Yosa sanjaya, dia selalu pergi tanpa memberitahukan elena, yosa senang keluar rumah dan bersenang-senang dengan teman-temannya .walaupun dia baru saja pulang dari kantor.
Elena merasa dirinya adalah wanita yang sangat menyedihkan, Laki-laki yang menikahinya tidak sama sekali mencintainya. elena tahu mereka tidak menikah karena didasari oleh cinta tapi keinginan orangtua mereka.
Dringg.
"Ada apa kau menelpon, aku sibuk jangan menggangguku.
Belum sempat elena berbicara, yosa sudah menutup telponnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa Sardin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sekretaris Hani
Malam itu, hani melihat yosa masih sedang sibuk diruangannya. Dikantor itu hanya ada hani dan yosa saja. Hani sepertinya tidak ingin ketinggalan kesempatan ini, raut wajahnya pun langsung berubah seperti sedang merencanakan sesuatu. Hanipun berniat untuk masuk keruangan yosa.
Tok... tok...tok
"Maaf tuan, boleh saya masuk. kata hani
"Masuklah. kata yosa, tapi tidak melihat kearah hani, yosa tetap fokus mengecek semua dokumen-dokumen yang ada dimejanya.
"Tuan, kenapa anda belum pulang. kata hani
"Sebentar lagi, ini hampir selesai. kau pulanglah duluan.
"Bagaimana, kalau saya menemani tuan saja disini sampai tuan yosa selesai. barang kali tuan yosa membutuhkan sesuatu.
"Tidak perlu, kau bisa pulang. lagi pula kau kan perempuan jadi tidak baik pulang tengah malam sekali.
Hani, selalu saja berusaha untuk menyakinkan yosa, supaya dia tetap tinggal dikantor.
"Baiklah, jika tuan ingin saya pulang. saya permisi tuan. kata hani
Ayo, hentikan aku, ini adalah kesempatan kita bersama. ihh kenapa tidak menghentikan ku sih.
Tiba-tiba, hujanpun turun yang bersamaan dengan suara petir yang keras.
"Ahhhh. kata hani berteriak.
"Kau kenapa, yosa langsung berdiri, dia kaget melihat hani berteriak.
"Maaf tuan, saya paling takut dengan bunyi petir. kata hani yang menutup telinganya dengan kedua tangannya.
"Yah, sudahlah. kau bisa duduk disitu. biarkan aku yang nanti mengantarmu pulang.
"Hmm, baiklah tuan. hanipun tersenyum dengan licik dalam hatinya.
Tuhan, telah berpihak kepadaku. kau lihat saja elena, yosa akan lebih memilihku dibandingkan dirimu. Sekarang aku bisa berduaan bersama yosa. hmmm
Setelah beberapa menit yosa sudah selesai.
"Yah, dia tidur. kata yosa heran
Hani, tertidur disofa, seakan dia berharap yosa akan menggendongnya kemobil.
Ayo, gendong aku kemobil. itu adalah mimpi terbesarku yosa.
Hani, selalu mencari kesempatan untuk lebih dekat kepada yosa, dia berharap yosa akan meliriknya, dan inilah triknya supaya yosa ingin menyentuhnya.
"Han, bangun. kata yosa sedikit berteriak.
Hani, masih saja berpura-pura tertidur. yosapun sedikit kesal dengan tingkah hani.
Apa, aku tinggal ajah dia. ini juga kan kantor pasti aman untuknya. Tapi ahh.
Yosapun, melangkahkan kakinya. hanipun membuka matanya, hani kaget melihat yosa tidak berusaha membangunkannya ataupun menggendongnya seperti apa yang tadi dia rencanakan.
"Tuan, kata hani yang bergegas bangun dari sofa.
"Ahh, kau bangun. baguslah, ayo kita pulang. kata yosa
Hani, hanya mendesus kesal. rencananya yang dia fikirkan tadi, berjalan dengan buruk.
Sedangkan, elena masih saja duduk didepan tv. menunggu yosa yang terlambat pulang, jam menunjukan pukul 11:05. Padahal elena sudah menyiapkan semuanya. Tapi yosa tidak sama sekali memberikannya kabar.
kok nomornya tidak aktif-aktif. yosa kemana sih, memangnya ada orang kerja jam segini. apalagi dia seorang bos. dia seperti ajah bawahan yang harus lembur seperti ini.
Elena menghela nafasnya pelan, sambil menganti terus menerus chanel ditv. sebenarnya dia tidak fokus ketv, tapi matanya malah fokus kejam dinding .
Yosa saat itu, sedang ingin mengantarkan hani untuk pulang, mereka sudah masuk kedalam mobil, namun mobil yosa mendadak tidak bisa dihidupkan.
"Kenapa tuan, kata hani
"Kelihatannya mobil ini tiba-tiba tidak bisa dinyalakan.
"Jadi, bagaimana kita pulang. Tuan, jam segini kita tidak akan bisa mendapatkan taksi satupun.
"Iya, saya tahu itu. Lalu yosa mengecek ponselnya.
Apa, ponselku mati. yah aku lupa mengecasnya. Pasti elena sedang berusaha menelponku.
"Tuan yosa. kata hani
"Ahh, iya. ada apa.
"Kita tidak mungkinkan tidur didalam mobil. apalagi tidur berdua.
"Kau kebelakang, biar saya tidur disini didepan. kata yosa lagi
"Ahh, baiklah tuan. hani kelihatannya sangat senang, diapun tersenyum licik didalam hatinya.
Sementara elena, sudah ada dikamar. Elena masih belum tidur, dia masih menunggu yosa pulang.
