Violet adalah gadis desa yang diusir oleh pacar setelah melahirkan bayinya, dia yang Luntang lantung dijalan tepaksa menjadi ibu susu seorang CEO tampan yang mendapatkan kutukan. Ternyata CEO itu adalah paman dari mantan pacar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35.
Violet memang sangat membenci Felix maupun keluarganya.
Tapi dia tidak akan pernah melakukan hal sepicik itu hanya untuk membalas dendam.
Violet menggigit bibirnya, berusaha keras untuk tidak menangis di depan semua orang.
Netranya tak sengaja menatap ke arah sekeliling, dimana suara bisik-bisik itu memenuhi telinganya.
Walaupun dia sudah berusaha untuk memutuskan hubungan dengan Felix bahkan melupakan perasaannya untuk laki-laki itu, tapi memang tidak semudah itu untuk menghilangkan rasa sayang yang sudah mendarah daging lebih dari 3 tahun.
Rasa sayang itu sekarang ini berbaur dengan kekecewaan yang mendalam.
"Itu tidak benar, Felix. Kamu tahu aku tidak seperti itu," balasnya, suaranya lirih tetapi tegas.
Namun Felix tampaknya sudah terlalu marah untuk mendengarkan.
"Dulu, ternyata kamu tidak pernah mencintaiku, hanya menggunakanku untuk mendapatkan kekuasaan disekolah ini, bukan?" sergahnya lagi, tanpa memberi Violet kesempatan untuk menjelaskan.
Felix menatap Violet dengan tatapan sakit hati dan penuh kecewaan.
Dia sakit hati karena ayahnya dipenjara, dia tidak mempercayai fakta bahwa ayahnya korupsi dan memilih untuk menyalahkan semua hal yang terjadi pada Violet.
Bahkan amarah Felix menjadi tambah parah akibat rasa cemburunya pada Violet yang didekati oleh orang-orang yang lebih berpenguasa dibandingkan dengan dirinya.
Terutama pamannya Romeo.
Di sekitar mereka, bisikan dan gosip mulai berkembang di antara teman-teman sekolah mereka, membuat Violet semakin merasa terpojok dan terluka.
Dia menatap Felix dengan tatapan yang penuh kekecewaan.
Bahkan semua orang dihalaman itu terlihat mempercayai tuduhan keji yang baru saja keluar dari bibir Felix.
"Kamu tidak pernah mengerti, Felix. Dulu aku benar-benar mencintaimu," ucapnya, suaranya nyaris tidak terdengar.
Violet yang selalu jujur, tentu saja tidak terima kalau sampai difitnah.
Felix menggenggam dagu Violet dengan kasar, matanya menyala penuh amarah.
"Kamu bohong, Violet! Kalau dulu kamu memang mencintaiku, kenapa kamu tidak memperbolehkan ku saat ingin mencium mu?" tanyanya dengan nada suara yang meninggi.
Violet merasakan jemari Felix yang dingin dan keras menyentuh kulitnya, membuatnya ingin menjauh.
Namun, kekuatannya seakan terkuras, membuatnya hanya mampu berdiri dengan pasrah sambil mata berkaca-kaca menatap Felix yang sudah sangat berbeda dari yang dulu dia kenal.
Wajah Felix sekarang ini sangat dekat dengannya, bahkan tidak berjarak.
Violet dan Felix saling menatap dengan tatapan yang begitu dalam.
Di sisi lain, Marina, yang kini berstatus sebagai pacar Felix, dengan cepat melangkah maju, wajahnya memerah karena marah dan berniat untuk menampar Violet.
Namun, sebelum tangannya sempat menyentuh pipi Violet, tangan lain dengan cepat menahan gerakan Marina.
"Tuan Romeo," ucap Violet dengan suara lirih, memohon perlindungan.
Sosok yang baru saja mencegah Marina itu, Romeo, menatap tajam ke arah Felix sambil memegang tangan Marina agar tidak melakukan tindakan yang bisa memperburuk keadaan.
Kerumunan di sekitar mereka semakin bertambah, bisikan dan tatapan penasaran dari para siswa lainnya membuat suasana menjadi tegang.
Mereka bingung, kenapa disaat seperti ini Romeo yang terkenal itu bisa muncul disekolah.
"Selama aku sakit, begini cara para murid menindas seseorang yang lemah," celetuk Romeo dengan nada sarkas.
Wajahnya sekarang ini sangat dingin dan menyeramkan, bahkan dibawah teriak sinar matahari.
Semua orang disekitar halaman sekolah merasa kedinginan karena aura yang Romeo pancarkan.
Tak berselang lama Yasa datang bersama beberapa guru dan pengurus sekolah.