[ SEDENG REVISI ]
Jika cantik, molek dan berpenampilan sexy, membuat kalian berpikir yang tidak tidak tentang diriku dan sahabat sahabatku! Dengan bangga aku katakan.
~ 🍁Jangan pernah menilai sesuatu hanya dari sampulnya saja, karna sesuatu yang di lihat mata belum tentu sesuai dengan isinya! 🍁~
Penampilan kami memang menggoda di tapi kami bukan wanita penggoda.
~~🍁Devina Aldira🍁~~
Penasaran seperti apa isi ceritanya yuk mampir, jangan sungkan ya bagi 👍💖⛥
.
Jangan lupa komentarnya biar aku lebih baik lagi dalam menulis.
Maaf ya jika banyak typo maklum aja baru belajar 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vi_via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab32
Sang Surya telah menyinari bumi, memaksa semua orang untuk menyudahi mimpi mereka! Begitu juga dengan pasangan yang bertempur semalam, entah pertempuran apa yang mereka lakukan. Dan jam berapa mereka menyudahi pertempuran Meraka, author sendiri juga tidak tahu! Karena di suruh tidur sama Emak.😂😂😂
" Jangan memancing Aku kalau kamu tidak mau melakukannya dengan ku." Ucap Lee membantu Gibran memakai seragam polisi nya.
Gibran terus tersenyum mendengar ocehan Lee, Dari mulai bangun tidur. Lee terus memasang wajah cemberutnya, bibirnya terus mengomel mengingat kejadian semalam."
Gibran memeluk Lee dari belakang mencium Tengkuknya, " Aku bukan tak mau melakukannya sayang tetapi, Aku juga sama tersiksanya tetapi aku mempunyai alasan untuk itu. Setelah semua urusan ini selesai Aku memuaskan mu sayang." Ucap Gibran Kembali mencium tengkuk Lee.
Lee melepaskan rangkulan Gibran dari pinggangnya, iya berjalan menuju walk in closet untuk bersiap siap dan tak menghiraukan kata kata Gibran.
Hari ini Lee dan Devi akan melakukan tes kesehatan, setelah itu foto bersama untuk kelengkapan persyaratan pengajuan nikah.
🍁🍁🍁🍁🍁
Di lain waktu dan tempat.
Devi masih terlelap dalam dekapan Aksel. Aksel sendiri sudah bangun dari Setengah jam yang lalu. Tetapi iya tak berpindah dari posisinya, walaupun tangannya terasa pegal dan kram. Iya terus menatap wajah damai istrinya itu, tangannya sesekali bermain main dengan rambut Devi.
" Sayang bangun. Kamu masih bisa merasakan tidur di pelukanku lagi nanti." Bisik aksel di telinga devi , tangannya mengelus pipi Devi. Mengusik tidur nya, membuat Devi perlahan membuka kedua matanya menatap kedua manik elang Aksel.
" Cuup 😗 cup 😗 Selamat pagi Sayang" Ucap Aksel mencium bibir dan kening istrinya itu.
" selamat pagi" Ucap Devi merenggangkan otot ototnya, Devi turun dari ranjang king size itu. Berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
" Sayang kita mandi bersama ya!" pinta Aksel. Devi tak menghiraukan permintaan Aksel, iya terus berjalan menuju kamar mandi tanpa menjawab permintaan suaminya itu.
Aksel yang tengah berburu dengan waktu. Menyusul Devi, pintu yang tidak di kunci membuat Aksel dengan leluasa bergabung dengan Devi " Maaf sayang Aku ada Apel pagi." Ucap Aksel mengguyurkan tubuhnya di bawah pancuran shower.
cukup 15 menit bagi mereka untuk menyelesaikan mandi mereka tanpa adanya bumbu ++ nya.
Dengan Handuk yang masih melingkar di dadanya, Devi membantu Aksel untuk bersiap siap.
" Apa kamu tidak bisa mengunakan pakaianmu dulu sayang." Tanya Aksel,
" Aku pasti akan memakai pakaianku. Setelah Aku mengurus bayi besar ku ini." Ucap Devi.
" Aku bukan bayi sayang Aku suamimu." Aksel tersenyum dan kembali mengecup bibir Devi.
" Kalau bukan bayi, berarti Kamu bisa mengunakan semuanya sendiri tanpa bantuan ku sayang! Dan jangan terus mengingatkan aku." Devi meninggalkan Aksel.
Hari ini Aksel mengunakan koas berkerak putih dengan Lambang Bareskrim nya, di padukan dengan jeans Hitam, tak lupa Jacket Leather Synthetic dan Pin keanggotaannya.
