Velica seorang artis terkenal yang iseng membaca novel bertema " Gadis seindah musim semi " yang sedang booming dengan banyak sanjungan banyak orang. Bukannya menyanjung, Velica justru mengkritik tokoh utama novel tersebut yang menurutnya terlalu menganiaya sang antagonis.
"Kasihan sekali Clarissa ini, Padahal Robert itu tunangannya, Tetapi mengapa ia harus di benci karna marah ketika tunangannya berselingkuh." Ujarnya kesal.
"Padahal Clarissa punya segalanya, Ia juga melakukan semuanya untuk Robert, Robert itu lah yang tidak tahu diri. Sudah di bantu dia malah menyukai anak dari seorang pelayan, Sih Nadia itu!"
"Jika aku menjadi Clarissa, Sudah ku buat kedua orang itu kehilangan wajahnya di muka umum, Beraninya dia yang seorang pemuda miskin memperlakukan Clarissa begini!" Velica melempar novel itu dengan kesal.
Tak lama, Novel itu terbuka sendiri...membuat Velica masuk ke dalam nya. Jika penasaran cuss langsung baca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najmu Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 14 - Berkumpul bersama
...Chapter 14...
...----------------...
Seperti janjinya, Keesokannya Clarissa mengundang keempat temannya itu untuk datang ke rumahnya, Ia menyiapkan beberapa cemilan untuk mengisi perut, Kini mereka berada di ruang khusus milik tamu.
"Terima kasih sudah mengundang kami ke rumah-mu. Aku sangat senang." Ucap rosely tersenyum. Ada Riana, Nasya dan juga Mia.
"Aku juga senang, Aku harap kalian nyaman di sini."Ucap Clarissa tersenyum.
"Oh ya, Nona Clarissa. Anda bertanya perihal lukisan yang anda berikan padaku. Sepertinya orang misterius itu menyimpan foto lukisan yang berada di akun IG-ku, Karna setelah mendapatkan lukisan dari anda, Aku mempostingnya."Ucap rosely merasa bersalah.
"Aku senang kau begitu menyukai lukisan itu, Aku bertanya hanya ingin mengetahui siapa pembuat lukisan yang sedang populer itu, Aku hanya ingin memastikan bahwa di dalam lukisan itu bukanlah diriku." Ucap Clarissa.
"Apa tuan muda Alexion tau?" Tanya Riana, Clarissa berpikir sejenak.
Dalam cerita novel, Tidak ada alur seperti ini. Ia merasa novel itu sudah tidak sama, Semua perasaan tokoh itu jadi berbeda. Kemunculan Tora yang tidak sesuai alur, Dan kedekatannya dengan nona rosely. Sepertinya, Ia sudah tidak bisa bergantung pada alur.
"Nona Clarissa, kenapa anda bengong?" Tanya Riana.
"Oh maafkan aku, Sudahlah kita tidak usah membahas itu, lagipula kepopuleran lukisan itu juga nanti akan memudar." Ucap Clarissa tersenyum.
"Anda benar, Lagi pula lukisan yang di buat dengan wajah anda juga sangat cantik, Saya jadi ingin membelinya." Ucap rosely.
"Tapikan lukisan itu tidak di jual, Hanya di pamerkan saja, Pembuatnya saja di rahasiakan." Ucap Riana cemberut.
"Sayang sekali." Rosely terduduk lesu.
"Nona, Tuan muda Alexion datang." Ucap Sera . Rosely, Riana dan Nasya menutup mulutnya tak percaya. Ternyata hubungan kedua orang itu begitu dekat.
"Apa kau sudah ada janji dengannya?" Tanya Mia, Clarissa menggeleng pelan.
"Aku akan menemuinya sebentar, Kalian silahkan minum dan makan dulu saja." Ucap Clarissa tersenyum. Ia bangkit dan berjalan keluar menuju lantai bawah.
"Wah aku sungguh penasaran, Apakah tuan muda Alexion memang sedingin itu ya. Katanya dia tak pernah tersenyum." Ucap Riana terkekeh.
"Yang aku dengar juga begitu, Dia dingin dan tak tersentuh. Hanya Nadia yang berhasil menjadi teman dekatnya. Itu sebabnya beberapa orang menganggap Nadia itu calon menantu di keluarga William." Ucap rosely.
"Nadia hanya teman bermain untuk tuan muda Alexion. Dia dan Robert itu hanya anak pelayan." Ucap Mia. Riana, Nasya dan rosely langsung menutup mulutnya tak percaya.
"Serius? Mengapa semua orang mengatakan Nadia itu saudari jauh tuan muda Alexion. Dan Robert itu calon tunangan nona Clarissa?" Kaget rosely.
"Tidak ada yang tahu, Aku tahu ini dari kakak-ku, Dia tau banyak hal tentang beberapa orang berpengaruh di ibu kota. Dan ya, Memang keluarga bellen dan William yang membiayai sekolah mereka." Ucap Mia sembari meniup teh miliknya.
"Clarissa dan tuan muda Alexion tidak pernah memberitahu siapapun tentang identitas mereka( Nadia dan Robert), Demi mereka bisa bersekolah dengan nyaman." Ucap Mia.
"Ternyata mereka sebaik itu ya, Aku jadi kesal sendiri jika mengingat Nadia yang memojokkan nona Clarissa, Padahal dia tahu jelas posisinya." Ucap Riana cemberut.
