🏆Sekuel Pewaris Dewa Naga🏆
Tujuh tahun setelah perang besar, kedamaian di Benua Feng hanyalah ilusi. Dunia di luar perbatasan telah jatuh ke tangan iblis, dan seorang pria asing muncul membawa rahasia besar. Dunia jauh lebih luas dari yang mereka kira, dan apa yang tersembunyi di balik kabut sejarah mulai terungkap—termasuk rahasia tentang asal-usul Liang Fei sendiri.
Siapa sebenarnya orang tuanya? Apa kaitannya dengan Pemimpin Sekte Demonic? Dan bisakah Zhiyuan, murid yang terjatuh dalam kegelapan, masih bisa diselamatkan?
Dengan persekutuan lama yang diuji, musuh baru yang lebih kuat, dan petunjuk yang mengarah ke dunia yang terkubur dalam sejarah, Liang Fei harus meninggalkan takhta dan melangkah ke medan pertempuran yang lebih besar dari sebelumnya.
Dunia telah berubah.
Dan perang yang sesungguhnya baru saja dimulai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SuciptaYasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33 Kota Perbudakan: Rencana Liang Fei
Angin dingin menyapu dataran tandus di Benua Lingxu, membawa serta aroma logam dan darah yang samar. Liang Fei dan Shi Yue berjalan di atas tanah yang penuh retakan, melewati reruntuhan kota yang pernah menjadi saksi peradaban besar.
Namun, mereka tidak bisa melangkah lebih jauh setelah suara gemuruh terdengar di kejauhan. Tanah bergetar, dan tak lama kemudian, sekelompok beast muncul dari balik reruntuhan.
Seekor Serpentia Berbisa, beast tingkat 3 dengan tubuh panjang bersisik hitam berkilat, mendesis marah. Matanya yang merah menyala menatap mereka dengan haus darah.
Tak jauh dari sana, dua ekor Beruang Darah—beast tingkat 2 dengan tubuh raksasa yang berlapis bayangan gelap—menggeram, menampakkan taring-taring tajam mereka.
Liang Fei menghunus pedangnya. Energi naga berwarna emas berputar di sekeliling bilahnya, membuat udara di sekitarnya bergetar. Tanpa membuang waktu, ia melesat ke depan, menghindari serangan ekor Serpentia yang meluncur ke arahnya.
Dengan satu tebasan cepat, pedangnya menebas tubuh Serpentia, membelahnya menjadi dua sebelum beast itu sempat bereaksi. Darah berwarna ungu gelap menyembur ke tanah, tetapi Liang Fei sudah beralih ke Beruang Darah yang melompat ke arahnya.
Slash!
Dengan gerakan yang nyaris tak terlihat, ia menebas leher beruang pertama, sementara yang kedua berhasil menghindar dan menyerang dari samping. Liang Fei hanya mengangkat tangannya, melepaskan gelombang energi naga yang langsung menghantam beast itu, menghancurkannya seketika.
Di sisi lain, Shi Yue sedang menghadapi lawannya sendiri—seekor Burung Pemangsa Manust, beast tingkat 3 dengan tubuh berbulu lebat, paruh bergerigi, dan sayap petir yang menyala terang.
Shi Yue menarik napas dalam, tangannya bersinar dengan Qi Naga yang mengalir deras di sekelilingnya. Ketika burung itu melesat dengan cakarnya yang memancarkan listrik, Shi Yue menghindar dengan gesit, lalu mengayunkan lengannya, melepaskan serangan berbentuk cakar naga ke arah beast tersebut.
Boom!
Serangan itu menghantam sayapnya, membuat makhluk besar itu terhuyung di udara. Namun, beast itu masih bertahan. Ia mengumpulkan energi petir di mulutnya, lalu menembakkan bola petir besar ke arah Shi Yue.
Shi Yue mengangkat tangannya, membentuk perisai dari Qi Naga. Bola petir menghantamnya dengan ledakan yang memekakkan telinga, tetapi ia tetap berdiri tegap. Dengan kecepatan tinggi, ia melompat ke atas punggung Burung Pemangsa Manusia itu dan menghantam kepalanya dengan telapak tangannya yang dipenuhi Qi Naga.
Burung itu mengeluarkan raungan terakhir sebelum tubuhnya jatuh keras ke tanah, tak bergerak lagi.
Liang Fei, yang baru saja menyerap jiwa beast yang dikalahkannya, berjalan mendekat. Ia melihat sekeliling dan mengernyit. "Sepertinya ada banyak beast tingkat tinggi di sini. Apa ini wajar di Lingxu?"
Shi Yue menyeka keringat di dahinya, lalu menjawab. "Benua Lingxu tidak seharusnya dipenuhi beast seperti ini. Mungkin mereka berevolusi lebih cepat karena terpapar energi negatif dari para iblis."
Liang Fei mengangguk sambil mengamati langit yang kelam. "Mereka semakin kuat, tapi itu justru menguntungkan bagiku."
