NovelToon NovelToon
DESA YANG HILANG

DESA YANG HILANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Misteri / Horor
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Riski riko

Sebuah karya novel bergenre horor yang sangat menyeramkan tentang perjalanan mahasisiwa teknik geologi yang terjebak didalam desa yang hilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riski riko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rio Menghilang

****#Sebelum membaca DYH pastikan kk semua sudah menekan tombol like, Terimakasih kk, karena sudah memberikan likenya, Selamat membaca😁🤗#********.

Oh ya, Author Ada chanel Youtube juga ya, Disana author akan menerbitkan sebuah karangan novel yang sudah di ubah seperti cerita bergambar, Yang pasti seru banget.

Chanelnya KREASI NOVEL, "Judulnya Novel Aku Bukan Wanita Suci."

https://youtu.be/519XasMCYi4

Mohon bantuanya teman teman, Subsribe dan like ya, Kalau udah banyak subsribe.

Insyaallah bulan depan akan di terbitkan.

_____________________________________________

Aku dan bapak Arif pun berlari kearah Danu, Rio dan Wisnu yang sedang berteduh di bawah pohon.

"Ah eluu pada,Gimana sih?, Baru ditimpa hujan dikit aja udah pada kabur duluan"

Ucap ku kepada teman teman ku.

"Hujannya lebat Ko, Baju udah pada basah ni".

Ucap Rio yang sepertinya lagi kedinginan.

"Iya ko, Gua juga gak kuat nahannya"

Gumam Wisnu.

"Guaa bukanya Lari ya Ko!, Gua tadi masih sholat namun Rio narik Gua, Yaaa Gua ikut mereka jadinya".

Ucap Danu.

" Gua sebenarnya ditarik juga sama Rio, Cuma Gua memang udah gak sanggup kedinginan Juga".

Ucap Wisnu.

"Ohhh jadi pusat nya ini di Rio Rupanya"

Ucap ku sambil melihat ke arah Rio.

Rio pun melirik sinis ke arah Danu dan Wisnu lalu berkata.

"Eluuu ya!!, Padahal Elu sendiri yang mau lari".

Kemudian Rio menghadap ke arah Ku.

" Guaaa mau sholat tadi Ko, Cuma dua anak dajal ini yang narik Gua".

Sontak saja Danu berkata.

"Kayaknya udah pinter akting ni anak".

Wisnu pun juga berkata.

" Iya ya, Padahal Dia yang narik, Kok malah kami yang disalahin".

Rio pun mendekat kearah Ku dan megang bahu ku.

"Lo jangan percaya ama mereka, Nanti malah bertambah Rukun Imam".

" Rukun Iman kali".

Ucap Ku.

"Oh iya ya heheheh, Soalny Gua ikut komentarnya kakak Silwana Komala ketika di komentar DYH".

Jawab Rio.

" Sini Gua bantu turunin Tas ransel Lo"

Ucap Rio sambil mengambil tas Ransel yang berada di punggung ku.

"Yaelaaaaahhhhh, Takut dimarah ye?"

Ucap Wisnu.

" Hahaha tau aje Elu tong".

Ucap Rio.

Hujan pun bertambah lebat, Ditambah dengan suara petir yang begitu keras.

Ctaaarrrrrrrrrrrrr

Suara petir yang sangat kuat.

Bumi seolah olah bergetar karna dentuman petir yang sangat keras itu.

"Alaa makk, Mati Guaaa".

Teriak Rio yang terkejut mendengar suara petir yang sangat dahsyat itu.

" Kalau kita denger petir maka ucapkan do'a ,Subhanalladzi sabbahat lahu, (Mahasuci Allah yang petir bertasbih kepada-Nya)"

Ucap ku yang juga kaget mendengar suara petir itu.

"Gua gak hafal ko"

Ucap Rio.

"Nanti Gua ajarin"

Ucap Ku.

Gemuruh petir semakin menjadi jadi, Pakaian kami tidak ada sehelai benang pun yang masih kering.

Hujan semakin lebat di tambah angin kencang, Pohon tempat kami berteduh sudah bergoyang goyang mendengarkan lagu musik Dangdut dari gemurunya petir.

Terlihat Jutaan air hujan yang terhempas di atas air danau yang tenang, Sehingga menciptakan sedikit gelombang.

"Kok kayak mau sunami gini pak?"

Ucap Rio yang masih ketakutan.

Suara gemuruh semakin menjadi jadi.

"Bapak tidak tau juga dek, Kok bisa begini"

Ucap bapak Arif.

"Mama Aku tidak mau matiii, Mamaaaaaaa".

Teriak Rio yang hampir menangis.

Memang sa'at itu, Cuaca sangat menakutkan, Lebih menakutkan dari fotonya mantan.

