Gara-gara bola basket nyasar, Matahari Senja harus berurusan dengan si badboynya SMA Air langga, pentolan geng Atlantis yang terkenal hobi tawuran, playboy dan balap motor. Batara Matahari namanya
Matahari, nama mereka sama. Takdir keduanya pun hampir sama untuk dituntut sempurna. Tapi takdir tak semudah itu untuk membuat mereka bersatu. Matahari Senja dan Batara Matahari dengan luka mereka masing-masing, bisakah menyembuhkan satu sama lain?
.
Jangan lupa like, komen dan vote...🙏❤️
Follow ig author : @mukarromatul28
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mukarromah Isn., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Boleh Ikut?
Hari-hari menegangkan itu berakhir setelah seminggu lebih membuat para siswa kebanyakan sakit kepala karena memikirkan soal-soal ujian. Sekarang saatnya menikmati hari-hari setelah ujian yang ditunggu kebanyakan siswa. Apalagi kalau bukan acara class meeting. Berbagai lomba yang diadakan didalamnya membuat para siswa bersemangat dan tak sabar untuk saling mengalahkan.
"Senja lo ikut lomba apa?" Putri bertanya saat melihat Senja diam saja saat kebanyakan siswi lain heboh untuk mendaftarkan diri mereka
"Lombanya nggak ada yang sesuai sama minat gue" balas Senja begitu melihat nama-nama lomba disana, seperti balap karung, sendok kelereng, bulu tangkis, futsal, fashion show dan berbagai lomba lain yang tak menarik bagi Senja sedikitpun
"Lo nggak asik, daftar balap karung aja sama kayak gue" balas Putri dengan semangat
"Gue nggak mau, kenapa OSIS nya milih lomba kayak gini? Nggak ada lomba kayak cerdas cermat atau jawab soal gitu? Kalau gitu gue mau ikut"
Tuk
Putri memukul kepala Senja dengan polpen ditangannya membuat gadis itu sedikit mengaduh kesakitan
"Kalau lomba itu palingan yang daftar cuma lo aja"
"Mana ada, gue yakin pasti banyak siswa dari kelas lain juga yang mau" bantah Senja
"Dan rata-rata dari mereka pasti mirip lo" balas Putri dengan santainya
"Class meeting ini tuh buat kita senang-senang setelah ujian, bukan buat mikir lagi. Jadi lo wajib ikut salah satu, lo lupa kalau si Peter itu ketua osis? Pasti dia mau semua didalem kelas ini ikut. Sekalian juga nyari jodoh, siapa tau lo ketemu pasangan nanti" Senja memutar bola mata malas mendengarnya
"Kalau gitu ikut lomba sendok kelereng aja, lo tinggal gigit sendok doang. Nanti gue juga daftar biar kita bisa satu tim" belum sempat Senja membantah, Putri sudah keluar kelas dan melapor pada yang lain untuk menulis namanya. Senja hanya bisa menangkupkan kepala diatas meja dengan kesalnya. Ia tak mau disalahkan besok kalau andainya ia penyebab timnya gagal
Menyusuri koridor yang lumayan sepi karena sebagian siswa sudah pulang, Senja bahkan bisa mendengar suara hembusan nafasnya sendiri. Hanya suara pijakan kakinya yang terdengar melangkah di koridor lantai dua itu. Entah apa yang ia pikirkan tadi, ia ke perpustakaan dengan niat untuk membaca buku tapi rasa kantuk luar biasa tiba-tiba mendera, membuatnya tak sadar telah menutup mata sampai ia bangun perpustakaan sudah sepi. Untung saja penjaga perpustakaan yang sudah sangat dikenalnya membangunkan dirinya. Ya, karena perpustakaan sudah ibarat tempat rutinnya disekolah selain ruang kelas, ia jadi akrab dengan penjaga perpus itu
Samar-samar di ujung koridor Senja mendengar alat musik dimainkan, bukan gamelan atau musik tradisional lain yang menambah kesan mistis seperti di film-film horor, tapi suara seperti gitar, piano dan drum. Senja melangkahkan kakinya mendekat pada ruangan disebelah kanan tangga, ia tak pernah masuk dalam ruangan itu selama sekolah disini, ruangan itu juga nampak selalu tertutup sampai ia tak tau apa yang ada didalam walau sering lewat sana
Senja diam didepan ruangan itu untuk menikmati suara musik yang mengalun juga suara seseorang bernyanyi. Gadis itu termenung, musik adalah sesuatu yang begitu disukainya, namun sayang ayahnya tak membiarkan ia terjun lebih jauh dalam bidang itu. Lama terdiam didepan pintu, sampai ia terlonjak saat tiba-tiba pintu dibuka dari dalam
"Doni? Lo ngapain disini?" Tanya Senja saat ternyata teman sekelasnya itu ada disini
"Harusnya gue yang nanya lo ngapain disini?" Tanya Doni balik
"Gue cuma kebetulan lewat dan mau turun tangga" bantah Senja
"Bohong, kalau gitu nggak mungkin lo diam aja disini" Senja gelagapan tak mengelak
"Gue tau, lo pasti nyari bos kan?"
