NovelToon NovelToon
Pacarku Seorang Gengster

Pacarku Seorang Gengster

Status: tamat
Genre:Romansa / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Cintapertama / Tamat
Popularitas:64.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora.playgame

Cerita ini berkisah tentang tiga sahabat cowo ganteng yang bersumpah untuk selalu bersama dan saling melindungi yaitu Arka, Kenzi dan Nino. Mereka berandalan yang berjuang untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan sehingga terjerumus ke dalam dunia hitam.

Pemimpin mereka Arka jatuh cinta pada Sania, yang merupakan kebalikan dari segalanya. Dia berasal dari keluarga dengan latar belakang yang sangat baik dan memiliki masa depan yang cerah sebagai pianis pemula.

Penyerangan terhadap Arka oleh sekelompok preman mempertemukan mereka ketika Sania menyelamatkan Arka.

Penasaran tentang bagaimana mereka jatuh cinta dan bagaimana Arka, dalam upaya untuk melindungi Sania?

Ikuti ceritanya di karya author yang berjudul
"Pacarku seorang gengster"

Jangan lupa kasih like, vote, favorit, hadiah juga, komentar terbaik nya ya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33

Setelah kejadian akhir-akhir ini, Nino berasumsi bahwa semua itu adalah ulahnya Jack dan anak buahnya. Nino memberi pendapat jika mereka lebih baik menemui Remon saja dan melaporkan kejadian ini padanya. Karena dia pikir, Remon sudah melarang Jack untuk mengganggu mereka tapi Jack masih saja melakukannya. Dengan begitu Remon akan bertindak untuk menghentikan Jack.

Namun Arka berpikir sebaliknya, jika mereka temui Remon maka hal itu akan membuat Jack semakin mempunyai alasan untuk balas dendam pada mereka. Lagi pula, Remon sangat menginginkan mereka bergabung dengan geng Elang, dia tidak ingin itu sampai terjadi.

"Kenapa kita tidak gabung saja dengan geng Elang? tidak ada salahnya bukan?," ucap Nino.

"Aku tidak ingin kita terjebak di dunia hitam, kalian tau sendiri bukan bagaimana orang-orang seperti mereka," jelas Arka.

"Benar Nino, kita harus mendengarkan kata Arka, mungkin dalam beberapa hari ini mereka tidak akan menggertak kita lagi, jadi bersabarlah," timpal Kenzi.

"Aku tidak mengerti, kenapa kita harus bertahan, kita tidak takut pada mereka... Lagi pula, mereka terus menggangguku bertubi-tubi... Entah kalian mengalami hal yang sama atau tidak, tapi aku sudah tidak bisa bertahan lagi!."

Setelah itu, Nino pergi dengan emosi. Bukannya Arka tidak ingin secepatnya menyelesaikan masalah ini, tapi dengan kondisinya yang masih belum stabil dia hawatir tidak bisa melawan mereka. Dia juga merasa jika mereka harus lebih mengetahui situasi dulu sebelum bertindak. Setelah beberapa saat, Arka pun berpikir jika mereka memang lebih baik menemui Remon saja.

~

Sambil berjalan menyusuri trotoar jalan yang cukup ramai... Nampak Sania dan Keyla sedang berbincang-bincang,

"Keyla, apa kamu tau rencana mereka belakangan ini?," tanya Sania nampak hawatir.

"Bagaimana aku tau jika kamu saja tidak mengetahuinya," jawab Keyla sambil menaikkan bahunya.

"Aneh sekali... Sebenarnya apa yang terjadi? Mereka menyuruh kita untuk pergi dari sana agar kita tidak mengetahui rencana mereka... aku akan bertanya saja pada Kenzi."

Keyla berpikir sejenak setelah mendengar kata-kata terakhir Sania lalu berkata, "Itu aneh... Aku pikir Kenzi orang yang aneh karena dia selalu jauh dari orang lain... bahkan, sejak aku bertemu dengannya, aku belum pernah bicara banyak, pernah sih... Tapi tidak lebih dari 20 kata hi hi...."

