NovelToon NovelToon
Transmigrasi Figuran

Transmigrasi Figuran

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Mafia / Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Ana

Lia, seorang pembaca setia novel populer berjudul Cinta dan Bayang Kekuasaan, tiba-tiba terbangun dan mendapati dirinya telah bertransmigrasi masuk ke dalam tubuh seorang tokoh figuran yang nyaris tidak disebutkan namanya dalam cerita aslinya. Tokoh ini adalah putri satu-satunya dari keluarga Adhitama—kelompok mafia sekaligus konglomerat terkaya nomor dua di dunia.

Dalam alur cerita asli, tokoh ini hanya berfungsi sebagai alat pengikat alur semata. Ia dijodohkan dengan Arjuna Dirgantara, pewaris keluarga Dirgantara, kekuasaan nomor satu di dunia yang juga dikenal sebagai sang antagonis utama yang dingin, kejam, dan dijuluki “Malaikat Maut” di dunia bawah tanah. Takdir tokoh ini sangat tragis: ia akan dibunuh secara diam-diam tak lama setelah pertunangan, menjadi korban pertikaian antar keluarga dan rencana licik tokoh-tokoh utama.

Sekarang dengan ingatan sebagai pembaca novel, Lia menyadari bahaya besar yang mengancam nyawanya. Tujuannya hanya satu: membatalkan pertunangan ini sece

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

figuran tunangan antagonis

Saat mata Rara terbuka, yang pertama ia rasakan bukan kasur empuk kamar kosnya, melainkan bantal sutra yang lembut dan bau aroma ruangan yang sangat mewah. Kepalanya terasa berdenyut hebat, dan seolah-olah sebuah aliran memori asing langsung masuk ke dalam otaknya.

Ia bukan lagi Rara, mahasiswi biasa yang baru saja mati tertabrak truk saat menyeberang jalan. Sekarang ia adalah Elena Vareza, seorang tokoh figuran dalam novel berjudul Cinta Berdarah di Atas Tahta Kekuasaan.

Dalam cerita aslinya, Elena hanyalah latar belakang yang tak terlalu penting. Ia berasal dari keluarga Vareza, penguasa kekayaan dan jaringan mafia peringkat ke-2 di dunia. Sudah diatur sejak kecil untuk bertunangan dengan Damian Aditya, pewaris keluarga Aditya—keluarga terkaya dan paling berkuasa, peringkat nomor satu di dunia. Damian bukan orang sembarangan; ia dijuluki “Malaikat Maut” di dunia bawah, dingin, kejam, dan tak pernah ragu menghabisi siapa pun yang menghalangi jalannya.

Dan takdir Elena dalam cerita itu sangat jelas: ia akan mati di tangan tunangannya sendiri, Damian, hanya karena menjadi “pengganggu” dalam rencana besar sang tokoh utama.

“Jadi aku terbangun di tubuh orang yang hidupnya tinggal hitungan hari?” gumam Elena dengan suara serak. Tangannya mengepal erat. Tidak, ia tidak akan mengikuti alur cerita aslinya. Ia tidak mau mati sia-sia. Satu-satunya cara untuk bertahan hidup adalah membatalkan pertunangan ini secepat mungkin.

Belum sempat Elena merencanakan langkahnya, pintu kamar terbuka lebar. Seorang pemuda bertubuh tinggi tegak berdiri di ambang pintu. Wajahnya sangat tampan, hampir sempurna, tapi matanya hitam pekat seperti jurang gelap yang tak berdasar. Hawa dingin seketika menyelimuti seluruh ruangan.

Itu Damian Aditya.

Di belakangnya berdiri seorang gadis lain—Clarissa, tokoh antagonis wanita dalam cerita, dan tunangan dari tokoh utama pria.

“Kau sudah sadar?” suara Damian datar, tanpa nada perasaan sedikit pun. “Kau pingsan saat upacara pengumuman pertunangan ulang kemarin. Memalukan.”

Elena menelan ludah. Dalam hati ia berteriak: Ini dia orang yang nanti bakal bunuh aku! Tapi ia memaksakan diri untuk tetap tenang. Ia ingat sifat Elena asli: agak penakut tapi memiliki harga diri tinggi.

