NovelToon NovelToon
BadBoy

BadBoy

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kiandra 025

Ini cerita tentang Aresha, Arjuna dan juga Arsen.
Aresha yang memiliki kekasih ketua osis tampan seperti Arjuna. Namun Arjuna yang selalu menomor duakan Aresha demi urusan sekolahnya .

Lalu bagaimana hubungan antara Arjuna dan Aresha bisa bertahan jika Arjuna tidak pernah ada di saat Aresha membutuhkanya, dan di saat itulah Aresha memiliki masalah dengan Arsen. Cowok bertubuh jangkung dengan wajah yang menawan namun terkesan datar dan dingin itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiandra 025, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31

Arsen berdiri di atas gedung dengan berpegangan pada pembatas roftoop perusahaan milik papa Aresha. Sejak Aresha meninggalkanya sendiri, Arsen sama sekali tidak beranjak pada posisi nya. Arsen tetap berdiri di sana untuk menenangkan hati nya yang sedang kacau.

Belum lagi dengan masalah mama nya yang menolak untuk membeli sisa saham peninggalan papa nya, membuat Arsen rela harus mengemis pekerjaan pada orang yang tidak di kenal nya.

Arsen menghembuskan napas nya dengan kasar, semua masalah dalam hidup nya seakan semakin berat hingga rasanya Arsen tidak sanggup lagi menahan nya. Jujur Arsen merasa putus asa.

"Sampai kapan kamu akan berdiri di sana terus? Sampai masalah kamu selesai? Ingat ya Arsen, dengan cara kamu yang seperti ini kamu pikir bisa menyelesaikan masalah?"

Arsen memejamkan mata nya begitu suara Aril terdengar di telinga nya. Emosi dalam diri nya sekatika meluap saat tiba tiba Aril menarik tangan nya dengan kasar.

"Jangan menjadi seperti ini Arsen, kasihan Mama kamu," ucap Aril menegaskan perkataan nya. Mata yang biasanya memancarkan kelembutan sebagai seorang ayah kini berubah menjadi tatapan yang mengerikan, namun itu semua sama sekali tidak membuat Arsen takut, justru Arsen semakin menunjukan kebencianya dengan membalas tatapan Aril tak kalah mengerikan nya.

"Selama ini Papa udah sabar dan bersikap lembut pada kamu Arsen, tapi sekarang Papa gak bisa. Papa akan buat kamu sadar kalau apa yang kamu lakukan pada Mama kamu itu salah."

"Jangan sebut diri Anda sebagai Papa, karena Anda tidak akan pernah bisa menjadi Papa saya," desis Arsen mengepalkan tangan nya kuat kuat. Tatapan nya semakin tajam menyorot akan kebencian.

"Papa salah apa sama kamu Arsen? Kenapa kamu gak bisa menerima Papa sama seperti Papa menerima kamu sebagai anak Papa sendiri," beribu kali Arsen melarang Aril menyebut dirinya sendiri sebagai papa, dan beribu kali juga Aril akan menyebut dirinya sendiri sebagai papa. Karena sekuat apapun Arsen menentang nya, Aril tetaplah papa nya, papa sambung yang masih berusaha untuk mencairkan hati Arsen yang penuh kebencian.

"Papa sama Mama sayang sama kamu. Meskipun Papa bukan Ayah kandung kamu, Papa tetap menyayangimu lebih dari diri Papa sendiri," suara Aril terdengar sendu, tatapan nya kembali melembut bersamaan dengan tangan nya yang menyentuh tangan kasar milik Arsen.

"Kembalilah Arsen, kami merindukan mu,"

"Sudah hentikan semua drama ini. Rasa sayang yang Anda bicarakan ini sama sekali tidak akan meruntuhkan pendirian saya untuk menjauh dari keluarga Anda. Karena bagaimanapun juga anda lah yang menjadi penyebab penderian saya dan juga Papa saya selama ini," Arsen menghempaskan tangan Aril dengan sangat kasar, berlari cepat menjauhi Aril yang tak sudah tak berdaya untuk mengejar nya.

Aril memejamkan mata nya menahan agar air mata nya tak keluar, namun sekuat apapun Aril menahan nya air mata nya akan tetap jatuh, membasahi wajah tampan nya yang sudah tidak muda lagi.

"Papa janji sama kamu Arsen, suatu saat nanti kamu akan mengerti siapa yang benar benar menyayangimu dan siapa yang menyayangi mu hanya karena rasa bersalah di masa lalu," batin Aril mencengkram kuat besi pembatas. Tangan nya bergerak mengeluarkan kertas yang selama ini di simpan nya, sebuah kertas yang mengambarkan penderitaan di masa lalu nya.

📝

Kesialan di rasakan Aresha pada pagi hari ini. Aresha terlambat bangun pada hari pertama ujian semester awal di laksanakan. Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 07:10 pagi dan Aresha masih terjebak macet di jalanan bersama pengendara lainya.

"Arghh, kapan sih nih jalan nya," teriak Aresha memukul stir mobil nya. Andai saja semalam dirinya tidak begadang dan memikirkan pertengkaranya bersama Arsen, pasti ini semua tidak terjadi, Aresha tidak akan setelat ini untuk masuk ke sekolah nya.