Shi Yue meliriknya sedikit penasaran. "Kau menikmati pertempuran ini?"
Liang Fei tersenyum samar. "Tidak ada salahnya menyerap jiwa beast kuat untuk memperkuat basis kultivasiku."
Mereka berdua duduk sejenak di bawah pohon mati, Liang Fei mungkin belum lelah, tetapi tidak dengan Shi Yue yang harus terus berjalan sambil menghadapi berbagai beast yang menghalangi mereka.
Liang Fei menatap Shi Yue dengan penasaran. "Ada satu hal yang menggangguku semenjak kau menggunakan kekuatanmu."
Shi Yue menaikan alisnya. "Apa itu?"
"Bangsa Lunaris adalah keturunan langsung dari Dewa Naga, bukan? Jadi, apakah kalian menggunakan kultivasi naga?"
Shi Yue menggeleng. "Tidak sepenuhnya. Kami menggunakan jalan kultivasi manusia, tetapi kemampuan kami lebih kuat dibandingkan lawan dengan ranah yang sama karena kami dapat menggunakan Qi naga. Hanya saja, setelah kami mencapai puncak kultivasi manusia tertinggi, kami akan memasuki jalan kultivasi naga."
Liang Fei merenung sejenak, lalu mengangguk. "Jadi, mereka harus melewati batas manusia terlebih dahulu sebelum bisa mengakses kekuatan sejati naga."
Shi Yue tersenyum kecil. "Benar. Itu sebabnya para bangsa Lunaris yang berhasil mencapai tahap itu bisa menjadi sangat kuat."
Setelah beristirahat sebentar, mereka akhirnya kembali melanjutkan perjalanan. Meskipun dihadang oleh lebih banyak beast di sepanjang jalan, Liang Fei dan Shi Yue terus maju tanpa kesulitan yang berarti.
Hingga mereka berdua akhirnya sampai di satu titik dataran tinggi yang cukup luas.
Angin dingin berhembus kencang di dataran tinggi itu, menerpa rambut putih Liang Fei dan Shi Yue. Di bawah mereka, terbentang pemandangan kota yang kelam—siluet reruntuhan bangunan bercampur dengan gumpalan asap hitam yang membubung ke langit.
Polusi memenuhi udara, menciptakan suasana yang menyesakkan bahkan dari kejauhan.
Shi Yue menatap pemandangan di depan mereka dengan ekspresi muram. “Itulah Kerajaan Lingxu… atau lebih tepatnya, bekas kerajaan.” Suaranya mengandung kepedihan yang dalam. “Seluruh keluarga kerajaan dan para prajurit kuat telah dihabisi. Sekarang, kota itu hanyalah tempat perbudakan. Manusia dari seluruh penjuru benua dikumpulkan di sana, dipaksa bekerja tanpa henti.”
Liang Fei menyipitkan mata, mengaktifkan Mata Batin miliknya. Pandangannya menembus kabut dan kegelapan, memperlihatkan gambaran yang jauh lebih jelas dibandingkan mata biasa.
Yang ia lihat adalah pemandangan yang mengerikan. Manusia berpakaian lusuh berjalan tertatih-tatih dengan rantai di tangan dan kaki mereka. Beberapa sedang menempa senjata hitam yang memancarkan aura gelap, sementara lainnya meramu racun dalam bejana besar yang mengepulkan asap pekat.
Iblis-iblis bertubuh besar berdiri di antara mereka, mencambuk siapa pun yang bergerak terlalu lambat. Namun, yang paling menarik perhatiannya adalah sebuah struktur raksasa di tengah alun-alun kota.
Dikelilingi oleh simbol-simbol iblis yang menyala merah, roda berdiameter lebih dari dua puluh meter itu terus berputar perlahan, seolah menyerap sesuatu dari sekitarnya. Jantungnya adalah sebuah kristal berdarah, berdenyut seperti makhluk hidup.
Liang Fei mengerutkan dahi. “Shi Yue… kau bisa melihat benda besar di tengah kota itu.”
Shi Yue menyipitkan mata, mencoba memperhatikan ke arah yang ditunjuk Liang Fei dengan kemampuan matanya. Penglihatannya tidak setajam Liang Fei, namun masih dapat melihat benda besar yang ditunjuk olehnya.
“Itu…” Wajahnya menegang. “Aku tidak tahu pasti apa itu sebenarnya, tapi jelas itu adalah artefak yang sangat berbahaya.”
Liang Fei tidak langsung berbicara. Dengan kekuatan Mata Batin Naga, ia bisa merasakan pusaran energi besar yang tertarik ke dalam roda tersebut. Sesuatu di dalamnya terasa… tidak wajar.
Shi Yue menoleh padanya, suaranya sedikit cemas. “Jadi, apa rencanamu? Apakah kita akan langsung menyerang mereka?”
sdgkan yg bagus malah dipersulit