NovelToon NovelToon
A Mafia'S Love For A Muslimah

A Mafia'S Love For A Muslimah

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi
Popularitas:846.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nurliah Ummu Tasqi

Seorang mafia kelas kakap, Maxwell Powell nyaris terbunuh karena penghianatan kolega sekaligus sahabatnya. Namun taqdir mempertemukannya dengan seorang muslimah bercadar penuh kharisma, Ayesha, yang tak sengaja menolongnya. Mereka kemudian dipersatukan oleh Allah dalam sebuah ikatan pernikahan gantung karena Ayesha tak ingin gegabah menerima lamaran Maxwell terhadapnya. Kehidupan seorang muallaf dengan latar belakang kehidupan gelap seorang mafia mengharuskan sang gadis muslimah yang nyaris sempurna ini harus menguji dulu seberapa mungkin mereka kelak bisa membangun rumah tangga Islami yang seutuhnya.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurliah Ummu Tasqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33. Masalah Pabrik (part 4)

Ahmed bergegas keluar dan tercengang melihat hampir seluruh pekerja sudah riuh bergerombol di depan kantor. Aksi unjuk rasa, pikir Ahmed seketika.

"Ada apa ini?", teriak Ahmed menatap wajah-wajah pekerjanya nanar. Ia menghela nafas sejenak meredakan emosinya melihat sikap para pekerjanya yang mulai nampak rusuh.

Salah seorang pekerja tetap, maju dan menjawab.

"Kami minta kejelasan nasib kami, Sir. Pabrik ini akan tutup bukan? Kami ingin kejelasan tentang uang pesangon kami jika pabrik ini tutup."

"Siapa yang mengatakan pabrik ini tutup?"

"Kami sudah tau pabrik bangkrut, Sir. Tak usah ditutupi lagi. Kami tidak ingin mendadak pabrik ditutup dan kami harus mendadak mencari pekerjaan lain sementara anak istri kami butuh makan. Jika memang akan ditutup sampaikanlah segera agar kami bersiap"

"Yang berhak menutup pabrik ini adalah kami, sang pemilik. Dan itu Insyaa Allah tidak akan terjadi. Kami akan usahakan secepatnya mengatasi masalah yang ada. Kalian dengar? Silakan kembali bekerja dan ikuti aturan yang ada."

"Tidak!!!! Kami ingin kejelasan segera. Hari ini juga! Jika tidak. Kami akan mogok kerja. Bukan begitu kawan-kawan?"

"Betul. Kami akan mogok kerja!", suara para pekerja lainnya membahana menjawab pimpinan unjuk rasa.

"Dengarkan saya! Pabrik ini telah memberi makan kalian selama 4 tahun sejak berdirinya. Dan bukankah pabrik ini terus berusaha memenuhi semua kebutuhan kalian dengan layak? Kebutuhan sandang, pangan, papan, kesehatan bahkan hiburan dan komunikasi juga diberikan dengan layak tanpa perbedaan. Dan sekarang, ketika pabrik mengalami masalah dan baru sekali ini bermasalah, kalian dengan mudahnya hendak mogok kerja? Bahkan tanpa menunggu lebih dulu kejelasan dari kami?", Ahmed menatap satu persatu pekerjanya. Pandangannya nanar menyapu wajah-wajah gelisah di hadapannya. Tak lama matanya bertemu dengan sosok wajah yang sempat memenuhi hatinya beberapa saat sebelumnya. Sepasang mata coklat dengan rambut coklat itu balas menatapnya di tengah kerumunan orang-orang yang terus meneriakkan kata "mogok".

Sang pimpinan unjuk rasa yang sedari tadi menjadi jubir kini bergerak maju membalas ucapan Ahmed.