Saat ia hendak membuka mulut, tiba-tiba suara lembut terdengar dari samping.

“Tuan Damian, jangan bicara begitu. Elena pasti masih lemas. Kasihan dia,” ujar Clarissa sambil tersenyum manis. Senyum yang terlihat tulus, tapi Elena yang sudah tahu alur cerita tahu persis sifat aslinya.

Clarissa adalah tipe gadis yang terlihat sangat polos, lembut, dan tak berdosa di mata semua orang—termasuk tokoh utama pria, Arga. Padahal, di balik topeng itu, ia sangat manipulatif, pandai menjebak orang lain, dan selalu memutarbalikkan fakta agar dirinya terlihat sebagai korban.

Dalam cerita aslinya, Clarissa sering memfitnah Luna, tokoh utama wanita yang benar-benar polos dan jujur. Arga yang sudah bertunangan dengan Clarissa selalu percaya omongan gadis itu, hingga sering menjauhi dan menyakiti Luna. Padahal Luna tak pernah berbuat salah apa pun.

“Terima kasih, Clarissa,” jawab Elena pelan, lalu menatap lurus ke arah Damian. “Sebetulnya… ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu.”

Damian mengangkat satu alis, seolah penasaran apa yang akan dikatakan gadis yang biasanya hanya bisa menunduk takut ini.

“Katakan saja.”

“Aku ingin membatalkan pertunangan kita.”

Ruangan seketika hening.

Clarissa terkejut, lalu matanya berbinar samar seolah mendengar kabar baik. Sedangkan wajah Damian berubah menjadi lebih dingin. Tekanan mengerikan meledak dari tubuhnya, membuat Elena ingin langsung lari, tapi ia memaksakan kakinya tetap diam.

“Membatalkan?” ulang Damian perlahan. “Elena Vareza, kau sadar apa yang kau ucapkan? Pertunangan ini bukan permainan anak-anak. Ini perjanjian dua keluarga besar. Kau pikir kau bisa membatalkannya seenaknya?”

“Aku tahu ini serius,” jawab Elena berusaha tegas, meski suaranya sedikit bergetar. “Tapi aku sadar kita tidak cocok. Hidup dengan seseorang yang bahkan tidak peduli dengan keberadaanku… itu tidak ada gunanya untuk kita berdua. Lebih baik berpisah sekarang sebelum semuanya makin rumit.”

Damian menatapnya tajam seolah ingin membaca isi hatinya. Selama ini ia mengenal Elena sebagai gadis yang diam saja dan selalu patuh pada perintah keluarganya. Tiba-tiba meminta putus? Ada sesuatu yang berubah, tapi ia belum tahu apa.

“Baiklah,” katanya akhirnya, membuat Elena terkejut. “Kalau kau bisa meyakinkan kedua keluarga kita, aku tidak keberatan. Tapi ingat, jangan sampai kau menyesal nanti.”

Setelah itu, Damian berbalik pergi diikuti Clarissa yang masih memandang Elena dengan tatapan aneh, seolah bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.

Begitu pintu tertutup, Elena langsung menjatuhkan tubuhnya ke kasur sambil menghela napas panjang.

“Langkah pertama sudah dimulai. Sekarang… aku harus bertahan hidup, menjauhi alur cerita, dan jangan sampai terlibat dalam intrik busuk antara Clarissa, Arga, dan Luna,” gumamnya.

Namun ia belum sadar, bahwa keputusannya membatalkan pertunangan ini justru akan mengubah seluruh alur cerita yang sudah tertulis, dan membuat dirinya terlibat lebih dalam dari yang ia bayangkan.

 

Dua hari kemudian, Elena memutuskan untuk bersekolah seperti biasa. SMA Adiwangsa adalah sekolah khusus anak-anak dari keluarga terpandang dan berpengaruh. Di situlah semua konflik dalam novel itu dimulai.