"Bos?" Senja mengulai kata itu, ia memutar otaknya untuk memikirkan siapa bos yang Doni maksud sampai nama Batara muncul dalam kepalanya
"SIAPA DON?" Senja bisa mendengar suara teriakan dari dalam. Suara laki-laki tak asing yang berhasil menggoyahkan pola pikirnya
"SENJA, DIA NYARIIN LO BOS" Senja langsung saja menginjak kaki laki-laki itu sampai membuatnya mengaduh kesakitan
"Jangan asal ngomong, padahal gue nggak pernah bilang gitu"
"Yaelah, nggak usah malu kalau sama gue, lo santai aja" ingin sekali Senja memukul kepala Doni yang menyimpulkan seperti itu
"Kenapa nunggu diluar? Ayo masuk" ajak Batara yang tiba-tiba keluar
"Eh nggak kok, gue cuma kebetulan lewat aja"
"Santai aja, ayo masuk" tangannya ditarik membuat gadis keras kepala itu akhirnya ikut masuk. Senja melihat sekeliling, ruangan yang didominasi warna coklat itu ternyata menyimpan alat musik yang didengarnya tadi
"Ini ruangan apa?"
"Ini ruangan musik khusus anak Atlantis" jawab Raka dengan mengatur rambutnya
"Emang diizinin sama sekolah?"
"Lo lupa atau emang belum tau?, mertua lo donatur terbesar disekolah ini, jadi bukan hal yang sulit buat cowok lo buat fasilitas lebih"
"Mertua pala lo, gue belum nikah" balas Senja sewot
"Santai aja Senja, gue cuma lupa nambahin calon doang, biar jadi calon mertua" Senja tak lagi menggubris saat mendengar godaan Raka, apalagi mendengar tawa dari mereka yang ada disana termasuk Batara
"Kalian latihan musik buat lomba?" Tanyanya mendekati gitar yang terletak disudut ruangan
"Bukan, tapi buat acara class meeting"
"Class meeting kan nggak ada lomba musik" balas Senja tanpa mengalihkan pandangannya pada gitar itu
"Bukan pas lombanya, tapi pas akhir acaranya. Jadi sekalian pembagian juara class meeting, kita sekalian tampil buat memeriahkan"
"Tiap tahun gitu ya?" Tanyanya, maklum saja dulu ia hanya peduli pada buku-bukunya tanpa kegiatan lain di sekolah. Bagaimana ia bisa tau jika ada kegiatan seperti ini
"Iya, tapi tahun ini istimewa karena kita yang bakalan tampil dan para wali murid juga diundang"
"Diundang?" Ulang Senja pada kata itu
"Iya, sekalian pembagian raport juga katanya"
"Atla Band"
"Atla itu dari nama geng kita, Atlantis" Senja hanya membalas dengan anggukan kemudian terdiam saat teringat sesuatu, dulu cafe tempatnya bekerja juga bernama Atla cafe, tapi ia tak sadar jika itu juga termasuk milik Batara
"Gue boleh ikut gabung satu lagu nggak buat besok?" Tanyanya menatap satu persatu lima orang-orang yang ada dalam ruangan itu
"Boleh banget, mau seratus lagu juga bisa" balas Batara dengan semangat
"Wah, gue makin semangat mukul drumnya kalau kayak gini" balas Raka dengan cengiran khasnya. Langsung saja ia mendapat pukulan dari stik drum dikepalanya, jangan tanya siapa pelakunya karena sudah pasti ketua mereka
"Jangan keluarin sikap buaya lo didepan bos lah, nanti kita caper pas diatas panggung" balas Galaksi yang langsung membuat aksi kejar-kejaran terjadi dalam ruangan yang tak terlalu luas itu