NovelToon NovelToon
LOVE IN SILENCE

LOVE IN SILENCE

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:546.5k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Dara

Warning 21+
Bijaklah dalam membaca!

Clarissa Louise (biasa di panggil Rissa)harus menerima kenyataan pahit. Di usianya yang masih belia orang tuanya meninggal dalam kecelakanan tunggal. Sejak itu ia pun dititipkan pada kakeknya yang bekerja di sebuah mansion megah. Kediaman milik seorang pengusaha kaya raya yang berhati dingin dan juga misterius. Namun diam-diam Rissa jatuh cinta pada pria itu.

Kini setelah lima tahun berlalu, kakeknya pun sakit hingga mengharuskan Rissa mencari biaya untuknya. Kemudian seseorang datang untuk menawarkan perjanjian pernikahan pada Rissa. Seorang pria yang sebenarnya menyimpan dendam yang dalam pada gadis itu. Apa yang akan terjadi dengan Rissa selanjutnya?

Penasaran dengan kisah Rissa? lanjut aja yuk! Author usahakan update setiap hari ya.
Happy reading.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Dara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 Aku akan bertahan

Bodohnya aku yang begitu terbuai olehmu.. sebenarnya aku tidak terlalu berharap padamu, wahai tuan kejam aku pun mengerti posisi diriku di tempat ini, aku berjanji padamu aku tidak akan melarikan diri, aku akan pergi saat kau sendiri yang mengusirku nanti....

Ruang makan yang tampak mewah terasa dingin dan sepi, disana hanya ada seorang gadis yang sedang merapihkan meja dapur.

Rissa membereskan mangkuk lalu mencucinya, dipandanginya air yang sedang mengalir dari kran... gemericik air terdengar.

Aku akan bertahan walaupun nanti akan menyakitkan, aku akan selalu tersenyum walaupun kau menyakitiku, aku akan selalu berusaha disisimu walau apapun yang terjadi, batin Rissa menguatkan hatinya.

Rissa berjanji didalam hatinya jika ia tidak akan pergi meninggalkan Daniel, gadis itu sudah membulatkan tekadnya dan tidak merasa goyah lagi seperti hari sebelumnya.

Rissa tersadar dari lamunannya dan segera menutup kran air yang dari tadi dibiarkannya terbuka, lalu kemudian ia beranjak pergi dari sana setelah dirasa semuanya sudah bersih.

Kemudian Rissa dan Daniel terlelap dalam mimpinya masing-masing.

****

Pagi hari di mansion.

Rissa sudah bangun pagi-pagi sekali karena hendak membantu dan menyiapkan semua keperluan Daniel yang akan pergi.

Tok..tok..tok.. suara ketukan pintu.

"Daniel apa Anda sudah bangun?" Rissa memanggil dan mengetuk pintu Daniel.

"Masuklah," jawabnya dari dalam.

Gadis itu kemudian masuk kedalam kamar Daniel, ia sedikit terkejut melihat Daniel yang sedang memakai celana panjangnya.

"Apa yang bisa aku bantu, Daniel?" tanya Rissa.

Daniel memandang ke arah Rissa, pria itu tersenyum sesaat lalu berniat menggodanya.

"Tolong ambilkan kemeja untukku yang ada didalam lemari," pintanya.

"Baik, aku akan mengambilkannya untukmu," Rissa langsung bergegas menuju lemari besar yang terbuat dari kayu dengan kualitas sangat tinggi.

Lalu Daniel menyemprotkan parfum ke seluruh tubuhnya...

"Anda, ingin kemeja warna apa?" tanya Rissa.

Gadis itu memilih-milih, tangannya begitu sibuk mencari kemeja yang berjejer didalam lemari... Aroma parfum terasa begitu harum di indra penciumannya, Rissa merasa seseorang menyentuh pinggangnya. Gadis itu lalu membalikkan tubuhnya dan tanpa ia sadari Daniel sudah berada tepat dibelakangnya.

"Da-niel..." ucap Rissa gugup.

