Liu Kang, seorang pemuda yang di dalam tubuhnya terdapat roh iblis yang ditanam oleh Ayahnya harus menghadapi dan mempertahankan nyawanya dari aliansi Sekte aliran putih dan netral yang ingin mengambil nyawanya.
Di tengah itu semua, ternyata ada kelompok lain yang membahayakan nyawanya, lebih tepatnya Benua tempat ia tinggali.
Apakah yang harus dilakukan Liu Kang? Apakah dia akan berhasil menghadapinya, atau dia akan terbunuh? Akankah dia berhasil membereskan semua yang membahayakan nyawanya? Silahkan ikuti kisahnya...
****
Novel ini adalah novel asli karya Author.
Bila ada nama, tempat dan kesamaan tokoh dengan Novel lain itu hanyalah kebetulan semata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Den, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali Hanya Untuk Bersedih
Melihat Liu Kang dan Yin bersaudara bergerak menyerang ke arah mereka, salah satu dari mereka maju satu langkah.
Dia adalah seorang wanita, berambut pendek dan berpakaian serba hitam.
Zhu Lin, seorang kultivator pengguna racun yang berhasil di rekrut kelompok Gagak Merah beberapa bulan lalu.
"Biar aku saja yang menghadapi bocah-bocah ini!" Ucapnya sambil menoleh ke arah sembilan orang rekannya.
Tidak menunggu jawaban dari mereka, Zhu Lin langsung juga melesat ke arah Liu Kang dan Yin bersaudara.
Pedang Liu Kang dan Yin bersaudara langsung menghantam tangan Zhu Lin. Tetapi bukannya terluka ataupun terpotong, tangan Zhu Lin ternyata keras seperti sebuah baja.
"Pedang mainan seperti itu tidak akan berhasil melukaiku!" Zhu Lin tidak menanggapi keterkejutan Liu Kang dan Yin bersaudara.
Dia memegang ketiga pedang itu dengan tangan kirinya dan melesatkan sebuah tapak dari tangan kanannya.
Karena terkejut melihat kemampuan Zhu Lin, Liu Kang dan Yin bersaudara tidak siap untuk menangkis serangan tiba-tiba Zhu Lin.
Alhasil, tapak tersebut berhasil mengenai masing-masing dada ketiganya.
Buakkk
Ketiganya terpental akibat terkena tapak tersebut.
"Kita tidak akan bisa bertahan lebih lama. Gunakan asap beracun!" Bisik Yin Shou.
Ketiganya langsung berdiri dan kembali menghunuskan pedang mereka masing-masing.
Tetapi yang terjadi selanjutnya, mereka bukan menyerang, melainkan melemparkan masing-masing satu bola kecil dan saat menyentuh tanah bola itu meledak dan menciptakan kabut asap yang tebal.
"Tutup mata, hidung dan mulut kalian! Jangan sampai terkena asap tersebut. Itu adalah asap beracun!" Seru Zhu Lin. Dia cukup terkejut, Liu Kang dan Yin bersaudara akan melakukan hal tersebut.
"Sekarang!" Ketiganya bergegas meninggalkan tempat itu dengan Qi yang tersisa. Ketiganya tidak mengetahui apa yang terjadi, tetapi Qi mereka seakan terus menerus tersedot dan berkurang.
Butuh waktu beberapa saat untuk sepuluh anggota Kelompok Gagak Merah itu menahan nafas dan penglihatan mereka.
Walaupun Zhu Lin sendiri adalah pengguna racun, tetapi tubuhnya tidak terlalu tahan terhadap racun. Sebab itulah dia juga memilih untuk menutup mata serta mulut dan hidungnya.
"Tidak perlu dikejar. Mereka sudah terkena racun kalajengking merah miikku. Mereka tidak akan bertahan hidup terlalu lama." Ucap Zhu Lin.
Mendengar hal tersebut, sembilan orang lainnya bernafas lega. Mereka mengetahui jelas kemampuan racun Zhu Lin. Selama mereka bersama, tidak ada yang berhasil lolos dari racun wanita tersebut. Dan mereka juga mengetahui bahwa racun kalajengking merah inilah yang biasa digunakan Zhu Lin untuk membunuh target mereka.
Racun sendiri dibagi menjadi beberapa bagian diantaranya level satu, level dua, level tiga dan seterusnya.
Semakin tinggi level semakin kuat pula intensitas racun tersebut.
Racun kalajengking merah sendiri termasuk racun level dua. Racun level dua seperti itu sanggup membunuh kultivator praktik Penempaan Qi tingkat sepuluh sekalipun.
Mereka menyadari bahwa praktik Yin bersaudara hanya berada pada praktik Penempaan Qi tingkat enam akhir. Sementara Liu Kang pada praktik Penempaan Qi tingkat lima awal. Jadi sudah seharusnya mereka tidak akan berhasil selamat.
Perkataan Zhu Lin memang tepat, disaat bersamaan, pergerakan Liu Kang dan Yin bersaudara semakin melambat terutama Yin bersaudara.
Tubuh mereka dalam beberapa saat saja sudah berubah menjadi merah di beberapa bagian.
Tetapi anehnya, hal tersebut tidak berlaku pada Liu Kang. Sebab itulah dia sedikit bingung.
"Junior San, kenapa racun kalajengking merah ini tidak berdampak pada tubuhmu?" Tanya Yin Shou.
Liu Kang tidak menjawab, dia mengingat-ingat kembali dan akhirnya dia mengingatnya.
"Senior Shou, beberapa lalu aku memeriksa Akar Roh milikku dan aku menemukan bahwa diriku ternyata memiliki tiga Akar Roh yang masing-masing adalah elemen angin, besi dan racun. Mungkin itu yang membuatku kebal terhadap racun tersebut.
