NovelToon NovelToon
Ketulusan Hati Ailee

Ketulusan Hati Ailee

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Beda Usia / Tamat
Popularitas:4.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Merpati_Manis

Diabaikan dan diperlakukan dengan tidak adil oleh keluarga karena kelahiran Ailee dianggap sebagai penyebab kematian sang mama, membuat Ailee tumbuh menjadi gadis yang mandiri di usia yang masih belia.

Pertemuan Ailee dengan seorang nenek di tempat kerja, mungkinkah akan membawa angin segar bagi kehidupan gadis berhijab yang selalu ceria, meski hatinya rapuh dan penuh luka karena ketidakadilan yang dia terima selama ini.

"Nak, nenek punya seorang cucu laki-laki yang enggan untuk menikah. Nenek akan membujuknya dan nenek harap, kamu bersedia untuk menjadi istrinya," mohon sang nenek, di hari pertama mereka bertemu.

Sementara cucu laki-laki nenek Amira hanya diam, ketika sang nenek menawarkan kepadanya untuk menikah dengan Ailee karena Gilang memiliki trauma dengan pernikahan kedua orang tuanya.

Berhasilkah perjodohan yang dilakukan Nenek Amira?

Dapatkah Ailee mengobati trauma Gilang dan membuat pemuda dingin tersebut membuka hati untuknya?

🌹🌹🌹

Tinggalkan jejak, yah ⭐⭐⭐⭐⭐

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Merpati_Manis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pentungannya Siap Tempur

Malam itu, keluarga Gilang sangat berbahagia dan menikmati kebersamaan sambil makan rujak buatan Ailee.

"Jangan banyak-banyak makannya, Nak Ai. Besok kalau sakit perut malah berabe." Sang oma mengingatkan begitu melihat Ailee sangat lahap memakan rujak buah tersebut.

"Tidak apa-apa, Oma. Ini tidak pedas, kok," balas Ailee. "Oma tidak pengin nyicipi?" tawarnya kembali.

Sang oma menggeleng. "Asem, Nak. Hanya membayangkan saja, gigi oma rasanya sudah ngilu," tolaknya yang sadari tadi hanya menjadi penonton.

"Oma benar, Ai. Meskipun enggak pedas, tetap aja jangan banyak-banyak. Enggak lucu, ah, masak pengantin baru gagal malam pertama gara-gara sakit perut dan harus ke toilet terus," timpal Satria, penuh perhatian.

Membuat Gilang sedikit cemburu. Apalagi duduknya sang keponakan, sangat dekat denga calon istrinya.

"Aunty, Sat. Mulai sekarang biasakan memanggil dia aunty karena Ailee akan menikah denganku," tegas Gilang dengan menekankan kata menikah denganku, agar Satria mengerti batasannya sebagai keponakan.

"Yaelah, posesif amir, sih, Om!" protes Satria.

"Hem, padahal Pak Amir penjaga komplek perumahan kita. Enggak posesif, tuh, sama Mbok Yem," timpal Riko sekenanya.

"Mbok Yem? Tukang jamu itu, kah? Memangnya, mereka pacaran?" tanya Kukuh yang semakin membuat obrolan mereka melebar, jadi kemana-mana.

"Benar, Den. Sudah lama, lho, mereka dekat dan kabarnya sebentar lagi mau menikah," sahut salah seorang bibi asisten yang malam ini juga turut bergabung bersama mereka, atas permintaan nyonya besar.

"Wah, Om Er kalah, dong, sama Pak Amir yang udah mau nikah dua kali! Itu artinya, Om kalah tampan dari Pak Amir," ledek Satria yang kemudian terkekeh.

"Bukan kalah tampan, Sat! Mbok Yem enggak bakalan melihat ketampanan, tetapi yang terpenting bagi janda tanpa anak itu, pentungannya Pak Amir besar!" balas Erlan yang langsung mendapatkan pelototan dari sang oma karena ada Riko dan Kukuh, yang masih usia sekolah.

Gilang tertawa terbahak mendengar perkataan Erlan. "Memangnya, Abang udah pernah melihat pentungan Pak Amir?" tanya Gilang yang tetap pengin membahas hal yang menurutnya menggelitik tersebut.

Satria terkikik geli, mendengar pertanyaan Gilang pada Erlan. "Om Er memangnya bagian dari penggemar bendera pelangi?"

"Ck! Ya enggak, lah! Memangnya, aku cowok apaan?" protes Erlan.