Begitu melangkah masuk ke gerbang sekolah, ia langsung melihat sosok Arga—pemuda paling ditakuti sekaligus dikagumi di sekolah itu. Wajahnya gagah, postur tubuhnya sempurna, dan aura kekuasaannya terasa sampai ke mana pun ia melangkah. Di sisinya berdiri Clarissa, yang menggandeng lengannya sambil tersenyum manis, dan di depan mereka berdiri Luna, gadis sederhana dengan penampilan bersih dan tatapan mata yang jujur.

“Kenapa kau selalu mengikutiku, Luna?” tanya Arga dengan nada dingin. “Sudah kubilang, jangan ganggu aku dan Clarissa.”

Luna menunduk, suaranya lembut dan penuh kesedihan. “Aku tidak mengganggu, Arga. Hanya saja… buku pelajaranmu tertinggal di perpustakaan kemarin. Aku ingin mengembalikannya saja.”

“Jangan percaya dia, Arga,” potong Clarissa dengan nada sedih, matanya berkaca-kaca seolah ingin menangis. “Mungkin dia sengaja mengambilnya agar punya alasan mendekatimu. Dia selalu berusaha memisahkan kita, kan?”

Elena yang melihat adegan itu dari kejauhan menggeleng dalam hati. Ini lagi-lagi kejadian yang tertulis di cerita. Clarissa menjebak Luna, Arga langsung percaya tanpa memeriksa kebenarannya. Luna memang polos sampai tidak bisa membela diri sendiri.

“Dengar dia, Luna!” bentak Arga. “Jangan coba-coba bermain di belakangku. Kalau kau berani menyakiti Clarissa, aku tidak akan memaafkanmu.”

Hati Luna terasa perih, tapi ia hanya bisa menahan air matanya dan meletakkan buku itu di meja dekat mereka sebelum berjalan pergi dengan langkah gontai.

Elena merasa tidak tega. Dalam cerita aslinya, ia hanya lewat begitu saja tanpa peduli, tapi sekarang ia adalah orang yang ingin mengubah nasibnya sendiri. Berarti ia juga tidak harus diam saja melihat ketidakadilan ini.

Ia berjalan mendekati Luna yang duduk sendirian di taman belakang sekolah.

“Kau baik-baik saja?” tanya Elena pelan.

Luna menoleh, terkejut melihat Elena yang jarang berbicara dengan siapa pun. “Aku… aku baik saja. Terima kasih sudah bertanya.”

“Jangan terlalu memikirkan apa yang dikatakan Arga,” kata Elena jujur. “Dia hanya belum tahu siapa yang sebenarnya tulus dan siapa yang berpura-pura.”

Luna tersenyum tipis, meski matanya masih basah. “Tidak apa-apa. Mungkin memang aku yang tidak pantas berada di dekatnya.”

Melihat kepolosan Luna yang nyata, Elena makin yakin: ia harus menjauhi Clarissa, tidak ikut campur terlalu dalam, tapi juga tidak membiarkan dirinya menjadi korban atau alat bagi siapa pun.

Namun di sisi lain, kabar bahwa Elena ingin membatalkan pertunangannya dengan Damian mulai menyebar ke seluruh lingkungan elit. Tak lama kemudian, Damian sendiri datang mencari Elena lagi—kali ini dengan tatapan yang tidak lagi dingin biasa, tapi penuh rasa ingin tahu yang berbahaya.

“Kau benar-benar serius ingin membatalkannya?” tanya Damian saat mereka bertemu di ruang tamu rumah keluarga Vareza.

“Ya, aku serius,” jawab Elena mantap.

Damian melangkah mendekat, jarak mereka hanya beberapa sentimeter. “Kalau begitu… beri aku satu alasan yang masuk akal. Sebagai gantinya, aku akan pertimbangkan permintaanmu.”

Elena menatap matanya lurus, tanpa takut lagi. “Karena aku tidak mau mati muda hanya karena menjadi penghalang dalam rencana orang lain.”

Jawaban itu membuat Damian terdiam. Matanya menyipit, seolah baru melihat sisi lain dari gadis yang selama ini ia anggap hanya sebagai figuran yang tak berarti.

 

(Bersambung)

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!