Bapak Arif menyuruh kami untuk pindah tempat, Karena pohon tempat kami berteduh itu sudah seperti mau roboh.

" Ayoo kita pindah Ke tepi danau".

"Iyaa pak"

Ucap Ku.

Kami pun berlari ke arah pinggir danau, Karena di dekat danau tidak ada pohon sama sekali.

"Tas Lo ketinggalan".

Ucap Danu kepada Rio.

Rio pun berlari kebelakang mengambil Tasnya.

" Tungguin Guaaaaa".

Teriak Rio dari arah belakang.

Sungguh sudah seperti sunami saja pada waktu itu.

Kami berkumpul di pinggir danau, Aku, Danu, Wisnu ,Rio dan Bapak Arif.

"Paakk?, Kita gak mati kan?"

Tanya Rio yang sudah menangis.

"Matii ditangan Tuhan dek".

Jawab bapak Arif.

Rio pun semakin menjadi jadi, Dia sudah seperti anak kecil yang tidak dituruti kemauannya.

Sambil menangis Rio berteriak.

" Hujaaaaaa, Petiiirrrr, Angiiiin Berhenti".

Betapa kagetnya kami ketika itu, Setelah Rio berteriak sambil menangis menyuruh semuanya berhenti tiba tiba semuanya berhenti, Hujan yang deras, Petir yang kuat, Angin yang kencang.

Sepeti layaknya film Herry poter yang menjadi seorang penyihir, Seolah olah Hujan Petir dan Angin patuh terhadap perintah Rio.

Tidak ada lagi hujan, petir dan angin. Semuanya kembali seperti semula.

"Waduhhh Rio hebat kaliii"

Ucap Danu.

"Jangan jangan Lo udah punya ilmu penyihir ya?"

Tanya si Wisnu.

Bapak Arif pun tidak mau kalah, Dia juga berkata.

"Rupanya Rio hebat juga ya".

Rio yang menangis seperti anak kecil tadi langsung tertawa layaknya anak kecil diberikan permen.

" Heheheheehe".

Sambil mengelap air matanya yang sudah bercampur dengan air hujan.

"Air hujan kok rasanya Asin"

Tanya Rio.

"Itu bukan air hujan *****, Itu air mata Lo".

Ucap Ku.

" Wuuuuuuuu, Siapa yang nangis?"

Ucap Rio yang seperti malu.

"Hahahahhaahah Rio Rio, Lo kayak anak kecil aja kalau nangis".

Ucap Wisnu.

" Siapa yang nangis?"

Tanya Rio kembali sambil membersihkan Air mata yang masih tersisa.

"Itu air mata Lo masih ada".

Ucap Wisnu yang sedang berbohong, Karena air mata tidak kelihatan sedikitpun.

" Maaanaaaaa??".

Tanya Rio sambil menghapus semua air mata di wajahnya.

"Tu kan?, Padahal gak ada air mata lagi".

Ucap ku.

Bapak Arif pun tertawa.

" Hahahahahah"

Baju yang kami kenakan sudah basah semua, untung saja kami semua membawa pakaian didalam tas ransel kecuali bapak Arif sendiri yang tidak membawa pakaian.

Aku memberikan pakaian ku kepada bapak Arif karena postur tubuh kami hampir sama dan kebutulan Aku ternyata membawa 2 pakaian.

Ketika Kami lagi mau ganti pakaian, Tiba tiba.

Byuuuuuuuuuuuuuuur

Suara benda besar jatuh ke dalam Danau.

Kami semua melihat kearah itu.

Ternyata oh ternyata Rio sudah terjun kedalam Danau.

"Ayoooo mandiii, Mumpung udah basah kuyub".

Teriak Rio yang sedang asyik berenang.

Bapak Arif yang melihat tingakah Rio langsung berteriak.

" Hati hati Rio".

Anak yang satu itu memang berbeda dari yang lain, Dia sepertinya tidak bisa di nasehati sedikitpun.

Padahal sebelumnya udah janji tidak mau melakukan hal bodoh lagi, Namun Semua itu masuk kuping kanan keluar kuping kiri.

"Hati hati ada buaya".

Teriak Danu.

" Buaya mana ada didanau?".

Teriak Rio yang berenang ke arah tengah tengah danau.

"Buayaaa daaraaattt".

Teriak bapak Arif.

" Bodo amaatt".

Teriak Rio.

Rio tetap saja berenang ke arah Tengah tengah danau.

Jarak Rio sekarang sekitaran 15 meter dari pinggir danau.

Kami pun berbicara sebentar, Ketika Aku kembali melihat Rio yang berenang tadi tiba tiba Rio menghilang.

"Pak?? Rio kemana?"

Teriak ku yang sudah khawatir.

Bapak Arif pun melihat kearah danau, Bapak Arif pun kaget bukan kepalang melihat Rio sudah tidak ada.