"Kami tau kalau selama ini pabrik sudah baik memberikan kami semua itu. Tapi bukankah itu sudah menjadi hak kami? Dan itu adalah kewajiban kalian yang sudah lebih dulu mendapatkan banyak keuntungan dari semua hasil pabrik. Dan semua keuntungan itu adalah dari hasil jerih payah kami semua"

"Memang benar. Dan taukah kalian seberapa besar keuntungan kami dari hasil keringat kalian itu? Perlukah kami tunjukkan itu pada kalian? Hah? Itu. Itulah hasil keuntungan pabrik selama ini. Lihatlah di sana", Ahmed menunjuk ke arah belakangnya. Nampak dari jauh, di sebrang jalan aspal tepat di seberang gerbang pintu menuju pabrik, terlihat sebuah kompleks perumahan yang cukup layak huni yang di dalamnya dilengkapi dengan berbagai fasilitas publik. Selama para pekerja tetap bekerja di pabrik arang kelapa milik Vladimir family, mereka mendapatkan fasilitas perumahan type menengah yang layak huni, dengan fasilitas jaringan wifi dan bus serta mini bus gratis untuk memudahkan mobilitas mereka ke luar daerah. Di dalamnya juga disediakan sekolah play ground dan primary school untuk sekolah anak-anak mereka yang masih kecil dan juga fasilitas klinik kesehatan untuk kebutuhan emergency.

"Lihat. Lihatlah! Itulah keuntungan yang kami peroleh selama ini. Rumah tempat tinggal kalian. Klinik dengan fasilitas tenaga kesehatan yang stand by memenuhi kebutuhan kalian. Sekolah dasar gratis untuk anak-anak kalian. Jaringan wifi gratis juga mobil angkutan jika kalian perlukan untuk keluar daerah. Itulah semua keuntungan selama 4 tahun pabrik ini berdiri. Dan taukah kalian semua? Jika kalian bandingkan semua yang kalian dapatkan ini dengan para pekerja di pabrik lainnya, apakah semua ini sebanding dengan yang mereka dapatkan? Jawab!", Ahmed mulai tersulut emosi.

Sejenak para pekerja terdiam. Mereka memang tidak bisa menjawab karena semua yang dikatakan Ahmed benar. Selama pabrik stabil, mereka mendapatkan hak yang cukup layak.

"Apakah kalian pikir keuntungan pabrik ini begitu besar dan memperkaya diri kami sendiri? Tidak! Semua keuntungan pabrik ini kembali ke kalian semua. Semua! Kami belum lagi mendapatkan apapun selain yang kalian rasakan di seberang sana. Karena pabrik ini baru berdiri 4 tahun. Itu waktu yang masih sangat singkat. Butuh beberapa tahun lagi untuk kami bisa mendapatkan keuntungan lainnya selain fasilitas-fasilitas yang sekarang sudah terbangun untuk kesejahteraan kalian semua. Selama ini kami berusaha untuk memprioritaskan kalian lebih dulu. Karena tujuan pabrik ini berdiri bukan semata-mata untuk profit kami. Tapi kami ingin menjadi bagian dari orang yang bisa bermanfaat untuk umat. Dan hari ini, belum genap sebulan pabrik kita bermasalah dengan keuangan. Dan gaji kalian juga belum lagi pernah tertunda, mengapa kalian sudah cukup menyimpulkan pabrik akan tutup dan kalian tidak bisa lagi bekerja di sini? Siapa yang menginformasikan kepada kalian bahwa pabrik ini bangkrut? Siapa? Adakah yang lebih berhak memberi info besar itu selain kami? Ada?", Ahmed menatap tajam semua wajah para pekerja. Yang ditatap kini tertunduk.

"Baik. Kalau gitu kami minta jaminan bahwa pabrik ini tidak akan tutup sehingga kami bisa konsentrasi pada pekerjaan kami".

Ahmed tercenung mendengar tuntutan si jubir. Pekerja lainnya yang semula diam turut memberi dukungan dengan teriakan.