"Kalau kayak gini terus gimana gue bisa cepet ke sekolah nya," gumam Aresha semakin gelisa melihat jam di tangan nya yang semakin cepat berjalan.

Titt titt...

Suara klakson motor beserta ketukan pintu di mobilnya membuat Aresha mengalihkan pandangan nya.

Aresha menoleh ke samping dan menemukan Arkan yang sedang duduk di atas motor. Motor sport berwarna merah yang Aresha yakini itu adalah motor kesayangan milik Arsen.

"Mau berangkat bareng gak? Gue bisa selip selip mobil lainya loh kalau pakai ini," Arkan mengangkat kaca helm nya, sehingga dia bisa jelas melihat raut wajah Aresha yang sedang gelisa.

"Motor Arsen kan? Kenapa bisa ada di elo?" tanya Aresha juga menurunkn kaca mobil nya.

"Gue pinjem buar ke sekolah. Kenapa? Lo gak suka?"

"Enggak biasa aja. Kalau mau pake ya pake aja bukan urusan gue," sahut Aresha kembali memfokuskan pandangan nya ke depan, mendadak kesal juga mengingat wajah menyebalkanya Arsen saat menatap nya dengan tatapan datar semalam.

"Jadi gimana? Mau bareng gak? Ini udah telat loh masuk ke sekolah nya,"

Aresha terdiam sejenak, mencoba berpikir akan tawaran Arkan.

"Jangan diem aja, mau gak? Kalau gak mau gue jalan nih sekarang,"

"Oke deh, gue pinggirin dulu mobil gue." sahut Aresha cepat membuat Arkan memgembangkan senyum nya. Lagi pula tidak ada salah nya kan memanfaatkan Arkan untuk hal seperti sekarang.

Aresha naik ke atas motor setelah bersusah paya menepikan mobil nya.

"Sudah siap? Kita jalan sekarang," ucap Arkan langsung melajukan motor nya di atas trotoar hingga membuat Aresha tanpa sadar melingkarkan tangan nya pada pinggang pria itu karena terkejut, belum lagi jalan yang di gunakan pria itu tidaklah jalan yang benar, jika ada polisi sudah pasti Arkan akan di tangkap karena melanggar peraturan lalu lintas.

"Kalau gak bisa bawa motor mending gak usah bawa motor deh, bikin gue jantungan aja" teriak Aresha agar bisa terdengar sampai ke telinga Arkan yang tertutup helm fullvice nya.

"Kalau gue gak bisa bawa motor kenapa lo bisa meluk gue senyaman ini?" goda Arkan yang seketika itu juga membuat Aresha tersadar dan langsung melepaskan tangan nya.

Melihat reaksi Aresha membuat Arkan tersenyum dalam hati, Arkan semakin melajukan motor nya dengan kencang saat sudah berhasil melewati kemacetan, hingga tak lama kemudian dirinya dan Aresha sampai di sekolah dalam keadaan gerbang yang tertutup.

Aresha mendesah dalam hati, sudah dia duga akan terjadi seperti ini.

"Gerbang sudah di tutup, terus ini kita gimana?" dumel Aresha melepas helm nya dengan tak sabaran, rasanya Aresha ingin marah namun tak tau mau marah ke siapa.

"Terpaksa kita lewat belakang," ucap Arkan mebelokan motor nya dan melaju ke arah bengkel tak jauh dari gedung sekolah, menitipakanya di sana dan menarik tangan Aresha hingga berada di tembok belakang sekolah yang menjulang tinggi.

Aresha dan Arkan berhasil masuk ke dalam sekolah dengan selamat, Arkan berlari ke arah ruangan ujian nya sendiri dan Aresha berjalan santai ke ruangan nya sendiri.

"Assalamualaikum Pak, boleh saya ikut ujian nya," izin Aresha setelah mengetuk pintu dan menatap pengawas ruangan nya, semua siswa yang berada di ruangan 15 menoleh ke arah nya dengan berbagai macam tatapan, namun Aresha tak memperdulikanya. Aresha hanya terfokus pada Pak Biman yang kini berjakan ke arah nya.

"Kamu dari mana Aresha? Jam segini kok baru datang?"

"Maaf Pak saya kejebak macet," jawab Aresha cepat.

"Yaudah sekarang kamu kasih tunjuk ke bapak surat nya!" ucap Pak Biman yang membuat Aresha merenggut tak mengerti.

"Surat apasih Pak, saya gak ngerti,"

"Kamu telat kan? Harus nya kamu dapat surat izin masuk oleh kepala panitia ujian," ucap Pak Biman yang membuat Aresha menepuk jidat nya sendiri, bagaimana bisa dia lupa soal ini.

"Halah udahlah Pak, gak usa pake surat suratan segala nanti Bapak baper," jawab Aresha seketika itu juga membuat ruangan yang tadi nya hening kini mendadak ricu dengan perkataan konyol Aresha.