Begitu Devi selesai berpakaian mereka pun turun untuk sarapan bersama, Tak lupa Aksel membawa paper bag berisi seragam PDHnya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Hari ini sangat melelahkan bagi Devi dan Lee, Mereka harus kesana-kemari mengurus kelengkapan berkas berkas yang kurang menjalani sejumlah tes kesehatan di rumah sakit Bhayangkari setelah itu foto bersama.
Setelah menyerahkan semua berkas berkas yang telah siap. mereka memutuskan untuk makan siang hari di Restauran XXX.
" Aku lemas, capek banget." Ucap Devi meletakan kepalanya di meja.
" Iya aku juga Mak capek banget, kenapa juga harus nikah dinas segala" Ucap Lee mengeluarkan keluh kesahnya.
" Ya harus dong itu udah resikonya nikah sama Anggota polisi." Ucap Aksel mengelus rambut Devi.
"Emang kamu capek banget ya sayang?" Tanya Aksel lagi.
" Ya capek lah! Mana nggak di kasih di makan lagi kamu nggak lihat nih sudah jam 3,! Jadi suami koh Peka banget."
Gibran tersenyum mendengar ucapan Devi, Sedangkan Lee hanya mampu menggeleng geleng kepalanya. Karena dia sudah tahu sifat sahabatnya itu, Kalau dia tidak suka sesuatu, dia dengan terang terangan menunjukkan ketidak sukanya.
" Sayang sini lihat aku." Ucap Aksel mengangkat wajah Devi dan menatapnya.
" Aku memang sayang dan cinta banget sama kamu, Tetapi Aku bukan dukun sayang yang bisa tahu isi hati dan keinginan kamu, kalau kamu tidak mengatakannya." Aksel merapikan anak rambut Devi setelah itu mencium kening dan bibirnya Devi.
" Kamu tahu kemarin Abah juga mengurus pengajuan nikah buat kita, Aku sama Gibran pulangnya malam karena Harus mengurus kepulangan Abah dulu ke kampung. Hari ini Papa juga Mengurus pengajuan nikah kita, Bukan kamu aja yang ribet sayang, Papa dan Abah juga." Aksel memberi pengertian Untuk Devi.
Pelayan mengantarkan pesanan mereka, Membuat mereka menghentikan obrolan mereka sejenak. Setelah menyajikan makanannya pelayanan itu pamit dan mereka melanjutkan makan siang yang tertunda itu.
" Aku sudah selesai, maaf aku pulang duluan." Ucap Devi. Di saat gibran, Lee dan Aksel masih menyantap makanan mereka.
Aksel pun pamit kepada Gibran dan Lee. Dengan cepat iya berlari menyusul Devi, tangannya menarik tubuh Devi saat menghentikan taksi.
Aksel menarik Devi, lalu mendorongnya masuk kedalam mobil. Aksel memutari mobil itu ikut masuk dan duduk di belakang kemudi.
Aksel melajukan mobilnya, menuju apartemen. Sungguh untuk kali ini kesabaran Nya telah habis untuk menghadapi penolakan penolakan yang di lakukan Devi.
Aksel menghentikan mobilnya ketika mereka sampai di parkiran apartemen.
Dengan kasar Aksel menarik tubuh Devi keluar dari dalam mobil, iya menarik Devi masuk ke dalam lift.
" Mengapa kau membawa aku kesini." Tanya Devi. Setelah mereka sampai di Apartemen Aksel.
Bukan menjawab. Aksel malah balik bertanya " Apa ada yang Salah dengan ucapan ku tadi. Sampai kamu meninggalkan kita di saat masih menyantap makanan itu." Tanya Aksel meremas pundak Devi.
" Tidak ada yang Salah. tetapi dari awal kamu tahu Aku tak menginginkan pernikahan ini, dan kenapa Aku harus di repot kan dengan sesuatu yang tak penting, dan Tidak aku sukai." Ucap Devi membuat Aksel berulang kali mengusap wajahnya dengan kasar.
Rasanya percuma Aksel bersikap baik kepada Devi. Bagaikan membuang gula di lautan, Tidak akan mengubah rasa Asinnya.
" Sekarang katakan Apa mau mu?" Tanya Aksel.
" Aku tidak ingin menjadi istri mu, Aku tak ingin terikat hubungan apapun dengan orang lain termasuk kamu!" Ucap Devi.
" Baik,! Aku ikut mau kamu." Ucap Aksel, Hatinya begitu Sakit, Matanya bagai elang yang siap menyantap mangsanya.
Aksel mengangkat tubuh Devi, lalu menghempaskan tubuhnya di atas ranjang king size itu.
.
.
.
.
Bersambung.
Kita mulai konflik lagi ya, untuk membuka kejadian 5 Tahun yang lalu.
🍁 Tinggalkan jejak ya kalau kalian Masih Suka👍
terimakasih ya kak , mewek aku bacanya 😫😫😫😫
ktimbang devina