NovelToon NovelToon
Sepenggal Cinta Di Masa Lalu

Sepenggal Cinta Di Masa Lalu

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:204k
Nilai: 5
Nama Author: In Gusman

Ini kisahku...
Seorang laki-laki yang mencoba mencari cinta masa SMP nya,yang selama 13 tahun hanya terpendam dihati belum sempat terungkapkan. Namun ketika takdir berpihak padaku,mempertemukan aku dan dia,aku harus menelan kekecewaan karna menerima kenyataan bahwa dia sudah menjadi milik orang lain.

Akankah ada keajaiban untukku agar bisa memilikinya?
Sementara hatiku tak mampu berpaling pada wanita lain.

Selamat menikmati kisahku yaaa....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon In Gusman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33

Hari ini adalah hari pertamaku masuk kerja lagi,setelah cutiku selama 3 hari berakhir. Dan hari terakhir cutiku kemarin,aku manfaatin untuk pindahan rumah.

Ya,sekarang kami menempati rumah keluargaku di Gang Delima yang selisih satu gang dari rumah Rahma di Gang Belimbing di perumahan yang sama. Rumah Rahma kini kami jadikan kantor cabang dari kantor kontraktor milik papa di Surabaya. Pakdhe Pur dan budhe Sum tinggal di rumah itu,kini mereka tidak perlu lagi memikirkan uang sewa rumah,selain tinggal di rumah Rahma mereka juga sekalian menjaga kantor di malam hari,jadi Pakdhe Pur tak perlu narik becak lagi.

Papa sudah pulang kemarin sore,setelah kami selesai pindahan. Baru ditinggal 2 hari saja,mama udah nelponin melulu. Maka mulai hari ini,kami pun resmi tinggal di rumah ini.

"Mas sarapan dulu..." Rahma masuk ke ruang baca menghampiriku yang sibuk mencari map berisi berkas kontrak kerjaku.

"Tar dulu...mas cari berkas yang kemarin di kasiin Dimas... Duh mas lupa naruhnya lagi,mana mas belum sempet baca dan pelajarin lagi."

"Sayang kamu liat nggak sih...map warna biru yang dibawa Dimas kemarin? Mas harus pelajarin terus di tanda tanganin lalu pagi ini diserahin ke pak direktur rumah sakit."

"Bukannya yang di atas meja kerja itu ada map biru ya..." Rahma menghampiri meja kerjaku dan mengambil map biru yang tertumpuk dengan map yang lain.

"Ini bukan?" Rahma menunjukkan map biru yang ada di tangannya.

"Akh ya benar...cup...thank you sayang..." ku cium pipi istriku lalu ku saut map yang ada di tangannya itu,setelah itu segera ku buka dan ku baca.

"Sarapannya gimana?"

"Aku harus pelajari ini dulu sayang...sarapannya tar aja deh..." ucapku sambil tak lepas dari lembaran-lembaran berkas itu.

Rahma keluar dari ruang baca tanpa bersuara lagi. Akh pasti ngambek...bodo amat lah,yang penting aku harus pelajari dulu berkas kontrak kerjaku betul-betul karna pagi ini harus di serahin kepada Dokter Rizal.

Aku masih membaca dengan teliti satu demi satu draf perjanjian itu,sampai tak sadar bahwa Rahma sudah berada di sampingku.

"Minum dulu air putihnya mas..." Rahma meyodorkan gelas ke mulutku.

"Makasih..." jawabku singkat.

"Aaak...buka mulutnya..." titahnya sambil meyodorkan sendok ke mulutku lagi.

Ku alihkan pandanganku untuk menatap raut wajah istriku...senyum manisnya pun mengembang di bibir tipisnya.

"Udah...lanjutin bacanya,biar Rahma yang nyuapin sarapannya" ucapnya sambil mengelap mulutku yang terdapat sisa makanan.

"Makasih ya sayang..." ku tarik tangannya lalu ku cium punggung tangannya.

"Iyaa...udah dong liatinnya,tar nggak selesai lho kerjaannya...keburu siang ni..." ucapnya salah tingkah.

Selesai mempelajari berkas kontrak kerja,selesai juga sarapanku. Sepiring nasi goreng buatan istriku sudah habis tak tersisa. Aku melihat piring kosong yang dipegang Rahma.

"Mau nambah?" tanya Rahma ketika melihatku memperhatikan piring kosong di tangannya.

Aku menggeleng lalu Rahma memberikan gelas berisi air putih.

"Masih pengen tapi perutnya dah nggak muat..." aku nyengir sambil menerima gelas air putih dari tangan istriku.

"Ya sudah mas siap-siap...ini dah siang lho..."

Ucapan Rahma meyadarkanku,aku pun beranjak dari dudukku,sempat ku cium dahi istriku...

"Makasih ya udah di suapin..."

"Iya..."

"Mas berangkat dulu,maaf nggak bisa nganter kerja kamu..."

"Iya nggak papa..."

"Mas..." Rahma tiba-tiba memelukku dari belakang.

"Hei...kenapa?"

"Di luar sana...jaga hati mas untukku ya..."

Aku memballikkan tubuhku hingga kami pun saling berpelukan,ku lihat ada cairan bening di sudut matanya.

"Kok nangis...kenapa? Jangan takut,aku pasti menjaga hatiku hanya untuk kamu..." ucapku mmeyakinkannya.

"Tapi status mas di luar sana masih lajang karna tidak ada yang tau tentang pernikahaan kita... Entah kenapa,perasaan Rahma pagi ini kerasa nggak enak" katanya yang masih memelukku erat.