Saat kita kembali nanti, aku ingin menanyakan kepada guru dan Patriak kenapa mereka menyembunyikannya dariku dan yang lain!" Jelas Liu Kang.
Sebenarnya tebakan Liu Kang tidak meleset, tetapi itu hanya sebagian saja. Yang lebih tepat untuk menjelaskan mengapa dirinya kebal terhadap racun itu karena diakibatkan dia memiliki tubuh khusus, yaitu 'Tubuh Seribu Racun'.
Mendengar penjelasan Liu Kang, Yin bersaudara kembali terkejut. Keduanya lalu tidak membahasnya lagi.
"Junior San, kalau begitu kau kembalilah ke sekte sendiri." Ucap Yin Shou.
Sebelum Liu Kang menanyakan maksud dari perkataannya, Yin Shou sudah lebih dulu menjelaskan, "Aku dan Saudaraku tidak akan berhasil selamat dari racun ini. Dalam beberapa menit lagi, tubuh kami akan berubah menjadi merah sepenuhnya dan akan tewas beberapa saat kemudian."
Kini giliran Liu Kang yang terkejut. Menurutnya racun kalajengking merah ini sungguh berbahaya.
"Sekarang pergilah, semoga kau beruntung untuk hari-hari selanjutnya." Ucap Yin Shou lagi.
Liu Kang menjadi dilema, dia serba salah. Menurutnya meninggalkan Yin bersaudara seperti ini tidaklah patut, tetapi Liu Kang juga menyadari bahwa perkataan Yin Shou ada benarnya.
Setelah berpikir beberapa saat, akhirnya Liu Kang memilih menuruti perkataan Yin bersaudara.
"Senior Shou, Senior Dan, maafkan aku! Ku harap di kehidupan selanjutnya kita bisa berteman kembali.
Aku juga akan membalaskan dendam kalian hari ini kepada kelompok Gagak Merah." Liu Kang memberi hormat lalu meninggalkan Yin bersaudara.
Mendengar perkataan Liu Kang, entah mengapa membuat hati Yin Shou serta Yin Dan menjadi lega.
Benar saja, belum terlalu lama Liu Kang pergi, tubuh Yin bersaudara sudah menjadi merah sepenuhnya dan beberapa saat kemudian mereka tewas di tempat itu.
Sementara disaat yang bersamaan, Liu Kang melesat pergi dengan kecepatan tinggi kembali ke sekte Tujuh Pedang.
*****
Selama di perjalanan, ada sebuah informasi yang membuat Liu Kang tidak nyaman. Yaitu tentang sekte Tujuh Pedang musnah karena serangan aliansi Sekte aliran putih dan netral.
Jantungnya berdetak kencang dan pikirannya tidak karuan mendengar hal tersebut.
Jika informasi itu hanya didapatkannya dari satu orang, mungkin dia akan mengira bahwa informasi tersebut palsu. Tetapi dia menemukan semua orang yang ditemuinya sedang membicarakan hal tersebut.
Yang mengganggunya juga adalah, kabar musnahnya sekte Tujuh Pedang berkaitan erat dengannya.
"Tidak mungkin!" Liu Kang menambah kecepatan geraknya.
Dia menggunakan semua Qi miliknya untuk mempercepat ilmu meringankan tubuhnya.
Dalam beberapa hari selanjutnya, akhirnya dia sampai ke sekte Tujuh Pedang.
Sesampainya disana, dia tidak bisa tenang. Sekte Tujuh Pedang sudah berubah sepenuhnya. Tidak seperti yang diingatnya saat beberapa waktu lalu.
Bangunan-bangunan sekte itu sudah hancur. Lapangan-lapangan tempat biasanya berlatih sekarang penuh dengan lubang-lubang besar.
Yang mengagnggu jiwanya, dia melihat banyak mayat yang bergeletakan. Dia tentu mengenali mereka, sebagian besar mayat tersebut adalah anggota sekte Tujuh Pedang.
"Rong'er!" Liu Kang teringat Xiao Rong. Gadis yang menjadi Dewi penolongnya disaat dia mengalami keterpurukan.
Liu Kang berkeliling dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh. Dia memeriksa setiap mayat yang ada disana. Tetapi sudah beberapa jam, dia tidak menemukan mayat Xiao Rong.
Sebenarnya dia ingin berpikir bahwa Xiao Rong selamat. Tetapi setelah melihat mayat-mayat petinggi Sekte Tujuh Pedang. Dia menyadari bahwa Xiao Rong tidak akan mendapatkan keberuntungan itu.
Wajahnya menjadi pucat, matanya menjadi merah. Dan tidak terasa, air mata mulai mengalir dari pinggir matanya.
Saat dirinya hendak kembali mencari Xiao Rong untuk memastikan tubuhnya. Tiba-tiba saja langkah Liu Kang terhenti karena di depannya sekarang berdiri seorang pemuda tampan yang sedang melayang di udara.
Liu Kang tentu menyadari pemuda tersebut memiliki praktik yang tinggi karena dia bisa melayang di udara.
Bagi kultivator, sebenarnya melayang di udara bukanlah hal yang sulit, tetapi untuk Kultivator praktik Penempaan Qi bukanlah hal yang mudah.
Lagipula kekuatan yang dipancarkan oleh pemuda tersebut sangat dahsyat, ini pertama kali Liu Kang merasakan kekuatan yang lebih besar daripada Ayahnya, Liu Zeng.
"Siapa kau?" Tanya Liu Kang sambil waspada.
walet musim kawin