Sekarang dia tidur dimana, apa aku punya salah. sehingga dia harus tidur diluar tanpa mengabariku sama sekali. gumamnya
Elena mendesus kesal, tidak percaya kalau yosa tidak pulang malam ini, dan janjinya pun tidak dia ingat.
Hani, dan yosa sedang tertidur. tiba-tiba security dikantor itu, mengetuk-getuk kaca mobil yosa.
Hani, menyadari itu lalu dia membuka matanya. Menemukan Security sudah ada disamping mobil.
"Ada apa, kata hani membuka kaca mobil.
"Non Hani, anda sedang apa disini. kenapa anda tidur diparkiran mobil.
Hani, cuma melirik kearah yosa dan security itupun langsung melirik kearah yosa juga.
"Ahh, tuan yosa. kata security itu kaget.
"Bisa tidak suaramu dikecilkan, kau bisa menganggu tuan yosa sedang tidur. Sana pergi kau tidak perlu tahu kenapa kami tidur disini. kata hani sinis namun nada bicara sedang berbisik.
"Maaf non hani. saya permisi dulu. kata security itu. diapun ikut berbisik seperti hani lakukan.
Mereka tidur berdua, didalam mobil. memangnya ada sekretaris dan bos tidur bersama. Apa kata istri tuan yosa kalau sampai dia tahu tentang ini.
Security itu, hanya berjalan sambil mengumam dalam hati. Dia tidak percaya dengan apa yang barusan dia lihat.
Yosapun terbangun, hani berpura-pura tertidur kembali.
Hani, kenapa dia bisa tidur disebelahku. bukannya aku menyuruhnya tidur dibelakang. gumamnya
Yosapun, cepat-cepat keluar dari mobil. Dia melirik disekelilingnya, berharap tidak ada orang yang melihatnya. Setelah itu yosa pergi, meninggalkan hani didalam mobil, tanpa memberitahukan bahwa dia akan pulang.
Apa, pergi begitu saja. tanpa memberitahukankan ku atau berusaha membangunkanku. cihh gumamnya
Hani hanya bisa memandang yosa dengan sinis. Lalu diapun keluar dari mobil, untuk mencari taksi untuk pulang juga.
Sesampai yosa dirumah, dia langsung berlari naik kekamarnya. Yosa melihat elena tertidur.
Maafkan aku, sudah membuatmu menunggu. gumamnya
***
"Sayang, kau harus pulang malam ini lebih awal. kata elena
"Memangnya kenapa sayang, kau menyuruhku pulang lebih awal. kata yosa heran
"Yah sayang, kau tidak perlu tahu. yang pastinya kau harus pulang lebih awal.
"Iya sayang, aku akan berusaha untuk pulang lebih awal seperti yang kau minta.
"Benarkah, kata elena tersenyum sambil memeluk yosa
"Hmm, yosa menganggukan kepalanya lalu membalas pelukkan elena.
***
Elena terbangun, melihat yosa sudah duduk disofa sambil mengecek dokumen-dokumennya lagi.
"Kau sudah pulang, kata elena sambil mengusap kedua matanya.
"Iya, kata yosa tersenyum
"Hmm, elena juga tersenyum tapi sepertinya wajahnya begitu tidak bersahabat.
"Kau marah yah. kata yosa penasaran
"Untuk apa, marah juga tidak akan mengembalikan waktu tadi malam. kata elena lagi
"Aku minta maaf. aku terjebak hujan lalu mobilku tiba-tiba tidak bisa dinyalakan. Jadi aku tidur dimobilku. kata yosa berusaha menjelaskannya
"Jika itu adalah alasannya, aku tidak bisa berbuat apa-apa. kata elena yang langsung masuk kedalam kamar mandi.
Elena menangis, kejadian tadi malam sangat membuatnya kecewa.
Hikss, hikss. Kau jahat yosa, kau sungguh jahat kau benar-benar tidak mengingatnya sama sekali. Dan kau. Aku membencimu. gumamnya
Yosapun, hanya menghela nafas. dia tidak tahu lagi, bagaimana menjelaskan semuanya. Dia harus bisa menutupi, kejadian tadi malam yang harus terpaksa tidur, didalam mobil bersama Hani.
"Sayang, kau tidak apa-apa. kenapa kau lama sekali didalam kamar mandi. kata yosa heran elena belum keluar dari kamar mandi.
Elena mencoba menahan tangisnya menghapus air mata diwajahnya, lalu mencoba membangkitkan dirinya, untuk membuka pintu kamar mandi, dan keluar menemui yosa.
"Aku tidak apa-apa kok, tiba-tiba ajah aku betah didalam kamar mandi. kata elena berusaha tegar .
"Baiklah, kalau begitu kita turun kebawah. pak zham tadinya sudah memanggil, kalau sarapan pagi sudah siap. kata yosa lagi lalu tersenyum
"Ahh, ayo kita turun. elena melangkahkan kakinya meninggalkan yosa yang menatapnya dengan tatapan heran.
Ahh. kok sikap elena sekarang beda, tidak seperti biasanya. kalau dia sedang bersikap seperti itu, apa mungkin dia menyembunyikan sesuatu dariku, tapi apa.
Yosapun mulai beranjak melangkahkan kakinya. Dia juga keluar kamar untuk turun kebawah. Yosa heran dengan perubahan sikap elena kepadanya. Entah apa yang sedang elena sembunyikan.
salam dari "Ketemu Jodoh Siswa Ibu Kos".
"Hubungan Jarak Jauh"
jika berkenan mampir ya.... ditunggu