NovelToon NovelToon
Istri Tengil Sang Presdir

Istri Tengil Sang Presdir

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:540.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rya Kurniawan

Demi melunasi hutang keluarganya, membuat Lea terpaksa menerima ajakan Vano yang merupakan presdir di perusahaan tempatnya magang untuk menikah kontrak dengannya, karena desakan sang Kakek dan kedua orang tuanya untuk segera menikah.

Bagaimanakah hari-hari yang dilalui oleh wanita keras kepala dan tengil dengan pria yang terkenal sangat cuek dan bersikap dingin kepada semua orang, dalam menjalani rumah tangga? Apakah mereka akan tetap bersatu karena timbul rasa cinta di antara keduanya atau justru perpisahan yang akan terjadi setelah masa kontrak berakhir?

Yuk ikuti kisah Lea dan Vano.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rya Kurniawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dejavu

"Maaf ya Tante, aku tidak sengaja. Tante tidak apa-apa 'kan?" ucap Lea yang memulai percakapan.

"Iya, tidak apa-apa. Itu juga kesalahan Tante, maafkan Tante juga ya. Tadi Tante buru-buru keluar dari toilet, tapi kau juga tidak kenapa-napa 'kan?" ucap wanita itu pula.

"Iya Tante, tidak apa-apa kok. Ya sudah aku ke dalam dulu ya Tante," ucap Lea lalu perlahan melangkahkan kakinya masuk ke dalam toilet.

Sedangkan wanita yang bertabrakan dengan Lea tadi juga melangkahkan kakinya meninggalkan toilet dan kembali menghampiri anaknya.

"Aneh, kenapa ya rasanya aku sudah seperti mengenal anak itu. Aku seperti mengalami dejavu," batin wanita itu.

"Aneh, kenapa rasanya seperti dejavu. Aku seperti pernah mengenal ibu tadi dan aku sudah pernah merasakan hal ini sebelumnya," batin Lea pula.

------

"Ma, bagaimana perut Mama, apa masih sakit?" Tanya Nando saat ibunya itu telah kembali dari toilet.

"Mama tidak apa-apa kok Sayang, Mama baik-baik saja," jawab Karin.

"Mama sih, padahal sudah diingatkan berkali-kali jangan sampai telat makan, sekarang baru saja makan sedikit Mama sudah sakit perut. Itu pasti karena penyakit mag Mama sebenarnya kambuh 'kan, bukan karena Mama sakit perut ingin ke toilet," kata Nando yang sudah sangat hafal betul bagaimana sifat ibunya itu.

"Tidak Sayang, Mama tidak apa-apa. Lagipula tadi siang itu Mama sudah makan sedikit kok, ya mungkin ini kebetulan saja mag Mama lagi mau kumat seperti ini. Kau itu sangat persis dengan Papamu, bawel sekali jika mengingatkan Mama soal makan. It's oke Sayang, Mama tidak kenapa-napa," ucap Karin yang tak ingin melihat anaknya itu cemas.

"Ya sudah Ma, yuk sekarang habiskan steaknya," ucap Nando.

Karin menganggukkan kepalanya, lalu kembali melahap makanan yang tadi ia pesan sembari melihat-lihat ke arah sekitar, berharap bisa bertemu dengan Lea lagi, yang membuatnya masih sangat penasaran. Karin tidak mengerti kenapa ia bisa merasa begitu dekat dengan orang yang sama sekali tidak pernah ia temui sebelumnya.

Ya memang saat ini Karin dan Nando sedang berada di restoran steak yang sama dengan Lea dan Vano berada.

------

Tidak lama kemudian, Lea telah kembali dari toilet dan duduk di hadapan suaminya.

"Ini benar-benar aneh sih, kenapa sebelumnya aku nggak pernah merasakan hal ini. Kalau hanya karena merasa bersalah, itu nggak mungkin lah. Kami berdua 'kan sama-sama tidak sengaja saling bertabrakan, bukan aku yang menabrak ibu itu," batin Lea yang masih saja bingung dengan perasaannya.

"Sayang, kau kenapa?" Tanya Vano yang menyadari perubahan wajah pada istrinya itu.

"Jadi begini Sayang, tadi aku 'kan aku nggak sengaja tabrakan sama ibu-ibu di toilet. Aku nggak tahu kenapa ya sepertinya aku sudah pernah bertemu sama Ibu itu, seperti sudah mengenalnya lama gitu. Aku merasa seperti dejavu," terang Lea.

"Oh … jadi kau sudah merasa kenal dengan Ibu itu tetapi sebenarnya tidak?" Tanya Vano.

"Iya Sayang. Aku yakin tidak pernah mengenal Ibu itu sama sekali, tapi rasanya kami sudah dekat, ada perasaan yang tidak bisa aku jelaskan karena aku tidak mengerti," ucap Lea.

"Mungkin itu hanya perasaanmu saja Sayang," ucap Vano.

"Ya mungkin juga," sahut Lea.

"Ya sudah, jadi kau masih mau melanjutkan makan atau tidak? Kalau tidak mau, kita pulang ya. Sudah malam, bumil tidak boleh lama-lama di luar malam-malam seperti ini. Nanti kalau aku membawamu pulang larut malam, pasti Kakek akan memarahiku," kata Vano.

"Iya, iya. Tapi aku sudah kenyang, nggak apa-apa 'kan kalau makanan ini nggak habis? Atau kau mau menghabiskannya?" Kata Lea sembari mengedip-mengedipkan matanya, menatap ke arah Vano.

"Aku tidak mau, aku juga sudah kenyang. Tidak apa-apalah, itu 'kan hanya sisa sedikit," ujar Vano.