"Menurutku tidak seperti itu, Kenzi suka banyak bicara kok...," jawab Sania sambil menoleh ke arah Keyla, lalu dia melihat pengumuman lowongan pekerjaan di dinding kaca. Disana tertulis sedang di cari pekerja untuk pemain kibor piano.

Sania merasa tertarik dan mengatakan jika bermain kibor memang tidak sama dengan bermain piano, tapi jika dia belajar dengan sungguh-sungguh pasti dia akan mudah mempelajarinya. Tangannya terus bergerak seakan bermain piano mencerminkan betapa Sania sangat merindukan hobinya itu.

"Sania, kamu jangan berpikir ingin melamar pekerjaan ini... Arka tidak akan mengizinkanmu bekerja," ucap Keyla.

"Tapi aku ingin mencobanya, ini kesempatan yang langka... Keyla ayo, kamu bantu aku, ya?."

Tanpa menunggu jawaban Keyla, Sania langsung mengajak gadis berstelan preman itu menunjukkan tempat tersebut. Dengan berat hati Keyla pun menyetujuinya walau dia tau Arka pasti akan marah besar karena sudah membawa Sania ke tempat mereka berada sekarang, yaitu sebuah tempat hiburan yang bernama Bar.

Kini, Sania sedang bernegosiasi dengan pemilik bar. Sania meminta di beri kesempatan untuk bekerja disana. Meskipun dia tidak terlalu mahir bermain kibor tapi kelihaian bermain piano Sania membuat pemilik bar tersebut terpukau dan menerima Sania bekerja di sana.

Saat ini Sania sedang di ajari teknik kibor, sedangkan Keyla menunggu di kursi tamu tidak jauh dari tempat Sania berlatih.

Tiba-tiba, Keyla mendapat panggilan dari Arka yang membuatnya panik. Di sebrang telpon Arka terdengar cemas saat menanyakan keberadaan Sania, raut wajah Keyla pun semakin tegang saat Arka marah karena Keyla telah membawa Sania ke bar.

Setelah bicara dengan Arka lewat telpon, Keyla merasa sangat gelisah. Akhirnya dia memutuskan mengajak Sania untuk segera pulang dari sana, dia tidak mau Arka sampai marah besar padanya.

"Sania, ayo kita pulang," ajak Keyla.

"Keyla... Aku masih berlatih sebentar lagi, ya?."

Sania masih meneruskan latihannya beberapa saat, namun dia melihat Keyla yang sudah merasa gelisah jadi memutuskan untuk menyudahi latihannya itu. Sania berterima kasih pada pemilik bar karena sudah menerimanya bekerja disana, dia akan mencoba yang terbaik melakukan pekerjaannya.

Di saat Sania hendak berpamitan dan berjabat tangan dengan pemilik bar sebagai ucapan selamat, tiba-tiba Arka datang menjemputnya seraya berteriak, "Jangan menyentuhnya!."

Sania dan Keyla di buat terkejut oleh teriakan Arka yang langsung memburu pemilik bar dan memperingatinya agar tidak menyentuh Sania lagi.

"Arka... Aku baru saja akan pulang," ucap Sania.

"Ayo pulang denganku!," jawab Arka. Sania merasa tidak nyaman saat Arka tiba-tiba datang dan membuat keributan.

"Kamu siapa?," tanya pemilik bar yang masih terkejut dengan kedatangan Arka yang juga langsung melabraknya.

"Aku peringatkan padamu, jika sekali lagi menyentuh tangannya! Aku akan mematahkan tanganmu!."

"Arka! Maafkan aku Pak... Arka dengan begini kamu telah menghilangkan pekerjaanku!," teriak Sania.

"Baguslah, kamu tidak perlu pekerjaan ini! Dan jangan membujukku! Kamu tidak boleh bekerja di tempat seperti ini!."

"Memangnya kenapa? Ini Band yang sopan dan aku hanya bermain piano saja!."

Arka memegang kedua pundak Sania dan menatap kedua matanya yang sudah terlihat emosi,

"Dengarkan aku Sania, semua orang yang datang kesini bermacam-macam karakter, seperti pria ini! yang melecehkanmu di siang hari padahal kamu sudah mempunyai pacar," kata Arka sambil menunjuk pemilik bar.

