Cinta Palsu adalah hal yang amat menyakitkan dibanding apapun. Setidaknya itulah yang Lucyana rasakan. Bukan penghianatan tapi kebohongan yang di ciptakan dengan sengaja oleh orang yang paling dia sayangi.
Lucyana Shava Herman alias Lucy adalah wanita mandiri, kuat dan penuh percaya diri. Namun hidup Lucy mendadak berubah 180 derajat setelah mengetahui sebuah fakta yang di sembunyikan suami nya selama bertahun-tahun.
Apakah Lucy akan bertahan dengan pernikahan nya seteleh mengetahui fakta kelam tersebut....
Happy Reading ✨
Enjoy 💜
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratu_halu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Dengan langkah gontai, Fajar menaiki tangga menuju kamar utama. Di depan pintu kamar yang sudah di buka, Fajar menatap kamar itu dengan nanar. Matanya berembun, air matanya hampir menetes.
Fajar mengira bahwa ini akhir perjalanan nya bersama Lucy. Tapi dia salah besar, di depan sana sudah ada hal besar yang sedang menunggunya.
Susah payah Fajar mengeluarkan satu koper besar miliknya dari dalam lemari yang ada di Walk In Closet.
Satu persatu Fajar memasukkan pakaian dan barang-barang miliknya ke dalam koper. Entah dia ingat atau tidak, tapi hampir semua barang-barang itu Lucy yang membelikan.
Selesai berkemas, Fajar keluar dari kamar. Tepat saat tiba di ruang tengah, tatapan matanya kosong menatap pintu kamar Lucy.
Fajar menarik nafas pelan, mencoba menetralkan perasaan.
Tanpa Fajar sadari, Mbok Tur melihat semua pertengkaran antara kedua majikan nya sampai detik dimana kini Fajar mulai menyeret koper besar nya keluar dari rumah.
Fajar sudah berada di dalam mobil dan untuk terakhir kali nya Fajar menatap rumah mewah yang selama ini menjadi tempatnya berteduh. Rumah yang sertifikatnya atas nama Lucy karena memang Lucy juga yang beli secara cash.
Dan rumah itu kini terasa dingin dan asing.
Lagi-lagi dengan berat hati Fajar harus merelakan semua kenyamanan nya. Kenyamanan yang Lucy berikan atas dasar cinta.
Fajar memegang setir mobil dengan tangan yang basah oleh keringat.
Sunyi.
Hanya ada suara jantung Fajar yang berdebar kencang. Rasa dingin yang aneh mulai menjalari dadanya.
Sementara itu setelah menutup dan mengunci pintu.....
Lucy bersandar sejenak sambil menghela napas. Kamarnya sunyi dan sejuk. Ekspresi Lucy terlihat dingin dan penuh perhitungan.
Tangannya merogoh tas untuk mengambil ponsel lalu dengan gerakkan terarah ibu jarinya menggeser layar mencari sebuah kontak kemudian menekan tombol panggil.
Seseorang disana mengangkat telepon dengan cepat.
["Halo?"]
["Persiapkan konferensi pers untuk besok!"] Suara Lucy pelan namun penuh ketegasan.
[Pastikan semua bukti sudah siap. Video yang Mbak kasih kemarin dan video yang kamu ambil di parkiran apart iblis itu, pokoknya semuanya. Mbak mau besok jadi hari yang paling tidak terlupakan bagi Fajar dan keluarga besarnya!"]
Lucy berhenti sejenak saat mendengar suara mesin mobil, perlahan dia melangkah ke jendela dan menatap taman di luar. Senyum miring terukir di bibirnya.
["Siap, Mbak! Dengan koneksi Ayah, semua akan mudah. Malam ini tidurlah yang nyenyak, Mbak, besok kita akan buat pertunjukan utama untuk pasangan menjijikan itu!"]
Lucy menutup telepon setelah mengucapkan terimakasih pada sang adik. Di luar, mobil Fajar sudah tak terlihat lagi. Tapi Lucy yakin kemana Fajar akan pergi.
Besok, mereka akan mendapatkan kejutan yang tak akan pernah mereka lupakan seumur hidupnya.
Besok, Lucy akan menunjukkan sisi antagonis yang sesungguhnya.
🍂
Di waktu dan tempat yang berbeda....
"Masuk!"
Pintu ruangan CEO di buka, seseorang masuk membawa tablet pintarnya lalu memberikan tablet tersebut pada sang raja.
"Tuan Garuda. Silahkan, semua informasi mengenai Nona Lucyana sudah kami dapatkan secara lengkap."
