AND Freelance (BOBY_freelance)
Kalau sudah begini jalan ceritanya, kayaknya ini Prepare to ending.
Hari Saktiawan
dinovel nama arka kok banget Thor lu suka ya
ig: denaa_127: nama gebetan, jujurr🤭
total 1 replies
Arwondo Arni
jujur aja kl kamu mencintai Dira lgsg nikah aja biar ngak sepi
Lisa
😊 Kalau lagi sakit Revan baru inget tuh sama Dira 🤭
Lisa
Sehat selalu y Kyra, debaynya juga..
Maria Anyela Rosa
kok jadi melow begini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!