"Rio kemanaa?".

Tanya Danu yang juga sedang khawatir.

" Riooooooooo???".

Teriak ku .

"Riooooooo Riooooo Riooo"

Kami semua sudah berpikir yang tidak tidak.

"Jangan sampai Rio hilang".

Teriak Wisnu yang wajahnya sudah pucat.

Bapak Arif tampak sudah sangat ketakutan, Bapak Arif terus saja memanggir Rio.

" Rioooooooooooooooooo".

"Duhhh, Bahaya ni?, Gimana kalau Rio menghilang?"

Ucap Bapak Arif yang masih mondar mandir di pinggir sungai.

Kami tetap saja berusaha memangil Rio.

"Rioooooooooooooooooo"

Pokoknya suara kami pada sa'at itu memang khusus untuk Rio.

Semuanya sudah pada khawatir.

Karena Aku sudah tidak bisa berpikir, Aku pun melepaskan baju dan Celanaku, Aku hanya memakai sepotong celana pendek, Aku berniat akan berenang ke dasar danau untuk mencari Rio.

"Lo mau ngapain Ko?"

Tanya Danu yang melihat ku sudah membuka semua pakaian ku.

"Gua mau nyari Rio didasar danau".

Ucap Ku.

" Jangaann, Gimana kalau Lo juga hilang?"

Tanya Wisnu.

"Siapa tau Rio masih ada di dasar danau, Gua harus nyelamatin Dia".

Aku dan Rio sebenarnya sama sama pintar dalam berenang, Menyelam ke dasar Danau adalah sebuah hal kecil bagiku.

Aku pun berjala ke pinggir danau dengan secepat cepatnya, Aku sudah melangkah memasuki Air danau.

Baru saja Aku mau menyelam, Tiba tiba dari dalam Air muncul seseorang yang mengagetkan ku.

" Daaarrrrrrrrrrr".

Sontak saja Aku kaget bukan kepalang, Aku kira itu adalah sosok jin yang mengambil Rio.

Ternyata oh ternyata, Itu adalah Rio si Anak dajal.

Kemudian dia tertawa seolah olah tanpa bersalah telah membuat semua orang khawatir.

"Hahahahahahah pasti semua udah pada khawatir, Soal nyelam menyelam begini ma udah mainan Gua dari dulu"

"Kebangetan Lo Rio"

Ucap Ku sambil mendorong tubuh Rio sampai terjatuh ke air lagi.

"Hahahahahhah Biasa aja keleeeees".

Jawab Rio yang masih saja tertawa.

" Lo benar benar anak dajal ya, Kami semua udah ngira elu udah di ambil Jin".

Ucap Danu kesal.

Bapak Arif sepertinya mau marah, Namun dia tau siapa Rio sebenarnya, jadi tidak ada gunanya jika Dia marah.

#Bersambung#.

Jadilah seperti gula yang berada didalam secangkir kopi, Memberi manfa'at kepada orang lain walaupun tak dianggap, Karena orang pasti memuji manisnya kopi bukan manisnya gula.

1
elisa Fitri
aku udah baca dari tahun 2020 terus selalu kesini buat mastiin up lagi ternyata engga😭😭😭
Noyar ikan
setidaknya beritahu jika hiatus. saya menunggu 2 tahun. bukan hanya saya yang menunggu tapi fans mu
Aifa 2 Jeddah
benar benar hilang desannya
Zuhril Witanto
minta di geplak emang si wisnu
Zuhril Witanto
suwi ora up,ngenteni pirang tahun iki
Zuhril Witanto
udah takut tuh ikan jadi2an.alhamdulillah bukan
Zuhril Witanto
kok takutnya tuh ikan penunggu sungai
Zuhril Witanto
Alhamdulillah akhirnya up
Mohammad Djufri
belum jelas ni arahnya, bang gintink eh sintink...😂🙏
Kiocty deva
kapan up bang..
Zuhril Witanto
dari sekian lama ku tunggu..kamu gak up thor
siti sufiya
ni kpn up nya udh setahun nungguin kelanjutannya 😑
Nanda
1 tahun lebih author menghilang, 2 tahun pembaca (saya) hilang juga
Dan sekarang setelah 3 tahun hilang²an, akhirnya lanjut baca lagi 'Desa Yang Hilang' 😅 Makasiiih ya author
Nur Amanah
ko GK sholat siy
Desfa
menarik
Zuhril Witanto
seru
Zuhril Witanto
gak up lagi
Nasyasonia
Saya suka banget cerita seru , kenapa lama banget Upx ya thoor
Fadilla Rahmadani
akhirnya setelah beberapa tahun nungguy
Ayuk Vila Desi
kok gak update lagi thor...kamu kemana?belum balik
Dafarizfi Tianto: author yg hilang dah setahun lo thor
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!