"Itulah Clarissa, Aku mengenalnya sejak kecil. Dia orang yang cuek terhadap dirinya sendiri, Tetapi dia juga peduli dengan orang lain. "Ucap Mia menatap ke arah lantai bawah, Karna mereka berada di ruangan dengan tembok kaca tebal, Mereka masih bisa melihat ke arah bawah.
"Lihatlah, Mereka beneran bertemu!" Teriak Riana menunjuk Clarissa yang mendatangi Alexion.
"Mau di lihat dari mana pun, Mereka itu sangat cocok."Ucap rosely tersenyum.
"Mereka memang cocok, Tetapi jika tuan muda Alexion masih berhubungan dengan Nadia, Aku tidak akan membiarkan dia bertemu Clarissa lagi." Ucap Mia dengan dingin.
"Axion, Ada apa? Kenapa tiba-tiba datang?" Clarissa bertanya dengan penasaran. Karna Axion sama sekali tak mengabarinya saat mau datang.
"Maafkan aku datang tiba-tiba, Apa aku mengganggumu?" Tanya Alexion menatap sekitar mereka.
"Tidak, Aku hanya sedang berkumpul dengan beberapa teman-ku, Itu mereka." Clarissa menunjuk ruang lantai 2 yang hanya di baluti kaca dan beberapa tanaman indah, Di sana terlihat ada beberapa gadis yang sedang duduk bersama.
Melihat Clarissa menunjuk mereka, Para gadis itu melambaikan tangannya dengan heboh, Walaupun ruangan itu kedap suara.
"Aku senang kau mulai berbaur, Oh yaa...apa kau melihat Robert?" Tanya Axion, Clarissa menggeleng tanda tak tahu.
"Aku tidak melihatnya." Jawab Clarissa,
"Hmm...kalau begitu, Aku akan pulang. Aku tidak akan mengganggumu bersantai." Ucap Alexion dengan berat hati, Ia mulai beranjak. Tetapi Clarissa menahan tangannya.
"Jangan pergi, kamu tidak mengganggu-ku." Ucap Clarissa, Axion tersenyum tipis melihat Clarissa yang kini menahan tangannya.
"Baiklah, Aku akan ikut bersama-mu." Ucap Axion tersenyum. Ia meraih tangan Clarissa dan berjalan bersama memasuki mansion keluarga bellen.
"Wah sepertinya para nona harus menjadi nyamuk hari ini." Ledek Sera pada para gadis yang menatap hal manis itu dari atas.
"Ck...benar sekali, Kita menjadi nyamuk besar." Ucap Riana cemberut.
"Tapi aku senang sekali melihat hubungan harmonis mereka, Tuan muda Alexion terlihat sangat menurut pada nona Clarissa, Dan nona Clarissa terlihat sangat manja pada tuan muda alexion." Ucap rosely terkekeh.
"Hey, Mereka akan segera datang. Pasang sikap anggun kalian." Ucap Nasya, Mereka segera berdehem cool, Seolah tak melihat apapun.
"Maaf menunggu lama, Bolehkah dia bergabung bersama kita?" Tanya Clarissa dengan Alexion di belakangnya.
"Tentu saja, Tetapi tidak adil bila hanya kau yang membawa pasangan. Harusnya kita juga boleh membawa seseorang kan?" Ledek rosely cemberut tetapi hatinya ingin tertawa.
"Undang saja." Ucap Axion dengan datar, Tetapi tatapannya tak sedingin biasanya.
"Wah...sudah mendapatkan izin dari suami tuan rumah, Ayo segera undang." Ucap Riana dengan heboh.
"Aku akan menyuruh pacar-ku datang ke sini." Ucap Riana antusias, Ia membuka handphonenya.
"Aku tidak punya pacar, Tetapi satu-satunya pria yang aku mintai kontaknya hanya kak Tora. Aku mengundangnya saja deh." Ucap Nasya terkekeh
"Tora Rolan? Kakak tirinya nona Nola itu?"Kaget rosely, Bagaimana Nasya bisa mengenal pemuda itu.
"Ya, Nona rosely anda mungkin tidak tahu. Di sekolah kami, Kemarin dia izin mengajarkan kami cara mencangkok dan memahami bagian tubuh bunga. Dia sangat tampan loh." Ucap Nasya.
"Betul, Dia bahkan menyiapkan hadiah untuk yang paling bagus, Mungkin besok dia akan mengumumkan siapa yang pantas menerima hadiah."Ucap Riana tersenyum.
"Nona Mia, Anda mengundang siapa? Anda diam saja dari tadi." Ucap Riana menatap Mia, Mia hanya diam sambil tersenyum.
Clarissa menatap Mia, Selama ini mia memang cukup terkenal karna selalu berada di sekelilingnya, Tetapi gadis itu terlalu pendiam sehingga hampir semua pria menganggapnya tak seru.
"Axion, Apa kau bisa mengundang satu teman-mu untuk menjadi pasangan Mia?" bisik Clarissa, Axion mengangguk paham.
"Baiklah." Jawabnya, Ia bangkit dan terlihat menelpon seseorang.
"Kak Tora akan sampai dalam 10 menit." Ucap Nasya tersenyum.
"Pacarku tidak bisa datang, Sepertinya aku jadi nyamuk." Ucap Riana cemberut.
"Aku mengundang adik-ku saja." Ucap rosely tersenyum senang.
"Baguslah anda mau mengundang adik anda, Jadi di sini aku tidak akan jadi nyamuk." Ucap Riana, Rosely pun tertawa geli.
"Dia akan datang sebentar lagi." Ucap Axion pada Clarissa, Clarissa mengangguk senang.
TBC
like dan komen.