"Kami akan selesaikan masalah ini dalam minggu ini. Kalian tunggulah. Tapi yang jelas kami akan berusaha sekuat tenaga agar pabrik ini tetap berdiri untuk kalian. Percayalah!", sahut Ahmed.

"Kami tidak bisa hanya sekedar mendengarkan janji, Sir. Kami akui semua fasilitas yang sudah ada selama ini sangat membantu kami. Tapi untuk masa depan keluarga kami, kami juga harus berjuang mencari pekerjaan lainnya jika memang pabrik ini ditutup. Dan itu tidak mudah mencari pekerjaan saat ini. Jika kalian memberi kami pesangon, minimal kami akan buka usaha sendiri di kota".

Ahmed terdiam. Dia sendiri masih bingung. Jika si penghianat tertangkap pun, belum tentu hasil korupsinya masih bisa diambil. Jika demikian, dibutuhkan kucuran dana segar yang tidak sedikit untuk memenuhi kebutuhan pabrik yang uang kasnya sudah dibobol oleh maling. Tiba-tiba terdengar suara lembut namun tegas di belakangnya.

"Pak Ahmed sudah mengatakan pada kalian yang sebenarnya. Jika kalian tidak sabar menunggu seminggu ini, maka kami persilakan kalian angkat kaki dari pabrik dan pergilah mencari pekerjaan yang lain. Uang pesangon hanya kami berikan pada mereka yang setia, bukan pada mereka yang tak tau arti bersabar menunggu 7 hari dengan segudang kebaikan yang sudah diberikan dalam masa 1460 hari ini. Bagaimana?", suara Ayesha keras membahana. Matanya menatap tajam ke arah semua pekerja.

Wajah-wajah gelisah di depan Ahmed dan Ayesha terhenyak dengan pilihan yang di berikan.

1
Nurliah Kisarani Lia
hehehe..maaf ya kk..

/Pray//Pray//Pray/
Eliadorrʕ •ᴥ•ʔゝ☆
lnjt kk
Eliadorrʕ •ᴥ•ʔゝ☆
lnjt kkk plisss
Yuli Budi
ya Allah Thor lama amat 3 thn, wis kedarung lupa jln critane
Nurliah Kisarani Lia: maafin ya..../Pray//Pray//Pray//Chuckle//Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
Rudiyan
Cerita yg sangat menarik untuk di baca dan membuat kita ingin tahu apa episode berikutnya
Nurliah Kisarani Lia: tq rudi...smg bermanfaat
total 1 replies
Nurliah Kisarani Lia
semangattttsss
@
bagus bngt Thor crita nya God 👍🏻
Samsuna
Mark ketika jatuh cinta lucu sekali 😂🤭
Samsuna
tegang akuuu
Samsuna
aku sedih Peter meninggal 😭😭😭😭
s
👍👍👍👍👍👍👍👍👍
lupa nama?
yukk bisa yuukk thor up lagi..bismillah.
lupa nama?
nona grace kka sepupu/ adik sepupunya maxwell dong..bukan bibi dong kan anak dari pamannya
Nurliah Kisarani Lia: keduanya sis. sepupu kandung dari Abraham krn anaknya, juga bibi karena adik dari cristine yg juga ibunya maxwel (ibu susu)
total 1 replies
lupa nama?
Dari karya ini banyak pembelajaran yg dapat diambil bagaimana menjadi muslim yg taat kepada Rabb-NYA
Nafid Fajarina
waah.. samaan kaya aku mak otor. baby nya udah berpa bukan nih?
Ibunya Alzam Zaky
di tunggu up nya lagi kak... setia menunggu
Ibunya Alzam Zaky
😭😭😭😭😭
Ibunya Alzam Zaky
ky di pelem Thor
Ibunya Alzam Zaky
mark kamu sana grace sono
Asih Suhermanto
seneng dech di up lagi ini cerita... semangat yaa kak di tunggu kela jutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!