Akibat perselingkuhan yang di lakukan Owen calon tunangannya, membuat Sonya menghibur diri di sebuah Club di kota Paris. Yang nyaris saja menghancurkan masa depannya.
Karena kecerobohannya, Sonya tidak mengetahui pria asing sudah menaruh obat ke dalam gelas minumnya. Dan Sonya nyaris di manfaatkan pria asing itu kalau saja Alex, pria yang selama ini Sonya benci, tidak datang menyelamatkannya.
Satu hal berlanjut ke hal lainnya, yang membuat mereka harus menikah. Dan perlahan tapi pasti rasa benci Sonya ke Alex berubah menjadi cinta.
Meskipun Alex cenderung cuek dan dingin terhadap perjuangan cinta Sonya, Sonya tetap berusaha mendapatkan hati pria dingin, kaku dan angkuh itu.
Tapi kisah tragis masa lalu Alex membuat Alex menutup diri untuk cinta yang baru.
Sampai akhirnya Sonya harus memilih...
Tetap mengejar cintanya pada Alex..
Atau melepasnya dan menerima cinta yang lain.
Dan ketika saat itu tiba...
Bersediakah Alex melepaskan Sonya...?
Mampukah Alex melupakan masa lalunya...?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nicegirl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gosip di Toilet
Pintu toilet wanita terbuka, sambil terus asik bergosip, beberapa wanita masuk ke dalam toilet itu.
"Benar kan yang pernah aku bilang... Pasti ada sesuatu di antara mereka..."
"Thats right... Bukan hanya kebetulan kan mereka cuti secara bersamaan...?
"Ya... Kalau Pak Hardhan sih memang jarang terlihat di kantor yaa... Tapi Pak Alex ini loohh... Kenapa bisa cuti bersamaan dengan si Sonya sialan itu juga cuti."
Ahh sial...!! Mereka gosipin aku lagi...
Rutuk Sonya dalam hati, ia sedang berada di salah satu bilik kamar mandi ketika para wanita itu masuk tadi.
"Jadi menurut kalian dia simpanan siapa...? Pak Hardhan atau Pak Alex...?"
"Pak Hardhan sih sudah menikah yaa... Dan dengar-dengar dia cinta mati sama istrinya.... Hmm mungkin dia simpanan Alex kita..." tebak salah satu dari mereka.
"Cih, kamu percaya sama istilah playboy tobat...? Kalau aku sih tidak percaya tuhh... Playboy is playboy... Sampai matipun akan terus jadi playboy... Sudah bawaan oroknya begitu..." cetus wanita lainnya, yang disambut dengan cekikikan yang lain.
"Kalau aku mau dia simpanan Pak Hardhan atau Pak Alex keduanya sama saja... Aku tetap benci sama si Sonya itu, karena sudah menarik perhatian dua pria kita... Ya kan...?"
"Iya betul..., dengan mudahnya dia memikat keduanya..."
"Dukun mana yang dia pakai yaa...?"
"Bukan dukun... Tapi badannya sis..."
"Servicenya Oke kali yaa...?"
"Besar kemungkinan dia jadi simpanan Pak Hardhan deh... Kalian tahu kan Alex kita itu terlalu dingin sama wanita... Mungkin Pak Alex dekat dengan Sonya karena menjaga wanitanya Pak Hardhan..."
Oh My God... Gumam Sonya sambil memutar kedua bola matanya.
"Eh bisa juga seperti itu... Kalian ingat tidak waktu dulu Linda berhasil menarik perhatian Pak Hardhan... Pak Alex mendekati Linda kan...?" tanya salah satu dari mereka.
"Ah iya aku ingat... Cih, saat itu Linda bagai nyonya di kantor ini saja. Wanita itu jadi terlihat sombong dan menjadi semena-mena dengan karyawan lainnya. Untung saja sudah dipecat dia..."
"Iya..., setelah Alex menghampirinya, Linda , Alex dan pak Hardhan langsung keluar kantor, ya kan...?"
"Kalau menurut cerita Linda nih yaa..., sekali kalian bercinta dengan Pak Hardhan..., pria lain akan terasa hambar... Gila Gak tuh..." celetuk wanita lainnya yang di sambut dengan cekikikan yang lainnya.
"Ah gila sihh... Aku jadi ingin mencobanya..."
"Masa sih...?"
"Aarrgghhh jadi makin nepsong sama Pak Hardhan..."
"Yang jadi pertanyaan aku malah si Linda ini sudah berapa pria memang yang sudah pernah dia coba...?"
"Iya yaa... Kenapa dia bisa tahu perbandingannya... Pasti sudah banyak pengalaman dengan pria lain juga tuh Linda."
"Eehhh sudah jangan melenceng dari topik kita... Back to Alex... Aku pernah dengar dari senior kita bu Intan, Kalian percaya tidak kalau dulu tuh Alex berbeda seratus delapanpuluh derajat dengan Alex kita yang sekarang..."
"Hah... Maksudnya...?"
"Berbeda apanya...?"