Pria itu tidak bersuara... Daniel menggeser pintu lemari hingga tertutup lalu mendorong tubuh Rissa hingga gadis itu terhimpit diantara lemari pakaian dan dirinya.

Aroma tubuh pria itu begitu menggoda hingga membuat Rissa terhanyut oleh belaian lembut tangan Daniel. Kemudian Daniel mencium bibir Rissa yang berwarna merah muda dan menyesapnya sebentar, bibir itu terasa begitu manis semakin membuat Daniel tidak ingin melepasnya.

Rissa teringat ciuman pertamanya dengan Daniel, dikamar ini sebulan yang lalu saat Daniel memaksanya.

Flashback On

Sebulan yang lalu...

Rissa berlari menaiki tangga... gadis itu terlihat begitu terburu-buru dan merasa sangat takut dengan kemarahan Daniel. Pria kejam itu memanggil Rissa kekamarnya.

Rissa membuka pintu kamar Daniel dengan hati was-was, ia datang atau tidak pun Daniel akan tetep murka padanya.

"Ya, Tuan Daniel, apa Anda memanggil saya?" tanya Rissa lalu mendekat perlahan ke arah Daniel setelah menutup pintu kamar.

"Aku sudah memperingatkanmu untuk jangan masuk ke kamarku!!" teriak Daniel matanya menatap tajam ke arah Rissa.

"Maafkan aku," ucap Rissa pelan lalu menundukkan wajahnya.

Tubuh gadis itu terlihat gemetar karena ketakutan. Daniel mendatangi Rissa lalu mendorongnya dengan kasar kedinding kamar hingga membuat gadis itu meringis kesakitan.

Di balik pintu kamar Daniel beberapa pelayan menguping dan mereka berbisik-bisik merasa sangat khawatir.

"Apa yang mereka bicarakan?" tanya pelayan wanita.

"Aku hanya mendengar suara Tuan Daniel berteriak!!" jawab pelayan pria.

"Bagaimana ini, apa kita langsung masuk saja?" tanya pelayan wanita sambil berbisik.

"Aku takut Tuan Daniel akan semakin marah!!" jawab pelayan pria.

"Tetapi, jika kita membiarkannya aku takut Rissa nanti celaka," ucap pelayan wanita.

"Atau kita panggil Kakek Adam saja yang sedang dikebun," pelayan pria ingin memanggil kakek Rissa

"Jangan, aku takut pria tua itu semakin khawatir pada cucunya!!"

"Lalu bagaimana kita akan menolong Rissa?"

"Aku juga sangat takut jika Tuan Daniel marah dan memecat kita nanti!!"

Dua orang pelayan itu begitu khawatir dengan keadaan Rissa yang berada di dalam kamar Daniel.

Di dalam kamar, Daniel masih meneriaki Rissa sambil membanting barang-barang yang ada di hadapannya.

"Aku juga sudah pernah bilang padamu jangan kau sentuh barang-barangku!!!" teriak Daniel semakin marah dan menjadi-jadi.

Daniel begitu marah karena Rissa memasuki kamarnya tanpa izin, padahal gadis itu hanya membantu Mrs.Fara untuk membawa kemeja Daniel yang sudah di cuci bersih.

"Sungguh aku minta maaf, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi," ucap Rissa lalu menatap Daniel memohon.

Daniel menatap Rissa dengan mata berapi-api seperti singa yang siap menerkam mangsanya, pria itu begitu emosi.

"Kau selalu menyelinap masuk ke kamarku jika aku tidak ada, sekarang aku akan membuat perhitungan denganmu," ucap Daniel.

Pria itu tersenyum menyeringai ke arah Rissa.

"Ummphh..." Rissa memberontak melawan.

Tetapi, pria itu semakin memojokkannya. Daniel menarik tangan Rissa kemudian melempar gadis itu ke atas kasur lalu mencoba memperkosannya.

"Kau menginginkan ini bukan? bukankah kau sengaja untuk menggodaku!!!" teriak Daniel.

Pria itu memaksa Rissa kemudian menindihnya lalu menciumi dan menjilati leher gadis itu dengan rakus.