Aresha berjalan ke arah meja guru untuk mengambil soal dan lembar jawaban sendiri, sedangkan Pak Biman hanya melongo dengan apa yang dilakukan murid cantik dan bloon nya itu. Pak Biman ingin menegur nya namun Pak Biman tak punya nyali, karena dia sudah hafal dengan tindakan apa yang sering di lakukan oleh Aresha jika sudah merasa kesal dan Pak Biman tidak ingin menjadi korban nya, apalagi tadi Pak Biman bisa melihat jika raut wajah Aresha sudah tak biasa.

Aresha mengedarkan pandangan nya untuk mencari kursi yang kosong, begitu menemukan nya Aresha langsung berjalan ke arah bangku yang kosong, namun baru selangkah Aresha melangkah, dengan terpaksa Aresha harus menghentikannya saat mata nya menangkap satu objek yang berhasil membuat nya terpaku.

"Arsen," batin Aresha menatap Arsen yang tampak fokus dengan kertas di depan nya, dan yang lebih mengejutkan nya nya lagi Arsen duduk di bangku depan kursi yang kosong, yang artinya Aresha akan duduk di belakang pria yang bernama Arsen.

Aresha memejamkan mata nya menahan gejolak aneh dalam diri nya, semenjak pertengkaran di atas gedung itu Aresha sudah bertekad untuk tidak ingin lagi berurusan dengan pria itu, namun apa yang terjadi sekarang, dirinya harus di pertemukan dalam satu ruangan selama seminggu lebih kedepan dengan pria yang membinggungkan perasaan nya sendiri.

Entah ini takdir atau hanya sebuah kebetulan, apapun itu, yang jelas Aresha benar benar tak ingin bersama pria itu lagi, hati nya sudah terlanjur sakit dengan tuduhan yang di lakukan Arsen pada malam itu.

📝

***Coba kalian tebak gimana hubungan mereka selanjut nya, apakah Arsen akan tetap bersama Aresha?

Atau Aresha benar benar akan menjauhi Arsen dan fokus pada hubungan nya bersama Arjuna***?

1
K_Forza
beranda sekali aku baca pas bagian ini 🤣
K_Forza
ternyata novel ini udah ada di tahun 2020 dan aku baru tau di 2025 lewat dubber nya novel ini..
keren novel nya bikin terharu, terbawa suasana mengingatkan jaman sekolah dlu
K_Forza
gak suka Arjuna ih
K_Forza
jangan bilang kalo vino juga suka Aresha?
K_Forza
bener, paling gak kuat dan males punya cowok cuek apalagi gak peka🥲
K_Forza
astaga koplak juga gurunya 🤣😂
Qaisaa Nazarudin
Kenapa aku gak rela cerita ini END sih thor,, Aku pengen baca sampai mereka nikahan semua dan punya anak masing2 nya..ck thor huaaa..Aku gak rela END😩😩😩😩
Qaisaa Nazarudin
Kita kawal sampai pelaminan thor..😅😅
Qaisaa Nazarudin
Yezzzz 💪🏻💪🏻💪🏻👏🏻👏🏻👏🏻 Mau2,Mau dong 🥰🥰🥰😍
Qaisaa Nazarudin
Pikuran yg kel gini yg gak benar,Harus di perjuangkan,Bukannya nyerah gitu aja,,Sebel aku..
Qaisaa Nazarudin
Berarti cinta kamu belum kuat utk Aresha,nyatanya kamu tdk mempercayai nya,,Kamu malah lebih memilih Ego mu,Aku kecewa dgn mu Arsen..
Qaisaa Nazarudin
Aresha terlalu gengsian dan gak pernah peka dgn keadaan Arsen,Heran aku,,,
Qaisaa Nazarudin
Waahh Arjuna licik,Bawak bawain mama nya utk dekatin Aresha lagi, Curang..
Qaisaa Nazarudin
Mendingan sama Aldrin dari pada kamu yg masih mencintai cewek lain,tapi pacaran dgn Stephany,,🙄🙄Rasain kamu kan..
Qaisaa Nazarudin
Aneh ya,Kok ada kembaran yg saling musuhan kek gitu,Hanya di dunia novel kan..😂😜
Qaisaa Nazarudin
Sengaja ya Arsen kasih nomornya ke Nabila, katanya Cinta sama Aresha,Tapi kenapa gak bisa jagain hatinya Aresha?? Lama2 sebel aku dgn sikapnya Arsen,,
Qaisaa Nazarudin
Itu pasti nomor Nabila,Blokir aja deh Aresha nomor nya..
Qaisaa Nazarudin
Arsen gengsian banget, giliran di dekatin Nabila malah diam aja,, Ini yg bikin mereka tambah salah paham, Kamu sendiri yg kasih peluang Arjuna dekatin Aresha lagi, Ntar jgn nyesel kamu..
Qaisaa Nazarudin
Harusnya kamu yg nemuin Arsen dan minta maaf,Kok sekarang malah kebalik,kamu yg ingin Arsen nemuin kamu,ck🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Nah kan ku bilang juga apa,Sikap Arsen yg suka berantem membuatkan Aresha meninggalkan Arsen,Udah tau Aresha gak suka kamu berantem,Malah Arsen kayak menantang..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!