"Aku udah punya sendiri, ngapain lihat pentungan punya orang! Enakan juga, lihat gunung kembar yang tinggi menjulang," lanjutnya yang kemudian terkekeh pelan.

Dua bibi asisten yang masih berada di sana, senyum-senyum mendengar perbincangan para tuan mudanya, sambil melanjutkan menikmati makan rujak.

Kukuh dan Riko menyibukkan juga diri makan rujak dan pura-pura tidak mendengar, agar sang oma tidak ngomel dan menyuruh mereka untuk pergi tidur.

Sementara wajah Ailee merona merah. Gadis belia itu terkontaminasi otaknya, mendengar candaan dua bujang lapuk yang sama-sama sedang kasmaran tersebut, bersama Satria yang terkenal senang becanda.

"Kalian ini, obrolannya sudah kemana-mana," protes sang oma, kemudian. "Sepertinya, kamu memang harus segera menikah, Er, agar otakmu tidak berpikir ke arah sana terus," lanjutnya menyarankan.

"Gas, Om! Kak Mai juga paling mau diajak nikah sekarang," timpal Riko, memberikan semangat pada Erlan.

"Mudah-mudahan aja, ditolak sama Dedek Cantik dan dia bilang kalau belum siap untuk menikah," do'a Satria yang ingin menjadi orang ketiga dalam hubungan Erlan dan sang kekasih.

Erlan langsung menyentil keponakan tengilnya tersebut.

"Aw! Kenapa, sih, orang-orang dewasa itu suka semena-mena sama yang lebih muda?" protes Satria yang kesakitan karena keningnya disentil oleh Erlan.

"Makanya, jangan punya pikiran untuk menjadi pebinor!" Gilang melirik tajam pada sang keponakan yang duduknya mepet-mepet pada sang calon istri.

"Bukan pebinor, Om! Kalian 'kan, belum menikah. Lagian, menurut hukum alam berdasarkan pengamatan empiris, sah-sah saja merebut asalkan belum ada janur kuning yang melengkung di depan rumah sang gadis." Satria terkekeh sendiri.

Kedua adiknya mengangguk, membenarkan dan baik Kukuh maupun Riko langsung mendapatkan sentilan juga dari Erlan.

"Hal tersebut, dibenarkan juga oleh hukum Newton. Jika orang ketiga hadir dan memberikan perhatian yang sangat besar pada seorang wanita, maka wanita tersebut juga akan membalas dengan memberikan perhatian yang sama besar kepada orang ketiga dan sang wanita boleh melupakan kekasih pertamanya," lanjut Satria panjang kali lebar dengan mengganti bunyi hukum Newton yang asli.

Riko dan Kukuh yang mengerti hukum Newton, tergelak. Sementara Erlan dan Gilang, geleng-geleng kepala.

"Kalau jadi ilmuan, kamu bakalan jadi ilmuan yang menyesatkan, Sat," ucap Erlan.

"Tahu, tuh. Belajar darimana, kamu?" tanya Gilang, kemudian.

"Belajar dari alam sekitar, Om," balas Satria, asal. Pemuda berwajah genteng itu kemudian terkekeh sendiri.

Ailee tersenyum lebar, mendengar perkataan Satria yang masih saja seperti dulu. Suka asal dan pandai merangkai kata apa saja, untuk membenarkan pendapatnya.

Sang oma hanya senyum-senyum saja, mendengar candaan cucu dan cucu buyutnya. Begitu pula dengan kedua asisten rumah tangga yang masih betah berada di sana, di antara keluarga yang hangat dan ramah itu.

"Ombu belum mengantuk?" tanya Satria kemudian, mengalihkan perhatiannya pada sang oma buyut.

"Kalau kalian masih pada berisik seperti ini, bagaimana ombu bisa istirahat?"

"Kamar Ombu 'kan, kedap suara. Kenapa juga mesti merisaukan suara kami?" Riko menatap tak mengerti pada oma buyutnya.

"Bukan masalah berisiknya, Ko, tetapi karena kita masih melek dan becanda, sehingga sayang bagi Oma jika melewatkan kebersamaan dengan kita," terang Erlan.

Wanita tua itu mengangguk, membenarkan. "Kamu benar, Er. Jarang-jarang kita bisa berkumpul sampai selarut ini karena biasanya, kalian akan segera berkutat dengan kesibukan masing-masing usai makan malam."

"Kalaupun esoknya kalian libur seperti weekend, masing-masing dari kalian juga akan tetap disibukkan dengan urusan pribadi. Kamu, Er, yang akan pergi berkencan dengan kekasihmu. Kukuh dan Riko yang sibuk mabar dengan teman-temannya," lanjut sang oma.