"Tuan Daniel aku mohon..." ucap Rissa sembari menangis dan memukul-mukul dada Daniel.

Gadis itu meronta-ronta hendak melepaskan dirinya, tetapi tenaga Daniel jauh lebih kuat darinya hingga seperti percuma Rissa menolaknya.

Rissa menangis karena merasa begitu takut. Namun sesaat kemudian Daniel bangun dari tubuh Rissa dan meminta gadis itu pergi.

"Pergilah dari sini," ucap Daniel menahan gairahnya.

Kemudian Rissa bangun dan merapihkan semua pakaiannya yang berantakan, gadis itu masih terlihat Shock karena perbuatan Daniel barusan, lalu Rissa bergegas pergi dari kamar Daniel secepatnya tanpa menatap pria yang memandanginya dari belakang.

Rambut indah Rissa tergerai dengan sangat cantik di pundaknya, semakin membuat Daniel tidak karuan.

Rissa keluar dari kamar Daniel... dua orang pelayan sedang menunggunya sedari tadi.

"Rissa, apa kamu baik-baik saja?" tanya seorang pelayan wanita.

Rissa menganggukkan kepalanya lemah.

"Apa Tuan Daniel melakukan kekerasan padamu?"

Rissa menggelengakan kepalanya lemah.

Dua orang pelayan itu saling menatap tidak mengerti, Rissa berjalan meninggalkan keduanya yang kebingungan.

"Arrgghhh..." teriak Daniel di dalam kamarnya.

Awalnya Daniel hanya ingin menakuti Rissa supaya gadis itu jera dan tidak akan berani masuk ke kamarnya lagi, tetapi perkiraannya salah pria itu justru merasa begitu menginginkan Rissa.

Flashback Off.

Ciuman dengan Rissa begitu memabukkan untuk Daniel, pria yang kejam ini merasa sangat bingung dengan hatinya sendiri..

Daniel menyentuh wajah Rissa dengan lembut..

Bersambung.

🌹🌹🌹

Hai gaes jangan lupa like, vote and comment.

Love you all😘

Miss Dara.

1
Mimi Ilham
aqu syuka.., syuka pake banget thor ama ceritanya...
aqu kasih Like 11 x
Mimi Ilham
coba mampir
Nelly
kpn ceritanya dilanjutin?
Rusmiati Mia
author bagaimana dgn Rissa dan anak ny apa mereka bahagia setelah berpisah dgn Daniel?
apa Rissa dan anak ny ada yg melindungi dan menjaga dan menyayangi mereka ?
jujur author aku pengen mereka bahagia . seperti ny cukup Rissa bersusah hati dalam cinta ny. biarkan Rissa bahagia dgn anak ny dan ada seseorang yg mencintai dan saling mencintai walau pun itu bukan Daniel
Rusmiati Mia: aku baca beberapa kali kaya ga rela ending ny bgn 😁
total 2 replies
Yuri Aida Yani
ok
Elminar Varida
sayang banget klu nggak dilanjutin thor..
ditunggu kelanjutannya thor..
Elminar Varida
salam kenal jg thor..
Indri Ani40
menarik, lanjut 👌
Birgitta Sulang
bagus ceritanya
SAURMA SINAGA
cerita yang menyenangkan
Tasya Putri
halo
angelシ
nyesel gue baca ni novel
bikin nangis anj😭😭
udah gitu ngegantung plis la author kasi s 2😭
주와
🖕
Diana Sari Natalia
usir aja semuanya Nil, yg lain mah cuma ngontrak 🤭🤭🤭
Diana Sari Natalia
Ga boleh Daniel tar kena karma lho
Diana Sari Natalia
jangan2 ibunya yg hampir tertabrak tadi 😌😌😌
Diana Sari Natalia
minta sih, dicium #rissa #daniel 🤭🤭🤭
Diana Sari Natalia
ganggu aja nih manager 😂😂😂
Diana Sari Natalia
Bagus ceritanya, suka bangettt
Diana Sari Natalia
kejam kau Daniel 🥺🥺🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!