"Katanya sih..., dulu tuh Alex orang yang ceria, supel, murah senyum dan selalu ramah dengan siapapun... Dia menjadi Executive Director pujaan semua wanita... Tapi entah kenapa dia tiba-tiba memecat sekretarisnya, lalu menjadi jarang sekali duduk dikursi kebesarannya itu, kecuali sedang membahas proyek dengan pengusaha-pengusaha tertentu. Dia menghabiskan banyak waktu di bagian kesekretariatan, dan yang lebih parah lagi, dia berubah menjadi sedingin sekarang..."
"Kira-kira apa yaa yang menjadi penyebab Alex kita itu berubah...? Dari pria ceria menjadi patung hidup...?" tanya salah satu dari mereka.
Yang juga menjadi pertanyaan Sonya, tadi dia nyaris memekik dan langsung menutup mulutnya dengan tangan saat salah satu wanita itu menceritakan masa lalu Alex, itupun kalau apa yang dikatakannya memang benar atau hanya sekedar gosip belaka.
"Kok bisa berubah ya...? Apa dia punya trauma...?"
"Tunggu..., Pak Alex tiba-tiba memecat sekretarisnya... Dan dia mulai berubah setelahnya... Apa mungkin ada cinta diantara mereka berdua...? Mungkin saja sekretarisnya itu mengkhianati Pak Alex, dan menyebabkan Pak Alex trauma dan menjadi dingin dengan wanita...?" tebak wanita lainnya.
Hmmmm... Mungkin juga... Gumam Sonya.
Ahh sial...! Kenapa aku jadi ikut dengerin gosip sih...?
"Masuk akal... Fix berarti sekretaris itu biang keroknya. Ihhhh...!! Pokoknya kalau aku ketemu sama tuh cewek... Akan aku bejek-bejek jadi oncom..." geram salah satu dari mereka.
"Bodoh sekali sekretarisnya kalau sampai mencampakkan Alex..."
"Apa bu Intan tidak cerita apa yang menyebabkan Pak Alex berubah...?"
"Bu Intan juga tidak tahu penyebabnya... Semua senior di kantor ini tidak pernah ada yang tahu..."
"Ya sudah itu berarti karena sekretaris sialan itu.."
"Sekretarisnya sudah lewat..., yang menjadi masalah sekarang itu si Sonya... Pak Alex lagi dekat dengan dia..."
Helloooo... Aku bukan cuma dekat yaaa... Tapi juga istrinya...!! Rutuk Sonya dalam hati. Cih... Kenapa aku bangga jadi istri Alex...?
"Katanya dekat karena Sonya wanitanya Pak Hardhan...? Bagaimana sih aku jadi bingung...?" tanya wanita lainnya, Sonya bisa mengambil kesimpulan kalau wanita ini adalah yang paling bodoh di antara yang lain.
"Mili..., tetap saja dia menjadi dekat dengan Alex kita... Tidak menutup kemungkinan kan saat Pak Hardhan bosan dengan Sonya, dia bisa beralih ke Alex kita... Sudah mengerti sekarang Mili...?"
"Cih, aku jadi iri sama Sonya... Bisa langsung dekat dengan dua pria kita..."
"Iya betul... Padahal nih yaa penampilannya biasa saja tuh... Dan selalu mengenakan celana panjang... Aku jadi curiga, jangan-jangan banyak gocapan di kakinya..."
"Gocapan...? Maksudnya...?" tanya Mili
"Gocapan itu istilah lain dari bekas koreng Mili sayang..."
"Arrgghh tetap saja itu membuat aku iri sama Sonya... berhasil mendekati dua orang terpenting di perusahaan ini..."
"Hati-hati teman-teman... Kecemburuan kalian tercium dari sini..." celetuk Sonya sambil membuka pintu, dan keluar dari biliknya.
Melihat mimik terkejut diwajah mereka, Sonya menambahkan, "Hmmm bagaimana reaksi Alex dan Hardhan yaa saat mereka tahu sudah menjadi bahan gunjingan di dalam toilet...?" tanya Sonya dengan nada santai sambil mencuci tangannya di wastafel.
"Sonya..., sejak kapan kamu ada di dalam sana...?" tanya wanita bodoh itu, siapa namanya tadi? Ah Mili...
"Mili sayang..., Apa kau lihat saya masuk ke dalam toilet saat kalian sedang bergosip tadi...?" tanya Sonya dan Mili menggeleng, "Itu berarti saya sudah berada di dalam jauh sebelum kalian datang... Silahkan lanjut berhosip lagi..." seru Sonya dengan nada sinis sambil beranjak pergi.
Tapi salah satu dari wanita itu menahan tangannya, "Tunggu... Siapa suruh lo boleh keluar...?!!" hardiknya.
Dengan kesal Sonya menarik balik tangan wanita itu dan memutarnya ke balik punggungnya, "Jangan pernah lo sentuh gue... Atau kalian semua akan menyesal...!!" gertak Sonya sambil memberikan tatapan mematikan ke wanita-wanita itu.