"Hanya Satria dan Om Ge yang menemani Ombu. Benar 'kan, Ombu?" Satria kemudian memeluk sang oma yang dibalas dengan hangat oleh wanita tua bersahaja itu.

Ya, meskipun selengekan, tetapi Satria adalah sosok yang penuh perhatian dan sangat menyayangi sang oma, juga adik-adiknya.

Gilang tersenyum menatap sang keponakan dan omanya. Selama ini, dia memang sangat dekat dengan dua orang yang saling berpelukan tersebut.

Kecemburuannya pada Satria, tidak sungguh-sungguh seperti yang dia perlihatkan. Bagi Gilang, Satria tentu bukan rival yang harus dia khawatirkan.

"Oma. Sebaiknya, Oma istirahat dulu. InsyaAllah, kita akan sering meluangkan waktu untuk bisa berkumpul seperti ini setiap akhir pekan," ucap Gilang seraya menatap hangat netra keabuan sang oma.

Pemuda tampan itu berjanji dalam hati meskipun telah menikah nanti, dia akan tetap memberikan perhatian dan kasih sayang pada sang oma yang telah memberikan perhatian ekstra pada Gilang, di saat dirinya terpuruk dan butuh kasih sayang.

"Benar, Oma. Dan rumah kita ini, InsyaAllah akan segera ramai dengan hadirnya keponakan-keponakan kami. Anak-anak dari Om Ge dan Om Er," timpal Satria.

"Bukankah begitu, Om? Pentungannya sudah siap tempur, kan?" lanjutnya yang membuat nyali Ailee, menciut dan gadis belia itu bergidik ngeri, membayangkan sebuah pentungan besar.

☕☕☕ bersambung ... ☕☕☕

1
D_Mayanti
Luar biasa
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh apresiasi bintang limanya Kak 🥰
total 1 replies
erna suryaningsih
WKWKWK
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh hadirnya di novel ini, Kak 🥰🙏
total 1 replies
erna suryaningsih
kukuh biang rusuh sama bang sat hadeh
Yus Ys
Luar biasa
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh apresiasinya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
Yus Ys
/Drool//Drool//Drool//Drool/
Dedeh Rokayah
Luar biasa
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh hadir dan apresiasinya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
KUCING GEMBUL
aciat aciat ciat, cieee om ge mulai resah pemirsa
Merpati_Manis (Hind Hastry): 😁😁😁😁😁
total 1 replies
KUCING GEMBUL
sosok aile begitu sangat tegar, keluarga yang cukup mampu. bahkan papanha pengacara, tapi dia disisihkan. Seperti bukan anak kandung tapi anak kandung.

mau bagaimana lagi butuh bertahun-tahun agar Aile bisa merasakan kebahagiaan, dan kedepannya Aile akan mendapat kebahagian secara perlahan.
KUCING GEMBUL
saya mampir nih kak, seru banget baca dr awal,.
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh hadirnya, Kak 🙏
moga syuka 🥰
total 1 replies
bunda DF 💞
sukaa sm ceritanya,, 😍
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh hadir dan apresiasinya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
Cah Dangsambuh
bapak anak kaga jelas
Cah Dangsambuh
yuuuuuuu pak ceo kok nguping 😄😄😄
Cah Dangsambuh
iiiii bener kan si nenek tadi lagi ada misi ketauan deh karyawanya yang nggak tulus
Cah Dangsambuh
apa nenek itu neneknya sang ceo yg lagi nyamar aaah aku ikut halu😀😀😀
Cah Dangsambuh
sekarang mampir di sini 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh, Kak 🥰🙏
maaf, baru kebaca komennya 😊
total 1 replies
Maulida Hayati
Dasar keluarga tidak becus.
Maulida Hayati
gila gila gila
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh hadirnya, Kak 🙏
mereka memang keluarga gila 🥹
total 1 replies
aya
kok jadi kurang respect dengan sifat Ailee yang terlalu naif ya, terlalu polos dan baik itu sama saja dengan bodoh, kadang yang berlebihan itu juga tidak baik
Merpati_Manis (Hind Hastry): hehe .... sifat orang kan beda2, Kak. dan bisa berubah seiring berjalannya waktu.
btw. mksh hadirnya 🥰🙏
total 1 replies
Dwi Purwati
Astaghfirullah.....
Dwi Purwati
ada ya keluarga y jahat n licik kaya gtuuu....
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh hadirnya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!