"Hhmm...udahan dong kuatirannya,kamu lupa mas pake ini? Dengan ini semua orang juga akan tau kalau aku sudah ada yang punya,ya kan? Jadi jangan kuatir lagi" ku perlihatkan cincin pernikahan kami.

Rahma mengangguk,perlahan dia melepas pelukannya.

"Mas nggak ganti baju? Bajunya jadi kusut karna Rahma..."

"Nggak papa,kan nanti dipakein jas,jadi nggak akan kelihatan...Dah mas berangkat dulu ya...tar telat lagi...Asalamu'alaikum..." ucapku sambil mencium pucuk kepalanya.

"Wa'alaikumsalam...hati-hati di jalan ya mas..."

Aku mengangguk dan dengan segera meninggalkan istriku,lalu memacu motor gedhe ku dengan kecepatan sedang. Dari dulu,aku memang paling malas jika bepergian sendiri memakai mobil. Menurutku lebih efisien memakai motor,apalagi di saat keadaan lagi buru-buru seperti sekarang ini.

Sekitar 30 menit aku sampai di rumah sakit,dan seperti biasa senyum Mas Eko,petugas parkir rumah sakit menyambutku.

"Pagi pak dokter...kok lama nggak keliatan ya..." sapanya.

"Pagi Mas Eko...iya mas,habis cuti..." jawabku.

"Ooo..." Mas Eko ber 'O' ria...

"Nitip ya mas...maaf lagi buru-buru ni..."

"Siap pak dokter..."

Aku berjalan setengah berlari melewati koridor rumah sakit menuju kantor pak direktur rumah sakit.

"Eh dok...buru-buru amat..." tegur Suster Ningsih.

"Iya sus...dah di tunggu Dokter Rizal..." ucapku sambil terus berjalan.

Akh,akhirnya sampai juga...gumamku ketika sampai di ruang Dokter Rizal. Sebelum mengetuk pintu,ku benahi dulu pakaian dan rambutku.

'Tok tok tok..'

"Assalamu'alaikum dok..."

"Wa'alaikumsalam...masuk..."

"Silahkan duduk..."

"Terimakasih..."

"Gimana Dokter Hakim...sudah selesai di pelajari berkas yang saya titipkan ke Dimas?"

"Alhamdulillah sudah dok,tapi..." aku sedikit ragu-ragu mengatakannya.

"Ada poin yang ingin saya perbarui tapi nantinya jadi akan berbeda dengan di KTP ."

"Poin yang mana dok...kalau soal alamat yang tidak sama dengan yang tertera di KTP,saya kira nggak masalah...yang penting ada tulisan alamat tempat tinggal yang sekarang.Sudahlah dok,ini sebenarnya hanya formalitas saja,hanya sebagai syarat pelengkap."

"Oya dok,kemarin hari Senin kita kedatangan dokter penyakit dalam baru,karna dokter kemarin cuti,jadi sekarang saya akan memperkenalkannya..." lanjut Dokter Rizal tanpa mendengarkan kelanjutan perkataanku tadi.

Tak lama terdengar ketukan pintu ruangan Dokter Rizal.

"Permisi dok..." terdengar suara seorang wanita yang di lanjutkan dengan suara pintu terbuka.

"Masuklah...Nah Dokter Hakim,perkenalkan dokter baru kita...Dokter Natasya Aurelia..."

Aku berdiri dan terkejut bukan kepalang,ku pikir hanya satu kebetulan dengan nama yang sama tapi teryata Dokter Natasya Aurelia yang di maksud Dokter Rizal adalah Tasya,putri dari Tante Sherly sahabat mama.

"Hai Dokter Hakim...apa kabar?"

"Eh...Alhamdulillah baik..." jawabku sedikit gugup.

"Akh,kalian sudah saling kenal rupanya...baguslah kalo begitu,sebab kedepannya kalian akan sering bertemu dan bekerja sama,karna kalian di poli yang sama"

"Tentu om...Hakim teman SMA juga teman kuliah saya,mamanya pun sahabatnya mami om..." ucap Tasya.

"Om...?"

"Iya dokter,maminya Tasya adalah adik saya..."

Dunia benar-benar terasa sempit,tak di duga sekian lama tak bertemu,kami di pertemukan lagi di kota ini.

Natasya Aurelia

.

.

.

.

.

.

.

Lanjut...

1
Prasetyani
mwek q Thor
Prasetyani
seneng.... ceritanya bagus
In Gusman: Terimakasih...🙏🏻🙏🏻🙏🏻
total 1 replies
Prasetyani
Penulisannya baik n mudah d mengerti....syukaaa
Nurhayatins Aqil
apkah crt in nyata,nyesek bangt😢
Rastika Wati
visualnya ganteng KK😀😀lanjutt😍😍
anie ah
lanjutt
sry rahayu
😃 Bram denger tu
sry rahayu
lanjut thor
sry rahayu
cemburu mode on..
sry rahayu
kok gantung Thor
sry rahayu
smg hamil
sry rahayu
padahal mama Uda tau Rahma janda😃
sry rahayu
penasaran reaksi mama ktemu rahma
sry rahayu
Cecil 😃
sry rahayu
smg smuanya baik2 aja
sry rahayu
mantap
sry rahayu
syukurlah mama udah menerima semuanya
sry rahayu
keren
sry rahayu
Rahma dan hakim sama2 pencemburu
sry rahayu
Rahma dan hakim blm saling memahami satu sama lain.. walau saling cinta...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!