Garuda mengangkat kepalanya menatap seorang pria yang berdiri di samping Calvin.
Pria itu adalah orang suruhan yang sengaja dia utus untuk mencari tau semua tentang Lucy. Wanita yang sudah berhasil mencuri waktu tidurnya.
Garuda menerima tablet tersebut dengan wajah datar. Tak ada ekspresi yang menunjukkan bahwa dia sangat antusias. Justru sebaliknya, wajah Garuda terlihat dingin.
"Bagus! Aku puas dengan hasil kerjamu!" Ucap Garuda sambil menatap sekilas wajah orang suruhan nya.
"Calvin! Beri dia bonus dua kali lipat!" Titah Garuda pada asisten pribadi nya.
"Baik, Tuan. Ayo, Pak Duta. Ikut saya." Kata Calvin mengajak Pak Duta keluar dari ruangan Garuda.
Setelah berpamitan dengan sopan, ruangan itu pun kembali tenang.
"Kamu hebat, Sayang.... Meskipun aku tau hati mu terluka tapi kamu mampu berpikir logis! Aku akan sabar menunggu sampai urusan mu selesai!" Ucap Garuda sambil menatap pada layar tablet.
Garuda tak segan lagi untuk memanggil Lucy dengan sebutan sayang, sebab di hati nya sudah ada rasa itu. Rasa yang setiap detiknya bertumbuh dengan cepat. Dan tanpa Lucy ketahui, Garuda bukan hanya mengutus orang untuk mencari informasi saja, melainkan dia mengirim bodyguard bayangan untuk menjaga keselamatan Lucy.
Meski mereka berjauhan, berbeda pulau, tapi Garuda selalu tau setiap aktifitas yang Lucy lakukan. Kemana dan dengan siapa Lucy pergi, semua informasi itu di kirim langsung ke ponsel nya.
Namun ada satu yang Garuda tak pernah sangka dari semuanya, ternyata Lucyana adalah sahabat dari Saorise alias Sher-Sha.
Sher-Sha adalah anak dari rekan bisnis daddy nya di Canada. Mereka sering bertemu karena Sher-Sha selalu hadir di setiap meeting penting yang melibatkan Garuda.
Garuda tidak bodoh. Dia tau Sher-Sha tertarik padanya. Tapi sayang nya, Sher-Sha bukanlah tipe wanita yang Garuda suka. Sher-Sha 'terlalu berani'. Garuda jelas tidak tertarik.
Cerminan wanita baik yang Garuda inginkan adalah wanita yang seperti Mommynya. Cantik meskipun tidak mengumbar aurat secara berlebihan. Tetap terlihat elegan meski pakaian nya tidak mengekspose bagian-bagian pribadi di tubuhnya.
Dulu jika Garuda di tanya, kenapa belum juga menikah meskipun usianya sudah kepala tiga, Garuda selalu menjawab....
"Aku hanya ingin menikah dengan wanita yang 'mahal'."
Dan Sher-Sha bukanlah orang nya. Sebab sebelum menolak Sher-Sha secara jelas, Garuda sudah tau siapa Sher-Sha. Dia pernah tersandung kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Bahkan Sher-Sha juga sudah memiliki kekasih saat wanita itu 'menggoda' dirinya.
Meski alasan Sher-Sha menjadi seorang pecandu saat itu karena perceraian orang tua nya, tapi tetap saja, alasan tersebut tidak bisa Garuda terima.
Dan, walaupun Garuda memiliki bisnis 'Beach Club' di berbagai negara, namun dia tidak suka jika memiliki wanita yang suka keluar masuk Club.
Tok! Tok! Tok!
"Masuk!" Ucap Garuda saat pintu ruangan di ketuk lagi.
"Tuan. Tuan Besar sudah menunggu anda untuk makan siang di Restoran Jimbaran." Ucap Calvin memberitahu.
Garuda mematikan layar tablet lalu memberikan tablet itu kembali pada Calvin.
"Tuan...." Setelah menerima tablet tersebut, Calvin bersuara lagi tapi terdengar ragu untuk di lanjutkan.
"Katakan!"
"I-itu....Tuan dan Nyonya Besar datang bersama......"
"Sher-Sha ?" Tebak Garuda membuat Calvin termangu..
"Sudah! Ayo... Lebih cepat bertemu akan lebih bagus. Aku akan memperjelasnya hari ini!!" Ucap Garuda seraya menyambar Jas lalu memakainya sambil jalan ke arah pintu.