"Kamu yang tidak mengerti perasaanku! Aku kecewa padamu!," emosi Sania sambil mendorong Arka lalu berlari pergi.

Keyla mencoba memanggil dan menyusul Sania, namun di hentikan Arka yang langsung memarahinya karena sudah membawa Sania ke tempat itu.

"Keyla! kamu sudah tau tempat seperti apa ini, kenapa kamu membawa Sania yang polos dan tidak tau apa-apa!."

"Entah bagaimana aku harus mengatakannya! Yang aku tahu, Sania hanya ingin bermain piano, itu saja!," jawab Keyla dan langsung pergi menyusul Sania.

Arka merasa semakin kesal dan frustasi ketika Sania tidak mendengar perkataannya atau memahami perasaannya. Ia merasa butuh waktu untuk merenung dan mendinginkan hatinya, sehingga ia memutuskan untuk pergi ke suatu tempat yang sepi dan tenang.

Arka memilih sebuah danau yang indah dan tenang sebagai tempat untuk menenangkan dirinya. Ia duduk memandang air yang mengalir dan merasakan angin yang menyegarkan.

Arka membiarkan dirinya merenung dan berpikir bagaimana cara agar bisa selalu melindungi Sania kapan dan dimanapun.

Namun, Arka menyadari bahwa sebenarnya ia juga salah dalam pertengkaran barusan dan harus belajar untuk lebih sabar dan memahami Sania.

Setelah beberapa waktu, Arka merasa lebih tenang dan mampu berpikir dengan lebih jernih. Akhirnya dia memutuskan untuk pulang ke rumah dan bicara baik-baik dengan Sania.

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

Bersambung...

Tunggu episode selanjutnya ya... 🤗

1
Ayano
Cih...
Bisa gak jack dimatiin lebih cepat?
Aku siap bawa pentung
Ayano: Pentungannya ada pakunya pasti mempan
total 2 replies
Ayano
Tidak semua yang bisa membuatmu bahagia. Kalau lu jahat ya jahat aja
Ayano
Apakah mulai ada tanda perselingkuhan?
Ayano
Waduh.. dateng gak pernah bayar
Ayano
Gyaaaa... semangka wak
Ayano
Bagian akhir tuh kayak sebuah awal drama dan kesalahanpahaman lain deh pasti
Ayano
Keinget sifat bebeb yang dulu yak 😅😅
Ayano
Keknya perlu dilestarikan juga sih orang-orang yang bisa Setia kawan. Soalnya udah hampir punah di jaman sekarang
Ayano
Jan macem-macem. Nanti ada aja masalahny. Cuma kali ini aku mesti dukung dan doain sih

Jan ampe sial kalian ya
Ayano
Aku sedikit tegang dan nungguin bagian ini
Ayano
Aku boleh ganti pasangan aja gak wak?
Kenzi sania aja boleh 🤣🤣🤣
Udah capek ama Arka dan tempramen labilnya nih
Ayano
Penasaran kapan kenzi akan kasih tau semua ke arka
Ayano
Sakit banget ngeliat sania habis seperti ini. Dia udah banyak makan pil pahit
Ayano
Jan gitu
Akan ada masa dimana kamu akan berubah jadi dirimu yang dulu

Arka belum tau kenyataan aja. Dia mesti digampar ama masalah baru bisa sadar kalau ada hal yang diabaikan selama ini
Ayano
Kau harus Setia ya nak 🤣🤣🤣
Nanti digantung ama Keyla kalau ketauan playboy lagi
Ayano
Berat cuy
Hubungan kalian juga mencurigakan sudah

Aku agak was was
Ayano
Mampus. Rasain
Jack harus mati kalau menurutku

Jan ampe Kenzi mokad plis
Ayano
AKU MAU JACK MAMPUS
Seriusan dah 😏
Ayano
Biar gak jadi bobrok
Ayano
Kenzi beruntung banget asli. Temennya pada care yak
Sayang kebenaran selama ini cuma kamu yang tau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!