"Tapi bukannya tadi kau bilang mubazir. Pasti kau takut 'kan aku menghabiskan uang banyak hanya untuk makanan tetapi aku malah tidak menghabiskannya. Maafkan aku ya Sayang," ucap Lea.

"Sayang, kau ini bicara apa sih. Aku tidak pernah mempermasalahkan uang, kau juga tahu 'kan uangku banyak. Apalagi kalau untukmu, aku rela menghabiskan berapapun asalkan kau bahagia," ucap Vano.

"Hm sombong. Iya, Iya aku tahu kau banyak uang," tukas Lea.

"Kalau tahu kenapa kau malah membahas soal uang. Uang itu sama sekali tidak masalah untukku Sayang, yang penting aku bisa membahagiakanmu. Dan menurutku membahagiakan orang yang kita cintai juga tidak hanya dengan uang, aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk menuruti apapun keinginanmu. Aku memang tidak bisa berjanji untuk yang tidak bisa aku tepati, tetapi aku akan selalu berusaha untuk membuatmu selalu bahagia dan menjagamu, mencintaimu dengan segenap jiwa dan ragaku. Bukan untukmu saja tetapi juga untuk anak kita," ucap Vano yang meraih tangan Lea di atas meja, lalu menggenggamnya dengan erat, serta menatapnya dengan penuh cinta.

Lea tersenyum, ia merasa sangat bahagia karena bisa memiliki suami sebaik dan seromantis Vano. Pria yang begitu menyayangi dan perhatian terhadapnya.

"Sayang, kok kita malah jadi seperti anak ABG lagi pacaran gini sih. Yuk pulang," ajak Lea yang sebenarnya hanya merasa malu dan gugup terhadap suaminya itu.

Setelah membayar tagihan makan dan minuman yang telah dikonsumsi, kini mereka pun pergi meninggalkan restoran.

*****

Pagi-pagi sekali, seperti biasa Lea yang sudah terbiasa bangun terlebih dahulu itu pun segera saja menuju ke dapur dan membuat sarapan untuk suami dan kakeknya. Padahal Vano sudah melarangnya untuk tidak melakukan aktivitas tersebut, tetapi jika sudah menjadi keinginannya siapapun tidak bisa melarangnya termasuk Vano.

"Hai Sayang," ucap Vano yang tiba-tiba saja merangkul pinggulnya dari belakang.

"Sayang, kau sudah bangun? Jangan seperti ini dong, bagaimana kalau Kakek melihatnya," ucap Lea yang merasa kegelian di saat Vano mengendus-endus di lehernya.

"Memangnya kenapa? Kita 'kan suami istri, memangnya salahnya dimana," kata Vano.

"Ya memang nggak salah sih. Tapi 'kan di rumah ini kita tidak tinggal berdua saja, ada Bibi dan ada Kakek juga, kita harus menjaga sikap dong Sayang," ucap Lea.

"Aku rasa Kakek dan Bibi pasti akan mengerti kok," ucap Vano.

"Terserah kau saja. Tapi sekarang ini aku sedang membuat sarapan, jadi lambat kalau kau begini terus," protes Lea.

"Sebentar saja Sayang, oh iya Anak Papa apa kabar di dalam perut Mama? Baik-baik saja 'kan? Nggak kecapean 'kan? Soalnya Mamamu ini ngeyel sekali, sudah Papa katakan tidak usah membuat sarapan tapi masih juga," ujar Vano sembari mengusap-usap perut istrinya itu.

"Aku baik-baik saja Pa. Mama 'kan memang sudah dasarnya rajin, jadi tidak bisa dilarang," jawab Lea seolah menjadi anaknya.

Tanpa keduanya sadari, ternyata di saat itu Lucas telah memperhatikan mereka. Ia tersenyum dan merasa sangat bahagia karena bisa melihat Vano benar-benar mencintai seorang wanita seperti keinginannya.

Bersambung …

1
falea sezi
Lea ne egois bgt sumpah benci karakter gini belom waktunya emank nunggu emak bapak lo mati baru boleh bersatu dasar bodoh
falea sezi
goblok ibunya terpaksa meninggalkan mu bodoh
Lilyrubyy
kok leo
Anita Jenius
Lanjut
Anita Jenius
salam kenal kak
Inaya Athalia Inaya Athalia
cerita nya menarik, dan romantis.
limah
👍🥰🥰
Yani Riyani
Biasa
Rya Kurniawan: Yang kayak gini nih nggak bisa Menghargai karya orang lain, kalau memang nggak suka di skip aja nggak usah dibaca Kak daripada ngasih bintang 3 kayak gitu bikin down authornya.
total 1 replies
Evelin Adonia Najwa Orlin
akurasa itu ibu kandung lea
Rya Kurniawan: bisa jadi kak.. 😁
terimakasih udah mampir kak.🥰
total 1 replies
Pacarnya Lin Yi. 🥰
bahagia selalu lea dan vano. 😍
Rya Kurniawan: makasih Kak.. 🥰
total 1 replies
sella surya amanda
extra part nya
sella surya amanda: ya, sama sama
total 2 replies
Melia Gusnetty
goblok...dh tau mau menghadapi si penyandra..knp tak membawa ank buah.....ngaku pintar dn bnyk ank buah....heran ...😏🙄
Rya Kurniawan: tenang kak. aman kok.. 🥰
total 2 replies
sella surya amanda
lanjut
sella surya amanda
next
sella surya amanda
lanjut
lady daisy
diego ke vano thor, npa typo lgi ni..
Rya Kurniawan: maaf kk ska slah tulis tokoh novel lain. mksh ya kk... 🥰
total 1 replies
sella surya amanda
lanjut
don't call me honey
berarti vano dan lea ada ikatan sedarah dung....
Rya Kurniawan: enggak kak... 🥰
total 1 replies
sella surya amanda
next
sella surya amanda
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!